FF ORANGE JUICE [1S.S+Y.NC-21]


Kali ini sya minta dng hormat yg mau komen bwat ngasih rating ^^’ jd bgni cara mainnya :

setelah bca ff nya, sya mau klian kasih nilai… cra nilainya dng kasih bintang (*).

* (satu bintang) artinya ff ini tidak hot

** (2bintang) = biasa2 aj

*** (3bintang) = hot

**** (4bintang) = hot banget

***** (5bintang) = super duper mega sangat hot sekali.

contohnya :

** wahh lumayan ini ff~

jd kasih bintang di awal komennya … gcu ^^ mengerti anak2??? *dlempar bom buku

mohon kerjasamanya ^^

#

“Ayo kita tinggal bersama” seorang pria bertanya dengan santai sore itu dibawah terik sore.

“Mwo?” seorang wanita yang duduk tepat disampingnya terlihat kaget. Waktu terasa tiba-tiba terhenti. Udara sore yang tercium seperti tanah yang kering dan sedikit dingin, dilihatnya wajah pria itu. Tersorot sedikit cahaya matahari kuning, dan angin yang meniup lembut rambut pria itu.

“Iya~ kau tidak usah kembali ke apartemen tuamu itu. Kau tinggal bersamaku saja, di apartemenku“

“Tapi….“

“Sudahlah~ ayo kita kemasi barang-barangmu“ ucap pria itu sambil menarik tangan sang wanita masuk kedalam mobil mewahnya.

Kim Jaejoong dan Hwang Yael, sudah hampir satu tahun mereka menjadi sepasang kekasih. Sekolah di universitas yang sama tambah membuat keduanya semakin dekat. Keduanya hidup di Seoul untuk belajar, yang jauh dari rumah.

##

“Apa tidak apa-apa? Aku takut orang tua mu tau tentang ini“ tanya Yael sedikit bingung memasuki ruang apartemen Jaejoong yang sangat luas itu.

“Aish~ sudahlah~ cepat bereskan barang-barangmu itu“ jawab Jaejoong kesal sambil mengambil paksa tas yang dibawa Yael.

“Kau yakin hanya membawa ini saja?“ Tanya Jaejoong menunjuk tas berukuran sedang berwarna merah yang dipegangnya itu.

“Iya~ hanya itu barang-barang yang kupunya. Kau kira semua barang yang ada di apartemenku itu layak untuk dibawa kesini? Pasti hanya akan terlihat seperti sampah” ucap Yael sambil melihat kesekeliling ruangan. Jaejoong hanya terdiam mendengarnya, dia tau keadaan ekonomi keluarga Yael. Tujuan Yael tinggal jauh dari rumahnya hanya untuk meringankan beban orang tuanya, bukan seperti Jaejoong yang ingin tinggal jauh dari orang tuanya hanya karena dia tidak suka diatur, dan tidak suka hidup bersama orangtua yang menyebalkan.

“Dimana kamarku?” Tanya Yael

“Disana~” Jaejoong menunjuk sebuah pintu.

“Oh. Dan kamarmu?” Tanya Yael lagi.

“Disana~“ jawab Jaejoong lagi sambil sibuk merapihkan isi tas Yael

“Mwo?! Disana mana? Hanya ada satu pintu kamar?!“ Tanya Yael kaget hingga terdengar seperti berteriak.

“Lalu? Kau pikir aku membawamu kesini hanya untuk tidur disofa?”

“Jadi… kita satu kamar?! Apartemen mewah sebesar ini hanya punya satu kamar?!” mata Yael terbelangak tidak percaya.

“Ya! Sudah jangan cerewet! Kalau kau tidak mau, aku akan tidur disofa nanti malam” ujar Jaejoong kesal.

“Tidak usah~ aku saja yang tidur disofa. Lagipula ini apartemenmu.” Jawab Yael pasrah. Jaejoong terdiam, ‘dasar gadis keras kepala’ gumamnya dalam hati.

#Malam hari

“Kau yakin ingin tidur disini?” Tanya Jaejoong melihat Yael yang sedang sibuk merapihkan selimutnya di atas sofa panjang itu. Yael tetap sibuk berpura-pura tidak mendengar ucapan Jaejoong barusan.

“Kau tidak ingin tidur dikamar? Bersama ku?“ goda jaejoong dengan tatapan nakal.

“Ya! Pergi tidur sana!“ Yael berteriak kencang dan hampir melempar bantal besar yang ada ditangannya. Jaejoong kaget dan berlari kencang masuk kekamar.

“Aish~ padahal aku sudah membeli kasur besar ini“ eluhnya sambil meloncat tidur diatas kasur besar dan empuk itu. Jaejoong tertidur pulas dengan cepat.

Tengah malam itu mereka berdua tertidur pulas. Jaejoong yang terlihat sangat lelap tiba-tiba terbangun karena suara ribut dari ruang tengah apartemennya. ”Apa itu?“ bangunnya dari tidurnya. ’Seperti suara pecahan kaca~’ pikirnya dalam hati. Jaejoong bangun dari kasur dan beranjak keluar kamar. Dia menatap ruangan yang sudah gelap itu dengan tatapan aneh. Dinyalahkannya lampu.

“Yagghsh. Dasar wanita ini“ Jaejoong menatap vas kaca yang hancur karena terjatuh dari meja. Dilihatnya Yael yang tertidur lelap dengan posisi aneh dilantai. Posisi yang jauh berbeda dari posisi awal tidurnya yang rapih diatas sofa.

“Ya! Yael-sshi! Bangun! Kau ini tidur saja bisa memecahkan vas bunga dan masih tertidur?!“ Jaejoong berteriak sambil menendang kaki Yael berulang-ulang.

“Ya! Yael-sshi~“ ucap Jaejoong lagi. Tapi Yael masih saja tidak bergerak sama sekali.

“Aish~“ Jaejoong kesal. Untuk sesaat Jaejoong menatap wajah yael yang terlelap itu dengan serius. Dilihatnya wajah Yael yang terlihat sangat lelah namun masih terlihat cantik dalam waktu yang sama. Jaejoong tak tega meninggalnya tidur dengan posisi seperti itu sendiri dilantai yang dingin. Di angkatnya tubuh langsing Yael ke dalam kamarnya. Jaejoong menaruh tubuh Yael tepat dikasur besar miliknya dan mengusap keningnya lembut. Jaejoong tersenyum kecil melihat kekasihnya yang keras kepala itu sejenak. Sampai saat ini, Jaejoong masih mempertanyakan kenapa dia bisa menyukai seorang wanita keras kepala yang bodoh itu. Dia tidak terlalu cantik untuk menjadi pasangan Jaejoong, tubuhnya juga tidak setinggi dan sesempurna wanita lain. Rambutnya bergelombang terurai panjang dan agak berantakan. Dia tidak pintar, tidak kaya, dan juga tingkahnya sangat menjengkelkan. Jaejoong sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu di kampus, menurutnya, kepolosan dan kesederhanaan Yael lah yang membuatnya tergila-gila. Yael adalah cinta pertama Jaejoong. Tak lama, Jaejoong tertidur pulas disamping Yael.

