Welcome Home! [Part3-series]


Cast: Im Yoona, Kim Ki Bum, Lee Dong Hae, Jessica Jung, Kim Hee Chul, SNSD members, Super Junior members 

Genre: Romance 

Author: Ara Yeon 

Pairing: YoonBum, Super Generation! 

Summary: Im Yoona merasa hampa ketika Ki Bum menghilang dari seluruh kegiatan Super Junior. Tak ada kabar apapun yang bisa ia dapat darinya. Namun, ketika harapannya hampir putus, ia bertemu kembali dengan Kim Ki Bum yang selama ini telah ia rindukan keberadaannya. Namun rupanya kedua manusia ini lebih memilih menyembunyikan perasaannya masing-masing. Akankah Yoona membiarkan hatinya kembali kosong?

 WELCOME HOME! – PART 3 

KiBum POV

DongHae hyung menarikku kembali ke dalam setelah ia selesai berbicara di telepon. Ya ampun, kenapa rasanya hari ini aku sering sekali ditarik-tarik orang ya? Bodohnya, aku juga cuma menurut saja dibeginikan.

Sampai di dalam, banyak orang menghampiriku dan mengucapkan selamat padaku. BoA unnie bahkan menyempatkan datang di sela-sela jadwalnya yang sibuk. Haha, padahal aku saja hampir lupa kalau ini pesta untuk menyambut kedatanganku. Ah… ya… ternyata aku rindu dengan kehangatan keluarga ini. Aku rindu berada di antara mereka. Biarpun begitu… ada satu orang yang semenjak tadi kucari-cari, tapi batang hidungnya sekalipun tidak tampak.

Ketika sedang sibuk celingak-celinguk, pintu villa tiba-tiba terbuka. Otomatis, pandanganku teralihkan ke sana. Dua perempuan melangkah masuk dari arah pintu. Mataku tertambat pada satu sosok yang mengenakan gaun putih selutut. Im Yoona.

Saat aku melihat figurnya, mulutku –yang tak bisa diajak berkompromi- menganga berbentuk huruf O besar. Ya tentunya kau bisa bayangkan kan? Kim Ki Bum, bisa-bisanya kau kehilangan kendali dirimu. Tapi mau bagaimana lagi, saat itu aku benar-benar tersihir. Rasanya aku belum pernah melihat wanita secantik dia.

Yoona, walaupun tidak berdandan dengan heboh seperti yang lain, tampak terlihat lebih menawan dari siapapun. Rambutnya yang hitam digerai begitu saja dengan ikal-ikal halus membentuk di ujung helainya. Dengan makeup tipis kecantikan alaminya tetap terpancar. Aku merasakan sekujur tubuhku kaku, tak ingin berpaling darinya. Im Yoona tetap Im Yoona yang kukenal, ia selalu memukau dalam kesederhanaannya.

“Cantiknya…” ya ampun, apa aku baru saja mengatakannya? Apa yang kulakukan? Mulutku bergerak dengan sendirinya. Baiklah, berhenti bertingkah aneh Kim Ki Bum. Kau mulai terdengar seperti wanita.

“Ya… cantik…” Huh? Tunggu, itu bukan aku yang bilang.

Kepalaku kulempar ke samping, menoleh ke arah sumber suara di sampingku. Dan apa yang kulihat? DongHae hyung, dengan mulut terbuka (wow, efek yang sama denganku) dan tatapan yang nanar, menatap kea rah……. Ng………. Jessica-ssi? Kutatap mereka bergantian. Aku coba mengikuti arah pandangan DongHae hyung yang tak berkedip sama sekali. Yap, benar, jelas sekali ia masih terpukau oleh Sica. Pheeeeew aku sempat khawatir kalau-kalau ternyata DongHae hyung juga menyukai Yoonaku.

Huh? Yoonaku? ‘juga menyukai’? Aaisssh!! Hentikaaan! Aku ini kerasukan apa sih?! Pabo! Pabo! Pabo!

Normal POV

 

“Hyung… kalian kenapa?” potong KyuHyun tiba-tiba. Dia tak pernah melihat kedua sunbaenya bertingkah seperti itu. DongHae dan KiBum segera tersadar dari dunia mereka masing-masing. Berusaha kembali bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.

DongHae berdehem, “Oh KyuHyun! Apa yang kau lakukan di sini?”

