Before you go part 4


Author : Kang Sang Mi

Cast : Jay kim TRAX

Victoria f(x)

Yunho DBSK

Yuri SNSD

Krystal, Onew (dikit bgt.. cm nyempil”)

Genre : PG, Romance

nah… ini agak panjang chingu.. aku bakalan nyelesain part 5 nya sehabis UNASku selesai… ^^

tlg dikomen dikasih saran ya.. kritik dan masukkan aku terima.. Jgn bashing aja…

Hpy reading

Author POV

“kau tidak apa-apa?” Tanya Yuri kepada Victoria, matanya sembab, dia menangis sesenggukan selama perjalanan di mobil.

“nee,, eonie,,”jawab Victoria, dia mencoba menghentikan tangisannya, tapi tak berhasil setiap mengingat akan kehilangan Jay. Mereka berjalan menuju kamar 121.. Victoria berusaha menahan air matanya ketika melihat jay… Dia mendekati Jay, memegang tangannya… Yuri meninggalkan ruangan itu.

“Oppa.. mianhae… mian… aku tidak tahu kau..”Victoria sangat kaget, tangannya tiba-tiba digenggam oleh tangan itu.. dia melongo dan berhenti menangis sejenak..

“Vic… kenapa kau kesini?” tanya Jay mengagetkan Victoria..

“Oppa.. sudah sadar? Oppa..”Victoria belum selesai menyelesaikannnya, ia kembali menangis…

“aku kan cuma pingsan, jangan menagis.. aku belum mati.. aku baik-baik saja..” Jay menjawab dan mennghapus air mata Victoria sambil mengelus pipinya..

“Oppa.. kenapa, tidak bilang.. selama 4 tahun.. meninggalkan aku, aku selalu menunggumu, kau jahat…  kenapa bisa bilang baik-baik saja… jangan mati… jangan..” ujar Victoria memukul dada jay yang baru saja duduk di ranjang putih itu..

“Vic.. mianhae.. kau punya hidupmu sendiri… aku tidak mau kau terlibat hanya karena ini.. aku bisa menghadapinya sendirian..” jawab Jay mengelus rambut Victoria yang masih menangis heboh itu.

“Oppa  menganggap aku apa.. Apa aku tidak penting, bahkan kau menyembunyikannya dariku, tapi kau meberitahu Yuri eonie.. Aku cemburu.. aku benci oppa..” kata Victoria sedikit berteriak, Yuri juga mendengarnya terkekeh kecil.

“Dia tidak sengaja mengetahuinya.. Vic, kau harus istirahat…. Pulanglah..”Jay tidak mau membuat gadis ini semakin sedih… Dia merasa banyak membuat Victoria terluka…

“Itge mwoya?? Kau mengusirku? Waeyo?” Victoria semakin mengamuk..

“Kau idak mau pulang? Berhentilah menangis.. “ Jay memajukkan kepalanya dan mencium Victoria…

“Sudah.. jangan menangis lagi.. bogoshipda… “Jay memeluk Victoria yang ada victoria memeluk balik jay dan menangis sekencang-kencangnya..

Jay PoV

Dia sudah tertidur di kursi.. dia pasti sangat lelah setelah berjam-jam menangis tanpa henti.. Aku tidak bisa membiarkannya seperti itu.. Aku mulai mencoba berdiri dan menggeret tiang infusku..

Yuri sudah pulang, aku sudah terlalu banyak merepotkannya..

“ada extra-bed?? Aku minta 1..”aku mencegat seorang suster…

“Tuan Kim, akan kami berikkan, tolong kembali ke kamar anda… kalau ketahuan Dokter Choi bisa repot.” Suster itu menyuruhku kembali ke kamarku dengan menuntunku… aku merasa seperti kakek-kakek rentan saja… aku sangat benci ini, tapi sungkan untuk menolak..

“Oppa… kenapa kau keluar, aku bingung mencarimu..”aku terkaget tiba-tiba Victoria memegang tanganku, kenapa dia bisa bangun.. aku baru keluar kira-kira 10 menit..

“Gwenchana, aku cuma minta extra-bed.. ayo, kau harus kembali tidur..”aku menggandeng tangannya.. Dan kembali ke ruangan itu…

“Oppa, tidurlah.. aku akan menunggu extra-bednya datang..”dia membantuku menaiki ranjang, dia mengelus rambutku dan pipiku.. aku cuma diam dan tersenyum..

