Before You go part 5 [end]


author : kang sang mi
cast : jay kim TRAX
Victoria F(x)
Yuri SNSD
Onew, Krystal

genre : PG, romance, family

nah… sampai juga di part terakhir.. gomawo buat readers yang setia dengan komentarnya dan memberi dukungan!
^^ *bow 90 derajat
couple Jaytoria ini benar-benar suatu yang baru dan asing, jadi mungkin kurang penggemar.. ehehehehhe
ok, happy reading… love smtown fanfic readers, want to know me.. follow @Livia_Tan..😀

Author POV

Daun momiji di tempat itu mulai merah, ada beberapa yang sudah jatuh, musim gugur baru saja dimulai..Tempat itu tak mewah, tempatnya hanya berapa kilometer dari tengah Seoul, bukitnya sangat tinggi dan penuh ilalang yang manis diiringi sungai bening yang memantang panjang..

“Tempat ini, kau masih ingat Vic..” Jay menatap Victoria yang duduk di sebelahnya

“Ingat.. tidak bisa lupa kan?” jawab Victoria tersenyum membenarkan syal yang terlilit di leher Jay..

“aku.. tidak optimis dengan operasi itu… “ Jay mulai tidur di pangkuan Victoria, mencium perut Vic yang kandungannya memasuki usia 5 bulan..

“oppa.. aku belum memutuskan siapa namanya.. kau harus optimis, sampai dia besar, sampai dia kuliah, aku ingin membesarkannya bersamamu.. Arasseo?” Victoria menunduk ke bawah..

“Ara.. Jocelyn Kim atau Valerie Kim?” Tanya jay

“dia laki-laki oppa.. hehehehe“ jawab Victoria mengagetkan Jay

“Mwo? Kapan kau tahu? Aku mau anak perempuan yang lucu dan manis, yang setiap hari bermanja-manjaan pada Appanya, lari ke sana kemari menggunakan rok yang lucu.. “ Jay menggerutu..

“Wae kau tak suka anak ini?” Victoria cemberut dan mengembungkan pipinya..

“Anio, aku sangat mencintainya, karena dia akan mirip eomnanya..” jawab Jay terkekeh

“Bagaimana kau bisa tahu..  aku berharap dia akan mirip Nickkhun, lucu, manis, imut, tampan seperti pangeran… tidak seperti oppa yang suka mengomel, jutek, dan keras kepala… bwee~~.. dia akan mencintai samgyupsal daripada steak!  ” ledek Victoria

“Karena anak laki-laki akan mirip ibunya..  Nickkhun lagi.. kau selalu melihat TV hanya untuk melihat dia, dia tidak setampan aku, kau tahu.. (==a.. khunie maaf~~)“ jawabnya lagi.

“haish.. oppa ya~~” Victoria menggembungkan pipinya..

“Vic ya.. ini… bawa CD ini ke jinki, suruh dia mencetak fotonya, jebal.. saat aku sadar nanti, aku ingin kau tahu isinya..” Jay menyodorkan CD itu ke tangan Victoria..

“Mwo? Apa ini?” Victoria bingung dengan CD itu..

“Tunjukkan ke anak kita nanti, jika operasi itu gagal.. Katakan maaf padanya..” Jay mencium perut Victoria..

“Oppa.. aku mohon kau ada saat aku melahirkan.. Jebal..”Victoria berusaha menahan tangisnya… Ia mengingat bahwa operasi itu sangat sulit, walau donor sumsum itu ia dapat dari ibunya..

“Nee… semua akan baik-baik saja.. jangan cemas..” Jay memeluk istrinya yang mulai menangis itu..  Dia mungkin akan meninggalkan Victoria dan anaknya… Mereka terdiam, saling memeluk dan mencium… tanpa saling berkata…

Namida de afureru kokoro wo (You held me close)

Yorisou you ni daite kureta (When my heart overflowed with tears)

Kizukeba hitori dewa nakatta (Then I realized I wasn’t alone)

Kaze no hi mo ame no hi mo (On windy days and rainy days)

I drift away and I make my way back to you

Wasurenaide (Don’t forget)

 

You gave me a world to believe in

You gave me a love to believe in

Nando datte yarinaoseru (We can always do it over again)

Ashita ga aru kagiri (As long as we have tomorrow)

Ai no tame ni tsuyoku nareru (I can get stronger for love)

Anata ga iru kagiri (As long as I have you)

Anata to iru kagiri (As long as I’m with you)

Ikite yukou (I will live)

Anata ga Iru Kagiri-(Celine Dion ft.Yuna Ito)


 

Victoria POV

Aku masih harus menunggu, aku harus tetap bersabar dan percaya..  Dia akan sadar sebelum anaknya lahir.. Dia akan tetap hidup..  Jay oppa memang sudah dioperasi, kedaannya membaik.. Hanya saja.. dia belum sadar setelah itu, dia koma sudah 2 bulan ini.. yah.. waktunya yang sangat lama sekali bagiku..

“Jagi~ lihat ini anak kita, sudah sebesar ini… kau harus melihatnya nanti..” kataku padanya yang Cuma diam, aku menaruh tangannya ke perutku.. kandunganku terlihat membesar, sudah 7 bulan.. ini berat untukku.. Hari ini, aku akan memngambil cetakkan foto dari CD yang diberikan oppa..

“Oppa.. aku pergi duu, nanti kembali lagi.. Saranghaeyo, oppa..” aku mencium dahinya dan beranjak pergi ke kantornya, selama Jay oppa tidak kerja, Jinki menggantikannya.. memang masih junior, tapi Jinki orang yang gigih… Aku masih tetap bekerja, membuka butik online dan menjadi guru TK baru 2 bulan ini.. Aku mencari kesibukkan..

“Ah.. Noona… cepat sekali datangnya..” suara Jinki mengagetkanku, aku tersenyum menoleh ke arahnya

“Jinki ah.. mian, jika aku menggangumu..”  aku menundukan badanku..