KyuHyun menaikkan satu alisnya, ‘Yak ini benar-benar aneh’ pikirnya. “Eh….. ini pesta untuk menyambut kembalinya Ki Bum hyung…. untuk mengingatkanmu. Dan aku adalah anggota Super Junior…. kalau kau ingat juga. Apakah itu memberimu petunjuk kenapa aku di sini?”

“Oh iya…… hahaha. Kau benar.” DongHae mengeluarkan suara tawa yang aneh karena sadar ia telah menanyakan sesuatu yang bodoh. “Umm… sebaiknya aku pergi sekarang.” Dan dengan itu, DongHae menghilang di antara kerumunan.

KyuHyun menatap punggung DongHae yang mulai menjauh dengan ekspresi penuh tanda tanya, “Dia kenapa sih? Aneh.” Sejenak kemudian perhatian si maknae sudah kembali ke piringnya yang penuh dengan makanan.

KiBum yang perhatiannya tadi teralih karena KyuHyun melihat kembali ke arah di mana tadi Yoona berdiri. Sayangnya, gadis itu sudah tidak lagi di sana lagi. Ia mencoba mencarinya di sekeliling ruangan, dan menemukannya sedang bersandar ke tembok di pojok. Segera saja ia menghampiri gadis itu dan ikut-ikutan bersandar di sampingnya diam-diam. Yoona, yang tampak sedang tenggelam di dunianya sendiri kelihatannya tak menyadari kalau ia sedang ditemani seseorang. KiBum mengambil kesempatan itu untuk memperhatikan wajahnya lebih dekat. Pria itu menikmatinya, memandangi Yoona dari dekat membuatnya dapat lebih jelas melihat wajah sempurnanya yang cantik.

“Suka dengan yang kau lihat, oppa?” tiba-tiba Yoona menoleh ke arah KiBum di sampingnya. Senyum kecil terpampang di wajahnya yang manis.

KiBum kaget bukan main, ‘Jadi selama ini ia pura-pura tidak tahu?’

“Ha-ha-ha. Tidak, aku tidak sedang melihat wajahmu dari dekat kok. He-he.” Busted. Ketahuan.

“Begitu, oppa? Kalau begitu… ada yang perlu kau bicarakan denganku?” tanya Yoona dengan sikap manis yang membuat KiBum jadi lebih grogi.

“Aaaah… I-Itu… Eh… A-aku…” KiBum gelagapan. Ditanyai seperti itu ia jadi blank dan tidak bisa menjawab apa-apa. Keringat dingin mulai muncul di dahinya. ‘Pabo… pikirkan sesuatu KiBum!’

“Ah ya! Aku hanya ingin menanyakan kabarmu! Apa kabar Yoona-ya?” KiBum mengernyit sedikit mendengar dirinya mengatakannya, ‘Yeah, nice going, KiBum. Tanya yang lebih bermutu kek.’

Yoona tertawa kecil melihat kelakuan oppa-nya itu. “Aku baik-baik saja oppa.”

Dengan jawaban singkat, Yoona berhasil membawa atmosfer yang aneh di antara mereka. Keheningan menyelimuti kedua orang itu, tak ada satupun yang berani melanjutkan obrolan mereka. Tidak, lebih tepatnya, mereka tak tahu bagaimana.

‘Kenapa auranya jadi tidak enak seperti ini?’

‘Aaisshh, Yoona, pabo! Harusnya aku tadi katakan sesuatu yang lebih baik dari itu!’

‘KiBum, pikirkan sesuatu. Pikirkan sesuatu. Aduuuh, harus bicara apalagi ya?’

***

‘Kenapa sekarang malah diem-dieman?? Aissshhh!! Hoy katakan sesuatu hoy! KiBum-ah jangan diem saja dong, peluk kek, cium kek!’ HeeChul membatin dengan penuh kesal selama mengamati mereka berdua dengan teropong (dari mana ia mendapatkannya?) dari lantai 2.

Merasa bahwa ini sudah saatnya untuk dia beraksi, dengan segera dikeluarkannya handphone miliknya.

“Yoboseyo? Sica-ah!!”

“Ada apa, oppa?”

“Anak-anak domba itu butuh bantuan. Sudah kuduga mereka memang bodoh untuk soal seperti ini.”

“Jadi?”

“Apa DongHae bersamamu?” Hening sebentar. Tak ada jawaban dari seberang.

“……Ya, dia tidak jauh dariku.”

