Captured in His Heart. (chapter 8)


★  This story was made and copyrighted by R. No stealing or claiming as yours.

★  No silent reader. Any comments and critics will be very appreciated.

★  Any resemblance to another story or fanfiction is purely coincidental.

★  This story is 100% fictional.

★   Enjoy the story! ^^

 

Chapter 8: “Apa yang bisa kulakukan untuk bisa membuatmu tersenyum lagi?”

Kyuhyun tidak bisa mempercayai inderanya sendiri. Pendengarannya mungkin bisa menipunya, tapi penglihatannya juga memperdayainya di saat yang bersamaan? Mustahil. Karenanya ia hanya bisa terpaku dan melongo melihat pemandangan yang berada tepat di depan matanya. Gadis yang menghantui pikirannya sepanjang hari, gadis yang selalu berhasil membuat jantungnya berdegup lebih kencang, gadis yang beberapa detik lalu masih berada dalam benaknya … kini berdiri di hadapannya sambil tersenyum.

“Ternyata benar Kyuhyun sunbae! Syukurlah aku tidak salah orang,” Joohyun tertawa lega. “Apa yang sedang kau lakukan sendirian di sini?”

Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih melongo menatap Joohyun, berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan gadis itu. Otaknya belum bisa bekerja dengan normal karena ia masih sangat terkejut. Melihat hal itu senyum di wajah Joohyun memudar, digantikan oleh ekspresi bingung sekaligus cemas.

“Kyuhyun sunbae, kau tidak apa-apa? Apa ada sesuatu yang salah? Atau sebaiknya aku pergi saja?” tanyanya hati-hati.

“Ah … ti-tidak! Bukan begitu! Aku hanya … terkejut melihatmu,” Kyuhyun langsung menjawab dengan gugup. Wajahnya memerah. “Astaga, apa yang baru saja kulakukan? Cho Kyuhyun, kendalikan dirimu!” ia memaki dalam hati. Secepat kilat, ia mengubah ekspresi wajahnya dan tersenyum. “Maaf, aku tadi sedang memikirkan sesuatu dan tidak menyadari kehadiranmu. Kau sendirian?”

“Ya, aku baru selesai makan siang dengan temanku, lalu ia harus pergi karena ada urusan,” jawab Joohyun. “Boleh aku duduk di sebelahmu, Kyuhyun sunbae?”

Kyuhyun mengangguk singkat sambil tersenyum. Ia menggeser posisi duduknya sedikit, memberi ruang bagi Joohyun. Dan ketika gadis itu akhirnya duduk di sebelahnya, ia kembali merasakan hal yang sudah mulai terasa familiar baginya. Jantungnya yang berdegup lebih kencang dari kondisi normal.

“Kau baru selesai makan siang, katamu? Yah, bukankah ini sudah hampir senja? Apakah terlambat makan adalah salah satu kebiasaanmu?” tanya Kyuhyun.

“Bukan begitu. Sekarang adalah minggu ujian dan hari ini ujianku selesai ketika hari sudah menjelang sore, karenanya aku tidak sempat makan siang tepat waktu. Untung saja Yonghwa oppa datang dan mengajakku makan. Kalau tidak, mungkin aku tidak akan makan siang sama sekali,” jawab Joohyun. “Ah, kau tentu masih ingat Yonghwa oppa bukan? Yang tempo hari kukenalkan padamu dan Victoria-ssi.”

“Yonghwa?” Kyuhyun berpikir sejenak. Ia berpura-pura lupa, meskipun sebenarnya ia masih mengingat nama pria itu dengan jelas. “Ah, maksudmu pria yang bersamamu di bioskop waktu itu? Dia pacarmu?”

“Eh? Bukan seperti itu, dia bukan pacarku,” jawab Joohyun segera. Pipinya bersemu merah. “Kami bersahabat baik sejak kecil dan aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri.”

“Begitu?” Kyuhyun hanya mengangguk-angguk. Tanpa bisa dicegahnya, hatinya langsung terasa lebih ringan dibanding sebelumnya.

Mereka berdua lalu sama-sama terdiam. Bukan keheningan yang canggung karena keduanya sedang menikmati angin senja yang bertiup dengan lembut. Joohyun pun mengedarkan pandangannya berkeliling, mengamati beberapa anak-anak yang sedang membereskan mainannya masing-masing untuk bersiap pulang meninggalkan taman H.

“Ah, apakah kau sudah melihat hasil pemotretan tempo hari di taman ini?” Kyuhyun mendadak bertanya, berusaha kembali membangun percakapan.

“Maksudmu pemotretan untuk majalah D? Ya, tentu saja sudah. Majalah itu sudah sampai di apartemenku kemarin,” jawab Joohyun. “Sepertinya hampir semua foto itu adalah hasil pekerjaanmu, Kyuhyun sunbae? Bagus sekali, kau benar-benar seorang fotografer yang hebat.”

“Benarkah? Bukan apa-apa,” Kyuhyun tersenyum lebar, tampak sangat puas mendengar pujian Joohyun. “Tampaknya keputusanku untuk menerima pekerjaan hari itu dan bukannya main game di rumah sangat tepat.”

Joohyun tertawa mendengarnya. “Kau benar-benar penggila game rupanya?” katanya di sela-sela tawanya. Ia lalu terdiam selama beberapa saat, dan tiba-tiba sesuatu terlintas di benaknya. “Ah! Aku tahu! GameKyu!”

“Apa katamu?” Kyuhyun tampak bingung.

“Nama julukan yang tepat untukmu, Kyuhyun sunbae. GameKyu,” jawab Joohyun, lalu tertawa lagi.

Kyuhyun melongo selama beberapa saat sebelum akhirnya ikut tertawa bersama Joohyun. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis itu baru saja memberinya sebuah nama julukan. Bukan berarti ia tidak menyukainya, tapi sekali lagi gadis itu berhasil membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.

“Baiklah, kalau begitu aku juga akan memikirkan nama julukan yang tepat untukmu,” kata Kyuhyun, lalu ia mengernyitkan dahi seolah-olah sedang berpikir keras, membuat Joohyun kembali tertawa.

Beberapa detik kemudian, terdengar suara dari dalam tas Joohyun. Kyuhyun mengenali suara itu sebagai soundtrack anime kesukaan Joohyun, Keroro. Mendengarnya, Joohyun buru-buru merogoh-rogoh tasnya untuk mencari handphone-nya.

