I’m sorry but i really love you Seobaby


cast : Seohyun, Kyuhyun, Leeteuk, Taeyeon, Hyoyeon
genre : Family, Friendship, Romance
author : Elfishysparkyu

“Apalagi ya yang kurang? Undangan sudah disebar. Gaunmu tinggal sentuhan akhir.” Hyoyeon tampak sibuk mondar-mandir sendiri.

Disampingnya Seohyun menunduk lesu. “Eomma, sampai detik ini aku belum siap untuk menikah.” bisiknya.

“Apa yang kau katakan ini Seohyun?”

“Ne, eomma. Aku masih 20 tahun. Aku masih kuliah. Setidaknya tunggu lima atau enam tahun lagi.”

“Alasanmu tidak masuk akal.” decah Hyoyeon.

“Aku tidak mencintainya eomma. Harusnya dulu kau tidak menerima lamarannya.”

Hyoyeon mencengkeram kedua pundak Seohyun. “Seohyun, pernikahanmu sudah didepan mata. Semua orang tahu kau sudah bertunangan dengannya. Kau mau membuat malu keluarga kita? Sekali saja buatlah eomma bangga dengan kau menikah dengannya. Hidupmu akan terjamin. Eomma yakin kau pasti bahagia. Soal cinta, nanti juga akan datang dengan sendirinya. Eomma mohon, jangan mengacaukan semuanya.” tegasnya, matanya memandang Seohyun berkaca-kaca.

Seohyun menunduk, diremasnya erat cardigan ungu yang membungkus tubuhnya. Membuat bangga dengan cara seperti ini? Miris sekali. Tapi begitu melihat kristal bening yang bersarang dimata eommanya, ia jadi tak tega. Dan ia sedikit meluluh meski jauh dilubuk hatinya ia masih tak terima.
Apakah cinta itu memang bisa datang dengan sendirinya? Semoga.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Leeteuk meraih selembar foto dari balik laci meja kerjanya. “Aku sudah menemukan gadis itu. Gadis yang akan menggantikanmu. Meski dihatiku kau takkan pernah tergantikan.” ucapnya.

“Boleh aku masuk.” sebuah suara bersamaan dengan ketukan di pintu membuyarkan lamunannya.

Dengan segera dimasukkannya foto yang ia genggam ke laci mejanya. “Ne, Seohyun. Masuklah.” perintahnya menyadari suara siapa itu.

Seohyun melangkah pelan dan duduk dihadapan Leeteuk dengan ragu.

“Ada apa?” tanya Leeteuk saat Seohyun hanya membisu.

Seohyun menghembuskan nafasnya pelan. “Apa tidak ada kemungkinan kau membatalkan pernikahan kita?” tanyanya hati-hati.

“Jangan bercanda Seohyun.”

“Aku serius.” Seohyun meremas-remas tangannya sendiri. “Aku belum siap menikah.” jujurnya. Ia menunduk takut-takut.

“Kenapa? Kau tidak mencintaiku?” tebak Leeteuk.

Seohyun terus diam. Seakan membenarkan pertanyaan Leeteuk itu.

Leeteuk terkekeh kecil. “Sudah banyak yang kuberikan pada keluargamu. Aku tidak mungkin membatalkannya begitu saja. Lagipula aku tidak mau mempertaruhkan harga diriku didepan banyak orang karena pernikahanku batal.”

Seohyun tersenyum kecut. Sudah ia duga jawabannya akan seperti ini. Haruskah ia menggadaikan kebahagiaannya dengan harta?
Rasanya hanya keajaiban yang mampu membatalkan pernikahan ini. Karena dengan memohon pada eommanya dan mengemis pada Leeteuk hasilnya sama saja sia-sia.

“Seohyun, kau tenang saja. Segala tentang pernikahan kita sudah ada yang mengurusnya. Kau hanya perlu mempersiapkan dirimu saja.” tutur Leeteuk.

Seohyun terus membisu. Ia menjadi semakin takut pada kata pernikahan.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Seohyun masih tenggelam dalam lamunannya. Ia tak menghiraukan cafetaria kampusnya yang ramai seperti pasar. Ia terlalu asyik dalam kesendiriannya.

“Agesshi, boleh aku duduk disini?” seorang namja duduk tepat didepannya. Nafasnya tersengal-sengal. Tampaknya ia habis berlari.

Namja itu mengambil botol air mineral Seohyun yang tergeletak dimeja, lalu meminum isinya yang tinggal separo hingga habis tak bersisa.

“Maaf, aku meminumnya.” ujarnya menyadari Seohyun memperhatikannya. “Sepertinya aku pernah melihatmu.” lanjutnya.

Seohyun tak peduli. Ucapan seperti itu sudah umum ia dengar.

“Ne, kau gadis yang seperti patung dipesta pertunanganmu sendiri.”

Ucapan namja itu kontan membuat Seohyun mendongak. “Siapa kau?” tanyanya.

“Kyu, Cho Kyuhyun.”

“Aku tidak tanya namamu. Apa kau tahu aku?”

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja. Kau gadis yang seperti mayat hidup dipestamu sendiri. Siapa namamu? Oh iya, Seo Joohyun. Itu yang tertera diundangan. Hyun? Nama kita mirip ya?”

“Apa kau mengenalnya?” tanya Seohyun lagi.

“Siapa? Tunanganmu? Ne, dia kenalan lamaku. Tapi entah kenapa aku merasa kau tidak bahagia. Benar kan? Kau tidak mencintainya? Kalian dijodohkan? Kalau kau mau cerita saja padaku.”

“Jangan sok tahu.” decah Seohyun. “Lagipula aku tidak biasa bicara pada orang asing.”

Kyuhyun terkekeh kecil. “Sesuatu yang asing itu karena kita tidak mau mengenalnya. Kau bisa membohongi orang lain Seo Joohyun agesshi. Tapi aku yakin kau sedang menipu dirimu sendiri.