“Anio, noona.. ini tidak sulit,” katanya.. “ini, dia.. aku mencetak sesuai keinginannya..” Onew menyodorkan  album foto yang sangat besar… apa amksdunya “sesuai keinginnya”

“noona, jangan kau lihat dulu, nanti jika dirumah saja.. ok?” dia tersenyum, mungkin ada suatu kejutan.. aku hanya mengangguk..

“kamshamnida, Jinki-ssi.. aku permisi dulu..” aku meninggalkan dia sambil melambaikan tanganku..

aku kembali mengajar seperti biasa, meyempatkan diri membeli bunga lily.. aku menuju ke kamar Jay Oppa..

“Jagi.. anyeong??” aku mengganti bunga yang ada di vas bunganya.. duduk dan mulai membuka album foto itu.. Aku? Aku mendapati fotoku saat memakai seragam SMP.. memang Jay oppa dari dulu sangat suka memotret apa saja yang ia sukai..

“Nuguya~? She is my heartbreaker..  She just a beautiful and Innocent girl.. but I Love her too much.. :D” aku tetegun membacanya… sejak kapan oppa menulis ini? Kapan dia mengambil gambar ini?

Aku membuka halaman-halaman lain.. semuanya fotoku… semuanya..

“Mian.. aku tidak bisa menemanimu.. aku hanya bisa melihatmu dari belakang… kau menungguku?” aku benar-benar kaget melihat ini semua, kenapa ia bisa tahu aku di bukit itu… aku menunggunya, tapi teleponnya tak diangkat…  aku hampir menangis melihat foto-foto ini..

“Anak kita, ya, aku berjuang agar bisa melihat mukanya.. Vic ya, aku tahu dia namja… ^^  Kim Moo Hyeon, ayo sama-sama berjuang dengan appa, kita harus bertemu!”
itu foto terakhir di album ini… foto USG itu… aku tak kuasa menahan tangisku.. aku memgang tangannya.. berharap dia akan segera sadar.. berharap ia menemani anak kita…

“Oppa.. saranghae… kau harus bisa melewatinya demi Moo Hyeon…” aku mengelus pipinya.. aku melihat air matanya menetes.. aku mencium dahinya…

“oppa.. hwaiting!” aku membisikinya.. mengelap air matanya.. Victoria Hwang, kau harus kuat!

Jay POV

“Jay ah~, kau harus kuat..  laki-laki tidak boleh menangis… Ara?”  aku mendengar suaranya.. ini mungkin 18 tahun yang lalu…

“Daddy..  kakiku sakit.. ayo pulang ke rumah..” aku mulai mengingat masa lalu yang terlampau lama itu.. saat aku masih duduk di kelas 4 SD.. saat appa mengendongku karena aku menangis terjatuh dari sepeda… Meski anak tunggal, aku bahagia dengan keluarga kecil seperti ini.. Appa dan eomna begitu hangat… Aku Cuma anak SD yang bahagia memiliki ayah dan ibu yang baik, keluarga yang hangat.. Hingga hari itu, tiba-tiba semua berbalik 360 derajat… Appa meninggal, karena kecelakaan… tanggal 23 Desember.. Appa seharusnya tidak menjemputku ke sana.. Aku terus menunggunya di luar tempat ski itu.. tak ada yang datang.. tak ada.. Aku tidak bisa menangis, aku hanya menatap peti mati itu.. Eomna sangat frustasi.. dia terus menangis , tak makan, dan tak mengubrisku… Semuanya berakhir.. eomna memutuskan kembali ke Seoul, tempat yang sangat asing bagiku, aku tidak bisa bahasa korea dengan lancar, aku tidak tahu kebudayaan mereka.. Kami tinggal di rumah yang diwariskan appa.. aku memulai bangku SMP disana..  eomna semakin tidak peduli terhadapku.. setiap hari dia hanya minum alcohol dan merokok.. dia selalu mengusirku jika aku mendekatinya..dia menganggapku sebagai kutukan.. eomna merasa karena akulah suaminya meninggal.. semuanya terjadi begitu saja dan semakin memburuk ketika dia pulang pagi buta, membawa laki-laki yang aku tidak tahu itu siapa.. Aku semakin tidak bisa terima ketika dia memutuskan menikah dengan pria tidak jelas itu.. Semuanya terlalu gelap untukku, tidak ada yang mengharapkan aku? Apa itu rumah? Aku sudah tidak mengenalnya lagi.. aku Cuma menghabiskan waktuku di luar, menjadi preman jalanan.. sekolah.. aku cuma absen, tidur, merokok di atap.. dan jika mau aku bisa membolos, pergi berjudi, balapan liar, berkelahi hingga pagi.. dan tidak bertemu eomna sama sekali… dan hari itu, suatu kebetulan.. aku bertemu dengan anak itu, dia polos, sedikit lemot dan ceroboh.. tembok diam kadang-kadang ditabraknya.. Aku tidak mengerti apa yang membuatku mencintainya.. aku menyukai gadis smp yang sangat polos itu.. dia hanya setinggi 158, hanya sampai dadaku.. tapi, aku selalu merindukan senyumnya, kehangatan yang ia berikan padaku.. aku meninggalkannya, aku takut dia terbebani oleh masalahku.. aku Cuma mengawasinya dari belakang, tapa ia sadari sampai aku memutuskan untuk melupakannya.. ketika aku bisa menerima ini semua.. dia datang kembali, bukan sebagai gadis polos.. dia sangat cantik, dia memiliki aura yang berbeda.. dengan kehangatan yang sama.. aku tahua aku harus berjuang untuk Kim Moo Hyeon, anak laki-lakiku.. bagaimanapun.. tidak bisa kubiarkan dia tidak mengenal appanya… bertingkah laku sepertiku dulu, itu suatu kesalahan yang tidak akan kubiarkan terjadi pada anakku..