#Pagi hari

“haahh~ empuk sekali kasur ini“ gumam Yael dalam tidurnya. Yael membuka sebelah matanya terbangun. ’Tunggu dulu’ Yael terbangun dari tidurnya dan terduduk tegak diatas kasur.

“Mwo-ya! Kenapa aku bisa tidur disini?!“ teriak Yael membangunkan Jaejoong.

“Aish~ pagi-pagi sudah berteriak saja kau ini“ ujar Jaejoong kesal sambil menutup wajahnya dengan selimut.

“Ya! Kim Jaejoong! Apa yang kau lakukan semalam?!“ Yael berteriak tanpa henti sambil menarik selimut putih itu.

“Mwo? Kau tanya apa yang kulakukan semalam?! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Apa yang kau lakukan dalam tidurmu semalam sampai-sampai kau menghancurkan vas bunga ku?! Aish~ lagipula siapa yang bernafsu melihat tampangmu itu~“ Jaejoong kesal dan kembali tertidur.

“Aish~ Ya! Cepat bangun! Kita harus ke kampus sekarang~“ Yael menarik selimut yang membungkus Jaejoong lagi.

“Iya~ kau siap-siap dulu~ nanti aku menyusul“ ujar Jaejoong.

#

“Kau sedang apa?“ tanya Jaejoong melihat Yael sibuk dimeja dapur.

“Kau tidak bisa lihat? Aku sedang membuat sarapan“ jawab Yael.

“Haahhh…~ aku masih mengantuk~“ eluh Jaejoong seraya melepas tubuhnya dipundak Yael dari belakang.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!“ teriak Yael kaget.

“Hhhmmm… aku bilang aku masih mengantuk~“ ucap Jaejoong sambil memeluk pinggang Yael erat dengan kepalanya yang terkapar diatas pundak Yael.

“Aish~ kau ini! Cepat lepaskan~“ Yael memberontak. Tapi Jaejoong malah semakin erat memeluk Yael dari belakang.

“Tidak mau~ aku mau melepaskanmu!“ jawab Jaejoong manja.

“Ya!“ Yael berusaha membalikkan tubuhnya kuat, tapi apa daya, tubuh Jaejoong terlalu kuat untuk dilawan. Yael tidak bisa diam, ia terus menggerakkan tubuhnya menggeliat.

“Ah!“ Tak sengaja Jaejoong menginjak sandal tidur putih yang Yael pakai ,mereka berduapun terjatuh kelantai dan menjatuhkan kotak minuman jus jeruk. Dengan posisi Yael terkapar dilantai dan Jaejoong diatas tubuhnya, mereka berdua mematung seketika. Wajah mereka hanya beberapa senti saja. Nafas Jaejoong yang lembut sangat terasa diwajah Yael, yang membuatnya tak berkutik dan sedikit merinding.

Jaejoong mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit. Diciumnya bibir mungil Yael yang merah itu dengan lembut. Ciuman itu sedikit terasa kaku. Mungkin karena mereka berdua sangat jarang melakukan hal itu. Tapi tidak setelah Jaejoong membuka mulutnya dan mulai menjilati kedua belah bibir Yael yang tertutup. Yael menutup matanya keras tanda kagetnya yang melanda. Jaejoong terus menjilatinya tanpa ampun, yang membuat Yael terangsang dan mulai membuka mulutnya juga. Dalam sekejap mereka berdua sudah saling menghisap bibir masing-masing dengan bergairah. Jaejoong bermain dengan lidah lembutnya dan terus menjilati rongga mulut Yael dan menghisap lidahnya. Yael yang sejak tadi hanya berdiam diri, mulai membalas ciuman Jaejoong. Dihisapnya bibir atas Jaejoong yang merekah dan terus dilahap. Mereka berciuman sampai tak sadar air liur mereka yang telah mengalir deras dirahang mereka. Jaejoong bergerak ke leher Yael, dijilatnya sekujur leher itu dengan cepat.

“hhhmmm…” desah Yael merasakan benda merah tak bertulang itu bergerak dikulit lehernya.

Tangan Jaejoong yang kuat mulai merambat ketubuh Yael. Pertama, dirabanya pinggang Yael dan kemudian masuk kedalam baju yang dipakai Yael saat itu. Yael menggeliat geli, yang membuat tubuh Jaejoong terangsang akibat liukan itu. Jaejoong membuka telapak tangannya yang besar dan merauk meremas payudara Yael.

“Sshh.. hhmmm…“ desis Yael merasakan telapak tangan Jaejoong yang kuat. Jaejoong terus meremasnya tanpa henti sambil terus menjilati leher Yael.

“Akkhhh~ jangan terlalu keras~ enghh“ Yael medesah keras kesakitan.

Jaejoong tak sabar dan membuka baju Yael paksa. Dilihatnya bra yang menghalangi dua buah payudara Yael yang besar. Jaejoong melepaskan pengait bra Yael. Jaejoong tambah bernafsu melihat benda yang selama ini dia angan-angankan. Dilahapnya puting kiri Yael hingga memerah dengan satu tangan lagi bermain dengan yang kanan.

“Ouuhh~ ahhh… hhhmm…” Yael tidak bisa menyembunyikan kenikmatan itu. Jaejoong membuka kaki Yael lebar-lebar dan mendorongnya agar bergesekkan dengan junior Jaejoong. Jaejoong terus menggerakkan pinggulnya sehingga Yael dapat merasakan juniornya yang sudah mengeras. Dibukanya kancing celana Yael yang disertai tangannya yang nakal. Jaejoong mencari-cari lubang kecil itu, dan memasukkan satu jarinya.

“Ahhh~” Yael mengerang. Jaejoong memasukkan lagi satu jarinya dan menjepitkannya dikemaluan Yael. Jaejoong menggerakkan dua jarinya keluar masuk dengan cepat.