“Seohyun atau Seo saja.” tegas Seohyun karena Kyuhyun memanggilnya terlalu formal. “Tapi sayangnya kau salah. Aku bahagia dan aku mencintainya.” lanjutnya tetap mengelak.

“Seo? Seobaby.. Akh, kau mengingatkanku padanya. Seobaby, kucingku saat aku masih kecil. Tapi dia pergi entah kemana.” Kyuhyun malah bergumam sendiri. “Terus saja kau memakai topengmu itu Seobaby. Nanti kau juga yang akan lelah sendiri.”

Seohyun mendecah jengah. “Harusnya sejak awal aku tidak bicara padamu. Aku tidak mengenalmu, kau tidak mengenalku. Jadi jangan campuri urusanku. Dan apapula itu Seobaby? Kau menyamakanku dengan kucing?”

“Bukankah itu terdengar sangat manis?”

Seohyun semakin kesal sendiri lama-lama menghadapi namja aneh ini. Ia beranjak berdiri dan mengambil tas selempangnya yang tergeletak dimeja. “Sudahlah, aku masih ada urusan lain. Senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi.” ucapnya. Ada nada kekesalan dalam ucapannya.

“Sampai jumpa lagi Seobaby.” teriak Kyuhyun. Seohyun hanya menoleh sesaat lalu melangkah pergi.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Lima hari menjelang hari itu, Seohyun semakin galau.
Semakin mendekati hari pernikahannya, dadanya semakin sesak. Rasanya seperti ada yang menghimpitnya kuat. Hingga tak mampu untuk bernafas. Rasanya saat ia tengah berteriak sekuat tenaga. Tak akan bisa keluar teriakannya.
Akhirnya hanya ini yang bisa ia lakukan. Menyendiri ditaman dekat rumahnya sambil meratapi nasib.

“Seobaby, ternyata dunia itu memang sempit sekali ya.” celoteh seseorang hingga membuyarkan lamunannya.

Seohyun mendongak. “Kau lagi. Sedang apa kau disini?” ucapnya menyadari senyum manis Cho Kyuhyun yang ia lihat.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kenapa kau disini? Kenapa tidak bersiap-siap untuk pernikahanmu?” Kyuhyun duduk di sebelah Seohyun.

Seohyun menghela nafasnya berat, berat sekali hingga seakan-akan ia tak mampu untuk menghembuskannya.

“Seobaby, kalau aku jadi kau, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari ikatan yang membelengguku.” tutur Kyuhyun lagi.

Seohyun melirik sekilas. “Apa maksudmu?”

“Harusnya kau bisa mencari kebahagiaanmu sendiri.”

“Aku tidak mengerti yang kau katakan.” elak Seohyun walaupun yang sebenarnya ia sangat paham.

“Terserah Seobaby, kau sendirilah yang menentukan kebahagiaanmu itu.”

Hening. Mereka hanya saling diam.

“Bagaimana kalau aku terlanjur terjebak dalam lingkaran yang membelengguku itu. Walau aku sudah berusaha sekuat tenaga aku tetap tidak akan bisa keluar.” lirih Seohyun kemudian. Sepertinya ia sudah tidak kuat menanggungnya sendiri.

“Kau belum mencobanya kan? Kenapa sudah bilang tidak bisa?”

“Karena aku memang tidak akan pernah bisa.” tanpa sadar cairan bening itu mulai mengalir dari mata indah Seohyun.

“Kenapa?”

“Karena ini.” Seohyun menunjukkan cincin mungil yang tersemat dijari manisnya.

“Ikatan cinta itu berasal dari hati bukan dari cincin tidak penting ini.” Kyuhyun meraih tangan Seohyun dan mengambil cincin dari jari manisnya. Ia lalu melempar cincin itu asal.

“Apa yang kau lakukan?” pekik Seohyun menyadari cincin pertunangannya pasti sudah hilang entah kemana.

“Membebaskanmu dari lingkaran yang membelenggumu.” jawab Kyuhyun enteng.

“Kau pikir semudah itu? Aku saja tidak mengenalmu. Kau bahkan bisa membuatku terjebak dalam masalah baru.” Seohyun mengais-ngais rumput didepannya mencari cincinnya.

“Itu hanya masalah cincin. Sudahlah, kau harus memantapkan hatimu Seobaby. Kalau kau ragu seperti ini. Aku yakin seumur hidupmu kau akan tetap terjebak dalam lingkaran itu. Dan kau pasti akan menyesalinya.”

Seohyun terdiam, memikirkan kata-kata Kyuhyun itu. Kenapa harus orang asing ini yang mengerti perasaannya. Bahkan saat orang terdekatnya termasuk eommanya sendiri tak ada yang mampu memahaminya.

“Ikuti kata hatimu Seobaby.” itulah yang terakhir diucapkan Kyuhyun sebelum ia berlalu pergi.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Gaun putih mewah itu terpampang anggun dilemari kaca kamar Seohyun. Seohyun memandanginya sejenak. Harus diakui gaun itu indah sekali. Tapi justru itu membuatnya semakin sesak.
Entah apa yang ia pikirkan. Yang jelas ia ingin berontak. Ia tidak ingin ada hari esok, hari pernikahannya. Ia ingin segera mengakhiri semuanya.

“Seohyun, kenapa kau masih terjaga. Tidurlah.” perintah Hyoyeon. Ia mendekati putrinya itu. “Aku harap kau tidak mengecewakan eomma.”

“Ne, eomma.” bisik Seohyun getir. Ia bahkan tak sanggup menatap mata wanita yang melahirkannya itu.

Hyoyeon mengusap kepala Seohyun pelan sebelum beranjak keluar.

Seohyun tetap termenung diatas ranjangnya. Tiga jam berlalu dan ia belum juga memejamkan matanya. Ia takut jika malam ini ia tertidur, saat bangun esok mimpi buruk telah menantinya.