Aku mulai melihat senyum gadis itu, melambaikan tangannya padaku.. aku berlari dan tersenyum ke arahnya.. Victoria..  saranghae.. saranghaeyo..

Author POV

“Vic.. “ suara Jay membuat dokter Choi terkaget.. dan ia semakin terkejut lagi ketika melihat Jay mulai menggerakan jari-jarinya dan membuka matanya..

“Jay-ssi? Kau bisa melihatku?” Tanya dokter Choi.. tapi ia hanya mengangguk, segera dokter Choi melepaskan alat pernafasan pada hidungnya itu, memeriksa detak jantung dan nadinya…

“Vic.. to..” Jay masih belum kuat, kurang lebih ia sudah koma 4 bulan.. tapi keplanya tersa berat.. kaki tangannya mati rasa.. rahangnya terasa kaku..

“kau mencari istrimu? Biasanya dia menginap disini..entah kenapa dia tidak ada.. sbentar,Jay-ssi.. aku tanyakan pada suster jaga dulu”

“Dokter choi.. heh.. wah, jay-ssi sudah sadar?” tiba-tiba seorang suster masuk..

“Kemana nona Hwang? Dia kemari?” Tanya Dokter Choi

“enghh.. itu.. dia di ruang bersalin, dokter choi tidak tahu? Tad pagi ketuban Victoria-ssi pecah..” jawab suster itu.. membuat jay terkaget

“di mana itu?” Jay berusaha berdiri dan mebuat dokter Choi menahannya..

“Jay-ssi, kau tidak bisa pergi begitu saja.. istrimu akan baik-baik saja..”

“andwae.. aku harus ke sana” jawab Jay, dokter Choi sedikit mengerti.. dia mengambil kursi roda dan membawa Jay ke ruangan bersalin itu..

Victoria POV

Nafasku sudah tidak kuat lagi, aku tidak kuat… Aku butuh dia.. bagaimana aku mengurus anak ini sendiri? Aku mulai menangis.. aku takut, aku takut oppa meninggalkanku..

“Ayo, nyonya… anda harus mendorong bayi anda sekali lagi..” kata dokter itu.. aku menangis, merintih mencoba mendorong tapi aku sudah tak kuat, badanku lemas..

“Vic yah..” aku tertegun mendengar suara itu.. suara yang tidak asing di telingaku, suara yang biasanya memanggilku di pagi hari.. Jay oppa? Dia mendekatiku, mukanya masih pucat, entah yang kulihat ini Cuma khayalan.. aku tidak tahu.. aku menangis, rasanya mau pingsan.. tapi, aku harus berjuang demi anakku.. aku tidak bisa begini…

“Vic.. mianhae..” aku tidak percaya, ini benar-benar jay oppa, dia menangis, mengecup kepalaku..

“Oppa..” aku sudah tidak kuat berbicara, dia juga sangat lemah.. aku mengeluarkan tenagaku,

OEKK, OEKKK.. aku mendengar suara itu..dia lahir, aku tak kuat lagi.. aku emdengar Jay oppa semakin menagis ketika aku tak mampu berkata..

Jay POV

“Dokter.. tolong..” aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat.. dia tidak sadarkan diri, aku berharap dia akan abik-baik saja…

“Nee… istri anda baik-baik saja, tuan Kim.. hanya kelelahan fisik, dia akan sadar tidak lama lagi..” jawab dokter itu, itu cukup membuatku merasa lebih tenang..

“ini anak anda, tuan.. dia laki-laki dan sehat.. beratnya 4 kg, chulkkae, tuan Kim” kata suster itu memberikan bayi merah yang dibungkus kain biru itu ke tanganku.. aku memeluknya, aku mencium dahinya, hidungnya ini mirip sekali dengan Victoria…

“Ini appa, sayang.. Kim Moo Hyeon…” aku mencium pipinya.. diam menagis kencang tadi, tapi sekarang sudah tertidur..

“Jagi.. maafkan aku.. maaf.. aku membuatmu serepot ini..” aku mendekati Victoria.. mencium dahinya sekali lagi..

Author POV

“kapan kau sadar? Omo, jay.. kau tidak apa-apa?” Yuri mulai heboh melihat sahabatnya itu duduk di ruang pemeriksaan dokter Choi yang cukup besar itu..

“gwenchana..” jawab jay datar.. membuat Yuri dongkol setengah mati, dulu memang Yuri pernah menyukainya.. dia selalu mengkhawatirkan Jay.. sejak SMA mereka dekat seklai, Yuri adalah anak pintar dan rajin juga berbakat… nilainya perfecto dan sering menang di lomba-lomba tingkat nasional.. memang aneh jika berteman dengan preman kelas kakap seperti Jay.. Yuri yang tidak tertarik bicara dengan orang sperti jay, harus bertengkar mulut dengannya gara-gara ayam goring Yuri jatuh ditbrak jay yang berlari.. Yuri marah langsung menarik jay dan memintanya mengganti.. Jay Cuma tertawa, dan berkata “kau.. menjijikan” , yang membuat yuri sakit hati dan menangis.. tentu Jay tidak tega melihatnya.. dia berusaha minta maaf pada Yuri.. Yuri yang melihatnya semakin menyukainya.. dan tidak pernah mengatakannya pada Jay

“dokter, bocah ini akan baik-baik saja, tidak?” Tanya Yuri…

“hahaha.. Jay-ssi masih harus control 3 kali sebulan.. selama 1 tahun.. minggu depan sudah bisa pulang” jawab dokter Choi

“kau itu berisik sekali,chicken (logat korea jikin)  sudah kubilang aku tidak akan mati secepat itu..” jawab jay tertawa.

“sudahlah.. aku lebih baik melihat anakmu, appanya ini benar-benar menyebalkan..” jawab yuri sewot mendorong kursi roda yang dipakai jay menuju ruang Victoria berada..