Aku tidak bisa tidur, aku mengingat perkataan Yunho..

“Hyung tidak tahu, Vic dan aku berencana menikah tahun depan, dia.. tunanganku… eheheheh..”

Jay, kau tidak bisa egois, meskipun dia juga mencintaimu, itu akan sangat egois.. Dia masih harus menjalani hidupnya..

What If You Know, that I’m still in love with You…

What If you know, that I don’t want to leave you…

Please don’t forget my love to you…

Don’t forget our moment that we have passed together…

Victoria POV

Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya selama 4 tahun, menghadapi semuanya sendirian tanpa seorangpun yang bisa membantu.. Kenapa oppa begitu keras kepala? Aku menunggunya setiap hari di atas bukit itu… Dia setiap hari selalu mengajak ke sana… Dia tahu aku sangat menyukai bunga Lily.. Jika musim gugur, batangnya yang mengering mirip ilalang dan pohon momijinya sangat indah.. Apa dia masih ingat tempat itu, aku menelponnya setiap kali menunggu, tapi tak pernah diangkat,entah kemana dia..Akupun tidak menemukkannya di kampusnya.. saat itu, aku merasa dibohongi, aku kecewa dan sangat membencinya.. Aku butuh dia, tapi dia tak ada untukku… Aku mersa dia mengkhinatiku, padahal aku tidak pernah tau apa ayng terjadi padanya… Aku tidak pernah ada untuknya di saat dia kesusahan, sekarang ini apa aku bisa membahagiakannya selama 6 bulan saja.. Sedangkan, hubungan dengan Yunho belum berakhir… Dia berjalan sendirian selama 4 tahun ini.. entah kenapa dia bisa sekuat itu, dari dulu hatinya yang keras sama sekali tidak berubah… Aku mencintaimu, maafkan aku, tolong jangan tinggalkan aku.. Bahkan jika kau lelah untuk hidup, hiduplah untuk diriku…

Enghh, sinar matahari…Aku terbangun, badanku capek sekali.. Aku melihat ke arah  ranjang Jay oppa… dia sudah bangun dan asyik berbincang dengan BB onyxnya… Dia melihat ke arahku, melambaikan tangannya dan tersenyum padaku.. Aku mendekatinya mengelus keningnya dan mencium pipinya..

“Oppa, aku ke kantin dulu.. ya..”  aku membisikinya, dia mengangguk dan masih berbincang dengan sesorang, mungkin Yuri eonie, Jin Ki-ssi, atau Miss Kwon.. aku menuju kantin membeli beberapa makanan, steak, pudding vanilla dan susu melon, ini semua kesukaan oppa, dia sangat suka yang manis-manis.. Aku berjalan kembali ke ruangan Jay oppa.. Tiba-tiba dokter Choi tersenyum padaku.

“Nona Han.. bisa kita bicara sebentar?” dokter choi bertanya padaku..

“Ehmm, baiklah.. “aku menjawabnya

“Ini soal jay-ssi… waktunya memang singkat.. tapi, dia benar-benar tak punya keluarga?? Ini akan sangat mebantu jika dia masih punya orangtua dan saudara kandung.” Dokter Choi membuatku heran..

“Jay oppa anak tunggal, bisa dibilang keluarganya broken home.. Appanya meniggal dan eomnanya menikah lagi, dan baik appa tirinya dan eomnanya sendiri tidak menyukainya… Bantuan apa, dok??” aku menjelaskan panjang-lebar..

“hmm.. sumsum tuklang belakang Jay-ssi tidak bisa memprokduksi protein untuk hemoglobin dengan baik karena kesalahan pada DNAnya, biasanya penyakit ini muncul pada umur balita dan anak-anak, tapi jay-ssi  umur 22, mungkin saja ini cuma kerusakan sumsum tulang belakang.. sebenarnya Jay-ssi cuma bisa bergantung pada transfusi darah dan spirulina, tapi aku ingin mencoba mencangkok sumsum tulang belakangnya.. dan untuk itu memerlukkan sumsum tulang belakang yang cocok dengannya, yang sedarah dengannya” jawab dokter Choi

“masih ada harapan? Jay oppa bisa sembuh? Benar, dok?” aku setengah tidak percaya, aku berharap ini bukan mimpi..