Seohyun membolak-balik tubuhnya gusar. Seribu kali otaknya memikirkan ini, dan jawabannya tetap sama. Ia harus pergi.
Rasa bimbang, ragu, takut, kalut saling berkelebatan menguasainya. Tapi ia segera memantapkan hatinya. Tekadnya sangat kuat, pergi sekarang atau selamanya akan terjebak dalam pernikahan yang tidak ia kehendaki.

Seohyun mengganti piyamanya dengan t-shirt dan jeans casual, ia juga menguncir ekor kuda rambutnya yang tadi tergerai. Tak lupa ia memakai jaket dan sepatu ketsnya.
Dimasukkannya barang-barang yang ia butuhkan pada sebuah koper sedang. Dihelanya udara disekitarnya pelan. “Maafkan aku eomma.” bisiknya.

Ia melangkah mengendap-ngendap. Tengah malam ini memang waktu yang tepat untuk pergi. Walau ia masih tak punya tujuan pasti.

Seohyun terus menyeret kopernya menyibak tengah malam buta. Mungkin ini hal tergila yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.

Langkahan kakinya terhenti distasiun kereta. Tentu saja masih sangat sepi. Karena tidak ada keberangkatan kereta dijam seperti ini.

Ia memutuskan duduk dikursi tunggu. Sambil memikirkan esok mau kemana. Tujuan satu-satunya yang ada dalam benaknya adalah Busan, rumah pamannya. Tapi ia ragu, jika ia kesana pasti akan langsung ditemukan. Alhasil ia merebahkan tubuhnya dikursi panjang itu hingga tertidur disana.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Seobaby, bangunlah.”
Seohyun mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. Dalam keadaan setengah sadarnya ia menemukan sosok Cho Kyuhyun didepannya.
Ia segera terbangun dari posisinya. “Kau?” herannya.

“Ne, ini aku. Bisa-bisanya kau tidur disini.”

“Sebenarnya kau siapa? Apa ini sebuah kebetulan aku selalu bertemu denganmu?”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Apa kau lupa kalau namaku Cho Kyuhyun? Didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan Seobaby. Semua sudah direncanakan Tuhan.”

Seohyun hanya mendecah. Masih ada hal yang lebih penting yang harus ia pikirkan daripada meladeni orang aneh ini.

“Aku tahu kau akan melakukan ini Seobaby.”

Seohyun hanya melirik sekilas tapi tetap diam.

“Tapi perkiraanku kau akan pergi nanti. Mungkin saat ada pangeran berkuda putih yang akan menculikmu dari altar pernikahan. Ternyata aku salah, kau kabur lebih cepat rupanya.”

“Apa yang kau bicarakan ini? Itu hanya ada dalam dongeng. Dalam dunia nyata yang seperti itu pasti gagal dan pernikahannya akan tetap berlangsung.”

Kyuhyun menerawang. “Ne, kau benar. Sekarang kau mau kemana?” tanyanya.

Seohyun menggeleng.

“Bagaimana kalau Mokpo?” tawar Kyuhyun. “Aku punya dua tiket ke Mokpo.”

“Apa?”

“Ne, ikut denganku saja ke Mokpo.”

Seohyun terlihat berpikir. Ikut dengannya? Orang aneh yang baru tiga kali ia bertemu ini. Tentu saja Seohyun ragu.

“Ayolah Seobaby, tidak ada banyak waktu. Keretanya sudah mau berangkat. Percaya saja padaku.” Kyuhyun langsung menyeret koper Seohyun dan menarik tangan Seohyun mengikutinya. Seohyun yang masih sangat linglung hanya menurut pasrah.

~

Seohyun melihat pemandangan dari balik kaca. Disampingnya Kyuhyun malah tertidur pulas. Kereta itu terus melaju cepat.
Seohyun menghela nafas berat. Ia sendiri tak habis pikir dengan yang dilakukannya ini. Kalau saja ia tidak kabur saat ini mungkin ia sudah berdiri di altar gereja. Pernikahan mewah itu seharusnya sudah dimulai. Tapi sayangnya sang pengantin wanita malah terdampar disini bersama orang asing yang baru dikenalnya.

Seohyun memejamkan matanya. Seoul-Mokpo butuh waktu 3 jam. Dan ia mulai mengantuk.
Tapi belum sempat ia tertidur, rasanya ada yang berat dipundaknya. Seohyun membuka matanya. Ternyata Kyuhyun menyandarkan kepalanya dipundaknya.

“Yah, Kyuhyun-ssi.” pekiknya heboh.

Seketika Kyuhyun langsung terbangun. “Ada apa Seobaby?” tanyanya sambil mengucek-ngucek matanya.

“Jangan tidur.”

“Memangnya kenapa?” heran Kyuhyun.

“Pokoknya jangan tidur saja. Kau yang membawaku bersamamu. Kau harus tanggungjawab.” ujar Seohyun asal. Ia malu untuk menceritakan yang sebenarnya kalau tadi Kyuhyun bersandar dipundaknya.

“Tanggungjawab apanya? Kau sendiri yang kabur dari pernikahanmu. Aku hanya menolongmu saja Seobaby.”

“Itu juga, jangan memanggilku Seobaby.”

“Kau juga jangan panggil aku Kyuhyun-ssi, itu terdengar sangat aneh. Panggil Kyu saja.”

“Ne, Kyu.. ”

“Padahal Seobaby itu terdengar sangat manis kan?” Kyuhyun bergumam sendiri.

“Kyu, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Seohyun kemudian.

“Rumah kakakku, Taeyeon noona.”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tentu saja, aku akan mengakuimu sebagai pacarku.” ucap Kyuhyun santai.

“Apa?” pekik Seohyun tak percaya. Mengakui sebagai pacar katanya?

“Hanya dengan cara itu Taeyeon noona akan menerimamu. Bukankah sangat aneh kalau aku membawa seorang gadis tapi tidak ada hubungan apapun denganku.”

Seohyun mendecah tak percaya.

“Aku tidak bohong Seobaby. Taeyeon noona itu satu-satunya keluarga yang kupunya setelah kematian orangtuaku. Dia tinggal sendirian sejak bercerai dari suaminya. Dia memang agak keras padaku tapi sebenarnya dia sangat baik.” Kyuhyun menerawang.