“Oppa…” Victoria tersenyum, meggendong kim moo hyeon, yang tidak lain adalah anaknya Jay..

“hey… anak appa sudah bangun? Vic eomna sedang apa?” jay mendekati anaknya yang matanya mulai terbuka itu..

“Omo~ anak ini matanya dan alisnya mirip sekali denganmu.. bibirnya.. astaga! Tapi senyumnya mirip.. euhmm.. Nickkhun ya? Manis sekali..” kata Yuri mengamati anak itu..

“jelas dia mirip aku, dia tampan bukan.. ekekkekek.. Nickkhun? Senyumnya mirip Vic.. Nickkhun darimana..” jay menjawab dengan anda manyun..

“sudahlah oppa, moo hyeon sangat mirip denganmu.. kita bisa pulang minggu depan, moo hyeon ahh~” Victoria mencium Moo hyeon yang dari tadi melihati appanya itu..

Mereka bertiga menikmati buah yang dibawa Yuri, dan tempat itu semakin rebut ketika Jinki datang..

Jay POV

“Aigoo.. badanku~ lelahnya.. “ aku memutar-mutar halaman majalah yang akan disunting lagi itu..

“kau seperti ibu-ibu rumah tangga, sunbae..” cerocos Jinki usil.. anak ini benar-benar..

“mwo? Bocah ini..” seperti biasa ruangan itu ribut dengan omelan Yuri dan tawa Jinki, beserta teriakanku…

“kau tidak menjemput Moo Hyeon?” Tanya Yuri… Tahun ini moo hyen masuk Play Group.. tapi kubiarkan bersama Krystal yang libur hari ini… dia apsti ingin melihat keponakannya yang lucu itu..

“dia bersama Krystal… aku menjemputnya nanti sekalian menjemput Victoria..” Victoria kembali jadi model.. yah.. badannya nyaris kambali sempurna setelah 1 tahun..

Triitt.. tritt…

Krystal calling…

Krystal? Mwo?.. “nee.. yeobuseyeo?”

“oppa.. bisa kerumah? Eomna ingin bicara dengamu..” kata Krystal membuatku kaget

“mwo? Rumah? Kau bawa moo hyeon ke sana?” tanyaku, astaga.. apalagi ini?

“nee.. eomna ingin bertemu cucunya.. moo hyeon juga sangat asyik dengan heebonienya..” jawab Krystal..

“arasseo.. aku ke sana nanti..” jawabku

Author POV

“appa~~ eomna~” teriak moo hyeon menghampiri jay dan Victoria

“moo hyeon ah~ sudah makan?” Victoria menggendong moo hyeon yang manggut-manggut

“wae?” Tanya jay pada eomnanya..

“Jay ah~ eomna… maafkan aku.. mianhae, jay ah~.. eomna selama ini mengecewakanmu..” perkataan eomnanya membuat jay terkaget.. dia menangis..

“uljima… eomna tidak salah.. aku akan merepotkan eomna mungkin.. aku akan sering menitipkan moo hyeon..” jawab jay membuat Victoria semakin bingung.. dan disussl senyum kecil Victoria..

“aku pulang dulu, eomna.. krys.. nanti kau mampir ke rumahku.. menginaplah” Jay pamit dan menggandeng Victoria..

“Eomna.. aku permisi.. Krys.. eonie pulang dulu..” Victoria membungkuk dan tersenyum lebar..

“dadah.. heebonie.. ahjumma.. saranghae~” moo hyeon melambaikan tangan kecilnya..

Victoria POV

Semua memang berjalan sangat baik, tapi ini awal kehidupanku bersama Jay oppa dan moo hyeon..

Kami turun, memasuki rumah baru kami.. rumah yang cukup besar dan bergaya minimalis..

“oppa.. ada yang ingin kuberitahukan padamu” aku membisiki Jay oppa sebelum kami membuka pintu..

“MWO? JINJJA? Kau..” jay oppa langsung menggendongku, menciumku..

“Moo hyeon ah~ kau akan punya dongsaeng” kata Jay oppa pada moo hyeon..

“Jinjja appa? Omo… dimana?” Tanya moo hyeon..

“di perut eomna.. kau harus menunggunya..” jawab Jay oppa.. aku Cuma tersenyum..

“waaa~~ saranghaeyo, appa eomna… I Love You..” jay oppa menggdong moo hyeon… mencium dahinya..

Kami berdua menggendongnya amsuk ke rumah kami… terimakasihTuhan, aku tidak pernah menyesal bertemu dengannya.. Jay Kim ah~.. Moo Hyeon ah~ dan anak yanga kan lahir ini.. Sarngaheyo~

END

When My Eyes are open.. I will found you

Our tears that we’ve shed… It will be our strength

as long as you love me.. I will stand for you…

as long as you live.. I’ll be there for you..

as long as I have you… I will alive…

like the sun, I will shine for you..

I just embrace the one’s love..

Only you.. a person that made me strength..

Just one word, I love you…

okay… happy ending… eheheheheh~~~

thx all… see you in next FF

Before You go part 5 [end]

author : kang sang mi
cast : jay kim TRAX
Victoria F(x)
Yuri SNSD
Onew, Krystal

genre : PG, romance, family

nah… sampai juga di part terakhir.. gomawo buat readers yang setia dengan komentarnya dan memberi dukungan!
^^ *bow 90 derajat
couple Jaytoria ini benar-benar suatu yang baru dan asing, jadi mungkin kurang penggemar.. ehehehehhe
ok, happy reading… love smtown fanfic readers, want to know me.. follow @Livia_Tan..😀

Author POV

Daun momiji di tempat itu mulai merah, ada beberapa yang sudah jatuh, musim gugur baru saja dimulai..Tempat itu tak mewah, tempatnya hanya berapa kilometer dari tengah Seoul, bukitnya sangat tinggi dan penuh ilalang yang manis diiringi sungai bening yang memantang panjang..