“Bagus! Suruh dia menangani anak domba 1. Sementara kau, Tuan Putri, kau yang handle anak domba 2.”

“Roger. Apalagi?”

“Jalankan Rencana A.” HeeChul mengakhiri telepon dengan senyum licik di wajahnya.

***

Musik yang mengalun dari pemain orkestra tiba-tiba berhenti ketika HeeChul mendadak naik ke panggung dan merebut mic. Ia berdehem sebentar sebelum melanjutkan, “Selamat malam Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang saya hormati. Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas kembalinya teman kita tercinta, Kim Ki Bum.”

Semua orang bertepuk tangan menyahut sambutan yang diberikan HeeChul. Kecuali KiBum yang hanya berdiri kaku dengan mulut ternganga, terkejut dengan aksi hyung-nya yang tidak terduga. Dia mencium sesuatu yang mencurigakan.

HeeChul menunggu suara tepuk tangan meredam sebelum ia melanjutkan, “Tapi sebuah pesta tak akan menjadi pesta tanpa ada dansa di dalamnya kan? Jadi bagaimana kalau kita minta  dia untuk berdansa sedikit? Lagipula… dialah bintang pesta kita untuk malam ini.” HeeChul mulai menyeringai, melirik ke arah KiBum berada. Wow, dia berhasil membuatnya shock.

Sebelum bisa menolak KiBum didorong oleh seseorang dari belakangnya. Hampir saja ia terjerembab, untunglah KiBum berhasil menyeimbangkan tubuhnya kembali. Tapi begitu sadar, ia sudah berada di tengah-tengah lantai dansa. Ia menengok ke arah tadi dia didorong dan melihat DongHae sedang nyengir sambil mengacungkan jempolnya. Bagus, sekarang semua orang memandangnya.

“Aaa~ tapi tentu yang namanya berdansa sendirian itu tidak akan menyenangkan kan, KiBum-ah?” HeeChul melanjutkan dengan nada suara yang sengaja dibuat manis. KiBum jadi merinding sendiri, tahu bahwa hyung-nya punya rencana yang pasti evil dan melibatkan dirinya. “Mungkin ada yang mau menemaninya? Hmmm~ ?” Dan KiBum sekarang bisa melihat mata seniornya itu berkilat-kilat.

Segera saja gemuruh suara para gadis yang ada di situ membahana. Siapa juga yang tidak mau berdansa dengan “The Killer Smile from Super Junior”?

Yoona yang sejak tadi diam saja dan memperhatikan cuma bisa celingak-celinguk. Dia tentu saja ingin berdansa dengannya, aish tapi ia terlalu takut. Namun kemudian tiba-tiba saja sama seperti KiBum, ia merasakan ada dorongan dari belakang. Dan ia sempat mendengar seseorang berbisik “Good luck, Yoong.”

‘Eeeeh?? Sica unnie??’ ia sempat melihat ke belakang dan menemukan unnienya tersenyum penuh makna. Refleks, KiBum yang melihat Yoona hampir saja terjatuh langsung sigap menopangnya dengan memeluk tubuh Yoona yang ramping. Wajah Yoona langsung memerah, dihadapkan sedekat ini dengan KiBum merupakan suatu hal yang baru baginya.

“OOOOOHHH~ Yoona-ssi!! Sepertinya sudah ada yang mau sukarela berdansa dengan sang pangeran ya? Aww~ bukankah mereka terlihat cute berpelukan seperti itu di tengah-tengah ruangan ini?” HeeChul semakin antusias memainkan rencananya. Terdengar suara-suara kecewa dari gadis-gadis yang sedari tadi berharap bisa berdansa dengan KiBum. “Nah gadis-gadis, jangan bersedih dulu . Cari pasangan kalian sekarang juga dan mari ikut berdansa! Mainkan musiknyaa~”

HeeChul kemudian berbisik pada salah satu pemain orkes yang ada di belakangnya, bapak itu hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. Sesaat kemudian, HeeChul sudah kembali dengan micnya. “Dan aku persembahkan lagu ini untuk kalian wahai para sejoli yang dimabuk cinta.” Ia kemudian mengedipkan matanya ke arah KiBum dan Yoona yang…… masih berpelukan. Uhuk. Dan si evil cupid pun mempersilakan diri dari panggung.