“Oh.. Kelihatannya kau sangat menyayanginya.”

Kyuhyun mengangguk. “Ne, dan apapun akan kulakukan untuk membahagiakannya.”

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Yah, bocah nakal. Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau datang tidak mengabariku dulu.” seorang gadis mungil menjewer telinga Kyuhyun.

“Taeyeon noona, sakit.” Kyuhyun memegang telinganya yang memerah.

Taeyeon hanya mendecah dan melirik Seohyun yang berdiri dibelakang Kyuhyun. Seohyun tersenyum sekilas. Dan Taeyeon membalasnya sambil menatap Kyuhyun minta penjelasan.

“Taeyeon noona, kenalkan ini Seohyun pacarku.”

Seohyun mendelik Kyuhyun jengkel karena ia sungguh mengakuinya sebagai pacar. Kemudian membungkuk sekilas pada Taeyeon masih dengan senyum manisnya.

“Benar kau pacarnya?” Taeyeon langsung heboh sendiri menghampiri Seohyun.

Dengan terpaksa Seohyun mengangguk pasrah.

“Bagaimana bisa anak nakal ini punya pacar secantik dirimu? Ayo masuklah. Akan kusiapkan kamar untukmu, kau pasti lelah kan?”

“Ne onnie, terimakasih.” Seohyun mengekor Taeyeon memasuki rumahnya. Mereka terlihat langsung akrab.

“Noona, adikmu itu aku.” teriak Kyuhyun karena merasa tidak dipedulikan.

Dan benar, ia tak digubris sama sekali. Dua yeoja itu tengah asyik berdua. Kyuhyun hanya bisa mendengus kesal dan melangkah masuk.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Noona, seharusnya hari ini Seohyun menikah.”

Taeyeon yang sedang mencuci piring didapur langsung menghentikan kegiatannya. “Apa maksudmu?”

“Ne, tapi aku membawanya lari.”

Taeyeon terdiam, tatapannya kosong. Ia teringat sesuatu. Sebuah kenangan pahit yang ia simpan dalam-dalam.

Ia menghembuskan nafasnya berat. “Kenapa ini harus terulang lagi.” desahnya.

“Tapi aku tidak bodoh sepertinya yang melepaskanmu begitu saja noona. Aku tidak akan menyerah. Karena aku tidak mau kalah.”

“Itu takdir Kyu.” lirih Taeyeon, ia malas membicarakan ini.

“Takdir itu bisa diubah noona. Seandainya dia berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkanmu. Dan tidak menyerah begitu saja hingga membiarkanmu menikah dengan orang lain.”

“Kyu, aku malas membicarakan masa lalu.” Taeyeon melangkah ke ruang makan dan duduk disana.

Kyuhyun mengikutinya. “Noona, kau masih mencintainya kan?” tanyanya.

“Cinta?” Taeyeon tersenyum tipis. “Cintaku padanya hilang saat aku menikah dulu.”

“Bohong. Nyatanya rumahtanggamu hancur. Nyatanya suamimu menceraikanmu karena tidak bisa mendapatkanmu seutuhnya.” Kyuhyun terus mencerca Taeyeon.

“Aku tidak mau membicarakan ini Kyu.” tegas Taeyeon.

“Noona, kau berhak bahagia. Sampai kapan kau terus bersembunyi seperti ini. Setidaknya kau bisa mencoba untuk memulai lagi dengannya.”

“Apa kau pikir dia mau menerima statusku sekarang? Aku pernah menyakitinya. Aku tidak yakin dia juga masih mencintaiku.” Taeyeon menunduk, semua ini terlalu perih untuk ia ingat.

“Noona, keadaanlah yang menyakiti kalian. Seandainya dulu eomma tidak bersikeras menjodohkanmu dengan Junsu hyung, kalian pasti sudah bahagia.”

Lagi-lagi Taeyeon mendesah berat. “Kyu, jangan bahas ini lagi. Ini tidak ada hubungannya dengan eomma. Sekarang kau berjuanglah untuk cintamu dan Seohyun. Jangan sampai nasib kalian seperti kami.” ditepuk-tepuknya pundak Kyuhyun pelan.

Kyuhyun hanya tersenyum. “Maaf noona, hubunganku dan Seohyun hanya sebuah kebohongan. Tapi mungkin aku akan menjadikannya kenyataan.” batinnya.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Seobaby, apa kau tidak pernah melihat pantai?” heran Kyuhyun melihat Seohyun berlarian kesana kemari ditepian ombak.

“Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku ke pantai.” Seohyun beringsut dari tempatnya, ia menghampiri Kyuhyun yang duduk di pasir.

“Kyu, boleh aku tanya sesuatu?” lanjutnya.

“Apa?”

“Kenapa kau menolongku? Kau bahkan tidak mengenal siapa aku.”

“Aku hanya berpikir kau berhak menentukan kebahagiaanmu sendiri. Apa kau memang sama sekali tidak mencintai calon suamimu?” kini giliran Kyuhyun yang balik bertanya.

Seohyun mengangguk mantap. “Sejak kecil aku punya impian untuk menikah dengan orang yang aku cintai. Walaupun sampai saat ini aku belum menemukannya. Tapi aku yakin dia ada entah dimana.”

“Ne, aku juga percaya yang seperti itu. Aku juga yakin ada seseorang yang ditakdirkan untukku.” Kyuhyun melirik Seohyun sekilas. Kemudian memejamkan matanya. “Saat aku terpejam seperti ini aku bahkan bisa melihat bayangannya dengan jelas. Matanya, hidungnya, bibirnya, setiap detail wajahnya. Aku hanya tinggal menunggu waktu dia datang padaku.”

“Mana bisa membayangkan wajah orang yang belum nyata.” decah Seohyun.

“Bisa, ayo pejamkan matamu Seobaby.” perintah Kyuhyun.

Seohyun menurut, walau tidak yakin.