“Tempat ini, kau masih ingat Vic..” Jay menatap Victoria yang duduk di sebelahnya

“Ingat.. tidak bisa lupa kan?” jawab Victoria tersenyum membenarkan syal yang terlilit di leher Jay..

“aku.. tidak optimis dengan operasi itu… “ Jay mulai tidur di pangkuan Victoria, mencium perut Vic yang kandungannya memasuki usia 5 bulan..

“oppa.. aku belum memutuskan siapa namanya.. kau harus optimis, sampai dia besar, sampai dia kuliah, aku ingin membesarkannya bersamamu.. Arasseo?” Victoria menunduk ke bawah..

“Ara.. Jocelyn Kim atau Valerie Kim?” Tanya jay

“dia laki-laki oppa.. hehehehe“ jawab Victoria mengagetkan Jay

“Mwo? Kapan kau tahu? Aku mau anak perempuan yang lucu dan manis, yang setiap hari bermanja-manjaan pada Appanya, lari ke sana kemari menggunakan rok yang lucu.. “ Jay menggerutu..

“Wae kau tak suka anak ini?” Victoria cemberut dan mengembungkan pipinya..

“Anio, aku sangat mencintainya, karena dia akan mirip eomnanya..” jawab Jay terkekeh

“Bagaimana kau bisa tahu..  aku berharap dia akan mirip Nickkhun, lucu, manis, imut, tampan seperti pangeran… tidak seperti oppa yang suka mengomel, jutek, dan keras kepala… bwee~~.. dia akan mencintai samgyupsal daripada steak!  ” ledek Victoria

“Karena anak laki-laki akan mirip ibunya..  Nickkhun lagi.. kau selalu melihat TV hanya untuk melihat dia, dia tidak setampan aku, kau tahu.. (==a.. khunie maaf~~)“ jawabnya lagi.

“haish.. oppa ya~~” Victoria menggembungkan pipinya..

“Vic ya.. ini… bawa CD ini ke jinki, suruh dia mencetak fotonya, jebal.. saat aku sadar nanti, aku ingin kau tahu isinya..” Jay menyodorkan CD itu ke tangan Victoria..

“Mwo? Apa ini?” Victoria bingung dengan CD itu..

“Tunjukkan ke anak kita nanti, jika operasi itu gagal.. Katakan maaf padanya..” Jay mencium perut Victoria..

“Oppa.. aku mohon kau ada saat aku melahirkan.. Jebal..”Victoria berusaha menahan tangisnya… Ia mengingat bahwa operasi itu sangat sulit, walau donor sumsum itu ia dapat dari ibunya..

“Nee… semua akan baik-baik saja.. jangan cemas..” Jay memeluk istrinya yang mulai menangis itu..  Dia mungkin akan meninggalkan Victoria dan anaknya… Mereka terdiam, saling memeluk dan mencium… tanpa saling berkata…

Namida de afureru kokoro wo (You held me close)

Yorisou you ni daite kureta (When my heart overflowed with tears)

Kizukeba hitori dewa nakatta (Then I realized I wasn’t alone)

Kaze no hi mo ame no hi mo (On windy days and rainy days)

I drift away and I make my way back to you

Wasurenaide (Don’t forget)

 

You gave me a world to believe in

You gave me a love to believe in

Nando datte yarinaoseru (We can always do it over again)

Ashita ga aru kagiri (As long as we have tomorrow)

Ai no tame ni tsuyoku nareru (I can get stronger for love)

Anata ga iru kagiri (As long as I have you)

Anata to iru kagiri (As long as I’m with you)

Ikite yukou (I will live)

Anata ga Iru Kagiri-(Celine Dion ft.Yuna Ito)


 

Victoria POV

Aku masih harus menunggu, aku harus tetap bersabar dan percaya..  Dia akan sadar sebelum anaknya lahir.. Dia akan tetap hidup..  Jay oppa memang sudah dioperasi, kedaannya membaik.. Hanya saja.. dia belum sadar setelah itu, dia koma sudah 2 bulan ini.. yah.. waktunya yang sangat lama sekali bagiku..

“Jagi~ lihat ini anak kita, sudah sebesar ini… kau harus melihatnya nanti..” kataku padanya yang Cuma diam, aku menaruh tangannya ke perutku.. kandunganku terlihat membesar, sudah 7 bulan.. ini berat untukku.. Hari ini, aku akan memngambil cetakkan foto dari CD yang diberikan oppa..

“Oppa.. aku pergi duu, nanti kembali lagi.. Saranghaeyo, oppa..” aku mencium dahinya dan beranjak pergi ke kantornya, selama Jay oppa tidak kerja, Jinki menggantikannya.. memang masih junior, tapi Jinki orang yang gigih… Aku masih tetap bekerja, membuka butik online dan menjadi guru TK baru 2 bulan ini.. Aku mencari kesibukkan..

“Ah.. Noona… cepat sekali datangnya..” suara Jinki mengagetkanku, aku tersenyum menoleh ke arahnya

“Jinki ah.. mian, jika aku menggangumu..”  aku menundukan badanku..

“Anio, noona.. ini tidak sulit,” katanya.. “ini, dia.. aku mencetak sesuai keinginannya..” Onew menyodorkan  album foto yang sangat besar… apa amksdunya “sesuai keinginnya”

“noona, jangan kau lihat dulu, nanti jika dirumah saja.. ok?” dia tersenyum, mungkin ada suatu kejutan.. aku hanya mengangguk..

“kamshamnida, Jinki-ssi.. aku permisi dulu..” aku meninggalkan dia sambil melambaikan tanganku..

aku kembali mengajar seperti biasa, meyempatkan diri membeli bunga lily.. aku menuju ke kamar Jay Oppa..