“Halo? Taeyeon unnie?” sapanya begitu menjawab panggilan tersebut. Ia lalu berdiri dan berjalan menjauh sejenak untuk berbincang dengan Taeyeon. Beberapa menit kemudian, ia kembali menghampiri Kyuhyun setelah menyudahi pembicaraan di telepon. “Syuting iklan tiga hari lagi, syukurlah di hari itu aku tidak ada ujian,” katanya sebelum Kyuhyun sempat bertanya apa-apa. Ia kembali mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun sambil menghela napas panjang. “Kemungkinan besar ini akan jadi syuting terakhir untukku.”

“Apa? Kenapa begitu? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?” Kyuhyun terkejut.

“Tidak, bukan begitu,” Joohyun tersenyum. “Sebenarnya aku … sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia model. Aku sudah memikirkannya selama sebulan terakhir. Aku mungkin masih akan melakukan beberapa pemotretan lagi dalam beberapa minggu, tapi setelahnya aku akan berhenti. Manajerku, Taeyeon unnie, juga sudah menyetujuinya walaupun dengan berat hati.”

“Kenapa? Apa kau membenci pekerjaanmu? Atau kau ingin lebih fokus pada studimu?” tanya Kyuhyun hati-hati. Ia ingat bahwa Joohyun adalah seseorang yang sangat mementingkan studinya.

Joohyun berpikir sejenak. “Sebetulnya … aku … hmmm bagaimana sebaiknya aku mengatakannya?” ia tampak ragu sekaligus malu. “Menjadi model bukanlah impianku.Adahal lain yang sudah sejak lama menjadi impianku.”

“Ya, aku ingat kau pernah mengatakannya saat kita berada di taman Universitas K,” kata Kyuhyun. “Ketika itu aku ingin bertanya lebih lanjut, tetapi kita baru saja saling mengenal, aku takut kau lantas menganggapku tidak sopan. Ah, tapi bukan berarti sekarang aku juga boleh menanyakannya, maafkan aku,” ia buru-buru menambahkan. “Bagus sekali, Cho Kyuhyun, lagi-lagi kau tidak bisa menahan dirimu!” makinya dalam hati.

Joohyun tersenyum. Ia sepertinya bisa membaca pikiran Kyuhyun. “Tidak apa-apa, Kyuhyun sunbae. Aku juga harus meminta maaf karena tiba-tiba menceritakan ini padamu,” katanya. “Sejak kecil aku ingin sekali menjadi seorang pembaca berita. Karena itulah aku mengambil Departemen Jurnalisme dan Komunikasi. Dan kurasa sekarang sudah waktunya aku memfokuskan diriku untuk meraih impianku.”

Seorang pembaca berita. Kyuhyun samar-samar ingat Ahra pernah menyinggung mengenai hal itu dalam ceritanya. Ia memperhatikan wajah Joohyun ketika gadis itu mengatakan impiannya. Ekspresinya tampak melembut, namun serius. Terlihat jelas bahwa ia benar-benar ingin mewujudkan impiannya menjadi seorang pembaca berita.

Merasa diperhatikan, Joohyun mendadak tampak malu dan salah tingkah. “Astaga, maafkan aku. Kenapa tiba-tiba aku menceritakan ini semua padamu? Maafkan aku,” katanya sambil memainkan jemarinya.

“Kenapa kau harus minta maaf? Aku sama sekali tidak keberatan dengan ceritamu. Menurutku kau sangat mengagumkan. Aku belum pernah bertemu dengan wanita sepertimu sebelumnya,” Kyuhyun berterus terang.

Mendengarnya, mendadak jantung Joohyun berdegup kencang. Wajahnya terasa panas. Ia sudah sering mendengar pujian serupa dari banyak orang. Tapi kenapa pujian dari Kyuhyun membuatnya merasa seperti ini? Apakah karena Kyuhyun terdengar tulus saat mengatakannya? Atau karena tatapan lembut pria itu saat mengucapkannya? Dan ia baru menyadari bahwa sedari tadi ia tidak merasa canggung dalam menceritakan impiannya pada pria itu, padahal ia baru mengenal pria itu selama kurang lebih sebulan.

Keheningan pun menyelimuti mereka. Joohyun masih duduk dengan salah tingkah, sementara Kyuhyun sedang menatap ke arah lain sehingga tidak menyadari perubahan pada air muka Joohyun.

Hari sudah mulai gelap. Lampu taman yang berada di sekitar mereka pun mulai menyala. Melihatnya, Joohyun langsung tersadar dan mengecek jam tangannya. “Ah, sudah mulai malam. Aku harus pulang dan belajar untuk ujian berikutnya,” katanya. Ia lalu membetulkan posisi tasnya dan berdiri. “Terima kasih banyak, Kyuhyun sunbae, sampai jumpa lagi.”

Kyuhyun pun membalas senyumannya dan berdiri. Sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak menawarkan dirinya mengantar gadis itu sampai ke apartemennya. “Baiklah, hati-hati. Semoga sukses untuk semuanya. Sampai bertemu lagi, Joohyun,” katanya sambil melambaikan tangan.

Ketika Joohyun berbalik dan mulai melangkah pergi, mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang tergantung pada tas gadis itu. Sebuah gantungan kunci berbentuk boneka Keroro kecil. Sesuatu melintas di kepalanya, dan ia pun tersenyum lebar. “Seororo!” serunya tiba-tiba, membuat Joohyun mendadak berhenti dan berbalik memandangnya dengan tatapan heran. “Aku sudah menemukan nama julukan yang tepat untukmu. Seororo!”

Mendengarnya, Joohyun pun ikut tertawa bersama Kyuhyun. “Baiklah, kurasa itu cukup sesuai,” katanya. “Sampai jumpa, GameKyu!”

Kyuhyun masih tetap berdiri sampai Joohyun menghilang dari pandangannya. Kemudian, masih dengan senyum lebar terlukis di wajahnya, ia kembali duduk sambil merapatkan mantelnya. “Sore yang indah,” pikirnya gembira.

***

“Joohyun-ah, apa rencanamu akhir minggu ini?” tanya Taeyeon.

