Mianhae (Sequel of Dear Him)


Judul : Mianhae

Cast     :           Tiffany Hwang

Choi Siwon

Author :           IceFishy

Genre :            Romance

Ini adalah sequel dari dear him, os yang sebelumnya aku post.

Tiffany Pov

Menatap keluar jendela, melihat hujan turun begitu derasnya. Sama seperti aku yang kini sedang dihujani air mataku.  Ini adalah akhir duniaku, dimana aku harus berhenti hidup, karena .. aku harus mengetahui hal yang tidak ingin kudengar atau apapun yang membuatku sakit. Ingin rasanya mendengar suaramu yang biasa membangunkanku. Inilah kehidupan , aku harus terima baik dan buruknya. Semuanya berjalan dengan cepat, ku ikuti alurku.

Aku selalu seperti anak kecil yang harus menerima sebuah kebaikan dan tak bisa menerima keburukan. Bodoh~ mengapa harus seperti ini? Jika aku bisa dilahirkan kembali, aku tak ingin mempunyai sifat yang begitu bodoh seperti ini.

Ah~ apakah aku harus seperti ini terus?. Aku tak berani bilang ‘aku cinta padamu’ atau kalimat – kalimat cinta yang lain. Aku tak bisa.

Hujan semakin deras mengguyur rumahku, jendela semakin berembun. Ku tulis namamu di embun itu. Senyuman singkat yang terukir di bibirku, saat aku menuliskan namamu di jendela kamarku. Ku tolehkan pandangan ke arah tempat tidur diseberang sana, menghela nafas perlahan. ‘bisakah kita bersama?’

Aku salah , sangatlah salah. Mengapa aku harus mengatakan hal yang tak ingin aku bilang? Aku bodoh. Maafkan aku yang begitu bodoh ini, maafkan aku yang selalu bersifat egois. Aku ingin merubah sifatku yang jelek ini, tapi inilah aku.. aku tak bisa. Aku ingin memelukmu dan bilang bahwa ‘aku cinta padamu’ dan ‘maafkan aku’ hanya itu, dan ku harap kau bisa kembali padaku. Aku membutuhkanmu. Sangat !

Aku pun melangkahkan kakiku keluar kamar , hampa. Ku langkahkan lagi kakiku ke arah dapur. Tempat ini adalah tempat dimana aku harus menyiapkan makanan untukmu. Ku hela nafasku lagi, air mata yang kering tadi kembali berurai. Ku berjalan pelan menuju kamar yang berada di samping kamarku, kubuka pintu itu. Ku lihat kamar yang bernuansa biru dan putih, dan terlihat disana box bayi dengan motif boneka yang lucu. Ku dekati box bayi itu, terlihat malaikat kecil yang sedang berada di alam mimpinya. Ku usap rambut tipisnya, ku  elus pipinya yang tak begitu bulat, ku perhatikan wajahnya. Dia sangat mirip denganmu.

“ Jadilah , anak yang baik .. Jangan tiru ibumu ini ya” ucapku pelan pada anakku ini.

Aku pun keluar dari kamarnya, aku ingin mengeluarkan rasa penat yang ada di hati dan kepalaku. Aku pun keluar dari rumah dan meninggalkan anakku sendirian apartmentku. Ku telusuri kota seoul malam hari, hanya dengan berbalut jaket tipis aku berjalan melewati toko – toko yang berkilau karena cahaya itu.

Sebuah coffee shop membuatku ingin masuk dan menikmati menu yang dihidangkan disana.  Aku pun duduk di dekat kaca dan menyenderkan kepalaku disana, mununggu pesanan coffee yang aku pesan sebelumnya.

Ku ambil sebuah ponsel yang ada di saku jaketku, tertera disana nama ‘ Taeyeon’ dia mengirimkan sebuah pesan singkat untukku. Ku baca pesannya, dia hanya menanyakan aku ada dimana. Aku membalas dengan singkat ‘ Rumah’ hanya itu saja, ku matikan handphoneku agar tak ada yang menggangguku.

“ Permisi ini pesanan anda ..” ucap pelayan yang baru datang itu, dia pun menaruh pesananku di meja kecil yang ada dihadapanku. Aku hanya tersenyum dan dia kembali bertugas lagi.

Ku ambil coffee itu dan minum sedikit, lumayan untuk menyegarkan pikiranku. Ku taruh coffee itu di tempatnya. Ku senderkan lagi kepalaku di kaca itu, aku kembali melamun lagi. Aku pun mengingat hal yang membuatku hampir gila.

Memory yang membuatku menangis dan kesal karena melihat sebuah pemandangan yang membuatku harus mengeluarkan kata ‘pisah’. Mengapa harus seperti itu? mengapa kau mau dicium dengannya? Tak ingatkah kau telah mempunyai istri dan seorang anak yang sedang aku kandung dulu?  Apakah kau tidak berpikir, aku berjuang melahirkan anakmu sendirian tanpa didampingimu?  Dan aku yakin kau sama sekali tak peduli !