Ketika musik sudah mengalun dan ada seorang wanita yang naik ke panggung –sepertinya itu si penyanyi- KiBum dan Yoona buru-buru melepaskan pelukan mereka.

(Play “I Think I Love You” OST. Full House performed by Byul from this part)

“Umm… aku rasa kita tidak punya pilihan ya?” KiBum menatap Yoona yang masih memerah di depannya. Gadis itu hanya tersenyum malu-malu tetapi tetap menerima tangan KiBum yang terulur kepadanya.

Dan kemudian dua anak muda itu mulai berdansa mengikuti alunan musik. Tangan KiBum di pinggang Yoona, dan kedua tangan gadis itu diletakkan di bahu KiBum. Dengan jarak sedekat ini, mereka menatap ke dalam kedua mata masing-masing. Lagi-lagi, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Karena kedua orang ini lebih suka mengekspresikannya diam-diam. Mata lebih banyak berucap – mungkin itu prinsip mereka.

[Jashinul sokyeo-bwajiman ijeh deunun nan kamchul-suka eubnun-gulyo] Suara si penyanyi yang merdu menyapu seluruh ruangan, orang-orang mulai mengikuti dengan ikut berdansa dengan pasangannya masing-masing.

[I Think I love you~ keurun-gabwayo. Cause I miss you~ gudaeman eubsumyun. Nan amukeuto moh-hako jakku-saenggak-nako Irun-geul bomyun amuraedo]

‘Ugh, liriknya nyindir.’ Batin KiBum dan Yoona.

***

Sunny sedang asyik memperhatikan dongsaengnya, Yoona, ketika ia merasakan ada yang menepuk bahunya. Ia berbalik dan menemukan SungMin tersenyum cerah padanya. “Mau ikut berdansa?”

“Sungminnie…” Sunny hampir kehilangan kata-kata, ia membalas senyuman SungMin dan mengangguk pelan, “Tentu”.

***

Tiffany mendesah, dia tidak pernah nyaman dengan lagu-lagu romantis yang mellow seperti ini. Hatinya jadi merasa nggerus juga kalau mendengarnya. Dia memang mudah terhanyut dengan suasana. ‘Apa lebih baik aku keluar saja ya sebentar?’ pikirnya. Namun ketika ia membalikkan badannya, ia hampir menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya sejak tadi.

“Terburu-buru mau keluar?”

Gadis itu mendongak dan melihat pria tampan yang sudah tak asing lagi dengannya. Choi Siwon. Oh, dan sekarang ia sedang menunjukkan lesung pipinya yang menawan itu.

“Kalau keluar sekarang tidak akan seru, Jamur. Sini kuajari bagaimana cara menikmati pesta dengan berdansa.” Tiffany cuma bisa terdiam dan tak sempat berkata apa-apa, lelaki itu sudah menariknya ke lantai dansa.

[I’m falling for you nan mollah-jiman. Now I need you eonusaenka nae mam kipun -koseh aju]

***

HyoHyeon memutar-mutar tubuhnya, bergerak mengikuti irama musik dengan mata terpejam. Ia tidak peduli kalau ia diperhatikan banyak orang yang menganggapnya aneh karena menari sendiri. Tanpa pasangan. Ini memang sudah refleks sih saking cintanya ia menari.

Ketika sedang asyik menari sambil bersenandung, tiba-tiba tangannya digenggam seseorang dan ia merasakan tubuhnya ditarik ke dalam sebuah dekapan yang hangat. Ia tersentak dan membuka matanya.

“Kamu…”

“Aku kasihan melihatmu menari sendiri sih, biar kutemani.” EunHyuk berusaha menutupi wajahnya yang mulai merona dengan memandang ke sekeliling kecuali kedua mata HyoHyeon. Namun tubuhnya tetap bergerak seirama dengan dancing queen-nya SNSD itu.

“Aku tidak pernah meminta pertolonganmu tahu.” Celetuk HyoHyeon. Walaupun terdengar ketus, tapi sesungguhnya hati gadis itu sekarang sedang berdebar-debar tidak karuan. Ia sampai takut kalau sampai ada yang bisa mendengarnya.

“Terserah deh.” EunHyuk tidak mau meneruskan pertengkaran ini. Saat ini dia hanya ingin menikmati momennya bersama gadis yang ada di dalam dekapannya itu. “Aku sudah bilang belum kalau kau terlihat cantik malam ini?”