“Jika berhasil, Jay-ssi memang dipastikan tidak bisa bekerja terlalu berat, tapi dia bisa hidup..”Jawab dokter Choi..

Aku berjalan ke kamar oppa.. “kau kemana saja?” dia bertanya padaku..

“Mian, oppa.. aku ke wc dulu tadi, dan kantinnya antri sekali.. ayo makan! aakk~~“aku menjawab dan bersiap menyuapinya..

“aku makan sendiri saja.. sudahlah..” Jay oppa mau merebut steaknya…

“Andwae!” aku mengembungkan pipiku..

“arasseo, arasseo..” dia terkekeh melihatku, “Aak..  buka mulutmu, jagiya“ aku membujuknya sekali lagi..

“Jagiya?”tiba-tiba Jay oppa tersenyum melihatku, dia mendekatkan mukanya, aku menutup mataku,dia menciumku…

“Aish, makan dulu..”aku menyadarkan diriku.. dan menyuapinya.. aku ingin membahagiakannya, kali ini aku akan ada untuknya… Saranghae, jay Kim..

Sekitar 1 minggu lalu Jay oppa sudah bisa kembali ke apartemennya… Aku masih belum bertemu Yunho.. apa yang harus kukatakan padanya..

“Yunho ah~~ ada yang ingin kubicarakan…Clover café ya..” aku menelponnya..

“Nee, Vic… waeayo, jagi?? Ada masalah?” jawab Yunho, persaanku semakin berat ketika dia mengatakan “jagi”..

“Anio.. aku cuma ingin bertemu saja..” aku menjawabnya, aku tahu ini salah.. tapi aku tak bisa berbohong terus padanya..

Aku sampai di depan café itu, kulihat mobil Yunho sudah terpakir.. aku mengambil nafas, berharap ini bisa selesai dengan lancar..

“Ada apa, vic?? Jagi, kau sepertinya kurang sehat..”Yunho memegangang tanganku, aku langsung mengulurkan tanganku..

“Yunho ya.. mian… aku tidak bisa bersamamu lagi… Mianhae, kita putus..” aku langsung membuatnya terbelalak, mulutnya tergangga…

“waeyo?? WAEYO? MALHAEBWA!” dia berteriak, aku sangat kaget..

“Jay oppa… aku tidak bisa meniggalkannya, aku tak bisa melupakannya, aku mencintainya.. mian, aku tidak bisa meninggalkannya saat ini…” aku mulai menangis…

“apa yang membuatmu sepreti ini?? Jay hyung mengodamu? Kapan kau mulai menyukainya?” Yunho mulai berteriak lebih kencang, hingga orang-orang disana melihati kami..

“Dia tidak menggodaku! Aku sudah mencintainya 8 tahun yang lalu, jauh sebelum bertemu denganmu.. “ aku menangis dan berteriak.. aku merasa aku mengkhianati 2 orang sekaligus, Jay oppa dan yunho..

“Wae?? Kau tidak bisa meninggalkannya…” dia sedikit melunakkan suaranya..

“Jay oppa… waktunya Cuma 6 bulan..”aku semakin menagis mengingat ini kembali, aku menutup mukaku..

“Mwo? 6 bulan… Vic ya..”.. dia terdiam dan muaknya sayu… “gwenchana, arasseo.. jangan menangis lagi…” Yunho menyodorkan tisu ke arahku.. aku tahu dia sangat baik, mianhae Yunho… mian…

Jay POV

Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku… Kenapa ada model seperti itu, maunya banyak sekali.. aku hampir muak dan menyentaknya tadi.. Tiba-tiba ponselku bordering…

“Yeobuseyo?” aku mengangkat panggilan dari yunho.

“Jay hyung.. aku ingin menemuimu,” aku mulai mengerti maksudnya, pasti ada hubungannya dengan Victoria

“Ok, oedi??” aku bertanya lagi,

“kantormu saja, bagaimana?” tawarnya padaku,,

“nee.. tidak masalah,,, datanglah, sekarang..” aku menyetujuinya…

aku duduk di kursi kerjaku dan  membuka botol berisi spirulina itu.. entah berapa puluh botol yang sudah kuhabiskan 4 tahun ini, mungkin aku mati terkena komplikasi hati, ginjal, dan jantung… benar-benar menyedihkan..

dok.. dok…

“Sunbaenim, Yunhi-ssi ingin bertemu.. bagaimana?” Tanya Jinki padaku

“Suruh saja masuk, Jinki..”aku menjawbnya..