“Sekarang bayangkan wajahnya, matanya, hidungnya, bibirnya, dan dia sedang tersenyum padamu.”

Seohyun tersenyum geli sendiri mengikuti yang Kyuhyun perintahkan tadi.

“Hahaha… ” ia tidak kuat untuk menahan tawanya.

Seohyun menyerah. Ia membuka matanya. Deg… Kenapa saat baru saja ia membayangkan senyuman seseorang yang ditakdirkan untuknya, kini senyum Kyuhyun lah yang pertama kali ia lihat. Dan kenapa rasanya ada desiran lain dihatinya.

“Bagaimana, bisa tidak Seobaby?” ucapan Kyuhyun membuyarkan lamunannya.

Seohyun menggeleng. “Abstrak tak berbentuk. Mungkin aku harus menunggu orangnya dulu baru bisa membayangkannya.”

“Seobaby, setelah ini apa rencanamu?”

“Aku belum tahu. Yang pasti aku tidak mungkin selamanya merepotkanmu dan Taeyeon onnie.”

“Kenapa?”

“Tentu saja karena kita tidak saling kenal. Mana mungkin selamanya aku merepotkan kalian. Kita hanya orang asing yang kebetulan bertemu.”

“Bukankah sudah kubilang sesuatu yang asing itu karena kita tidak mau mengenalnya. Aku juga pernah bilang kan kalau aku tidak percaya yang namanya kebetulan. Bagiku semua yang terjadi didunia itu sudah ketetapan Tuhan.”

“Yah, mungkin kau benar.” Seohyun mengangguk-angguk.

“Seobaby, maukah kau untuk mengenalku?” tanya Kyuhyun, ia menunduk tak mau menatap Seohyun.

“Apa maksudmu Kyu? Bukankah kemarin kau sudah cerita banyak padaku. Aku juga tidak lupa kalau namamu Cho Kyuhyun.” Seohyun menanggapinya dengan bercanda.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Ia memain-mainkan jarinya diatas pasir. “Bukan itu maksudku Seobaby. Bisa tidak kita menjadi lebih dekat lagi?”

“Rasanya kita sudah cukup dekat untuk ukuran orang yang baru kenal. Aku bahkan membiarkanmu memanggilku Seobaby walau itu terdengar menggelikan.”

“Kau ini. Seobaby itu terdengar sangat manis. Aku tidak pernah memanggil seperti itu pada seorang gadis. Aku bahkan tidak pernah bersikap baik pada gadis manapun selain Taeyeon noona.” Kyuhyun malah sewot sendiri. Ia jadi kesal gara-gara Seohyun tidak juga paham kalau secara tersirat ia sedang mengutarakan perasaannya.

“Kenapa kau?” heran Seohyun.

“Tidak apa-apa, lupakan saja.”

Lupakan saja katanya? Mana bisa. Seohyun sudah terlanjur memikirkannya. Tapi ia takut salah tangkap dari yang diucapkan Kyuhyun padanya tadi.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Lihat ini?” Taeyeon menyerahkan koran pagi itu pada Kyuhyun. “Jelaskan padaku Kyu?” pintanya. Karena disana terpampang dengan jelas pencarian orang hilang dengan foto Seohyun. Dengan hadiah berupa uang bagi yang menemukannya. Dan yang memasang iklan atas nama Park Leeteuk.

“Jelaskan Kyu? Jelaskan padaku?” pinta Taeyeon sekali lagi. Diguncang-guncangnya tubuh Kyuhyun yang hanya membatu masih menggenggam koran itu.

“Itu benar noona. Memang dia orangnya.” tenggorokan Kyuhyun serasa tercekat saat mengatakan ini.

“Apa kau sengaja?” mata Taeyeon mulai berkaca-kaca.

“Awalnya memang iya. Tapi lama-lama aku mulai mencintai Seohyun, noona.”

“Kenapa kau lakukan ini Kyu? Kenapa?” Taeyeon memekik, kini airmatanya sudah tak terbendung lagi.

Kyuhyun terus saja membisu. Membiarkan Taeyeon meluapkan amarahnya padanya.

Disatu sisi Seohyun melihat semuanya dari balik pintu. Perasaannya campur aduk. Secara tidak langsung, sumber masalahnya adalah ia. Dan yang Kyuhyun ucapkan tadi mau tidak mau sedikit mengusik hatinya.

Perlahan ia keluar dari tempat persembunyiannya. Ia yang tidak tahu inti masalah sebenarnya langsung menghampiri Taeyeon dan memeluknya. “Maafkan aku onnie. Aku yang salah, jangan salahkan Kyuhyun.” bisiknya.

“Kau tak perlu minta maaf.” ucap Taeyeon datar.

“Noona, aku tidak tahu apa yang terjadi nanti. Yang jelas aku tidak akan melepaskan Seohyun.” bibir Kyuhyun bergetar saat mengucapkan ini. Sungguh memang ini yang akan ia lakukan. “Dan kau Seohyun, bisakah kau tetap bersamaku?” lanjutnya.

Seohyun tercengang mendengar ini. Untuk pertama kalinya Kyuhyun memanggil namanya. Bukan Seobaby seperti biasanya. Apa itu artinya ia sedang bicara serius sekarang.

Kyuhyun mengambil tangan Seohyun dan menarik gadis itu kesampingnya. “Semua yang kukatakan itu benar. Kau mau kan Seohyun?” tanyanya sambil menatap Seohyun lekat-lekat.

Seohyun mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya. Hingga tanpa sadar ia mengangguk.

“Taeyeon noona, lihatlah aku serius dengan ucapanku.” yakin Kyuhyun.

Taeyeon hanya tersenyum tipis. Ada hal lain yang masih mengganggu pikirannya. Ia berlalu pergi ke kamarnya. Dan mulai menangis disana.

~

“Seobaby, apa kau percaya dengan yang kukatakan tadi?”

Seohyun menggeleng. “Entahlah..”

“Padahal itu memang benar isi hatiku yang sesungguhnya.”

“Oh.. ”

“Kenapa hanya ‘oh’?”