Kedua gadis itu sedang bersiap untuk meninggalkan studio tempat syuting iklan berlangsung beberapa saat yang lalu. Minggu ujian di Universitas K telah berakhir. Syuting iklan Joohyun pun berjalan dengan lancar dan sukses, meskipun mengundang kekecewaan beberapa pihak karena iklan tersebut akan menjadi iklan terakhir yang yang dibintanginya. Di antaranya adalah staff-staff yang telah beberapa kali terlibat dalam pembuatan iklan bersama Joohyun.

“Aku? Kenapa kau bertanya begitu, unnie? Apakah ada jadwal baru yang harus kulakukan di akhir minggu?” Joohyun balas bertanya.

“Ah, tidak, bukan begitu. Aku ingin mengajakmu makan siang bersama Hyoyeon dan Sooyoung. Sudah lama sekali kita tidak berkumpul bersama mereka,” jawab Taeyeon.

Mendengarnya, mendadak wajah Joohyun diliputi penyesalan yang mendalam. “Unnie, aku benar-benar menyesal, tapi sepertinya aku tidak bisa bergabung dengan kalian,” jawabnya sedih. “Aku … ada yang harus kulakukan di akhir minggu ini dan aku harus pergi ke luar kota. Aku benar-benar minta maaf. Tolong sampaikan pada Hyoyeon unnie dan Sooyoung unnie bahwa aku akan menraktir kalian di kesempatan yang berikutnya, aku janji!”

“Yah, kenapa kau harus merasa bersalah begitu? Tidak apa-apa, kita bisa pergi lain kali,” Taeyeon tertawa sambil menepuk pundak Joohyun. “Tapi aku ingin tahu, apa yang akan kau lakukan akhir minggu ini? Dan kau akan pergi ke luar kota katamu?”

Joohyun tersenyum. Taeyeon mengenal betul arti senyum itu. Senyum yang misterius sekaligus menyiratkan kesedihan, dan biasanya muncul ketika Joohyun tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Pertanyaan yang biasanya menyangkut sesuatu yang tak pernah diceritakannya pada orang lain.

“Ada sesuatu yang harus kulakukan,” ia kemudian menjawab singkat dan kembali mengalihkan tatapannya dari Taeyeon, berpura-pura sibuk membereskan kembali barang-barangnya.

Taeyeon menghela napas panjang. “Lagi-lagi ia menyembunyikan sesuatu,” pikirnya. Ia lalu berkata, “Kau akan pergi seorang diri? Apakah kau akan baik-baik saja?”

“Tentu saja aku akan baik-baik saja. Unnie tidak perlu khawatir,” jawab Joohyun sambil tersenyum. “Baiklah, aku pergi dulu, Taeyeon unnie. Sampai berjumpa lagi.”

Gadis itu lalu pergi meninggalkan Taeyeon yang masih menatapnya dengan khawatir, melangkah memasuki trotoar yang sedang ramai dipenuhi orang lalu-lalang. Setelah berjalan selama beberapa menit, pikirannya kemudian kembali ke suatu hari yang cerah di kota London tiga tahun lalu.

“Pulau Jeju?” tanya Joohyun dengan mata melebar.

“Ya, aku ingin sekali ke sana, khususnya di musim gugur,” jawab Jungmo.

Keduanya sedang berjalan di bawah sinar matahari yang hangat dalam perjalanan pulang ke apartemen masing-masing. Bergandengan tangan dan bercakap-cakap ringan, tiba-tiba saja Jungmo menyatakan keinginannya untuk pergi ke Pulau Jeju.

“Kenapa begitu tiba-tiba?” tanya Joohyun.

Jungmo tersenyum. “Tidak apa-apa. Mendadak aku merasa begitu merindukan Korea. Dan sudah lama sekali aku tidak pergi ke Pulau Jeju. Aku ingin mengajakmu ke sana, bagaimana menurutmu?”

“Aku menyukai ide itu,” jawab Joohyun sambil tersenyum senang. “Tapi kenapa harus di musim gugur? Bukankah akan lebih indah bila kita mengunjunginya di musim semi atau musim panas?”

“Karena musim gugur adalah musim yang paling kau sukai,” Jungmo menjawab singkat sambil menyentuh ujung hidung Joohyun, membuat pipi gadis itu bersemu. “Berjanjilah padaku, Joohyun-ah, ketika kita kembali ke Korea nanti, kita akan pergi ke Pulau Jeju bersama-sama dan menikmati pemandangan musim gugur di sana.”

Joohyun mengaitkan lengannya pada lengan Jungmo erat-erat dan menatap pria itu sambil tersenyum. “Tentu saja, aku berjanji, oppa!” ia menjawab dengan bersemangat.

Sambil memainkan cincin kehijauan yang tergantung di lehernya, Joohyun menghela napas sedih. Ketika musim gugur datang, janji yang dibuatnya tiga tahun lalu bersama Jungmo kembali mendatangi ingatannya. Tahun lalu, ia menyempatkan diri untuk memenuhi janji itu dan pergi ke Pulau Jeju seorang diri, hanya untuk menangis selama berjam-jam karena menyadari bahwa janji itu tidak akan pernah benar-benar ditepatinya, Jungmo tidak akan pernah bisa menemaninya pergi ke Pulau Jeju.

Tanpa disadari Joohyun, sepasang mata memperhatikannya dari kejauhan. Pemilik mata itu hanya berdiri tanpa suara di tempatnya, tanpa berani melangkah menghampiri Joohyun. Hari itu Yonghwa berencana untuk memberi gadis itu kejutan dengan tiba-tiba muncul di studio dan mengajaknya makan siang, namun ternyata ia terlambat datang beberapa menit dan Joohyun sudah terlebih dahulu meninggalkan studio. Oleh karenanya ia langsung bergegas mengejar gadis itu, tapi langkahnya langsung terhenti ketika melihat Joohyun tiba-tiba berhenti di suatu sudut jalan. Dari ekspresi wajahnya yang sedih dan cincin yang sedang digenggamnya erat-erat, Yonghwa tahu bahwa gadis itu lagi-lagi sedang dihantui oleh masa lalunya. Dan ia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan getir, ketika tiba-tiba dilihatnya setetes air mata mengalir di pipi Joohyun.

“Seo Joohyun, kenapa kau harus terus menerus menyiksa dirimu seperti ini?” bisiknya pahit. “Apa yang harus kulakukan untuk bisa membuatmu tersenyum lagi?”