Orang itu berdiri di depanku.. Ia melirik botol spirulina dan obat-obatan yang baru saja kuminum..

“Waeyo, Yunho-ssi?” aku bertanya padanya, seolah tidak apa-apa…

“Hyung, maaf jika aku lancang, lepaskan Vic.. Kau tidak bisa memikirkan dirimu sendiri, jangan egois… kariernya sedang berjalan, dia cuma akan terbebani oleh masalahmu.. “dia langsung menuju topik, aku tidak tahu harus menjawab apa..aku dulu meninggalkannya tanpa alasan..

“aku mengerti.. kau benar, aku egois..” aku melangkahkan kakiku, berlutut di depannya..

“hyung ah~~, “ Yunho kebinggungan melihatku..

“waktuku tidak lama, Cuma 6 bulan.. setelah itu, Victoria pasti membutuhkanmu.. aku tidak bisa bersama dia, biarkan 6 bulan ini aku bisa menebus kesalahnku padanya.. tolong… saat aku sudah tidak ada, jaga dia.. Jangan kau membuatnya sedih, jagalah dia untukku.. Cuma kau yang bisa kupercaya..“  Cuma ini yang bisa kulakukan, aku memang egois, aku tidak bisa melepaskannya.. Aku mencintainya, tapi aku tidak mau dia terluka..

“Hyung.. arasseo… ini sudah cukup.. aku pasti akan menjaganya, bukan untukmu… karena aku juga mencintainya.. Maaf ak menggangu, aku permisi..” dia menunduk dan berjalan keluar.. Aku berdiri, menghela nafas..

“Jay Yah… cepat pergi ke rumah eomna mu.. Vic disana.. dia meminta alamatnya pada Jinki tadi..” Yuri masuk dan membuatku kaget… Eomna?? Mau apa dia kesana??

“Mwo?? “ aku cuma melongos, aku berdiri menggambil kunci mobilku dan mantel yang tergantung di depan.. Vic, kenapa kau nekat sekali, jangan berbuat bodoh, kau tidak tahu betapa mengerikkannya wanita itu.. Vic… aishh, kau bisa menangis mendengar ucapannya yang tidak senonoh itu… Vic… tunggu aku…

Victoria POV

Aku takut sekali, aku belum pernah bertemu dengan eomnanya, yang ku tahu dia menikah dengan pria lain, pria asli korea… Jay oppa memang bukan asli korea, dia menghabiskan masa kecilnya di Los Angeles, sampai appanya meninggal, dia pergi ke korea.. eomnanya orang korea asli, sedangkan appanya merupakan keturunan korea… (ini ngawur chingu Cuma duga”, soalnya matanya Jay coklat banget.. eheheheh, aslinya aku juga gak tahu)

Aku tahu eomnanya orang yang sadis.. semenjak suaminya mati, Dia tidak pernah memperhatikan Jay oppa.. Dia merokok, minum alcohol, berkencan dengan pria-pria di klub malam.. Entahlah… Hal ini mungkin membuat jay sangat oppa kecewa  dulu…meskipun aku akan diinjak-injak, tapi ini demi jay oppa, aku tak peduli jika harus berlutut dan mencium kakinya..

Aku membunyikan bel rumah itu, rumah yang sangat besar dan mewah, seharusnya ini milik Jay oppa..

“Nuguya…” tanya seorang laki-laki dari speaker bel itu..

“Aku ingin bertemu dengan Nyonya Stephanie Shin… aku Victoria Hwang… Ini soal Jay Kim-ssi..”

Aku menjawab dengan tegas, pria itu terdiam sejanak..

“Masuklah, Nona Hwang… tolong tunggu di ruang tamu..” jawab orang itu mempersilahkanku masuk, jujur aku tegang sekali.. Aku membuka pintunya, rumah ini sangat mewah, perabotnya, lukisannya.. tapi, foto di ruang tamu itu eomnanya, appa tirinya, dan.. gadis smp?? Jay oppa punya dongsaeng?

“Victoria-ssi??” aku menoleh ke arah wanita yang memanggilku, ia cantik sekali, dia cuma beda 21 tahun dari jay oppa, umurnya baru 47 tahun… Rambutnya panjang, hitam dan sangat modis..