“Aaakkhhh~… hhhmmm…“ desah Yael panas. Merasa belum puas, Jaejoong mengambil kotak jus jeruk yang terjatuh dilantai. Dituangkannya sisa jus jeruk itu diatas seluruh tubuh Yael.

“Apa yang kau lakukan? Dingin~ Aahhh…~“

“Aku ingin membuatnya terasa lebih nikmat“ jawab Jaejoong dengan tatapan nakal yang membuat Yael terpana. Ide nakal itu langsung dilakukan Jaejoong, dijilatinya sekujur tubuh Yael dan menghisap jus jeruk itu hingga bersih.

“Aahhh~ Hhmm“ Yael merasa kedinginan karena jus yang baru keluar kulkas itu ada dikulitnya, sekarang dia merasakan lengket dan nikmat disekujur tubuhnya. Dijambaknya rambut jaejoong kuat tanda tak sabar. Jaejoong terus menghisapnya sambil menggesekkan juniornya dikemaluan Yael yang masih terbungkus itu. Terlalu lama, Jaejoong merasa tidak kuat, dibukanya seluruh celana yang melekat di Yael dan dirinya.

“Jangan~“ ucap Yael takut. Terpampang jelas junior Jaejoong yang membuatnya mati ketakutan saking besarnya junior itu terlihat.

“Tenang saja~“ Jaejoong mencoba menenangkan Yael dan beraksi. Dengan pelan Jaejoong memulai dengan memasukkan ujung juniornya.

“Aaahh…uughh…~“ Jaejoong terus mendorongnya dengan pelan.

“Jangan Jaejoong-ah~ hhhnngg…” eluh Yael. Tapi Jaejoong mengabaikan larangan itu dan terus menggoyangkan pinggulnya lembut.

“Ouughh…~ Jangan! Ugghh…” Yael terus mencoba menolak dan mendorong lengan kekar jaejoong yang terpajang disamping tubuhnya.

“Tenang yael-sshi~ semua akan baik-baik saja~” ujar Jaejoong sambil terengah-engah dan terus mendorong juniornya. Gerak jaejoong makin kencang.

“Jangaann~ ku mohon~ Oughhh… Aakkhh~” Yael menangis meneteskan air matanya dan mengalihkan pandangannya. Lagi-lagi Jaejoong mengabaikannya. Desahan itu malah membuat Jaejoong mempercepat gerakannya hingga mereka berkeringat. Payudara Yael yang besar bergerak semakin kencang mengikuti dorongan junior Jaejoong.

“Ahh.. uhh..” desah Jaejoong menambah kecepatan.

“Hentikaann~ Aakkhhh… uugghhh…“ Yael tidak bisa lari dari keadaan nikmat itu dan menggenggam lengan Jaejoong keras saking cepatnya Jaejoong menusuk.

“Jaejoong-ah! Aaahhh… hhhmmm…“ tiba-tiba Yael menampar wajah Jaejoong dengan keras yang membuatnya berhenti seketika. Jaejoong terpaku kaget dan mengeluarkan juniornya. Dia terduduk melihat Yael yang menangis tak henti.

“Yael-sshi~ maaf~“ ucap Jaejoong lemas melihat Yael. Yael hanya terdiam sambil terus menangis tak berani melihat Jaejoong yang merasa bersalah itu.

“Aku tidak bermaksud menyakitimu~ maafkan aku“ Jaejoong meminta maaf lagi dan mencoba memeluk Yael. Tapi Yael menolak tangannya, mengambil pakaiannya yang berserakan dan masuk kekamar.

Yael terus menangis didalam kamar mandi. Perasaan Yael sebenarnya sangat mencintai Jaejoong, tapi bukan begitu caranya. Dia hanya ingin hubungan mereka terjaga. Yael terlalu polos dan lugu untuk melakukan hal gila seperti itu. Dia belum siap menghadapi keadaan yang seharusnya dia tidak rasakan.

“Yael-sshi~ aku minta maaf. Kau baik-baik saja? Aku akan pergi ke kampus sekarang. Kau lebih baik istirahat dirumah“ ucap Jaejoong sambil mengetuk pintu kamar dan pergi.

#

Sesampainya dikampus, Jaejoong hanya termenung. Dia memikirkan keadaan Yael. Dalam hati Jaejoong, dia sangat merasa bersalah. Seandainya dia bisa menghentikan nafsunya tadi pagi, pasti ini semua tidak akan terjadi. ’Mungkin Yael terlalu kaget dengan peristiwa tadi. Atau mungkin dia tidak menyukaiku?’ pikir Jaejoong dalam hati. ’Mungkin~ sepertinya dia tidak menyukaiku. Kalau diingat-ingat Yael tidak pernah mengatakan cinta kepadaku. Seharusnya aku tau lebih awal’ pikirnya lagi sedih. Pikiran-pikiran aneh tak hentinya lewat di otaknya.

“Ah~ maaf“ ujar Jaejoong menabrak seorang pria ditengah jalannya menuju parkiran.

“Iya~“ jawab pria itu melirik Jaejoong sepintas. ’tunggu dulu’ pikirnya aneh menghentikan langkahnya.

“Kim Jaejoong?“ panggilnya. Jaejoong membalikkan badannya seraya melihat pria itu aneh.

“Nde?” tanyanya kebingungan.

“Kim Jaejoong! Kau tidak mengenaliku?!“ ujarnya lagi menunjuk wajahnya yang sedang tersenyum sendiri itu.

“O! Jung Yunho! Yunho-sshi!“ ujar Jaejoong dan memeluk pria itu sambil menepuk-nepuk punggungnya. Kedua teman semasa SMA itu berpelukan bak saudara.

“Aashhh~ sudah lama kita tidak bertemu! Bagaimana kabarmu? Kau terlihat merenung” Tanya Yunho sambil tersenyum lebar.

“Ahh.. tidak apa-apa~ aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?”

“Tentu saja baik-baik saja. Kau kuliah dikampus ini?” tanya Yunho menunjuk gedung kampus.

“Iya~ aku kuliah disini. Kau?“

“Yaaggh~ sudah kuduga kita memang bernasib. Aku baru saja pindah kekampus ini. Sepertinya Seoul tempat yang cocok.“ Ucap Yunho gembira.

“Hwah! Tidak kuduga kita bisa bertemu disini. Kau tinggal dimana?“

“Aku sedang mencari tempat tinggal. Aku baru saja datang dari Seongjuk. Dan baru akan mencari tempat tinggal sore ini.“ Jawabnya.