***

Hari itu adalah hari yang cukup padat bagi Kyuhyun. Pemotretan singkat untuk majalah W di pagi hari, dan kemudian ia harus membantu Jungsoo dalam mendokumentasikan sebuah acara di museum seni K.

“Maaf tiba-tiba harus memintamu datang. Seperti biasa, aku butuh asisten,” kata Jungsoo tanpa mengalihkan perhatian pada objek yang sedang dibidiknya dengan kamera.

Kyuhyun mendengus sambil tertawa. “Sejak kapan kau minta maaf karena sudah membuatku sibuk?” balasnya.

“Aku meminta maaf karena kali ini tidak ada model cantik yang bisa membuatmu lebih bersemangat dalam bekerja membantuku,” Jungsoo masih tetap memusatkan perhatiannya pada pekerjaannya, namun kali ini seulas senyum penuh arti tergambar jelas di wajahnya.

Kyuhyun langsung menangkap ekspresi wajah Jungsoo. Berusaha tetap tenang, ia kemudian menjawab, “Kurasa Seohyun-ssi akan semakin jarang melakukan pemotretan. Ia akan segera meninggalkan dunia modeling.”

Mendengarnya, Jungsoo langsung berpaling menatap Kyuhyun. Matanya melebar dan wajahnya diliputi ketidakpercayaan sekaligus rasa kagum. “Whoa! Aku sama sekali tidak menyebut-nyebut nama Seohyun-ssi, tapi kenapa kau langsung berpikir bahwa aku menyinggung soal dirinya?” katanya. “Dan kau bahkan tahu bahwa dia akan segera meninggalkan dunia modeling, aku sama sekali tidak tahu bahwa hubungan kalian sudah sedekat itu. Luar biasa, ternyata kau lebih mengagumkan dari yang kukira.”

Wajah Kyuhyun langsung memerah. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri karena begitu mudah terperangkap dalam jebakan yang dipasang Jungsoo. Melihatnya, Jungsoo semakin merasa senang. “Oh? Dan sekarang mukamu memerah! Astaga, adik kecil, apa saja yang sedang kausembunyikan dariku? Katakan padaku, sudah sejauh apa hubungan kalian?”

“Hyung!” Kyuhyun memotong gusar. “Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Tidak ada apa-apa antara aku dan Joohyun, sungguh.”

Jungsoo terkekeh sambil kembali melakukan pekerjaannya. “Baiklah, baiklah, terserah kau saja. Tapi aku akan selalu menunggu kabar baik darimu,” katanya dengan nada jahil penuh arti.

Kyuhyun memutar bola matanya. Jungsoo takkan pernah berhenti menggodanya, ia kenal betul pria itu. Ia pun tidak berkata apa-apa dan mengangkat kameranya, kembali fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukannya.

“Oh ya, ngomong-ngomong apakah kali ini kau akan berpartisipasi lagi dalam Pameran Foto S?” tanya Jungsoo.

Kyuhyun terdiam sejenak. Pameran Foto S adalah pameran foto tahunan yang digelar oleh perusahaan S, salah satu perusahaan terbesar dan terkaya di Korea. Merupakan salah satu pameran sekaligus kompetisi fotografi paling bergengsi di Korea, dan diikuti oleh fotografer-fotografer dari berbagai kalangan, baik pemula maupun profesional. Pameran foto tersebut tidak hanya menawarkan sejumlah uang bagi peserta dengan foto terbaik, tetapi juga reputasi dan penghargaan yang sangat diharapkan oleh seorang fotografer.

“Kurasa aku harus kembali mencoba peruntunganku tahun ini,” Kyuhyun akhirnya menjawab. “Tapi aku belum tahu foto apa yang akan kukirimkan tahun ini. Bagaimana denganmu, hyung?”

“Aku akan berpartisipasi lagi, tentu saja,” jawab Jungsoo. Ia lalu bersiul. “Tahun lalu aku belum beruntung, mungkin saja aku lebih beruntung tahun ini. Siapa yang tahu? Dengan uang hadiah sebanyak itu, aku bisa jalan-jalan keliling dunia.”

Kyuhyun kembali terdiam. Ia berpikir mengenai foto apakah yang sebaiknya dikirimnya untuk pameran. “Kurasa aku takkan mengambil lokasi pemotretan di Seoul,” katanya kemudian.

“Lalu kau akan keluar kota untuk mencari objek yang tepat?” tanya Jungsoo, sekilas mengalihkan perhatiannya dari kamera untuk melirik Kyuhyun.

“Sepertinya begitu,” sahut Kyuhyun. Sebuah pemandangan tiba-tiba tergambar di benaknya dan ia tahu betul di mana bisa menemukannya.

***

Joohyun tiba di Bandara Incheon tepat 90 menit sebelum pesawat yang akan ditumpanginya ke Pulau Jeju berangkat. Di akhir pekan, bandara itu memang selalu lebih ramai dibanding hari biasa, karenanya ia lebih memilih untuk datang lebih awal. Sambil duduk di salah satu sudut ruang tunggu, ia pun memasang earphone di telinganya dan membaca sebuah buku yang dibawanya, tanpa menyadari kehadiran sesosok pria muda yang memasuki ruang tunggu yang sama satu jam kemudian.

“Kukira aku akan terlambat,” Kyuhyun berkata pada dirinya sendiri dengan perasaan lega, sambil melihat jam tangannya. “Masih 30 menit sebelum pesawat berangkat, setidaknya aku bisa duduk sambil main game.”

Ia lalu menghempaskan dirinya di sebuah kursi dan beberapa detik kemudian langsung tenggelam dalam keasyikannya bermain game, tanpa menyadari bahwa gadis yang duduk tepat di belakangnya adalah Joohyun. Di sisi lain, gadis itu pun tidak menyadari bahwa Kyuhyun lah yang sedang duduk di belakangnya. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada buku yang sedang dibacanya, dan telinganya sendiri tidak bisa mendengar apapun kecuali musik yang mengalun dari music player-nya.