***

LeeTeuk menyandarkan punggungnya ke tembok, rasanya ia letih sekali malam ini. Tidak lupa, ia harus mengawasi anggota-anggota Super Junior yang lain malam itu. Walaupun ini pesta, dia tetap harus bertanggung jawab supaya bocah-bocahnya tidak bertingkah kelewatan ataupun melakukan suatu hal yang bodoh. Melihat yang lain tampak menikmati dansa mereka, ia pun tersenyum kecil, setidaknya anggotanya bisa merasakan kebahagiaan.

“Tidak ikut berdansa oppa?” LeeTeuk menengok dan menemukan TaeYeon, sedang melangkah ke arahnya.

“Hahaha, aku tidak pernah pandai berdansa. Bisa-bisa yang ada malah ajang mari-injak-kaki-pasangan kalau ikut dansa.” Dia tertawa kecil, melirik lagi ke arah lantai dansa yang kini sudah penuh dengan pasangan-pasangan yang tampaknya tenggelam dengan dunia mereka sendiri.

“Aku juga oppa. Aku lebih suka bernyanyi.” TaeYeon ikut menyandarkan punggungnya di sebelah LeeTeuk. Sesaat kemudian, penyanyi terbaik yang dimiliki SM itu mulai bersenandung mengikuti musik yang mengalun.

LeeTeuk merasa lebih rileks ketika mendengarnya. Entah kenapa, suara TaeYeon selalu mempunyai efek menenangkan di hatinya…

[Urin ano-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…]

***

SeoHyun sedang menatap lautan makanan di depannya, dia menggigit bibirnya yang bawah. Wajahnya kini tampak benar-benar serius. Yak benar sekali, our lovely maknae ini sedang bingung kira-kira makanan apa yang enaknya duluan dimakan. Mumpung yang lain sedang sibuk berdansa, booth makanan kan jadi sepi. Kini ia sedang menimbang-nimbang enaknya makan sushi dulu atau mencoba daging panggang di sebelah sana ya?

“SeoHyun! Akhirnya ketemu!” sesosok laki-laki tiba-tiba muncul di sampingnya, mengalihkan pandangannya dari makanan-makanan surge tadi.

“KyuHyun oppa…? Kenapa mencariku?” SeoHyun bingung setengah mati, oppanya ini sekarang memasang ekspresi serius sama seperti ketika ia hampir kalah kalau sedang main StarCraft. Dan ini jarang terjadi padanya.

“Cepat! Suit denganku!” KyuHyun setengah berteriak hingga membuat gadis di depannya itu terkaget sedikit.

“Huh?”

“Sudah lakukan saja! Yang kalah harus menuruti kata-kata yang menang.”

“Apa? Kena-“

“Lakukan!”

SeoHyun akhirnya menurut begitu saja, walaupun masih bingung dengan segala yang terjadi. Tidak biasanya KyuHyun oppa bertingkah seperti ini. Ngajak main suit di saat seperti ini? Mungkin dia agak sinting.

“Batu kertas gunting!” seru KyuHyun. KyuHyun mengeluarkan gunting. Sementara SeoHyun mengeluarkan kertas. Evil maknae menang. Dia tersenyum puas. Dengan cepat digenggamnya tangan SeoHyun dan ditariknya gadis itu.

“Sesuai peraturan, yang kalah harus menuruti kata-kata yang menang. Sekarang, berdansa denganku.”

SeoHyun tertawa, ditatapnya kedua mata KyuHyun. “Oppa~ memangnya kalau aku yang menang kamu akan bagaimana?”

“Aku akan tetap memaksamu berdansa denganku.” KyuHyun menyeringai.

[Uddeo-kesagol su-inyako maldo-andwaenun yaekirago. Malhamyeo dulruh daejiman ijeh-deunun nan guruki-kasirun-gulyo]

***

“Oooohh~ lihat! Lihat! Bukan cuma YoonBum tapi sekarang ada SunSun, SiFany, HyoHyuk, TaeTeuk, dan bahkan pasangan maknae kita, SeoKyuuuu~! Kyaa kyaaa!” HeeChul yang lagi-lagi mengamati semuanya dengan teropong kesayangannya berteriak kegirangan layaknya seorang fangirl sedang baca fanfic (?) heboh dengan pikirannya sendiri.