“Nee.. Nyonya Shin.. Victoria imnida.. senang bertemu dengan anda.. maaf saya datang tiba-tiba” aku menundukan kepalaku.. dan tersenyum kecil..

“Silahkan duduk, mau minum apa?” tanyanya kepadaku

“Anio, tidak usah.. aku..” aku belum menjawab tiba-tiba dia menyela..

“Jay? Soal Jay, bukan? Ada apa dengannya? Kau pacarnya?” dia bertanya padaku, dia benar-benar menakutkan

“Nee… aku pacarnya… aku butuh sumsum tulang belakang anda.. tolong donorkan pada anakmu..” aku langsung mengatakan intinya

“Mwoya?? Hmm, Victoria-ssi.. pertama, aku tidak bersedia mendonorkannya, yang kedua anak itu mantan anakku.. aku tidak peduli, anak itu sebuah kutukan..” Dia tertawa dan emnguk alcohol dari gelasnya..

“kenapa anda membencinya… dia tidak punya waktu banyak, 6 bulan.. dia tidak pernah berharap lahir.. Kau menyianyiakannya.. Kau tahu apa yang terjadi padanya selama 9 tahun? ingat kapan terakhir dia kembali ke rumah? Tahu makanan yang dia sukai? Seperti apa wajahnya sekarang?”  aku ingin sekali menampar orang ini..

“Aku juga tidak berharap melahirkannya… karena dia, aku kehilangan suamiku, sedangkan dia berkeliaran di hidupku, semakin besar dia makin mirip dadynya.. kau tahu aku tidak ingin melihat mukanya, aku benci anak itu.. dia hanya bisa membuat onar.. mempermalukanku.. tahu apa kau?”  aku tercengang mendengar jawabannya.. aku terdiam.. wanita itu cuma menangis setengah mabuk.. aku mulai mengingat sesuatu

“Molla.. aku tidak tahu apa yang terjadi… tapi, anda harus tahu… kenangan suamimu sesungguhnya hidup di hati anda, hidup di Jay oppa.. anda tidak seharusnya menghapus kenangan itu, setiap kenangan yang ada pasti sangat berarti, entah itu buruk atau baik… setiap kenangan pantas diingat.. itu yang membuat kita lebih kuat..” aku mulai mengatakan hal itu, perkataan yang sama dengan yang ibu ucapkan ketika aku stress karena ayah pergi dengan wanita lain dan meninggalkan kami… wanita itu diam, terus menangis… aku juga terdiam menatapnya..

Jay POV

Aku mencoba menghubungi ponselnya.. aku benar-benar khawatir..

“Nee.. oppa.. wae??” dia mengangkay teleponku.. suaranya baik-baik saja..

“oediga?? Di rumahku? Gwenchana?” aku bertanya bingung sekali..

“Nee. Aku dirumah eomnamu.. gwenchana..” dia menjawab dengan tenang..

“Aku menuju kesana, sebentar lagi sampai.. tunggulah..” aku memaksanya…

“Shinjja?? Gwenchana.. oppa, aku bisa pulang sendiri..” Victoria sedikit menolak, mungkin takut jika aku bertemu dengan eomna..

“Anio, jagi… aku kesana.. tunggulah… “ aku berusaha meyakinkannya..

“nee..Arasseo..” akhirnya dia menyetujuinya…

Aku memang tidak pernah bertemu dengan orang itu selama 9 tahun.. Entah dia seperti apa sekarang.. Begitu juga dengan Krystal.. Seperti apa dia sekarang ini, aku terakhir melihatnya saat dia masih 5 tahun.. Aku sangat merindukannya, tapi eomna tidak pernah membiarkanku menyentuhnya.. dia akan marah dan menyetakku.. tak terasa ini di depan rumahku, seharusnya begitu, tapi tidak setelah aku pergi.. aku melangkahkan kakiku.. ku pencet bel rumah itu, tidak ada perubahan dengan rumah ini… tiba-tiba pagarnya sudah terbuka..

“Tuan muda.. anda sehat?” Tanya pria tua itu, yah dia memang pegawai ayahku, Park Dae Hyun..

“Gwenchana.. aku mau masuk dulu..” aku menjawabnya, aku tahu dia sangat loyal kepada appaku, tapi dia tidak bisa membantuku, karena takut dipecat wanita itu..