Ketika akhirnya pengeras suara mengumumkan bahwa sudah waktunya mereka memasuki pesawat pun, mereka masih juga belum menyadari kehadiran satu sama lain. Mereka memasuki pesawat melalui pintu yang berbeda dan duduk di kursi yang berjauhan. Beberapa menit kemudian, pesawat itu pun tinggal landas meninggalkan kota Seoul, terbang membawa mereka ke Pulau Jeju.

Sambil memandangi pemandangan di luar, ingatan Joohyun lagi-lagi kembali pada Jungmo. Ketika mereka pertama kali menaiki pesawat bersama menuju London, waktu yang mereka habiskan bersama sambil tertawa-tawa atau sekedar bercakap-cakap, suara gitar yang dihasilkan oleh pria itu … Joohyun langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Tidak, aku tidak boleh begini terus,” pikirnya getir. “Aku harus bisa melupakannya.”

Ia kemudian merogoh-rogoh tasnya untuk mengambil music player-nya. Tanpa sengaja, sebuah syal berwarna abu-abu yang tergeletak di dasar tas menarik perhatiannya. Syal yang tempo hari dipinjamnya dari Yonghwa dan belum sempat dikembalikannya. Dan kali ini, pikirannya melayang pada pria itu.

“Apakah Yong oppa akan merasa khawatir karena aku tiba-tiba menghilang lagi? Ia meneleponku semalam dan aku tidak memberitahunya bahwa aku akan pergi,” pikirnya cemas. Tapi kemudian ia berusaha menangkan dirinya sendiri. “Tapi aku hanya pergi selama beberapa hari, kurasa ia takkan keberatan. Semoga saja ia tak keberatan.”

Jung Yonghwa. Tiba-tiba saja pikirannya melayang pada pria itu. Adik sepupu Jungmo yang sudah menjadi sahabatnya sejak mereka masih kecil. Pria yang periang dan senang sekali mengganggu dan menggoda Joohyun ketika mereka masih kecil, membuat anak itu seringkali merasa kesal dan ingin menangis, namun sebenarnya penuh perhatian dan dapat diandalkan. Dan – Joohyun tiba-tiba teringat – dalam masa-masa sulit setelah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Jungmo dua tahun lalu, Yonghwa lah yang selalu ada di sisinya. Tetapi ketika itu ia terlalu sedih dan terpukul untuk bisa benar-benar menyadari bahwa pria itu tidak pernah meninggalkannya dan selalu berusaha membantunya melewati masa-masa sulit itu, sebelum ia akhirnya kembali ke Korea.

Mengingatnya, perasaan bersalah yang menghantuinya selama dua tahun terakhir kembali menderanya. “Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya pada Yonghwa oppa? Tapi … apakah dia akan membenciku setelahnya?” tanya Joohyun dalam hati.

***

Hawa siang yang cerah namun sejuk langsung menyambut Kyuhyun ketika ia menjejakkan kakinya ke luar bandara. Ia tersenyum lebar sambil menghirup udara dalam-dalam, menyadari bahwa kini ia sudah berada di Pulau Jeju.

“Selamat datang di Pulau Jeju! Aaah, segar sekali udara di sini. Ramalan cuaca telah memperkirakan bahwa cuaca Pulau Jeju akan cerah selama tiga hari ke depan,” katanya gembira. Ia lalu membetulkan letak ranselnya, lalu memandang berkeliling dengan penuh semangat. “Nah, dari mana sebaiknya kita mulai petualangan ini?”

Dengan bersemangat, ia pun melangkah pergi untuk mencari taksi. Beberapa detik kemudian, Joohyun melangkah keluar dari bandara dan berhenti tepat di mana Kyuhyun berdiri beberapa saat sebelumnya. Ia membetulkan letak tasnya, lalu memandang berkeliling dengan perasaan yang sulit dijelaskan bahkan olehnya sendiri.

“Akhirnya aku kembali lagi kemari,” gumamnya. Detik berikutnya, ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan mencoba tersenyum. “Sudahlah, Seo Joohyun, kau tidak boleh bersikap seperti tahun lalu. Lihatlah, cuaca di Pulau Jeju begitu cerah, terlalu sayang untuk dilewatkan dengan perasaan sedih. Ayo bersemangat!”

Masih belum menyadari kehadiran satu sama lain, keduanya menumpangi taksi yang berbeda, namun menempuh jalan yang sama. Kyuhyun membuka jendela mobil, membiarkan angin segar menerpa wajahnya dan memainkan rambutnya. Dengan gembira, ia menikmati pemandangan yang ada di luar, merasa tidak sabar untuk mengabadikan apa yang telah dilihatnya menggunakan kamera.

Akhirnya, taksi yang ditumpanginya berhenti di suatu tempat. Melangkahkan kakinya keluar, ia tersenyum puas sambil menatap bangunan yang berdiri di hadapannya. Sebuah peternakan yang sekaligus merangkap sebagai penginapan dan terletak di lereng sebuah bukit. Sejauh mata memandang, ia melihat padang rumput yang menghijau dan pepohonan yang rimbun di sekitar penginapan itu. Penginapan tersebut juga terletak tidak jauh dari laut, meskipun ia tidak bisa melihat laut dari tempatnya berdiri.

Ia sudah akan melangkah memasuki penginapan itu ketika handphone-nya mendadak berdering. Dengan segera, dijawabnya panggilan itu. “Ada apa, noona?”

“Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak menjawab teleponku sedari tadi?” di seberang sana Victoria merengek. “Di mana kau? Kau tidak melupakan janji kita nanti malam kan?”

“Janji? Janji apa?” Kyuhyun melongo.

“Sudah kuduga kau melupakannya!” sekuat tenaga Victoria berusaha untuk tidak membuat nada suaranya menjadi lebih tinggi lagi karena saat itu ia sendiri sudah hampir berteriak frustrasi. “Minggu lalu kau berjanji akan menraktirku makan malam hari ini, kau benar-benar lupa?”

“Apa katamu? Benarkah aku berkata begitu?” Kyuhyun berusaha mengingat-ingat. “Yah, seingatku aku berkata aku akan mempertimbangkannya dulu karena mungkin aku akan sibuk hari ini. Aku belum memutuskan apakah kita akan pergi atau tidak.”

Victoria kehabisan kata-kata. Di satu sisi, Kyuhyun memang belum memutuskan untuk pergi makan malam dengannya atau tidak. Tetapi ia sudah terlanjur berharap terlalu jauh dan karenanya kini ia merasa sangat kecewa sekaligus marah. “Yah! Kenapa kau begitu kejam padaku?” ia akhirnya berseru sambil merengut. “Seharusnya kau mengatakan dengan jelas kalau memang kau tidak ingin pergi makan denganku.”