“Lalu aku harus bilang apa?” tanya Seohyun polos.

Kyuhyun jadi kesal sendiri. “Saat ada namja yang menyatakan cintanya padamu, kau harus jawab apa?”

“Aku tidak merasa yang tadi itu pernyataan cinta.”

“Seobaby… ” teriak Kyuhyun, ia semakin jengkel.

“Ne..aku tahu. Hanya saja rasanya ini terlalu cepat. Walaupun tidak bisa aku pungkiri ada perasaan lain yang tidak bisa kujelaskan saat aku bersamamu.” Seohyun menunduk, ia malu.

“Jadi?”

“Beri aku waktu.” pinta Seohyun.

Kyuhyun mengusap kepala Seohyun lembut. “Aku akan menunggumu Seobaby.”

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Jadi ini ulahmu?” suara sinis itu mengagetkan Kyuhyun dan Seohyun yang baru keluar dari rumah.

Mereka seketika berhenti dan terpaku ditempat.

Prok.. Prok.. Prok.. Leeteuk bertepuk tangan didepan mereka sebelum menjambak lengan Seohyun dan menariknya mendekatinya. “Hebat sekali Cho Kyuhyun.” kekehnya.

Kyuhyun tahu ini akan terjadi. Tapi ia tidak menyangka akan secepat ini. Dan ia harus siap menghadapinya. “Lepaskan dia.” ucapnya dingin.

Leeteuk tak peduli. Ia tetap mencengkeram lengan Seohyun erat. “Apa ini karma yang harus aku terima? Dulu aku membawa lari pengantin orang lain. Kini pengantin wanitaku dibawa lari bocah ingusan sepertimu. Miris sekali.” ia terbahak, tapi tawa itu terdengar pahit.

“Aku mohon lepaskan aku.” Seohyun berusaha berontak tapi pegangan Leeteuk terlalu kuat.

“Ssstt.. Diamlah Seohyun. Aku tahu anak ini hanya ingin balas dendam padaku.”

Kyuhyun hanya diam tapi matanya terus menatap tajam pada Leeteuk.

“Apa kau sengaja ingin balas dendam padaku? Apa belum cukup aku mengalah dan melepaskan kakakmu? Apa rasa malu keluarga kalian belum juga hilang sampai sekarang? Bukankah pernikahan itu akhirnya terlaksana juga? Bukankah sudah jelas kalau aku kalah?” teriak Leeteuk, ia meluapkan segala luka yang lama ia pendam.

“Aku sama sekali tidak berniat untuk balas dendam padamu. Aku hanya ingin mengembalikan kebahagiaan kakakku.” ucap Kyuhyun akhirnya, datar dan tenang.

“Apa maksudmu?”

“Ne, Taeyeon noona bercerai bahkan sebelum suaminya sempat menyentuhnya. Eomma meninggal karena serangan jantung saat mengetahui ini. Taeyeon noona dihantui rasa bersalah yang amat sangat. Semua ini karena siapa? Dia berkorban sampai seperti ini karena siapa? Karena kau. Karena dia tidak bisa melupakanmu.” Kyuhyun ikut memekik.

Perlahan tangan Leeteuk yang mencengkeram lengan Seohyun mulai melemah. “Taeyeon?” ujarnya. Tubuhnya bergetar. Dan mata yang tadi membara hebat kini mulai berkaca-kaca samar.

Seohyun langsung melepaskan dirinya dan berlari ke sisi Kyuhyun. Ia memang tidak tahu masalahnya. Tapi sepertinya ia mulai paham. Tangannya bergerak menggenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam tapi tangannya mempererat tangan Seohyun yang menggenggamnya.

“Taeyeon noona, keluarlah.” pinta Kyuhyun. Ia tahu kakaknya itu sejak tadi terisak dibalik pintu.

“Taeyeon noona.” panggilnya lagi karena Taeyeon tak kunjung beranjak.

Perlahan Leeteuk menyeret kakinya ke arah dimana Taeyeon berada.

Ia tercengang memandang gadis itu. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat wajah ini. “Taeng, kau tidak berubah. Kau tetap gadis mungilku.” ucapnya pelan. Ada kerinduan yang terpendam disana.

Taeyeon menggeleng masih berderai air mata. “Aku bukan lagi Taeyeon yang dulu.”

“Aku tak peduli, bagiku kau tetap Taeyeon yang dulu. Kau tahu bagaimana kacaunya hidupku tanpamu? Aku bersikeras melupakanmu. Aku mencari pelarian hingga menemukan Seohyun. Tapi nyatanya kau tak pernah tergantikan Taeng.” Leeteuk mulai ikut terisak.

“Maafkan aku.” bisik Taeyeon lirih.

“Maaf untuk apa? Harusnya aku yang minta maaf karena pernah melepasmu. Tapi sekarang aku tidak akan melepasmu lagi Taeng.”
Leeteuk meraih tubuh Taeyeon dan memeluknya erat. Mereka terisak berdua.
Sedang Kyuhyun dan Seohyun yang sejak tadi melihat adegan romantis itu kini sudah menghilang entah kemana.

~ ~ ~ ~ ~ ~

Mereka terus bergandengan erat menyusuri pasir putih itu.

“Sekarang kau tahu kan yang sebenarnya? Semua memang bukan kebetulan. Maafkan aku karena aku tidak jujur sejak awal. Tapi soal aku mencintaimu, itu jujur Seobaby.” tutur Kyuhyun hati-hati. Ia takut Seohyun marah karena mengetahui yang sebenarnya.

“Aku tidak peduli. Mungkin aku harus berterimakasih padamu karena telah mengubah jalan hidupku.” Seohyun tersenyum menatap Kyuhyun. “Kyu, bolehkah aku memanggilmu oppa?”

“Tentu saja.”

“Kyuhyun oppa.” panggil Seohyun, ia tersenyum sendiri.

“Sekarang bolehkah selamanya aku memanggilmu Seobaby?” tanya Kyuhyun.