“Jagi.. anyeong??” aku mengganti bunga yang ada di vas bunganya.. duduk dan mulai membuka album foto itu.. Aku? Aku mendapati fotoku saat memakai seragam SMP.. memang Jay oppa dari dulu sangat suka memotret apa saja yang ia sukai..

“Nuguya~? She is my heartbreaker..  She just a beautiful and Innocent girl.. but I Love her too much.. :D” aku tetegun membacanya… sejak kapan oppa menulis ini? Kapan dia mengambil gambar ini?

Aku membuka halaman-halaman lain.. semuanya fotoku… semuanya..

“Mian.. aku tidak bisa menemanimu.. aku hanya bisa melihatmu dari belakang… kau menungguku?” aku benar-benar kaget melihat ini semua, kenapa ia bisa tahu aku di bukit itu… aku menunggunya, tapi teleponnya tak diangkat…  aku hampir menangis melihat foto-foto ini..

“Anak kita, ya, aku berjuang agar bisa melihat mukanya.. Vic ya, aku tahu dia namja… ^^  Kim Moo Hyeon, ayo sama-sama berjuang dengan appa, kita harus bertemu!”
itu foto terakhir di album ini… foto USG itu… aku tak kuasa menahan tangisku.. aku memgang tangannya.. berharap dia akan segera sadar.. berharap ia menemani anak kita…

“Oppa.. saranghae… kau harus bisa melewatinya demi Moo Hyeon…” aku mengelus pipinya.. aku melihat air matanya menetes.. aku mencium dahinya…

“oppa.. hwaiting!” aku membisikinya.. mengelap air matanya.. Victoria Hwang, kau harus kuat!

Jay POV

“Jay ah~, kau harus kuat..  laki-laki tidak boleh menangis… Ara?”  aku mendengar suaranya.. ini mungkin 18 tahun yang lalu…

“Daddy..  kakiku sakit.. ayo pulang ke rumah..” aku mulai mengingat masa lalu yang terlampau lama itu.. saat aku masih duduk di kelas 4 SD.. saat appa mengendongku karena aku menangis terjatuh dari sepeda… Meski anak tunggal, aku bahagia dengan keluarga kecil seperti ini.. Appa dan eomna begitu hangat… Aku Cuma anak SD yang bahagia memiliki ayah dan ibu yang baik, keluarga yang hangat.. Hingga hari itu, tiba-tiba semua berbalik 360 derajat… Appa meninggal, karena kecelakaan… tanggal 23 Desember.. Appa seharusnya tidak menjemputku ke sana.. Aku terus menunggunya di luar tempat ski itu.. tak ada yang datang.. tak ada.. Aku tidak bisa menangis, aku hanya menatap peti mati itu.. Eomna sangat frustasi.. dia terus menangis , tak makan, dan tak mengubrisku… Semuanya berakhir.. eomna memutuskan kembali ke Seoul, tempat yang sangat asing bagiku, aku tidak bisa bahasa korea dengan lancar, aku tidak tahu kebudayaan mereka.. Kami tinggal di rumah yang diwariskan appa.. aku memulai bangku SMP disana..  eomna semakin tidak peduli terhadapku.. setiap hari dia hanya minum alcohol dan merokok.. dia selalu mengusirku jika aku mendekatinya..dia menganggapku sebagai kutukan.. eomna merasa karena akulah suaminya meninggal.. semuanya terjadi begitu saja dan semakin memburuk ketika dia pulang pagi buta, membawa laki-laki yang aku tidak tahu itu siapa.. Aku semakin tidak bisa terima ketika dia memutuskan menikah dengan pria tidak jelas itu.. Semuanya terlalu gelap untukku, tidak ada yang mengharapkan aku? Apa itu rumah? Aku sudah tidak mengenalnya lagi.. aku Cuma menghabiskan waktuku di luar, menjadi preman jalanan.. sekolah.. aku cuma absen, tidur, merokok di atap.. dan jika mau aku bisa membolos, pergi berjudi, balapan liar, berkelahi hingga pagi.. dan tidak bertemu eomna sama sekali… dan hari itu, suatu kebetulan.. aku bertemu dengan anak itu, dia polos, sedikit lemot dan ceroboh.. tembok diam kadang-kadang ditabraknya.. Aku tidak mengerti apa yang membuatku mencintainya.. aku menyukai gadis smp yang sangat polos itu.. dia hanya setinggi 158, hanya sampai dadaku.. tapi, aku selalu merindukan senyumnya, kehangatan yang ia berikan padaku.. aku meninggalkannya, aku takut dia terbebani oleh masalahku.. aku Cuma mengawasinya dari belakang, tapa ia sadari sampai aku memutuskan untuk melupakannya.. ketika aku bisa menerima ini semua.. dia datang kembali, bukan sebagai gadis polos.. dia sangat cantik, dia memiliki aura yang berbeda.. dengan kehangatan yang sama.. aku tahua aku harus berjuang untuk Kim Moo Hyeon, anak laki-lakiku.. bagaimanapun.. tidak bisa kubiarkan dia tidak mengenal appanya… bertingkah laku sepertiku dulu, itu suatu kesalahan yang tidak akan kubiarkan terjadi pada anakku..

Aku mulai melihat senyum gadis itu, melambaikan tangannya padaku.. aku berlari dan tersenyum ke arahnya.. Victoria..  saranghae.. saranghaeyo..

Author POV

“Vic.. “ suara Jay membuat dokter Choi terkaget.. dan ia semakin terkejut lagi ketika melihat Jay mulai menggerakan jari-jarinya dan membuka matanya..

“Jay-ssi? Kau bisa melihatku?” Tanya dokter Choi.. tapi ia hanya mengangguk, segera dokter Choi melepaskan alat pernafasan pada hidungnya itu, memeriksa detak jantung dan nadinya…

“Vic.. to..” Jay masih belum kuat, kurang lebih ia sudah koma 4 bulan.. tapi keplanya tersa berat.. kaki tangannya mati rasa.. rahangnya terasa kaku..