Kyuhyun menghela napas panjang. “Bukan begitu, Victoria noona, aku memang sedang sibuk,” jawabnya. “Aku sedang berada di luar Seoul saat ini, aku akan menghubungimu lagi nanti ketika aku sudah kembali ke Seoul. Ya?”

“Di luar Seoul? Kau ada di mana? Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Victoria heran.

“Aku sedang berada di Pulau Jeju dan aku akan menetap di sini selama beberapa hari,” jawab Kyuhyun. “Ah, noona, aku sedang sibuk sekarang. Sampai nanti.”

“Yah, tunggu du … Ck, dia sudah menutup telepon,” Victoria mendesah kecewa. Sambil menggenggam handphone-nya, tatapan matanya menerawang jauh. Terlihat jelas bahwa ia sedang memikirkan sesuatu. “Pulau Jeju?”

***

“Tempat ini tidak berubah sama sekali,” Joohyun tersenyum sambil menatap bangunan di hadapannya. Bangunan itu adalah penginapan yang sama seperti yang ditempatinya tahun lalu. Ia tidak sengaja menemukan tempat itu ketika sedang berjalan sendirian di tengah lingkungan pedesaan di Pulau Jeju. Penginapan itu langsung menarik perhatiannya, tampak tua tetapi ternyata sangat bersih dan nyaman. Pemiliknya, sepasang suami istri yang kira-kira berusia sama dengan orangtua Joohyun, adalah orang-orang yang ramah dan baik hati. Di tengah suasana hatinya yang sendu, ia pun menemukan ketenangan di tempat itu setahun lalu. Karenanya ia kini memutuskan untuk kembali mengunjungi penginapan itu.

Ia melangkahkan kakinya di beranda penginapan, yang lantai kayunya langsung berderit karena diinjak. Tersenyum lebar, ia berkata, “Astaga, aku sangat merindukan tempat ini,” dan membuka pintu. Seorang wanita bertubuh agak gemuk berdiri di balik meja resepsionis sederhana, tampak sedang melayani seorang pria muda yang sepertinya juga baru saja memasuki penginapan itu. Wajah wanita itu langsung berubah cerah ketika melihat Joohyun.

“Joohyun-ssi? Kau Joohyun-ssi bukan? Akhirnya kau kembali lagi kemari!” ia berseru gembira dan langsung menghampiri Joohyun.

Pria muda yang tadinya sedang dilayani olehnya langsung menoleh ke arah Joohyun. Betapa terkejutnya Joohyun ketika ia melihat wajah yang dikenalnya.

“Kyuhyun-sunbae?”


75 thoughts on “Captured in His Heart. (chapter 8)

  1. huuaaa maaf maaf maaf, lagi-lagi aku telat update, maaaaaf sekaliii para reader sekaliaaan. kmaren sibuk buanget soalnya mesti ngurus macem-macem huhuhu. >_<
    nah jadiii gimana komentarnya soal chapter 8? tadinya mau dibikin lebih panjang lagi, tapi kaya'nya pemotongannya udah oke pas kyuhyun ma joohyun ketemu di pulau jeju hehehe. *ditimpukin readers*
    ide utk chapter 9 udah ada tapiii pelaksanaannya yang bakalan agak susah soalnya aku mau ke luar kota selama seminggu hiks. sepertinya lagi-lagi aku harus meminta kalian semua utk bersabar, maaaaff :(( *berlutut*

    Like

  2. Aaa, ceritanya bagus banget, belum baca part sebelumnya-_-v ga nemu, tapi udah langsung part 8 aja. Boleh minta link part sebelumnya ga?
    Btw, lanjutin ceritanya ya, seru kayaknya😀

    Like

    1. huhu maaf ya udah bikin nunggu lama. chapter 9 insya allah ga selama kmaren koook. hehe dipotong biar penasaran. *digebuk*

      Like

  3. huaaaaaaa
    Makin seru aja
    Bahasa n pembawaannya bagus =D
    Enak buat dbaca =D

    Salah satu ff favorite ak =D hehee

    Hmm, makin seru aja nih
    Seokyu couple beraksi lgi
    Ahh gak sbar buat ngeliat moment2 mreka breng d pulau jeju =D

    selalu d tunggu buat part selanjutnya

    Like

  4. huaa akhir.a kluar juga ff.a .
    bagus jalan crita.a bhasa.a juga rapi+mudh dimengerti .
    aku suka bget ff ini ..
    next chap jgn lama” yh unnie ..🙂
    daebak !!

    Like

  5. kenalin chingu ak visi ,
    ak reader baru disini
    suka sama ceritanya walaupun baru baca part ini jd blom tlalu ngerti- cast nya juga suka

    di tunggu kelanjutannya deh chingu , sambil baca part sebelumnya dulu hehe-

    Like

  6. akhir nya muncul nya FF ini
    Seperti aku sudah lama sekali menantikannya😀 *plakk
    Wah seokyu ketemu di pulau jeju??
    Kira kira vic bakal nyusul kyuppa ga ya??
    *jangan buat rusuh seokyu moment ya vic eonni!!

    Oke deh segitu dulu dari ku
    Aku menunggu kelanjutannya yaaa🙂

    Like

    1. hmmmm soal itu tunggu aja nanti di chapter 9. pokoknya chapter 9-10 kaya’nya bakalan lumayan seru nih hehehe, masih kaya’nya looh, belum tentu juga. ^^

      Like

  7. akhirnya keluar juga… nunggu banget publish-nya FF ini, suka deh
    kayak nonton drama, bisa ngerasain tiap adegannya, keren pokoknya
    kyu & seo emang berjodoh, kemana aja selalu ketemu ^_^
    penasaran ama lanjutannya deh, ditunggu ya

    Like

    1. halo aikoo, maaf ya publish-nya kelamaan, aku kmaren lagi sibuk buanget soalnya. makasih atas komentarnya (dan pujiannya) hehehehe.
      oh iya dong, seokyu emang berjodoh, at least di fanfic ini hahaha, semoga berjodoh juga di dunia nyata, amiiin. *biased*