“Sekarang sudah mulai senja. Lebih baik kau menetap di apartemenku saja sementara, bagaimana?“ tanya Jaejoong menepuk pundak Yunho.

“Mwo? Benarkah?“ tanya Yunho kaget.

“Iya~ ayo cepat masuk kemobil” ajak Jaejoong.

#

“Wah~ apartemenmu besar sekali. Kau tinggal sendiri disini?” Tanya Yunho dengan wajahnya yang terkagum-kagum melihat sekeliling apartemen. Belum sempat Jaejoong menjawab, langkah kaki mereka berdua terhenti melihat sosok wanita yang ada dihadapan mereka. Yael yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk putih pendek tersedak kaget. Mereka bertiga mematung sangat aneh. Yael mengedipkan matanya yang terbuka lebar dan lari terbirit-birit masuk kedalam kamar.

“Aish! Dasar bodoh!“ eluh Yael malu sambil mendempetkan tubuhnya kepintu.

“Ah! Ahahaha~ sudah kau tidak usah hiraukan yang tadi. Ayo duduk~ anggap rumah sendiri“ Jaejoong tertawa dengan tampang yang terpaksa tersenyum sambil mempersilahkan Yunho yang masih belum sadar bahwa dia baru saja melihat wanita yang hampir telanjang.

“Jadi~ ternyata kau tidak tinggal sendiri?“ tanya Yunho sedikit kecewa.

“Tidak apa-apa. Dia kekasihku. Kau tidak usah merasa terganggu“ jawab Jaejoong menuangkan secangkir teh.

“Tunggu sebentar, aku akan memperkenalkanmu.“ Jaejoong beranjak dari sofa dan pergi ke kamar.

’Bukan ini yang kuharapkan’ gumam Yunho dalam hati menundukkan kepalanya.

“Yael-sshi~ ayo cepat keluar. Aku ingin memperkenalkanmu“ ujar Jaejoong sambil duduk dikasur. Yael terdiam menutupi tubuhnya dengan selimut besar.

“Tidak mau!“ jawab Yael menyembunyikan kepalanya kedalam selimut.

“Aish~ kau tidak mau makan malam?“ tanya Jaejoong lagi.

“Baiklah~ aku menunggumu dimeja makan“ ujar Jaejoong keluar kamar.

#

“Bagaimana kabar orang tua mu? Mereka baik-baik saja kan?“ tanya Yunho sambil menyendok sup.

“Iya~ dia baik-baik saja. Sepertinya kau masih suka dengan sup lobak buatanku?” Tanya Jaejoong sambil tersenyum.

“Ah! Ahaha~ tentu saja!” jawab Yunho tertawa. Tak lama Yael keluar dari kamar dan duduk diruang makan. Suasana yang gembira barusan berubah drastis menjadi kaku. Ketiga orang itu seperti tiga orang tak saling mengenal yang makan malam bersama. Beberapa detik mereka terdiam aneh.

“Ah! Perkenalkan, ini Yael. Yael-sshi, ini Yunho~ sahabat SMA ku dulu. Kami dulu sangat akrab” ucap Jaejoong memecahkan suasana aneh itu.

“Senang berkenalan dengan mu” ujar Yunho seraya mengulurkan tangannya ingin berjabat. Tapi Yael hanya membungkukkan sedikit lehernya dan mengacuhkan tangan Yunho. Lirikan kecil Yael membawa bencana. Tatapan Yael yang mengarah ke Yunho membuatnya sedikit terpesona. ’Kulitnya coklat sekali~ matanya besar, dan terlalu baik’ pikir Yael. Suasana aneh kembali terjadi.

“Ah~ ahahaha ayo kita lanjutkan makannya!” lagi-lagi Jaejoong mencoba menghilangkan suasana aneh.

#

“Kau yakin ingin tidur disini lagi?“ Tanya Jaejoong. Yael terdiam membereskan selimutnya di atas sofa.

“Aish~ yasudah” Jaejoong meninggalkan Yael yang sudah berpura-pura terlelap itu.

“Apa tidak apa-apa aku tidur disini? Sepertinya aku sangat merepotkan kalian” ujar Yunho.

“Tidak apa-apa~ kau ini! masih saja merasa kaku denganku” jawab Jaejoong melempar bantalnya.

Yunho tersenyum dalam hatinya. Sejak SMA dia memendam rasanya terhadap Jaejoong. Pertemuannya sore tadi bukanlah suatu kebetulan. Sudah satu tahun Yunho mencari keberadaan Jaejoong. Selama ini dia bersabar terlalu lama, kali ini Yunho berfikir untuk tidak akan melepaskan Jaejoong.

Malam itu mereka bertiga seharusnya tertidur lelap, tapi tidak seperti harapan. Yael yang tidak bisa tidur karena otaknya selalu memutar kejadian saat ia keluar kamar mandi dan makan malam tadi. ’Seharusnya aku tidak memikirkan pria itu seperti ini~’ gumam Yael dalam hati sambil memukul kepalanya dengan bantal.

Yunho yang masih membuka matanya lebar, tidak bisa tidur karena ada Jaejoong disampingnya. Suasana dimana mereka tidur satu kasur adalah suasana yang dia impikan selama ini. Jantungnya bergetar kencang mencoba menghilangkan pikiran aneh yang terus terlintas di otaknya.

Jaejoong yang masih terpikirkan perasaan Yael saat ini. ’Pasti dia semakin marah padaku’ pikir Jaejoong. Dia membuka telepon genggamnya dan mengetik pesan pendek untuk Yael.

’Apakah kau sudah tidur? Kau masih marah kepadaku?’ ketik Jaejoong

’Jangan ganggu aku. Pesanmu ini yang membuatku tidak bisa tidur’ balas Yael

’Lebih baik besok kau tidur dikamar saja. Nanti kau sakit tidur disofa itu’

’Kenapa kau membawa temanmu itu?’ tanya Yael tiba-tiba. Yael sedikit menyesali kenapa kekasihnya itu membawa seorang pria yang membuatnya menjadi suka.

‘Dia sedang kesusahan, tidak punya tempat tinggal. Aku harap kau mengerti.’ Balas Jaejoong lagi

’Oh.’ Jawab Yael singkat

’Maafkan aku soal tadi pagi. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk melakukannya. Aku hanya terbawa suasana. Yael-sshi~ apakah kau mencintaiku?’ ketik Jaejoong panik. Jaejoong mengetik pesan itu dengan tangan yang sedikit berkeringat.