Aku berjalan menuju ruang tamu, aku temukan Victoria duduk disana.. sedangkan eomnaku Cuma menangis.. Ini diluar dugaan.. aku tidak tahu harus berkata apa, aku menarik tangan Victoria..

“Ayo, pulang.. Nyonya Shin, maaf atas kelancangannya.. permisi” aku tidak menemukan perubahan pada mukanya..

“oppa.. kau..” Victoria menoleh kea rah wanita itu, wajahnya menunjukan aku harus membuatnya tidak menangis lagi..

“Andwae..  Kita pulang..” jawabku sedikit, aku tidak ingin ini semakin melebar.. Kami keluar dari rumah itu,

“oppa.. Jay oppa?” Tanya gadis yang masih memakai seragamnya itu..

“kau..” aku mulai mengerti siapa anak itu..

“Nee.. ini Krystal, oppa” jawabnya berlari memelukku.. dia menangis… AKu Cuma diam..

“Krys.. oppa harus pergi sekarang.. kau harus makan yang banyak.. harus belajar yang baik.. Arasseo?” aku memeluknya kembali..  aku mencium dahinya..

“Kapan.. kapan aku bisa bertemu oppa.. aku kangen, aku kesepian.. kenapa oppa tak pernah kembali,  oppa baik-baik saja.. sekarang oppa tinggal dimana?” dia masih kekanak-kanakan..

“Krystal.. hubungi oppa nanti, ya.. kalau oppa libur, kita jalan-jalan.. ok..” aku menmbelai rambut hitamnya itu..maafkan aku.. aku tidak bisa bilang kalau aku Cuma punya waktu 6 bulan..

Aku pergi masuk ke mobil dan menggandeng Victoria.. Selama perjalanan aku Cuma diam, menahan emosiku.. Aku membawanya masuk ke apartemenku..

“Apa yang kau lakukan? Jangan lagi datang kesana..” aku khawatir, aku bertanya sedikit menyentak..

“Mian.. aku.. ingin oppa sembuh.. “ jawabnya menatap mataku..

“Vic, kau meminta apa padanya? Uang? Gajiku cukup membayar biaya pengobatanku sendiri” aku tidak mengerti apa yang ada dipikirannya.. apa yang diinginkannya dari ibuku

“Sumsum tulang belakangnya.. dicangkokkan untuk oppa, jika berhasil oppa bisa sembuh.. Mian, jika aku tidak memberitahumu.. kau pasti akan melarangku..” jawabannya membuatku kaget… sembuh?? Aku duduk di sebelahnya…

“Vic.. kau harus tahu, tidak ada yang pasti di dunia ini.. Ini memang berat, aku juga capek.. “ aku tidur di pangkuannya.. kami diam untuk waktu yang lama…

“Oppa, ayo kita menikah…” tiba-tiba dia mengatakannya saat kami sedang asyik melihat film favoritnya, Horor… Aku terdiam mencoba menelan air dan melongo ke arahkmya..

“Hah? Andwae…” jawabku dengan nada serius..

“Oppa tidak suka aku? “ mukanya menatapku, ini dia aegyonya sangat mematikan.. aku tidak pernah bisa menolaknya..

“Bukan begitu.. aish.. apa yang ada dipikiranmu” aku mencari alasan lain, aku tidak mau egois, vic..

“Waeyo? Tanggung jawab padaku, kau masih ingat.. 5 tahun yang lalu? Masih ingat kan?” dia menggembungkun pipinya lagi..

“Aku ingat.. Vic..” tiba-tiba dia memelukku, yah.. biasa.. setannya keluar, dia mencintai film horror tapi tidak bisa tidur jika sudah melihatnya.. ini seperti de javu… lagi-lagi aku menatapnya, wajahnya yang ketakutan itu.. sangat manis.. Aku mendekatkan mukaku padanya, memegang bibirnya… Aku menciumnya.. dia menutup matanya..Aku terbawa suasana.. aku mulai melumat bibirnya itu.. dia menarik rambutku. Tiba-tiba ada yang menetes ke pipinya.. Darah.. aku melepaskannya.. mimisan.. Dia melihatku dengan mata sedih.. aku menggambil tisu..

“Oppa, gwenchana?” ia bertanya.. memgang kepalaku..

“Gwenchana.. sudah berhenti, tenanglah..” aku menjawabnya santai.. dia pasti khawatir..