      Like

  8. yay akhir nya publish lagi:D
    bener, ini ff emang kaya drama. bagus banget, jalan ceritanya menarik, gaya penulisannya juga bagus, mudah dipahami. suka deh scene mereka pas kyu lagi main game-seo baca buku, mereka duduk dipesawat yg kursinya jarak jauh, beda taksi pula. pokoknya drama abis dan aku sukaaaa😀

    lanjutannya asap ya thor, jangan lama kaya yang sebelumnya dong. entar lupa lagi trus jadi baca part sebelumnya lagi. hehe

    Like

    1. makasih bangeett, aku seneng banget baca komentarnya hehe soalnya isinya pujian sih. *blush*
      tapi aku masih harus belajar banyak kok, apalagi aku orangnya moody banget, nulisnya nurutin mood banget huhu.
      oke, diusahain chapter berikutnya publish dalam waktu kurang dari sebulan! ^^

      Like

  9. Alhamdulillah akhir y’ pub jga,,,,
    saking kelamaan nunggu klnjutannya aku smpet lupa part sblum y’, jdi bengong dulu deh.ha
    part 9 y’ jngan lama”, entar aku bisa lupa lg ma part sblum y’, coz kpsitas otakku rendah
    #plak
    ckckck author kebiasaan deh ==”
    seenak y’ nyimpen kata tbc
    tdi tuh lg rame thor, mlah ada kata tbc
    i hate tbc ==”

    Like

  10. yah lagi seru auhtor,, seokyu ketemu di jeju yes,, ngebayangin nantinya hihihih,,,
    author ditunggu chapter 9nya ya,, aku tetap setia baca dan nunggu part selanjutnya,,
    author daebak..
    seokyu daebak

    Like

    1. sip sip, chapter 9 kaya’nya bakalan seru nih. eh tapi ga tau juga deng, semoga aja aku bisa nulis chapter 9 dengan baik dan bikin kalian semua puas, amiiin.

      Like

  11. akhirnya ada lagi kelanjutannya, berharap ini ff ga ada ending..hha
    seokyu langsung kencan aja tuh, semoga cepet luluh deh seo nya

    Like

    1. hahaha klo ga ada ending malah jadi ngebosenin ntar. tapi kaya’nya fanfic ini bakalan dibikin agak panjang deh, semoga aja ga nyampe chapter 20, fiuh mabok aku nulisnya hehehe.

      Like

      1. ga papa..panjang2 juga ga papa..palingan yang baca ikutan mabok juga kaya author…kkkkk
        semangaaatttt…lanjutkaannnn

        Like

  12. ommmmmmmmmoooooooooooooooooooooooo
    unpredctble moment of seokyuu!!!!!!!!
    love it!!!!!!!!!!!!!!!!
    author updatenya cpetan yahhh!!!!!
    g sabar nehhh!!

    Like

  13. aahhhhhhhhhhhh

    seruuuuuuuuuuuu,,

    penasaraaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn saya,,

    tadinya sempet lupa ceritanya kaya pa,,hehehe
    tapi setelah baca baru dah ingat lagi,,,

    next chap nya jangan lama2 ya,,!!!

    SEOKYU JJANG !!!!!!!!!

    Like

  14. SEOKYU JJANG…
    mereka tc mang jodoh y, tanpa d.sngaja selalu bertemu.. Daebakkk..
    Next part jgn lama” y, dan request seokyu moment dunt.. Hehehe..
    Nice ff..

    Like

  15. woaahhhhh,akhirnya publish juga…
    setelah lama menunggu..
    yeiyyy, hubungan gamekyu sm seororo makin deket…
    pasti nanti yg jadi modelnya kyuhyun si seororo.hhe *sok tau..
    kira2 prjlnan mereka di jeu gmn ya??
    penasaraaaaannn..
    jgn lama2 ya lanjutannya..

    Like

  16. aku lagi online pake hp jadi ga bisa reply satu per satu komen yang baru masuk, maaf ya. >__<
    sedikit spoiler buat chapter 9 : bakalan banyak seokyu moments kok. ini aku udah mulai masuk halaman ketiga. doain semoga bisa selesai secepatnya yaa. ^^

    Like

  17. setelah ditunggu sekian lamanya…akhirnya, kelanjutan ff ini ada juga..

    jadi, gk sabar apa yang terjadi sama seokyu di pulau jeju..jangan sampai victoria sama yonghwa nyusul aja ke pulau jeju..mengganggu seokyu aja..hehehe..

    ditunggu kelanjutannya ya chingu..^^

    Like

    1. hehe sip sip, ini lagi dikerjain kok, dan alhamdulillah inspirasi lagi mengalir. semoga aja minggu depan udah bisa di-publish, doain yaa. ^^

      Like

  18. wach akhirnya klua juga nech lanjutannya,,stlh skian lma mnunggu..hehee
    wach mreka di pulau Jeju..wch moga mereka mkin dket n cpetan donkz jatuh cintanya^_^
    ak ngrep part lanjutannya mkin bnyk moment SeoKyu & moga mreka brjodoh di dunia nyata…^_^
    part lanjutannya jgn lma2 ych..*_*

    Like

  19. ga bisa berkata”….
    author daebak!!!!

    jahat banget nih main TBC aja.
    itu ahhhhhhh cepet ya ga mau tau lanjutin.
    jangan lama” yaa author, sempet lupa tau cerita awalnya hahahhaa.

    seokyu apa yg mereka lakukan ya berdua di jeju?
    VIC onnie,,, menjauhlah kau dari SEOKYU!!!

    Like

  20. akhirnya publish juga ya,lama bgt thor usahain chater 9 ga selama ini ya^^ aku udah lama baca tp brbr ini aja bisa komen,mian ya author soalnya ada kesalahan teknis. jujur aku favorit bgt sama gaya penulisan kamu;penyampaian konflik,penggambaran latar jelas banget. aku jg lagi belajar bkn fanic nih kunjungi http://www.ourblablaba.wordpress.com ya itu juga seokyu kok hihi maaf ya thor jadi promosi hihi

    Like

    1. makasiih. ^^
      sip sip, nanti aku mampir klo udah nganggur ya, akhir-akhir ini lagi banyak kerjaan. good luck buat fanfic-nya!