Seketika wajah Yael termenung membaca pesan itu. Yael tidak tau harus membalas dengan kata-kata apa. Persaannya saat ini seperti hambar. Jaejoong sangat menyayanginya, tapi Yael terlihat santai dan seperti tidak terjadi apa-apa. Yael menggigit bibir bawahnya sedikit. Dia mengacuhkan pesan itu dan kembali mencoba tidur. ‘Ini salahmu Jaejoong~ kenapa kau membawa pria itu’

#

Dengan tangan kekarnya, Yunho meraih junior Jaejoong yang sudah menegang. Dihisapnya dengan sekuat tenaga.

“Aaakkhh~ hhmm…” Jaejoong mengerang menikmati layanan Yunho.

“Terus Yunho-ah~ aaakkhhh~” Yunho terus menghisap junior Jaejoong yang panjang itu hingga urat-urat birunya terpampang jelas. Tangan Yunho beralih ke twinball Jaejoong dan meremasnya keras.

“Ouugghhh! Aaakkhh… ahh…” Jaejoong berteriak tanpa henti ketika Yunho terus memainkan twinballnya dengan kasar. Tak henti, Yunho mengangkat kaki Jaejoong dan membukanya lebar-lebar. Dimasukkannya jari telunjuknya kelubang Jaejoong. Digesekkannya dengan cepat, dan memasukkan lagi jari-jarinya yang lain.

“Aakh~ Yunho-ah~ hhhnng..~ hhmm” Jaejoong menahan sedikit sakit dari gerakan jari-jari Yunho itu. Lubang jaejoong terlihat memerah dan sedikit terbuka. Dengan tidak sabar Yunho memasukan junior besarnya dengan susah payah.

“Ahh… sakit~ hhmm… Yunho-ah~ ougghh” Jaejoong meringis kesakitan.

“Tenang Jaejoong-ah~ sebentar lagi kau akan merasakan nikmat” Yunho mengenjotkan pinggulnya pelan.

“Akkhh~ aahh…~ ough” Jaejoong berdesah nikmat. Yunho makin bersemangat dan mempercepat geraknya.

“Aaahhh… terus Yunho-ah~ teruusss… Aaakkhhh” Jaejoong terlalu menikmati.

“Yunho~ Yunho-akkhh~” Jaejoong terus mengucapkan nama Yunho tanpa henti.

“Ya! Yunho-ah! Bangun~ sudah siang!” suara Jaejoong parau terdengar. ’Mimpi?! Jadi barusan mimpi?’ Yunho kaget dan membuka matanya lebar-lebar.

“Ayo cepat bangun~“ ucap Jaejoong

“Ah~ iya” Jawab Yunho kegok dengan muka yang memerah.

“Kau ini mimpi apa? Sampai berkeringat seperti itu.” Tanya Jaejoong aneh sambil mengusap keringat yang ada didahi Yunho. Yunho kaget setengah mati ketika Jaejoong mengusap keringatnya. Bukannya keringat itu hilang, malah menambah keringat yang keluar.

“Ah~ tidak… hanya mimpi buruk” jawab Yunho menggaruk kepalanya. Wajahnya merah bukan main. Karena kaget dan malu, Yunho dengan cepat beranjak dari kasur.

#

Pagi itu Yael terbangun dengan mata yang masih berat untuk terbuka.

“hooaamm“ Yael menguap kencang dan masuk ke dalam toilet. Yael duduk di atas toilet sebentar. Matanya yang masih sangat berat itu tiba-tiba terbuka lebar. ’Suara apa itu?’ tanyanya dalam hati dan menengokkan badannya kearah bath tub shower.

’Ommo!’ kaget Yael dalam hati. Matanya terbelangak hampir keluar melihat Yunho yang sedang mandi diatas bath tub. Kain penutup bath tub yang basah dan berembun itu terbuka sedikit. Mungkin Yunho tidak menyadari kalau Yael telah masuk ke kamar mandi, tapi tampang Yael seperti melihat hantu. Yunho yang berdiri sambil membasuh kepalanya, telanjang bulat didepan mata Yael. Untung saja Yunho membelakangi Yael, sehingga Yael tidak melihat keseluruhan.

‘Ya Tuhan~’ Yael menyadarkan diri sendiri dan berlari dengan gerakan mengendap-endap keluar kamar mandi. Wajah Yael ketakutan bak dikejar pembunuh. Yael tidak tau harus kemana bersembunyi, ia lari ke dalam kamar Jaejoong.

“Aish!“ eluh Yael memukul kepalanya sendiri

“Yael-sshi~ kau kenapa?“ tanya Jaejoong bingung ketika melihat wajah Yael yang sangat ketakutan dan aneh.

“Ah~ tidak apa-apa!” Yael menyadari tempat bersembunyinya sekarang bahkan lebih parah. Yael keluar dari kamar dengan cepat. Saking cepatnya, Yael tidak melihat kedepan, ditabraknya Yunho yang baru saja keluar kamar mandi. Yael terjatuh kelantai dengan posisi kaki yang terbuka lebar. Kakinya terlalu lemah untuk menopang tubuhnya sekarang. Apa yang dilihat Yael saat itu adalah seorang Yunho yang basah dari ujung kepala hingga ujung kaki, dibalut dengan dua handuk putih yang melingkar dipinggang sampai dengkulnya, dan dilehernya. Yael tidak bisa berkedip. Matanya tertuju kepada junior Yunho yang tertonjol dari balik handuk, tepat didepan matanya.

“Yael-sshi, kau tidak apa-apa?” tanya Yunho bingung sedikit membungkuk. Yael menelan ludah, wajah Yunho yang sedikit lembab itu sangat dekat kelihatannya, membuat Yael hampir menjatuhkan jantungnya sendiri. Yael baru akan membuka mulut untuk menjawab, tapi terdengar suara pintu terbuka.

“Ya! Yael-sshi! Kenapa kau?” Jaejoong tiba-tiba keluar dan melihat Yael yang terjatuh dalam posisi duduk didepan Yunho yang setengah telanjang.

“Dia terjatuh tadi” jawab Yunho dan masuk kedalam kamar.

“Aish~ Kau ini. Cepat bangun” ucap Jaejoong dan membantunya berdiri. Wajah Yael terlihat seperti masih belum sadar.