“Kekeke, aku memang lebih berbakat dari cupid kan. Hey, DongHae, Sica, lihat ini! Ini seru sekali lho.” Senyum HeeChul seketika lenyap ketika ia melihat ke belakang dan menemukan dua orang itu sedang duduk termenung dan tampak melamun sendiri. DongHae di ujung kanan sofa dan Jessica di ujung satunya lagi. Aura gelap kini menyelimuti kedua orang itu.

‘Ya ampun, galauers.’ Batin HeeChul sembari memutar matanya. Ia mendesah, mengeluarkan nafasnya dengan berat. ‘Kalau YoonBum susah disatukan karena dua-duanya sama sama nggak peka. Kalau yang ini… susah disatukan karena dua-duanya keras kepala.’

HeeChul berdiri dari tempatnya dan menghampiri Jessica, ia punya satu rencana lagi di kepalanya. ‘MWAHAHAHAHA TAHU RASA KAU KEPALA IKAN’ tawa HeeChul dalam hati. Iya, memang mengerikan ya.

HeeChul kemudian duduk di dekat Jessica, umm… terlalu dekat bisa dibilang. Ia menggenggam tangan gadis itu dan satu tangannya lagi merangkulnya dari belakang. Insting DongHae langsung menyala, dia memperhatikan seluruh gerak-gerik hyungnya. Mengawasi sampai tidak ada yang terlewat.

HeeChul berusaha menahan senyum, ‘Ikan sudah termakan pancingannya.’

Jessica yang bingung dengan tingkah HeeChul berusaha sedikit menjauh, namun ditahan oleh HeeChul. Sica kini terperangkap dalam rangkulan lelaki itu.

“Sica-ah~ kau tahu kan kalau aku juga ingin berdansa? Apa kau mau menemani oppa mu ini? Hmm~?” HeeChul mendekatkan wajahnya ke Jessica sambil tersenyum licik, eh, manis maksudnya. Gara-gara ini, DongHae sudah hampir berdiri dari duduknya, namun ia batalkan dan kembali ke tempatnya semula. Tetap mengawasi mereka berdua dalam diam.

“Kalau oppa mau, kenapa tidak bilang dari tadi? Um… tapi ada apa denganmu oppa?” Jessica masih tidak peka dengan gerak-gerik HeeChul yang mencurigakan. Sementara itu DongHae semakin pasang tampang kusut, tangannya mengepal di pangkuannya.

“Aaahh~ tapi aku bosan sih Sica, bagaimana kalau kita ke taman saja? Di sana gelap dan tidak banyak orang yang akan mengganggu, fufufu~” HeeChul kini mengangkat dagu Jessica supaya bisa melihat wajahnya dengan jelas. Sejurus kemudian, HeeChul mendekatkan wajahnya lagi. Semakin dekat. Semakin dekat. Sehingga seolah-olah terlihat seperti ia ingin mencium gadis itu.

Jessica terkejut dengan kelakuan HeeChul yang di luar dugaan seperti itu. Ia baru saja akan mendorongnya menjauh ketika tiba-tiba HeeChul jatuh terjengkang ke belakang karena ditarik seseorang. DongHae.

Wajahnya tidak bisa ditebak. Marah? Kesal? Bingung? Semua bercampur jadi satu. Jessica masih belum bisa bereaksi apa-apa, ia hanya menatap DongHae dengan mata terbelalak karena kaget. Kemudian lelaki itu menariknya berdiri dan membawanya keluar, sedikit kasar.

HeeChul yang tidak berusaha bangkit dari posisinya sekarang tertawa kecil melihat kejadian itu. ‘Pada akhirnya pun selalu aku yang kena bagian nggak enaknya begini.’

Di luar, Jessica berusaha menghentikan DongHae yang tetap menariknya entah ke mana. “Yah! Lee DongHae! Berhenti! Kau mau bawa aku ke mana?!”

Secepat ia menariknya, secepat itu pula ia berhenti tiba-tiba. Ia seolah tersadar dan cepat-cepat melepaskan genggamannya dari tangan Jessica. Gadis itu agak sedih ketika ia melepaskannya, seolah ada kehangatan yang menghilang.

“Maaf… aku kelepasan.” Kata DongHae yang akhirnya mengeluarkan suara walaupun ia tetap menolak menatap Jessica. Kali ini hanya punggungnya yang menghadap gadis itu.