      Like

  21. wuah akhirnya sempet baca juga …
    yeah seokyu ketemuan di jeju ?! ngapain yaaa ??
    tp kyaknya ntar vic bkal k jeju jg ni ..
    arrgh ngerusak suasana ‘___’

    Like

  22. joengmal mianhae
    part 2 – 7 aku gak ninggalin jejak coz baru baca tadi jg ~
    TT
    cerita.a baguss suka banget , feelsnya dapat !
    next part d tggu

    Like

  23. AAAA TERIMA KASIH BANYAK ATAS KOMENTARNYAAA! *membungkuk 90 derajat*
    semakin banyak komentar yang masuk, aku semakin semangat nulis kelanjutannya. ini chapter 9 udah ditulis kok, insya allah minggu depan bisa di-publish klo semuanya lancar, doain aja yaa.
    insya allah kyuhyun-joohyun makin akrab di chapter 9, tapi aku ga bisa janji ya biar victoria ma yonghwa ga ngegangguin hubungan mereka hehehe. *evil*

    Like

  24. aem… *bingung* I feel like wanna \kiiiiiiiicks\ you to mars HAHAHAHAHAHA gila lama banget
    aku udah pernah bilang aku nebak seo jadi jurnalis belum ya? yah pokoknya aku pernah mikir gitu lah, jadi reporter atau pembaca berita. eh taroh tuh mereka berdua seproyek, apa ketemu di proyek, misalnya lagi ke liputan ke Afghanistan hahahahaha #sinting
    hey mr. jung yang baik hati (baru baca news seungri cerita kalu mr. jung ngebayarin belanjaan cnb😀 ), kuberi tahu yang bisa kau lakukan. kau pergi cari ms. park, jauh2 dari gaemroro-ku!!
    btw aku agak ga sreg ah kalu ntar sama vic (aku lagi agak kena *****toria virus😛 maaf ya yang ga setuju sama aku ^^ , tapi aku liat piku2 vic yang yaampun, swear gorjassss buanget)
    teuki sunbae, KAU ANEH. ya iyalah kyu mikirnya seo, lagian kau kan juga ngeledekin kyu soal seo melulu \thumbs\ kamu juga sunbae sana cepet2 sama taeng
    mr. jung sama vic mau nyusul ke jeju? siapa takut? biarin mereka, suru liat gaemroro lengket terus, biar mati jeles tuh dua2nya #sintinglagi
    blah kok tbc \kicksyouagain\
    btw makasiiiiii uda update ^^

    Like

    1. *menghindar dari tendangan nilam*
      haha ampun neng, selama dua bulan terakhir aku beneran sibuk banget, ga bo’ong deh. udah gitu mood nulis juga menghilang entah ke mana.
      btw aku bingung ma kalimatmu. jadi intinya kamu mendukung kyutoria atau nggak nih? klo kamu mendukung kyutoria, berarti ending-nya boleh dong dibikin joohyun ma yonghwa dan bukannya ma kyuhyun? *menghindar lagi dari tendangan*

      Like

    2. ha? bagian mana aku bilang mendukung ***toria? ga ada ah. *****toria tu bukan ***toria ya. walaupun jauh panggang daripada api, sampe kehidupan berikutnya pun aku tetep berharap buat gaemroro \labil gila aku ni\ nanti, kalo kyu atau seo misalnya uda nikah, ya aku harus terima2 aja. tapiiiii di lubuk hati paliiiiiiiiing dalam \huekkk\ gaemroro seokyu is eternal😎 \sinting\
      cerita mah terserah penulis, endingnya juga. mau sama mr. jung juga gapapa. aku juga bacanya bakal sambil misuh2😮😀 kalo ending terserah aku sih, aku ga terima sad ending dan nonseokyu ending😎😎😎

      Like

      1. eh? terus *****toria itu siapa? haha kukira awalnya kamu jadi ngedukung kyutoria karena abis ngeliat foto-foto victoria yang gorgeous, LOL. sedikit out of topic, aku sebenernya suka bin kagum kok ma victoria, tapi aku ga ship kyutoria honestly.
        hehe aku juga gitu kok, terlalu mendukung seokyu (dan yongseo sebetulnya) ampe kadang terlalu kebawa ampe dunia nyata ck ck ck.

        Like

      2. ikr !!! I love vic, tapi jangan sama kyu! aku ga tau sih…, tapi kayanya, kenyataannya seokyu ga deket. kalo kyu vic kan emang deket. hehehe itu changmin \oops\ aku setuju kalo sama changmin, pokoknya asal ga sama kyu mah, silakan ambil vic ^^ banyak yang demen sama vic. kadang kyu vic tu obvious banget, sampe pengen nangis liatnya, jangan2 beneran. tapi changvic lebih obvious😀 kekeke hahahaha kira2 deh gitu, yang liat berani bilang chang likes her😳😳😳😳

        Like

      1. ortu joohyun ga akan kecerita kok, aku selama ini menganggap mereka ada di luar negeri tapi bukan di london. tapi liat aja nanti, bisa aja berubah klo aku mendadak dapet ide di tengah cerita.

        Like

  25. author mau curhat dikit.
    dari kmaren aku kepikiran sesuatu yang penting. aku kok agak nyesel ya milih yonghwa sebagai tokoh cowo’ kedua? soalnya aku sama-sama ship yongseo ma seokyu, jadi sekarang bener-bener bingung harus milih yang mana. *sigh*
    seharusnya tokoh yonghwa yang sekarang diisi ma 2AM jinwoon dan tokoh jungmo yang sekarang diisi ma yonghwa. dengan begitu rasanya bakalan lebih adil huks, sayang udah terlambat. seharusnya aku mikirin ini dari awal.

    Like

    1. sudah sudah chingu. terusin aja ceritamu ini, masih panjang kan. ntar kalo mau dimunculin aja jinwoon, gangguin seokyu juga gapapa. kan makin banyak musibah jadi makin kuat😀😀😀😀
      walopun iya seh, mending mr. jung uda mati aja tu. tapi udah ah, ogah. dia yang jadi pacar pertamanya seo? no no no no no \gee style\ mendingan dia ga ada tempat di hatinya seo.

      Like

  26. UPDATE : chapter 9 udah jadi 80%. klo semuanya lancar, insya allah dua atau tiga hari lagi udah bisa di-post. sekian dan terima kasih. ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s