#

“Ya! Yael-sshi~ cepat makan sarapanmu~ kita harus pergi kekampus. Aish. Kau ini makan lama sekali” ujar Jaejoong membangunkan lamunan Yael. Yael terbangun, dan mulai menyendok makanannya lagi. Yael tidak bisa memalingkan lirikan-lirikan kecilnya yang terus tertarik kearah Yunho yang sedang makan. Yunho yang sedang asik makan mengambil segelas jus jeruk dan meminumnya. Terluap sedikit jus jeruk itu keluar dari mulut Yunho dan mengalir dirahang dan lehernya, yang membuat Yael tidak mengedipkan mata. Yael menelan makanan yang dikunyahnya dengan susah payah melihat pemandangan itu. Dia teringat bokong sexy Yunho yang dia lihat tadi pagi. Air yang mengalir disekujur tubuhnya yang berbentuk ketika ia mandi, wajah yang lembab dan kecoklatan, bibir tebalnya yang merah ketika berbicara dan tersenyum. Semua itu telah membuat Yael gila.

“Yael-sshi~ kau kenapa melamun terus dari tadi?” tanya jaejoong melihat kekasihnya itu dalam mobil menuju kampus.

“Tidak apa-apa” jawab Yael singkat dan memalingkan wajahnya keluar jendela

“Kau masih marah denganku?” Tanya jaejoong lagi.

“Sepertinya kalian sedang banyak masalah?“ tanya Yunho. Dalam hatinya, ia merasa seperti teriris pisau tajam. Sakit dan terlalu pedih, tapi semuanya harus terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Itu sangat sulit untuknya.

“Ah~ tidak apa-apa. Hanya masalah biasa” jawab Jaejoong sambil tesenyum kecil.

“Ayo~ kita sudah sampai kampus” ajak Jaejoong mematikan mesin mobilnya.

Mereka bertiga keluar mobil. ‘Tak seperti biasa, wanita-wanita yang biasanya melihat kearah kami lebih banyak daripada biasanya’ gumam Yael bingung dalam hati. Dia terus melihat aneh seluruh wanita yang lalu lalang didepan mereka, seperti terdapat bunga-bunga dan bintang dimata mereka. ‘Cih~ lucu sekali mereka itu!’ pikir Yael. Jaejoong dan Yunho berjalan berdua didepan, sedangkan Yael berjalan aneh dibelakang kedua pria menawan itu.

“Wah. Sepertinya dia mahasiswa baru. Tampan sekali! Aku suka” bisik seorang wanita dibelakang Yael, yang membuat Yael menengok karena kaget. ‘Pasti mereka sedang membicarakan Yunho’ pikir Yael sedikit panas.

“Mereka berdua tampan sekali~ aku ingin memiliki mereka berdua~” bisikan-bisikan mengesalkan itu terus melewati kupingnya.

‘Aish!’ Yael kesal dan berjalan menabrak pundak Jaejoong dan Yunho yang berada didepannya.

“Ada apa dengan wanita itu? aneh sekali” gumam Jaejoong menaikkan satu alis matanya.

#

“Sebernarnya kau kenapa?” Tanya Jaejoong sedikit mendesak. Yael hanya terdiam membuang tasnya keatas sofa dengan muka masam.

“Yael! Jawab pertanyaanku!” teriak Jaejoong menarik lengan Yael. Yael sangat kaget dengan perlakuan kasar itu. Dia melihat Jaejoong dengan tatapan beda.

“Aku sudah minta maaf~ apa sebenarnya yang kau inginkan?” Tanya Jaejoong dengan nada tinggi. Yael menyingkirkan genggaman tangan Jaejoong dari lengannya. Tapi Jaejoong tidak selemah itu, ditangkap lagi lengan Yael. Kali ini lebih keras, Jaejoong melemparkan tubuh Yael kepintu apartement.

Seorang pria yang hendak menggenggam gagang pintu untuk masuk dari luar terhenti tiba-tiba saat mendengar pintu terdorong kencang dari dalam. Pria itu menatap gagang pintu dengan tatapan kosong dan menunduk.

Yael hanya bisa menatap mata Jaejoong parau tanpa ekspresi. Jaejoong yang matanya mulai memerah hanya menghela nafas keras.

“Apa kau tidak mencintai aku lagi?“ tanya Jaejoong dalam. Lagi-lagi Yael terdiam.

“Jawab pertanyaanku“ ucap Jaejoong pelan. Yael masih hanya memandanginya tanpa suara yang keluar.

“Jawab!” teriak Jaejoong sambil memukul pintu apartemen. Yael tetap terdiam. Dalam hatinya, ia tidak tau harus berkata apa. Karena memang tidak ada kata-kata yang bisa dia katakan. Yael hanya merasa galau dan kebingungan, disaat seperti ini dia tidak bisa memaksa otaknya untuk berfikir dan menjawab semua pertanyaan Jaejoong yang menyakitkan.

Jaejoong yang menunggu terlalu lama, merasa terabaikan. Dengan kasar Jaejoong mencium paksa Yael. Yael terus menolak dengan terus mendorong paksa Jaejoong. Tapi tangannya terlalu lemah, Jaejoong menggenggam wajah Yael dengan kedua tangannya kuat. Yael tidak bisa bergerak sama sekali dalam posisi itu. Yael panik, kali ini dia mendorong Jaejoong lebih kuat hingga Jaejoong melepaskan bibirnya. Yael mengalirkan beberapa tetes air mata dihadapan Jaejoong yang terkapar dilantai.

Diluar pintu apartemen, pria yang tidak lain adalah Yunho itu, menundukkan kepalanya sambil berjalan menjauh. ‘Aku harus tetap mendapatkan Jaejoong. Sudah terlalu lama aku menunggu’ Yunho menguatkan dirinya lagi.

Yael berlari keluar apartemen meninggalkan Jaejoong yang tertunduk lemas. Jaejoong tidak bisa menahan emosinya. Setetes air mata keluar dari matanya tanpa sadar. Ia seperti mengetahui perasaan Yael yang sebenarnya.

Jaejoong yang sangat menyangi Yael merasa terbuang. Hubungan yang selama ini ia jaga dan rawat hati-hati menjadi mengecewakan. Sangat diluar dugaan Jaejoong. Usahanya selama ini seperti tidak bernilai. Sekuat mungkin Jaejoong mengabaikan semuanya demi mendapatkan Yael. Tapi…

“Kenapa seperti ini?“ ucap Jaejoong memukul lantai.

#

Yael menuang bergelas-gelas soju disebuah tempat makan pinggir jalan. Tujuannya untuk mabuk hanya untuk melupakan sejenak dua pria yang sedang ada di otaknya itu. Dilain sisi, ia tidak bisa menutupi perasaannya terhadap Yunho. Tapi, perasaannya terhadap Jaejoong masih belum bisa dijelaskan. Terkadang dia merasa sedikit kesal bila Jaejoong melihat wanita lain. Terkadang dia juga merasa aneh bila tidak ada Jaejoong. Tapi ketika ada Jaejoong, semuanya terasa semakin membingungkan. Yael terlalu bodoh untuk menterjemahkan semua keadaan itu. Yang dia sesalkan, kenapa dia terlalu penakut dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan semua ini.