“Kau ini….. membingungkan. Kalau ada fansmu yang lihat kau menarikku seperti itu, bisa-bisa terjadi kekacauan lagi tahu. Mereka semua akan… membenciku… menyalahkanku…” Suara Jessica semakin mengecil, rasanya sakit kalau ia harus mengingat kejadian-kejadian yang dulu.

DongHae tetap membisu. Sementara itu, Jessica menatap punggung lelaki itu dengan sedih. “Kalau sudah tidak ada urusan lagi… aku kembali. Permisi.” Jessica membalikkan badannya, air mata mulai membuat pandangannya kabur.

“Dansa.” Suara DongHae membuat Jessica menghentikan langkahnya tiba-tiba, ia berbalik ke arah lelaki itu tadi berdiri, “Berdansalah denganku.”

Jessica menatapnya dengan wajah terkejut, ia hampir tidak mempercayai pendengarannya. Karena tidak bereaksi apa-apa, DongHae akhirnya maju mendekati Jessica dan mengambil tangan gadis itu ke genggamannya. Ia langsung memposisikan mereka ke posisi dansa, sama seperti pasangan yang lain meskipun kini mereka berada jauh dari lantai dansa dan musik hanya terdengar sayup-sayup dari tempat mereka berada. Jessica hanya menurut dan membiarkan DongHae yang membawa mereka mengikuti irama. Lagipula lelaki itulah yang lebih pintar menari.

“Bodoh… lagunya sudah mau selesai tahu…” bisik Jessica pelan, ia berusaha keras menahan agar air matanya tidak keluar.

DongHae tersenyum kecil, ia tidak peduli dengan itu. Baginya, yang penting ia merasakan saat-saat ketika gadis itu ada di dekapannya. Meskipun itu mau satu lagu atau setengah lagu. Karena baginya setiap detik yang mereka lewatkan bersama terlalu berarti dan berharga untuk dilewatkan. Biarlah untuk sesaat mereka seperti ini, dalam dunia kecil mereka sendiri, sebelum akhirnya mereka harus kembali menghadapi kerasnya kenyataan.

[Nan mollatjyo kudae-ranun-gol.. Wae monbwatjyo baro apinde.. Kudong-an irohke baro nae-gyote issonnunde. Wae ijesoya sarangi bo-inun-gonchi hooohh.. ]*

 

*Why didn’t I know, that it was you.
Why didn’t I know, you were right in front of me
.
All this time you were right by me
.
Why do I only see the love now
.

Still… TO BE CONTINUED ^.^

A/N:

Halooo readers😀 huhuhuhuuu maaf ya atas updatenya yang lama L ini gara gara Author sedang sibuk sama kegiatan sekolah nih. Oh iya, dulu author janji ya kalo chapter ini bakalan banyak YoonBum moment bertebaran? Ahahaha mian~ ternyata malah banyak SuGen moment di sini :B habisnya ide ini muncul begitu saja sih. Oh iya, untuk lirik yang author sisipkan di atas mohon maaf kalau misalnya ada kesalahan. Maklum cuma copas dari internet :3 Ada yang belum punya lagunya? Wajib download! Soalnya itu lagu baguuuss bangeett, sepanjang masa deh pokoknya! Waaaa author kebawa banget pas nulis momentnya SuGen😄 Pas nulis bagiannya HaeSica author sampe jadi sedih sendiri T_T Anyway ada yang sadar kalo SooYoung dan Yuri belum muncul dengan pairingnya? kekeke sabar yaaa~ Tapi masih belum nentuin pairing untuk Yuri nih, ada usul?

Nah setelah baca jangan lupa untuk review dan komen ya readersku tercinta😉


42 thoughts on “Welcome Home! [Part3-series]

  1. Wah,,saking asik ngebaca aku jdi gak nyadar nih kalo sooyoung ama yuri gak ada dpart ini,,,kekeke

    oyah,,dsini aku suka ama ide2nya chulie oppa,yah Walaupun agak konyol sih, tapii akhirnya berhasil jg…Keke…

    Oyah,,Smua pairing’nya cocok bgt eon…
    Lanjutin yaaa…

    Like

    1. hehehe ^.^ terimakasih udah baca~ iya tunggu ya ;D sabar SooYoung sama Yuri muncul kok chapter berikutnya. Cuma masih bingung ini Yuri cocoknya dipasangin sama siapa ya? -.-a

      Like

    1. Author juga suka banget sama part nya Haesica ;D (YoonBum: “hoooy bagian kita banyakin kapaaan??”)
      okeee sabar ya chingu, HaeSica masih belum selesai kok🙂

      Like

    1. thanks alot! author seneng banget karena ada yang suka cerita ini😀
      oke, author usahakan akan update lebih cepet ya😉 (semoga inspirasinya cepet dateeeng, amin)

      Like

    1. kekekekeke memang sengaja dibikin Evil Kyu mode on😀 iya nih Kyu ngajak ngajak dansa aja susah amat ya pake suit suitan ^^

      Like

  2. waah suka nih ada super generationnya🙂
    kyuu romantis banget sih😀
    Heechul emang top lah
    tapi pasangannya heechul siapa nih?