“kau mencari istrimu? Biasanya dia menginap disini..entah kenapa dia tidak ada.. sbentar,Jay-ssi.. aku tanyakan pada suster jaga dulu”

“Dokter choi.. heh.. wah, jay-ssi sudah sadar?” tiba-tiba seorang suster masuk..

“Kemana nona Hwang? Dia kemari?” Tanya Dokter Choi

“enghh.. itu.. dia di ruang bersalin, dokter choi tidak tahu? Tad pagi ketuban Victoria-ssi pecah..” jawab suster itu.. membuat jay terkaget

“di mana itu?” Jay berusaha berdiri dan mebuat dokter Choi menahannya..

“Jay-ssi, kau tidak bisa pergi begitu saja.. istrimu akan baik-baik saja..”

“andwae.. aku harus ke sana” jawab Jay, dokter Choi sedikit mengerti.. dia mengambil kursi roda dan membawa Jay ke ruangan bersalin itu..

Victoria POV

Nafasku sudah tidak kuat lagi, aku tidak kuat… Aku butuh dia.. bagaimana aku mengurus anak ini sendiri? Aku mulai menangis.. aku takut, aku takut oppa meninggalkanku..

“Ayo, nyonya… anda harus mendorong bayi anda sekali lagi..” kata dokter itu.. aku menangis, merintih mencoba mendorong tapi aku sudah tak kuat, badanku lemas..

“Vic yah..” aku tertegun mendengar suara itu.. suara yang tidak asing di telingaku, suara yang biasanya memanggilku di pagi hari.. Jay oppa? Dia mendekatiku, mukanya masih pucat, entah yang kulihat ini Cuma khayalan.. aku tidak tahu.. aku menangis, rasanya mau pingsan.. tapi, aku harus berjuang demi anakku.. aku tidak bisa begini…

“Vic.. mianhae..” aku tidak percaya, ini benar-benar jay oppa, dia menangis, mengecup kepalaku..

“Oppa..” aku sudah tidak kuat berbicara, dia juga sangat lemah.. aku mengeluarkan tenagaku,

OEKK, OEKKK.. aku mendengar suara itu..dia lahir, aku tak kuat lagi.. aku emdengar Jay oppa semakin menagis ketika aku tak mampu berkata..

Jay POV

“Dokter.. tolong..” aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat.. dia tidak sadarkan diri, aku berharap dia akan abik-baik saja…

“Nee… istri anda baik-baik saja, tuan Kim.. hanya kelelahan fisik, dia akan sadar tidak lama lagi..” jawab dokter itu, itu cukup membuatku merasa lebih tenang..

“ini anak anda, tuan.. dia laki-laki dan sehat.. beratnya 4 kg, chulkkae, tuan Kim” kata suster itu memberikan bayi merah yang dibungkus kain biru itu ke tanganku.. aku memeluknya, aku mencium dahinya, hidungnya ini mirip sekali dengan Victoria…

“Ini appa, sayang.. Kim Moo Hyeon…” aku mencium pipinya.. diam menagis kencang tadi, tapi sekarang sudah tertidur..

“Jagi.. maafkan aku.. maaf.. aku membuatmu serepot ini..” aku mendekati Victoria.. mencium dahinya sekali lagi..

Author POV

“kapan kau sadar? Omo, jay.. kau tidak apa-apa?” Yuri mulai heboh melihat sahabatnya itu duduk di ruang pemeriksaan dokter Choi yang cukup besar itu..

“gwenchana..” jawab jay datar.. membuat Yuri dongkol setengah mati, dulu memang Yuri pernah menyukainya.. dia selalu mengkhawatirkan Jay.. sejak SMA mereka dekat seklai, Yuri adalah anak pintar dan rajin juga berbakat… nilainya perfecto dan sering menang di lomba-lomba tingkat nasional.. memang aneh jika berteman dengan preman kelas kakap seperti Jay.. Yuri yang tidak tertarik bicara dengan orang sperti jay, harus bertengkar mulut dengannya gara-gara ayam goring Yuri jatuh ditbrak jay yang berlari.. Yuri marah langsung menarik jay dan memintanya mengganti.. Jay Cuma tertawa, dan berkata “kau.. menjijikan” , yang membuat yuri sakit hati dan menangis.. tentu Jay tidak tega melihatnya.. dia berusaha minta maaf pada Yuri.. Yuri yang melihatnya semakin menyukainya.. dan tidak pernah mengatakannya pada Jay

“dokter, bocah ini akan baik-baik saja, tidak?” Tanya Yuri…

“hahaha.. Jay-ssi masih harus control 3 kali sebulan.. selama 1 tahun.. minggu depan sudah bisa pulang” jawab dokter Choi

“kau itu berisik sekali,chicken (logat korea jikin)  sudah kubilang aku tidak akan mati secepat itu..” jawab jay tertawa.

“sudahlah.. aku lebih baik melihat anakmu, appanya ini benar-benar menyebalkan..” jawab yuri sewot mendorong kursi roda yang dipakai jay menuju ruang Victoria berada..

“Oppa…” Victoria tersenyum, meggendong kim moo hyeon, yang tidak lain adalah anaknya Jay..

“hey… anak appa sudah bangun? Vic eomna sedang apa?” jay mendekati anaknya yang matanya mulai terbuka itu..

“Omo~ anak ini matanya dan alisnya mirip sekali denganmu.. bibirnya.. astaga! Tapi senyumnya mirip.. euhmm.. Nickkhun ya? Manis sekali..” kata Yuri mengamati anak itu..

“jelas dia mirip aku, dia tampan bukan.. ekekkekek.. Nickkhun? Senyumnya mirip Vic.. Nickkhun darimana..” jay menjawab dengan anda manyun..

