REAPER-PART SIX (second sight)


REAPER-PART SIX (second sight)

5:43 PM

Kim’s mansion

 

 

Aku melihat bugatti hitam appa terparkir di luar rumah,aku segera memasuki rumah mencari keberadaan appa sudah lama aku tidak bertemu appa,terakhir kali aku bertemunya di narita airport saat dia sedang transit dalam perjalananya ke LA.

 

“jadi yang menghias pohon natal tahun ini adalah seorang model cantik kebanggaan Michael Kors?” goda appa sambil menuruni tangga “appa!!!” pekik ku senang dan langsung menghambur ke pelukanya.

 

“aigo…..apa-apaan ini?kau hanya memakai sweater tipis keluar rumah,tak sadar kah sayang ini sudah winter?” ucap appa “tenang saja,suhu badan ku kan selalu hangat” jawab ku sambil mengeratkan pelukan ku,mencium aroma badan appa membuat ku jauh lebih baik

 

“ne,arraseo kau kan werewolf-nya appa” jawab appa sambil tersenyum,senyuman yang selalu menguatkan ku dalam kondisi apapun

 

~~~

 

Aku menatap diri ku di cermin, LBD dorothy-perkins melekat sempurna di tubuh jenjang ku,rambut indahku kubiarkan terurai menutupi punggungku,aku merias wajah ku secantik mungkin aku ingin saat dinner terakhir ku bersama appa,aku terlihat sempurna.

 

“kau terlalu cantik untuk mati malam ini” bisik heechul,aku tersenyum mendengarnya “heechul-ah keluar lah aku tidak akan memarahi mu karna tadi kau telah mengkontaminasi pikiran ku saat memutuskan donghae”

 

Aku langsung bisa melihat pantulanya di cermin,ternyata dia takut juga dengan ku. Heechul memandang ku dengan tatapan iri,ani maksud ku dia melihat mascara estee lauder-ku dengan iri

 

“kau ini death reaper bukan sih?lihat mascara saja matamu sudah berbinar” desahku sebal sambil melempar mascara itu yang langsung ditangkap sempurna oleh heechul.

 

“kau pikir death reaper hanya bisa memakai jubah hitam dan sabit saja?death reaper juga harus stylish,yaa seperti diri ku lah contohnya. setidaknya aku harus ke Harry Winston sebulan sekali untuk melihat koleksi new arrival mereka”

 

Jawabnya santai sambil sibuk mengutak-ngatik mascara ku,aku menggelengkan kepalaku tak percaya “memangnya disana ada butik Harry Winston juga?” tanyaku sepertinya kebodohan ku semakin meningkat semenjak mengenal reaper-babo ini

 

“tidak lah,aku biasanya menyamar sebagai manusia untuk berbelanja” jawabnya aku hanya menatapnya dengan pandangan oh-apa-kau-juga-sempat-masuk-ke-Christophe Coppens-juga?

 

Satu-satunya yang membuatku percaya bahwa dia adalah death reaper adalah sayap hitamnya yang selalu mengepak sempurna di punggungnya yang indah,percayalah tidak ada sabit maupun topeng tengkorak yang menutupi wajahnya.

 

“lalu kemana sabit dan jubah-mu?” tanyaku sambil menyesap chammomile-tea yang tadi disiapkan gaeul. “sudah kubuang jauh-jauh saat mengetahui bahwa korban ku kali ini adalah seorang model terkenal,lagipula dengan wajah yang sangat tampan dan mirip taemin-Shinee ini aku memang tak cocok memakai dua aksesoris butut itu”

 

Ocehnya PD yang membuat ku tersedak teh yang sedang kuminum,aku melangkahkan kaki ku ke wastafel yang terdapat di dalam kamar mandi ku dan mengambil beberapa tabung pil itu

 

Lalu mulai mulai mengambil beberapa pil itu ke tangan ku,ya lagi-lagi obat penenang. Sudah kibilang kan aku tak bisa hidup tanpa mereka?

 

“berhentilah,kau harus mulai belajar menghadapi rasa takut mu” ucap heechul serius yang tiba-tiba sudah berada di samping ku “sudah kucoba dan akhirnya aku sekarat” jawab ku seadanya.

 

“mereka bahkan tak bisa membawa omma-mu kembali” lanjut heechul dingin tapi ntah lah aku merasa bahwa dia sedang mengkahwatirkan ku,oke aku tahu itu adalah hal terakhir yang akan dia lakukan ketika dunia akan berakhir.

 

“yeah,it was. Tapi setidaknya mereka bisa menghilangkan rasa takut ku dari kehilangan” jawabku pelan sambil menatap pil-pil itu yang berada di telapak tangan ku

 