    Like

    1. waaaa terima kasih udah suka ^^
      huahahaha akhirnya ada yang bilang Kyu romantis :p
      aduuuuh, pasangannya HeeChul? –” ups belum kepikiran chingu! ada usul mungkin?

      Like

  3. anneyong….. n,n
    aku suka ff ini…. Ap’ lge ad’ pair eomma ku sama Ikan..🙂
    hhe…
    Chullie oppa keren… Hahahaha…
    Lanjutkan!!

    Like

  4. Chingu ngarepin yang baca brasa apa nih? Aku ketawa terus soalnya :LOL: kalimat2mu lucu chingu kekeke
    lucu smuaaaaaa, yoonbumnya lucu, abang hee apalagi, sugen2 yang lain juga lucu. Si magnae cute banget ^^ *bingung sama makanan??? ckckck*
    yuri yah? Yesung aja ^^

    Like

  5. Love seokyu couple!!
    Menurutku part seokyu yang paling seru. Seohyun onni yang polos dan Kyu oppa yang d’evil…

    Huuum… Aku ga ada usul buat sooyoung, tapi kali yuri onni cocok sama minho aja*plaakkk/ga nyambung

    Like

  6. Yuri sama heechul oppa aja!
    kalau Sooyoung..
    sama ryewook atau shindong oppa aja deh kayaknya..
    eh, tapi kan sooyoung unnie cantik.. pasangannya juga harus cakepp dong!

    Like

  7. aduhh chingu, iyalah aku nyadar kalo Soo ama Yuri blm ada -,- secara SONE sjati kekekeke😀 *sok, ditendang!*
    iyaah tapi aku usul YulSung jg yaaak! mreka lucu n manis😀 trus Soo ama Shindong (shikshin couple) ato gak wookie aj yak🙂
    btw, teuki ama taetae gak dansa kan?? manisnyaaa cuma asyik bdua dipojokan *maksudloo??
    trus aku jg suka yoonbum n haesica momment nya.. jjang deh!
    yoonbum malu2 n haesica marah2 kekeke
    btw, tuh si ladyhell (heechul maksudnya) klewat evil dah.. cupid evil bgd -,- tapi kesian juga akirnya dia jg sendiri😦 huuu

    Like

  8. omo…
    yoonbum so sweet…
    hua chullie baiknya dirimu…
    aish haesica mau tapi malu😀
    aku suka semua…
    ada sunsun,hyohyuk bilang aja kalo mau, kyu pinter dh ngajakin dansa pake acar suit hidup seokyu,wow seo sweet.a taeteuk d pojokan berdua…, sifany cie won oppa…
    yuri ??
    of course MINHO
    aku kan minyul shipper

    Like

  9. waah part haesica banyak hahaha
    si yoonbumnya mah malu malu hahaha
    chulie banyak banget akalnya ya hahaha suka suka hehe
    haesica malu malu atau takut ya hahaha #plak
    yuri sama soo pasanganna siapa ya hahaha hmm gimana kalau si yuri pasangannya si chulie hahaha
    lanjut chingu

    Like

  10. YoonBum so sweet^^
    smoga akhirnya Yoona ma Kibum bersama mpe akhir…
    Akhir2 ni FF YoonBum sad ending mulu..hehe

    YoonBum is the Best…

    Bagus tor FFnya… Lanjuttt!!^^

    Like

  11. INI FF PALING DAEBAK KARENA PAIRINGNYA SMUA KESUKAANKU dari taeteuk,haesica,sunsun,sifany,hyoyuk,-,-,seokyu #aku jga gak tw pasangan cocok bwat yuri di suju apa soalnya mnurutku yuri ma yunho COCOK#syapa tanya? AUTHOR DAEBAK!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s