“sudahlah oppa, moo hyeon sangat mirip denganmu.. kita bisa pulang minggu depan, moo hyeon ahh~” Victoria mencium Moo hyeon yang dari tadi melihati appanya itu..

Mereka bertiga menikmati buah yang dibawa Yuri, dan tempat itu semakin rebut ketika Jinki datang..

Jay POV

“Aigoo.. badanku~ lelahnya.. “ aku memutar-mutar halaman majalah yang akan disunting lagi itu..

“kau seperti ibu-ibu rumah tangga, sunbae..” cerocos Jinki usil.. anak ini benar-benar..

“mwo? Bocah ini..” seperti biasa ruangan itu ribut dengan omelan Yuri dan tawa Jinki, beserta teriakanku…

“kau tidak menjemput Moo Hyeon?” Tanya Yuri… Tahun ini moo hyen masuk Play Group.. tapi kubiarkan bersama Krystal yang libur hari ini… dia apsti ingin melihat keponakannya yang lucu itu..

“dia bersama Krystal… aku menjemputnya nanti sekalian menjemput Victoria..” Victoria kembali jadi model.. yah.. badannya nyaris kambali sempurna setelah 1 tahun..

Triitt.. tritt…

Krystal calling…

Krystal? Mwo?.. “nee.. yeobuseyeo?”

“oppa.. bisa kerumah? Eomna ingin bicara dengamu..” kata Krystal membuatku kaget

“mwo? Rumah? Kau bawa moo hyeon ke sana?” tanyaku, astaga.. apalagi ini?

“nee.. eomna ingin bertemu cucunya.. moo hyeon juga sangat asyik dengan heebonienya..” jawab Krystal..

“arasseo.. aku ke sana nanti..” jawabku

Author POV

“appa~~ eomna~” teriak moo hyeon menghampiri jay dan Victoria

“moo hyeon ah~ sudah makan?” Victoria menggendong moo hyeon yang manggut-manggut

“wae?” Tanya jay pada eomnanya..

“Jay ah~ eomna… maafkan aku.. mianhae, jay ah~.. eomna selama ini mengecewakanmu..” perkataan eomnanya membuat jay terkaget.. dia menangis..

“uljima… eomna tidak salah.. aku akan merepotkan eomna mungkin.. aku akan sering menitipkan moo hyeon..” jawab jay membuat Victoria semakin bingung.. dan disussl senyum kecil Victoria..

“aku pulang dulu, eomna.. krys.. nanti kau mampir ke rumahku.. menginaplah” Jay pamit dan menggandeng Victoria..

“Eomna.. aku permisi.. Krys.. eonie pulang dulu..” Victoria membungkuk dan tersenyum lebar..

“dadah.. heebonie.. ahjumma.. saranghae~” moo hyeon melambaikan tangan kecilnya..

Victoria POV

Semua memang berjalan sangat baik, tapi ini awal kehidupanku bersama Jay oppa dan moo hyeon..

Kami turun, memasuki rumah baru kami.. rumah yang cukup besar dan bergaya minimalis..

“oppa.. ada yang ingin kuberitahukan padamu” aku membisiki Jay oppa sebelum kami membuka pintu..

“MWO? JINJJA? Kau..” jay oppa langsung menggendongku, menciumku..

“Moo hyeon ah~ kau akan punya dongsaeng” kata Jay oppa pada moo hyeon..

“Jinjja appa? Omo… dimana?” Tanya moo hyeon..

“di perut eomna.. kau harus menunggunya..” jawab Jay oppa.. aku Cuma tersenyum..

“waaa~~ saranghaeyo, appa eomna… I Love You..” jay oppa menggdong moo hyeon… mencium dahinya..

Kami berdua menggendongnya amsuk ke rumah kami… terimakasihTuhan, aku tidak pernah menyesal bertemu dengannya.. Jay Kim ah~.. Moo Hyeon ah~ dan anak yanga kan lahir ini.. Sarngaheyo~

END

When My Eyes are open.. I will found you

Our tears that we’ve shed… It will be our strength

as long as you love me.. I will stand for you…

as long as you live.. I’ll be there for you..

as long as I have you… I will alive…

like the sun, I will shine for you..

I just embrace the one’s love..

Only you.. a person that made me strength..

Just one word, I love you…

okay… happy ending… eheheheheh~~~

thx all… see you in next FF


17 thoughts on “Before You go part 5 [end]

    1. gomawo udah baca chingu, makasii bangettt pujiannya,, (malu aku) ><
      Hpy ending dong, Jay kan biasku..gak boleh mati!! *plakkk

      Like

    1. iyaa… kalau panjang” gak enak.. eheheheh
      suka Jaytoria nggak? soalnya emg ini couple tiba-tiba aja kebesit waktu liat mereka diwawancarai ETN news.. (mnurutku cocok)
      ekekekek ^^ thx ya… gomawo udah baca chinguu..

      Like

    1. eheheh.
      makasi chingu, gomawooo udah mau baca dan comment~~
      bagaimana? suka nggak sama Jaytoria. chingudeul? wkwkkw

      Like

    1. wahh… bagus”… Yunhonya masih lajang… buka lowongan, chingu.. *plakkkk…
      ho5x…
      makasi udah baca chingu… gomawoo buat commentnya,,
      saranghae chingudeul…😀

      Like

    1. ekekkek… gomawoo chingu~~ udah mau baca + comment..
      iaa… emg ffnya Jay dikitttt bgt, akn kmarin cm nemu 10..

      Like

    1. waduh.. chingu.. itu bakal kupertimbangin… gimana, ya?? soalnya aku sndiri krg tau si sunny (fav ak yoona yuri)sungmin juga bkn fav ak d suju… tapi gpp ak coba nti.. ditunggu dulu ya.. :p
      aku suka kalo kalian mau request~~ hihihi~~

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s