“Ne, hanya kau yang boleh memanggilku dengan panggilan menggelikan itu. Ya Tuhan, ternyata aku disamakan dengan kucing.” desah Seohyun.

“Kucing siapa? Aku bohong soal itu.”

“Apa? Huh, kau menyebalkan Kyuhyun oppa. Aku tidak mau dipanggil Seobaby.”

“Seobaby.. Seobaby.. Seobaby.. Seobaby.. ” ucap Kyuhyun berulang-ulang. Ia merangkul Seohyun mesra.

~ ~ ~ ~ ~ ~

“Yah, Seohyun bangunlah.” bentak Hyoyeon.

“Ada apa eomma?” tanya Seohyun malas.

“Eomma sudah menemukan calon suami yang tepat untukmu. Dan kali ini kau tidak boleh menolak.”

“Eomma… ” desah Seohyun lemas.

“Kali ini kau pasti setuju. Ayo ganti bajumu dan keluar.”

Dengan malas Seohyun melangkah gontai. Ia bahkan belum mengganti bajunya. Masih dengan piyama merah jambunya.

Disana tampak eommanya sedang mengobrol dengan seseorang. Sayangnya orang itu membelakanginya hingga Seohyun tak melihat wajahnya.

Ia terus melangkah ke sana dan “Kau? Kyuhyun oppa?” pekiknya kaget.

“Ne, ini aku Seobaby.”

Seohyun memandang Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki. Namja itu berubah 180 derajat. Kemejanya, jasnya, ia jadi tampak seperti eksekutif muda. Ini seperti bukan Kyuhyun yang ia kenal. “Sebenarnya kau ini siapa?” tanyanya bingung. Walau jujur ia sangat merindukan namja ini.

“Ya Tuhan Seobaby, apa kau tiba-tiba amnesia lalu lupa kalau namaku Cho Kyuhyun.”

Seohyun tersenyum. Ini memang Kyuhyun yang dikenalnya. Tanpa pikir panjang ia memeluk namja itu hangat.

“Kau merindukanku Seobaby?”

Seohyun menggeleng. “Aku hanya takut tidak bisa bertemu denganmu lagi. Aku takut tidak bisa melihatmu lagi. Aku takut tidak bisa mendengar suaramu lagi. Dan aku takut tidak ada lagi yang memanggilku Seobaby.”

“Mulai sekarang, setiap hari, setiap menit, setiap detik aku akan memanggilmu Seobaby.”

Seohyun mengerutkan alisnya tak mengerti. Kyuhyun memberi isyarat agar Seohyun melihat kearah eommanya.

“Aku harus mengurus undangan. Gaun pernikahan, belum gedungnya, catering, apalagi ya? Sepertinya banyak yang harus kuurus.” Hyoyeon tampak sibuk bicara sambil mondar-mandir sendiri.

Seohyun langsung paham dan kembali memeluk Kyuhyun erat.

“Saranghae Seobaby.” ucap Kyuhyun mesra.

~ ~ ~ end ~ ~ ~

*

*

~Panjangkan? Gajekan? Maksa banget buat dijadiin oneshoot..
~Tadinya mau nyoba dibikin series, mau aku jabarin sedetail-detailnya, tapi kok males ya..yaudah gak jadi..
~Dan aku baru sadar kalau Leeteuk ahjusshi itu cakep, tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi#plakk..
~Komen ya, yang komen ntar tambah cantik deh*ngrayu critanya*


70 thoughts on “I’m sorry but i really love you Seobaby

  1. Huahhhh, bagus ko chingu ^^ aku yg pertama komen ya? Huahh, senangnya *ketauan bgt ga punya kerjaan* aduh, tpi saya rada” bingun deh, sebenarnya kyuhyun itu ceritanya orkay*orang kaya maksudnya* tp ceritanya ttp bagus, saranghae seokyu*popoh* saranghae author *popoh* annyeong, aku juga mau perkenalan dulu sebenar’a, aku reader baru chingu *telaattt*

    Like

  2. Huahhhh, bagus ko chingu ^^ aku yg pertama komen ya? Huahh, senangnya *ketauan bgt ga punya kerjaan* aduh, tpi saya rada” bingun deh, sebenarnya kyuhyun itu ceritanya orkay*orang kaya maksudnya* tp ceritanya ttp bagus, saranghae seokyu*popoh* saranghae author *popoh* annyeong, aku juga mau perkenalan dulu sebenar’a, aku reader baru chingu *telaattt* teruss berkarya aja deh buat chingu.. Hwaiting! Jjang!

    Like

  3. Huaaa… Kereeeennn…
    SEOKYU & TAETEUK, daebakkk lah..
    Kyu itu seenak.a sndiri aja y, tp gpp lah.. Yg pnting happy ending, hehe..
    Bkin oneshot seokyu lg y author..

    Like

  4. OMOOOOOO…
    Yeaaaaaahh..
    Seneng bgt deh baca ff seokyu, apalagi kalo happy ending..
    Berharap bgt kejadian beneran di dunia nyata..
    Kekekekekeke..
    Gak gaje kok..
    Malah bgs kok chingu..
    Ditunggu ya ff seokyu selanjutnya..
    SEOKYU JJANG…!!!

    Like

  5. Chingu ya~
    YoonHaenya mana hikz. T___T
    tapi gak apa-apa deh, TaeTeuk and SeoKyu juga lumayan. hhee
    Iya padahal kalau dibikin series kayanya lebih seru deh. hhee. Tapi y itu kdng klo gk mood jadi malas sndiri kan ngelanjutin ceritanya. hhee
    BTW ku suka cara Kyu menyatukan Noonanya sm Leeteuk. TaeTeuk FTW!!! and akhirnya SeoKyu live happily ever after.