Aku .. aku .. aku ingin kembali padamu, walau hal yang dulu pernah lakukan pernah membuatku teramat sakit. Aku ingin kau kembali. Bukankah kita belum benar – benar berpisah. Jika saja aku berani berbicara padamu, dan jika saja aku bisa menemuimu sekarang. Aku .. akan memberanikan diri untuk bicara padamu.

Sudah hampir setengah tahun aku berpisah denganmu, dan aku tak bisa. Sungguh !

Ku hela nafasku lagi, meminum kopi yang sudah agak dingin itu. Ku rasa hatiku seperti kopi ini, yang akan panas saat di campurkan air panas dan akan dingin saat sudah dibiarkan begitu lama. Sama seperti hatiku, akan panas saat kau membuatku kesal dan sedih, dan akan dingin saat aku sadar hanya kau yang membuatku senang dan tenang.

Ku minum lagi kopi itu sampai habis, setelah itu ku keluar dari coffee shop itu. Aku tak enak meninggalkan anakku sendirian disana..

=——=

Ku buka mataku perlahan , mengumpulkan semua nyawaku. Aku tengok sampingku, hanya bisa menatap nanar saja. Biasanya , saat aku bangun.. kau ada disampingku dan membuatku terbangun. Sekarang berbeda ..

Aku pun bangun dari tidurku dan berjalan menuju kamar anakku, ku lihat anakku yang ada di box bayi itu.  Dia sudah membuka matanya, dia tersenyum saat aku tersenyum ke arahnya. Ku gendong dia dalam pelukanku. Dia adalah laki – laki yang aku punya sekarang dan aku sangat menyayanginya.

Ku bawa dia ke arah ruang tv, ku biarkan dia tergelatak disana dan menikmati tvnya. Aku pun ke dapur untuk menyiapkan makanan untuknya dan diriku.

Ting Tong ~

Suara bell apartment berbunyi , aku menghentikan pekerjaan memasakku. Ku berjalan menuju layar kecil yang berada di tembok. Ku lihat di layar orang yang memencet bel itu. Dia membalikkan badannya, sehingga aku tak bisa melihatnya. Dengan ragu aku berjalan menuju pintu dan membuka pintu.

“ Annyeong” Sapaku, dia pun membalikkan badannya. Mataku membulat saat dia berbalik ke arahku.

DEG !

Sosok itu , sosok yang sudah sangat lama tak aku temui. Sosok yang selalu membuatku sedih ketika aku harus berpisah dengannya, dia kembali. Dia ada dihadapanku sekarang, dengan senyuman tipis yang terukir di bibirnya.

“Fany –a” sapanya, dia tersenyum padaku. Aku hanya bisa terdiam di tempatku. Yang datang adalah dia. Siwon oppa. Dia memelukku sangat erat, mengusap rambutku. Ini yang aku rindukan, sangat aku rindukan.

“ Mianhae, sebenarnya aku sudah ingin kesini. Dan aku ingin meminta maaf padamu. Kita bisa bersama lagi kan? Ku mohon maafkan aku” aku hanya terdiam mendengar ucapannya, semua anggota tubuhku seakan terkunci saat dia memelukku.

“Fany –a , Mianhae . Jeongmal Mianhae” ucapnya lagi. Aku hanya menangguk pelan.

Dia pun melepaskan pelukannya padaku, dan mencium keningku.

“ Gomawo fany –a”

“ Jangan lakukan hal yang membuatku sedih lagi ! aku mohon ! Aku sangat membutuhkanmu” ucapku dan memeluknya.

“dimana anakku?” tanyanya.

“ dia ada didalam, ayo masuk.. dan sekarang kau akan menjadi keluarga kami..” dia langsung masuk kedalam dan menggendong anak kami. Ku ikuti dia, terlihat dia sangat senang saat melihat anak kami yang masih bayi itu. Tuhan .. terima kasih.

Siwon oppa dan aku sudah berbaikan lagi, aku senang akan hal itu. Kami sudah bisa menjadi keluarga yang bahagia. Buatku ini sangatlah bahagia. Dan aku tak mau harus kehilangannya lagi, itu sangat membuat sebuah sesak dalam hidupku.

The end>,<


11 thoughts on “Mianhae (Sequel of Dear Him)

  1. SIFANY………….ASTAGA I LOVE THIS PAIRING SO MUCH….BUAT YG PANJANG DONG…YANG CERITANYA BIKIM GALAU…..HAHAHAHAHA

    Like

  2. SIFANY,tolong buat xerita lagi dong tentang pair ini!
    aku suka soalnya sma mereka!!
    tapi jujur onn rada bingung sih sama cerita ini!

    Like

  3. akku seneng banget akhirnya ada juga fanfic tentang SiFany….
    kau tahu aku adalah SiFany lovers
    tolong donk bikin ceritanya yg panjang…
    please author yg baik…

    Like

  4. Bagus bgt!🙂 keliatan So sweet bgt! apalagi pas bagian Siwon datang kerumah Tiffany dan saat Siwon menggendong anak bayi nya! It’s So sweet! *AlayLo! #Plakk. Tapi over all bagus kok!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s