Yunho berjalan entah kemana sambil melihat ketanah. Tatapannya kosong. Tapi tidak ketika ia melihat wanita yang sedang berjalan tak lurus seperti sedang mabuk. ’Yael?’ Yunho menegakkan kepalanya dan berjalan mendekat.

“Yael-sshi! Kenapa kau mabuk seperti ini?“ tanya Yunho membantunya duduk dibangku taman. Yael membuka matanya besar-besar, menyakinkan dirinya bahwa ini bukan hayalan atau mimpi.

“Ayo kita pulang~“ ajak Yunho sambil menggendong Yael dipunggungnya.

Yunho berjalan dengan susah payah sambil menggendong Yael sepanjang jalan.

“Kenapa kau mabuk seperti ini?“ tanya Yunho sambil terus berjalan. Yael terdiam sejenak.

“Yael-sshi~“ tanyanya lagi.

“Kenapa kau datang ke apartemen itu?“ tanya Yael mengagetkan Yunho. Ia berhenti sebentar dan menengokkan kepalanya kearah Yael.

“Dan kenapa kau terlalu baik dan mempesona?“ tanya Yael lagi.

“Lalu kenapa kau harus berteman dengan Jaejoong?“

“Kenapa kau membuatku seperti ini?“ tanya Yael tak henti-henti.

“Apa maksudmu?“ Yunho bertanya aneh. Ditengokkannya lagi kepalanya kearah belakang. Tanpa tersadar Yael tertidur pulas diatas bahu Yunho yang kekar.

“Omo! kenapa dia?“ tanya Jaejoong melihat keadaan Yael yang terdiur pulas digendongan Yunho.

“Dia mabuk tadi, aku melihatnya dijalan” jawab Yunho masuk ke apartemen.

“Cepat taruh dia dikamar” ucap Jaejoong khawatir. Yunho menatap lantai dengan tatapan kosong. Terlalu sakit mendengar dan melihat mimik Jaejoong yang terlihat sangat khawatir terhadap Yael itu.

“Dia ini~ dasar bodoh” Jaejoong kesal melihat Yael yang mabuk seperti itu. Diambilnya handuk dengan air hangat dan membersihkan wajah Yael dengan handuk itu. Jaejoong menatap wajah Yael dalam dan sangat lembut sambil terus mengusap wajahnya. Yunho yang melihat pemandangan itu merasakan panas disekujur badannya. Tatapannya seperti ingin mengambil tatapan lembut Jaejoong dari Yael.

“Yunho. Malam ini kau tidur disofa, tidak apa-apa kan?” tanya Jaejoong

“hhmm~” jawab Yunho tanpa ekspresi dan keluar kamar. Perkataan itu secara tidak langsung terdengar seperti mengusirnya keluar. ’Kenapa aku ini? Hah~’ gumam Yunho tersenyum pahit sambil membaringkan tubuhnya disofa.

#

Jaejoong membaringkan tubuhnya lembut keatas kasur putih itu. Dengan wajah yang terlihat datar dan mata yang terpaksa menatap wanita yang ada disampingnya. Jaejoong merasa sangat bersalah dengan semua perbuatan bodohnya. Yang dia lakukan hanya karena ia terlalu mencintai Yael. Hanya itu. Tapi semua sepertinya tidak berjalan lancar.

“Maaf~“ Jaejoong memeluk tubuh Yael yang tertidur dengan posisi menyamping dari belakang. Jaejoong menutup matanya berat, seperti tak sanggup menahan air mata.

Yael yang terlihat seperti tertidur itu membuka matanya lebar ketika ia mendengar kata maaf dan merasakan sebuah pelukan dipunggungnya. Yael yang sebenarnya tidak tertidur sejak tadi, hanya bisa meneteskan air mata. Rasa bersalah yang dirasakan Jaejoong hanya memperburuk rasa bersalah yang dia rasakan.

#

Jaejoong terbangun dengan raut wajah sedikit aneh. Dilihatnya kasur yang kosong disamping tubuhnya pagi itu. Ia bangun dari kasur dan berjalan keluar kamar. Dibukanya kotak jus jeruk yang ada didalam lemari pendingin dan meminumnya sedikit. Jaejoong menjatuhkan kotak jus jeruk yang ia genggam. Tatapannya nanar kearah kertas yang ia pegang sekarang. Yunho menengok kearah Jaejoong dibacanya juga kertas itu.

“Mungkin ia hanya pergi sebentar” ucap Yunho mencoba menenangkan Jaejoong

Dengan alasan bodoh Yael pergi kerumah orang tuanya. Pergi sebentar mengunjungi keluarga mungkin bisa menenangkan dirinya sejenak.

#

“Ya! Yael! Kenapa kau pulang? Bagaimana dengan sekolah mu? Apa kau bolos kuliah lagi?!“ tanya seorang wanita paruh baya ketika Yael masuk ke pekarangan rumah kecilnya itu.

“Ya! Jawab pertanyaan ibu! Aish~ anak itu“ teriaknya lagi ketika melihat anak perempuannya itu berjalan seperti tidak mempunyai kuping.

Yael masuk kerumah dengan wajah kusam dan menjatuhkan tubuhnya kekasur.

“Ya! Kau bolos lagi? Sudah ibu bilang~ belajar yang rajin! Jangan terlalu banyak bermain-main. Kau sudah besar! Seharusnya kau belajar yang rajin. Ibu sudah tidak sanggup lama-lama~ ya! Kau dengar ibu tidak?!”

“Iya~ aku lelah. Omelannya lanjutkan nanti saja” ucap Yael lemah dan menutup kepalanya dengan bantal.

“Aish~ dasar kau ini!”.

#

“Ya~ sudah berapa hari ini? Kenapa kau tidak kembali ke Seoul?“ Yael terdiam mendengar pertanyaan ibunya. Pertanyaan-pertanyaan yang sama selalu ditanyakan ibunya. Membuatnya sakit kepala dan kesal. Yael membuka lemari pendingin dan mencari minuman dingin sambil berpura-pura sibuk mendengarkan ocehan ibunya. Diambilnya jus jeruk dingin.