    Like

  6. akhirnya magnae couple sama leader couple:-)
    setuju sama author kalo teukie itu emang tua-tua keladi
    keren ffnya, sequel oke nih kayaknya #ngerayu,PLAK😉

    Like

  7. Daebak !! Daebak !!
    SeoKyu – TaeTeuk, 2couple paling aku suka di Super Generation…

    nanti buat yang YoonHae – Sifany dong chingu…

    Like

  8. *pake hape*
    omong2 ini ga panjang, dan ga geje.
    oke, kira2 sudah paham. Yang aku ga ngerti, leeteuk habis bawa kabur taeng, kok dilepas lagi? Gara2 emaknya?
    Trus., kyu kenapa tiba2 ada di kafe kampusnya seo (sengaja ngikutin kah)? Kalu dia eksekutif muda, ga mungkin masih kuliah kan? Btw kyu beneran eksmud gitu?
    Hyo aneh…kaya mami2 di sinetron..
    Ummmm, bagian dari seo terakhir sama kyu sampe tau2 uda di rumahnya lagi, lama ya? Seo kaya lama ga ketemu gitu sama kyu🙄 *ikut kangen*
    scene favoritku, waktu teuki agak kendor pegang seo, seo ‘berlari ke sisi kyu’….kata2 ‘berlari ke sisi kyu’ nya itu loh awwwwwww😉 *hehe so cute gitu deh aku bayanginnya* dilanjutkan pegang tangan kyu *blushing*
    ini sebut2 mokpo ga ada hae, chingu?
    Chingu makasih ficnya *bow*

    Like

    1. Haha, kurang panjang kah?
      Iya, Leeteuk dilepasin masa dipenjara, maksudnya emaknya Taeng maksa jodohin Taeng sama Junsu, trus jadi nikah tp cerai.
      Semua yg dilakukan Kyu emang sengaja utk mngembalikan kbahagiaan Taeng yaitu Leeteuk.
      Oh, anggep aja Kyu emang eksekutif muda, kan critanya Seo gak tau aslinya dia dibalik sikapnya yg gaje itu.
      Hae ya? Ntar habis ini dia ngeksis lagi..

      Like

  9. rada bingung awalny tiba2 seo mendadak dikawinin..udah giru ama Leeteuk lgi soalny pas diawal kawinnya ama Kyu and ini tuh series…!! he..he..

    yak ampun sie Kyu dewasa banget..pengertian and positif thinking amat orangnya..*geleng2

    itu sie Leeteuk, awalny mw protes krena Leeteukny jdi pengganggu…and stlah bca lebih lanjut n ngliat ada nama taeyon..ho ho..I’m starting to get the plot..^^

    itu Hyoyeon knapa jdi emak2 tukang kawin paksa..and itu takhirny kok si Hyo bsa nerima Kyu gitu aja sie jdi suaminya…?? kagak diliat dlu tuh bibit bobot nya..*plak#apaan sie

    last..aku sie ska apa aja yg berbau seokyu apalagi happy end..tambah suka saya..^0^ he..he.. mian cerewet banget..

    Like

    1. bingung ya chingu, ini oneshoot loh.. Tp akhirnya ngerti kan? Seo emang mau nikah sama Leeteuk tp digagalin Kyuhyun krn dia punya rencana sendiri, nyatuin Leeteuk sama Taeng, kurang lebih gitu garis besarnya..
      Iya tuh Hyo emak2 matre critanya..
      Gapapa, aku malah suka reader yg cerewet.

      Like

  10. seokyu taeteuk
    suka suka suka suka🙂
    Kyuppa yang biasa pecicilan disini berpikiran dewasa,haha kocak😀

    Ku tunggu karya mu selanjutnya ya😀

    Like

  11. paket komplit ni ada seokyu dan taeteuk, ada yang paling tua dan yang paling muda hehehe..
    Ceritanya kren banget konfliknya unik hehe
    bikin sekuel dongg

    Like

  12. Kereeeeennn bangetttt !! Reader baru nih akuu hhihi. And aku supergeneration shipper. Aduuhh itu taeteuk ternyaataaa aaaaaaaaa~

    Like

  13. Suka!! Paring nya baguuus. So sweet, indah , nomu arumdawo hehehe😀 TaeTeuk :*
    Annyeong aku reader baru ┐(ˇεˇ)┌

    Like

  14. ada dua pairing favorit disini,,
    seokyu taeteuk.. asik keren FFnya,,, buat FF lagi ya tentang mereka yang banyak… ^_^ *readernya cerewet*

    Like

  15. mau koment yh boleh ych..boleh ych ^_^
    wah sk dech ach m SeoKyu…pokoknya is the bestlh mereka..dibuat sequelnya donkz mpe mereka nikah pnya anak, konflik dalam rumah tangga mpe mereka udh kakek nenek..^_^
    Author tr tambah cakep dech klo buat trz tentang SeoKyu..ak sk couple nech..mpe nangis2 dech mintany..*_*alay bin lebay

    Like

  16. Huaaaa *lari” bw banner seokyu
    Keren abisss
    Kirain seo bakal sm leeteuk, trnyata sm kyu. Bagus deh *apa nya yg bgs?? *ah, enggak, abaikan saja *reader gaje
    Paling keren wktu kyu berdebat sm leeteuk, wuaah, i like it
    Keep writing~

    Like

  17. Aiihhh…ending’a so sweett bgett..
    smpet kget sihh,aq kra teukppa mau jodohin seonnie ama kyuppa,ehh kga tau’a dy yg mau nikah..hehee
    keren dehhh crta’a..
    Leader end’a ama leader jga trus maknae ama maknae..😀

    Like

  18. agak kaget baca awalnya chingu, kirain seohyun mw dijodohin sama kyuhyun, ternyata malah sama leeteuk..
    tp, seneng deh, TaeTeuk dan SeoKyu bersatu juga…😀

    Like

  19. pengen.a semakin pnjang smakin bagus thor ^^ tpi gpp DAEBAKK kok ff.a …
    suka.a senyum2 sndri mikirin TAETEUK & SEOKYU😉

    Like

  20. Wow daebak chingu ^^
    ceritanya bagus banget berawal dari kyu yg sengaja bawa kabur seo dan berakhir bahagia antara seokyu dan taetuk
    nice ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s