Heechul menatap mata ku dalam,lewat pantulan cermin wastafel yang besarnya sama seperti di walk-in-closetku

 

“aku mulai mengosumsi obat-obat ini sejak 17 tahun,saat omma meninggal kan ku dan appa untuk seorang pria western di saat perusahaan appa sedang jatuh” ceritaku begitu saja

 

Aku menghela nafas panjang mengingat kisah itu kembali membuat dada ku sakit hingga sulit bernafas dengan baik.

 

“kau tau,sulit bagi ku untuk bertahan dalam kondisi seperti itu dimana aku tidak bisa hidup di bawah standart kehidupan seperti ini,satu-satunya jalan yang terpikir oleh ku adalah bunuh diri namun aku sadar bahwa aku masih mempunyai appa,lalu aku mulai mengosumsi obat-obat ini”

 

“tak lama kemudian perusahaan appa bangkit kembali bahkan lebih sukses dari sebelumnya,dari saat itulah aku menghapus nama wanita itu dalam kehidupan-ku” ini adalah pertama kalinya aku menceritakan kisah menyedihkan ini ke orang lain.

 

Kulihat heechul masih memandang ku serius dan sedetik kemudian wajahnya sudah berada tepat di depan wajah ku,membuang pil-pil itu ke tempat sampah dari telapak tangan ku dengan hanya satu gerakan dari jemari-jemarinya yang indah.

 

“kupikir hidupmu hanya berfoya-foya saja,tapi ternyata hidup mu berat juga huh?” ucapnya tak percaya sambil membetulkan leather jacketnya di cermin. Harus kuakui hari ini heechul terlihat sangat tampan

 

Dengan rambut khas tin-tin,kaus Lacoste warna putih polos,jeans hitam keluaran wrangler,sneakers putih kickers dan tak lupa leather jacket hitamnya yang kuyakin mereknya adalah jimmy choo. Dia terlihat seperti etalase berjalan bahkan donghae sekalipun tak pernah seber-merk itu(?)

 

Untuk info saja,setiap hari dia selalu merubah penampilanya dari ala Goo Jun Pyo sampai lady gaga di poker face (kurasa dia memang tidak waras sejak awal-_-)

 

Aku menatap wajah hee lewat cermin ,7 hari yang lalu dia masuk kedalam hidupku membuat hidupku jungkir balik,membuatku selalu berteriak karna ulah nya yang tidak waras,membuat ku selalu melemparkan barang ke arahnya

 

Membuat ku seperti orang gila,karna dianggap tak waras selalu berbicara sendiri,membuat ku tidak merasa kesepian,membuat ku merasakan indahnya memiliki teman,membuat ku sadar bahwa uang,kekayaan,dan kecantikan bukan lah semuanya.

 

“jeongmal,gomawoyo heechul-ah” ucapku sambil tersenyum tulus,heechul mengerutkan keningnya seakan aku baru saja mengatakan bahwa dia adalah kaka kandungnya taemin(?)

“terimakasih untuk 7 hari yang berarti ini”

 

Lanjut ku dan tetap tersenyum “tahu kah kau inilah pertama kalinya kau tersenyum kepada ku” jawab heechul heran,tanpa aku sadari,selama ini heechul sudah kuanggap sebagai sahabat ku sendiri bukan sebagai malaikat pencabut nyawaku.

 

“heechul-ah setidaknya biarkan lah aku hidup hingga dinner-ku dan appa selesai” balas ku sambil tersenyum lalu meninggalkan heechul yang masih tidak percaya dengan ucapan ku tadi

 

~~~

 

KIM’S MAIN BALLROOM

LAST DINNER

7:12 PM

 

“jadi mengapa kita hanya berdua saja disini?” suara appa memecah keheningan,aku mengerutkan kening ku,tak mengerti ucapan appa barusan.

 

“kemana siwon,hankyung dan donghae?” aku langsung tersedak mendengar ucapan appa “appa tahu?” tanya ku terkejut tentu saja karna appa adalah orang yang tidak terlalu peduli pada hal-hal kecil seperti ini.

 

“ya,appa tau dari gaeul,semenjak kau pindah dari apartemen mu 2 bulan yang lalu appa selalu mengecek kondisimu lewat gaeul” jawab appa santai sambil menyuap daging asapnya

 

“jadi kemana mereka?” tanya appa lagi,sepertinya dia benar-benar penasaran tentang ini “aku sudah memutuskan mereka semua” jawabku sambil pura-pura terlihat tak peduli tapi sebenarnya aku ingin menangis jika mengingat kejadian pagi ini.