“Besok harus transfusi lagi.. Ok..” dia memelukku dari belakang.. Aku menggendongnya ke kamar.. Meletakkanya di atas ranjang, membuka pakaianya satu persatu.. (aku serahkan ke readers ya)

Victoria POV

Waktu cepat sekali berlalu.. Mungkin sudah ada 3 bulan sejak hari itu.. Aku merasa Jay oppa lebih kurus.. mungkin berat badannya tinggal 60 kg.. Apa dia benar-benar Cuma punya waktu 3 bulan saja? Apa benar-benar tidak ada cara lain.. Tiba-tiba aku merasa mual sekali.. aku pergi ke kamar mandi..

“Hoekk.”aku mencoba mengambil nafasku, kenapa  2 hari ini aku jadi mual..

“Vic yah.. kau harus ke dokter, hari ini!” dari belakang dia mengelap mulutku..

“Nee.” dia mengankatku berdiri, mengelus rambutku.. sudah 2 bulan ini, aku.. sekarang nyonya kim..  entahlah, aku percaya suamiku pasti bisa sembuh.. aku percaya itu..

Kami menuju ruang transfusi.. oppa memang hanya bisa betahan dengan ini, sementara.. Setelah dari situ kami mengunjungi dokter umum..

“Baik, ehmm Nyonya Kim, apa keluhan anda..”Tanya dokter itu..

“2 hari ini aku mual-mual.. “aku menjawabnya.. Setelah itu aku diperiksa macam-macam.. Hingga dokter itu duduk dan ter senyum lebar..

“Chulkkae, Tuan dan Nyonya Kim.. kalian akan menjadi ayah dan ibu, tuan kim, istri anda positif hamil, usia kandungannya baru saja memasuki minggu 10 minggu.. Ini beberapa vitamin yang harus anda ambil, anda harus banyak mengkonsumsi makanan bergizi..” dokter itu sangat mebuatku kaget.. aku hampir tak percaya.. Aku hamil? Aku menoleh ke Jay oppa, dia terlihat sangat panik…

“Hmm.. Kamshahamnida… Kita harus kembali memeriksa berapa kali?”Tanya Jay oppa tersenyum..

“Yah, tolong 1 bulan sekali dulu.. “jawab dokter itu berdiri..

“Nee, arasseo.. kami permisi dulu..” Jay oppa menggandengku.. kami menuju parkiran, masuk ke dalam mobil.. aku menangis.. Membuat jay oppa bingung..

“Waeyo? Kau tidak senang?” tanyanya memelukku

“Anio.. aku bingung.. Jangan tinggalkan aku, opa.. jebal.. ggeutjimarayo….” Aku tidak bisa membayangkan membesarkan anak ini tanpa dirinya.. Dia terdiam, menepuk-nepuk punggungku..

“Andwae.. aku tidak akan meninggalkanmu.. kita akan membesarkannya bersama-sama… “ dia mencium dahiku, menghapus air mataku.. Aku bahagia bisa menjadi istrinya, dia sangat mencintaiku, Tuhan.. tolong jangan kau ambil dia.. aku tidak sanggup… tolong bantu aku… apa yang harus kulakukan..

가지 말아요

Don’t go

나를 혼자 두지 말아요

Don’t leave me alone

우리 사랑했던 

Our love day by day

모두 다 잊은 건가요

Are All forgotten?

이대로 떠나면 안돼요

You can’t leave me alone here

(끝나지 않은 이야기,Don’t leave me alone-TRAX)

TBC


12 thoughts on “Before you go part 4

  1. g mau kalau jay oppa sampek mati…
    pengen happy ending bareng jay…
    thor jaebal, jangan buat vic unnie melahirkan anaknya dan mengurus anaknya tanpa jay oppa… *readerx lebay..*
    keren thor…
    lanjutnya jangan lama” ya…

    Like

    1. eheheh, banyak yg request happy ending..
      masukkan kalian mendukung aku banget, chinguu…
      thx udah baca, gomawo~~ :S

      iya, aku usahain, tgl 30 sudah ada posting disini.. mian, kalau lama.. aku bakal UNAS soalnya.. doakan saya supaya lancar.. eheheheh

      Like

    1. waw, waw.. makasi chingu udah dibaca.. hehehehe~😀
      iyaaa… ini belum sempet update ak.. mian” ya chingudeul *bow”
      bangapsumnida chingu~~

      ok, bakal tak baca + tak comment!🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s