 

“aigoo…..jadi model hati appa ini,telah memutuskan mereka semua?” tanya appa dengan nada yang sedikit berlebihan “kudengar mereka sangat tampan,bagaimana bisa kau mentigai mereka?” goda appa

 

Yang membuat pipiku bersemu merah “appa!!” teriaku sebal “hahahaha ternyata anaku ini sudah pintar mempermainkan hati tiga pria tampan sekaligus” tawa appa bangga,oh ayolah appa bahkan ini bukan prestasi sama sekali—“

 

Appa selalu menganggap ku sebagai putri kecil kesayanganya grown-up bukanlah kata-kata yang appa senangi bahkan waktu photoshoot pertama ku,appa rela menunggui ku dan bilang kepada pimpinan agensiku “jika kau berani berbuat macam-macam pada putri ku maka kim’s group,akan menghancurkan agensi ini!”

 

Biarpun appa sedikit over terhadapku tapi aku sangant mencintainya appa lah yang membuat ku bertahan appa lah yang membuat ku menjadi gadis kuat sekuat gunung es,appa lah yang membuat ku tersenyum hingga saat ini dan

 

Appa lah kekuatan terbesar ku saat ini.

 

“yona-ah saat di new jersey appa bertemu ibu-mu” ucap appa nadanya mulai berubah serius “sudahlah appa aku sedang malas membahas ini” jawabku dingin sambil meneruskan suapan ku.

 

“yona,tapi kau harus mulai memaafkanya,bagaimanapun juga dia adalah omma mu” aku menghela nafas sebentar lalu menatap appa serius “appa ingat dia telah meninggalkan kita,dia telah meninggalkan kita disaat perusahaan appa sedang jatuh”

 

Jawabku serius,aku langsung merasakan mualnya perut ku saat mengucapkan itu  “appa yakin dia pasti mempunyai alasan yang kuat tentang ini” ucap appa nadanya seperti membela wanita itu “ya,alasanya adalah dia meninggalkan kita untuk pria western itu!!!!!!!”

 

Jawabku sinis sambil beranjak pergi. Samar-samar aku mendengar teriakan appa sebelum aku meninggalkan ballroom itu “yona,kau mau kemana?sebentar lagi kado natal mu akan datang!”

 

~~~

 

Aku menatap kosong ke arah jalan yang sepi sekali,ya pasti semua orang sedang merayakan natal bersama orang yang dikasihinya,aku jadi terpikir kembali kata-kata appa tadi,alasan yang kuat? cih aku  muak sekali mendengarnya.

 

Dulu aku memang sangat menyayanginya tapi sekarang aku sudah benar-benar membencinya “tidak menunggu sampai kado natal-mu datang?” ucap heechul tiba-tiba yang sudah duduk manis di jok sebelah ku.

 

“tidak tertarik” jawabku datar

 

“mungkin jika kau mengetahui isi kado-mu kau akan tertarik,tapi kau tak akan pernah tahu…..”

 

Ucapnya terputus

 

“selamanya…” lanjutnya pelan diikuti seringai evilnya.

 

 

-TO BE CONTINUE-

 

 

Hollla readers!!! Gimana part ini?makin garingkah?mianhee aku udah mendelep inspirasinya apalagi kalo mikirin rate komen ff ini yang semakin mendelep juga kaya otak author(?)

 

Lagi-lagi aku mau minta maaf kalo di setiap part tergolong pendek dan typo yang bertebaran seperti yang udah kubilang sebelumnya aku gabakat buat part panjang yang ada ceritanya malah makin geje dan komen makin seret(?)

 

Heechul: “OIYA MY LOPHLY READERS LEAVE SOME COMMENTS DONG BIAR GUE SEMANGAT JADI DEATH REAPER,gue udah rela-rela nih image gue dibuat seancur-ancurnya sama author geblek *digampar author*”

 

Donghae: “iya dong tinggalin komen pada ga kasian apa sama peran gue disini udah ditigain diputusin secara sepihak lagi bikin gue jiper aja,padahal dalam dunia nyata kan gue yang…………yahh you know me so well~ lah(?)”

 

Oke author stress anggep aja dialog yang diatas itu gaada hehehe peace^^V

 

By: the dreamer~hae

 

 

 

 

 


7 thoughts on “REAPER-PART SIX (second sight)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s