“Ya! Nunna~kau terlalu bodoh ya untuk belajar?! Ahahaha~“ seorang bocah laki-laki berlari kencang dan dengan sengaja menyenggol Yael. Jus Jeruk itu tumpah disekujur tubuhnya membuat sensasi dingin dan kaget.

“Ya! Joon-ah! Nakal sekali kau seperti itu pada nunna mu!“ teriakkan itu seperti tak terdengar oleh Yael. Yael merasakan suasana yang pernah dia rasakan. Harum jus jeruk dan dingin yang dia rasakan disekujur tubuhnya seperti membawanya kembali ketika Jaejoong menumpahkan jus jeruk ditubuhnya dan menghisapnya bersih. Pada saat itu juga siraman jus jeruk itu seperti membangunkannya bahwa pria yang dia idamkan selama ini selalu bersamanya. Diingatnya lagi sentuhan-sentuhan lembut Jaejoong saat itu. Bibirnya yang lembut dan saat kulit mereka bersentuhan. Rasa yang teramat hebat ketika mereka menyatu dan meluapkan semua perasaannya bersama.

“Cchh…“ Yael tersenyum pahit dengan mata yang berkaca. Hidung dan matanya mulai memerah. Tanpa sadar Yael menangis hebat didepan lemari es yang masih terbuka. Dia bahkan belum membersihkan sisa-sisa air jeruk yang menempel diwajahnya.

“Ya! Yael~ kenapa kau menangis seperti itu? Adikmu memang nakal~ kau jangan cengeng seperti itu!“ ibunya yang mengira Yael menangis karena perbuatan adiknya itu terlihat kaget melihat anaknya yang tiba-tiba menangis.

Yael berlari masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan ibunya. Dengan suara tangisan yang sangat kencang, Yael terus tersadar bagaimana perasaan Jaejoong saat itu dan saat ini. Kali ini Yael benar-benar mengakui betapa bodohnya dirinya itu. Meninggalkan pria yang selama ini dia tidak sadar keberadaannya.

“Yael-ah~ kenapa kau menangis seperti itu?! Kau menakuti semua tetangga! Buka pintunya!“ Yael menangis sangat kencang seperti sedang disiksa.

Keesokkan harinya Yael membereskan semua barang-barangnya dengan bersemangat.

“kau sudah sadar sekarang? Bersemangat sekali kau membereskan barang-barangmu“

“Ibu, masih ada persediaan kimchi lobak?“ Tanya Yael tidak menghiraukan ucapan ibunya. Yael berlari kedapur dan membawa semua kimchi lobak yang ada. Dia tau Jaejoong sangat menyukai kimchi lobak buatan ibunya itu. ‘Pasti dia suka’ Yael tersenyum manis melihat kimchi-kimchi itu.

“Ya! Mau kau bawa semua kimchi itu? Yaggsshh~ maruk sekali anak ini. Hati-hati dijalan! Jangan membolos lagi! Makan yang banyak, kau sangat kurus“ ucap ibunya tak henti ketika Yael sedang sibuk membereskan barang-barangnya.

“Iya~ tenang saja~ Aku pergi!“ ucap Yael mencium pipi ibunya dan pergi dengan bersemangat.

Sepanjang jalan Yael terus tersenyum membayangkan Jaejoong yang senang melihat kedatangannya. ’Tunggu aku Jaejoong-ah~’ Yael bergeming dalam hatinya. Hatinya terlalu bersemangat untuk bersiap menghadapi semuanya.

#

Jaejoong yang seperti orang hilang kejiwaan itu terus termenung. Hari-hari yang biasa ia lalui dengan Yael hilang secara mendadak yang membuatnya seperti kekurangan oksigen. Terasa seperti terpojokkan dan ditinggalkan.

Jaejoong menyendok sup yang dibuat Yunho dengan sangat lamban.

“Hati-hati, itu masih panas” ujar Yunho melihat Jaejoong yang melamun itu.

Jaejoong menyendok sup dan melahapnya tanpa mendengarkan perkataan Yunho.

“Ah~” Jaejoong melepaskan sendoknya dan menjatuhkan sup panas itu kepangkuannya.

“Aish~ sudah ku bilang itu masih panas! Kenapa kau tidak mendengarkanku?! Kau ini tuli atau bodoh?“ omel Yunho mengambil handuk dan mengusapkannya ke ujung paha Jaejoong. Kaki panjang jaejoong terlihat jelas karena air yang membuat celana yang dipakainya menjadi sedikit transparan.

“Cepat minum jus jeruk dingin ini“ ucap Yunho mencoba memalingkan pandangannya dari benda yang menonjol diantara kaki indah Jaejoong itu.

“Asshh“ erang Jaejoong menumpahkan jus itu

“Wae?“ tanya Yunho

“Terlalu dingin“ ucap Jaejoong

“Ah~ mian” Yunho mengambil tisu dan membersihkan jus itu dari bibir Jaejoong yang mulai merah karena kepanasan dan kedinginan. Yunho menelan ludahnya dengan sulit melihat benda merah yang ada didepan matanya itu.

Jaejoong bangkit dari bangku dan melangkah menuju kamarnya. Tanpa sadar ia menyenggol bangku makan dan menumpahkan lagi sup milik Yunho. Kali ini sup yang masih berasap itu jatuh menimpa kaki Jaejoong.

“Aassh!“ erang Jaejoong kesakitan

“Kau ini! Kenapa sangat bodoh?! Sudah kubilang jangan melamun terus! Kau ini, sebenarnya apa yang kau harapkan darinya?!“ Yunho berteriak dan membanting handuk yang digenggamnya.

“Kau ini kenapa?“ tanya Jaejoong bingung melihat Yunho yang memerah dan terlihat sangat marah itu.

“Sudah lupakan saja“ Yunho berusaha menghindari tatapan mata tanpa bersalah Jaejoong yang hampir membunuhnya itu.

“Ya! Jawab~“ Jaejoong menarik baju Yunho. Yunho seketika menengok. Tatapan Jaejoong saat itu benar-benar membuatnya panas. Yunho keluar kendali, langsung dilahapnya bibir lembut Jaejoong dengan penuh nafsu.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” teriak jaejoong mendorong Yunho hingga terjatuh. Yunho tak bisa tertahankan. Ia bangun lagi dan menindih Jaejoong dengan tubuhnya. Jaejoong menggeliat mencoba bangun. Tapi semua diluar tenaganya. Yunho mengenggam wajah Jaejoong dan terus melahap bibir Jaejoong. Digigitnya bibir bawah Jaejoong yang masih terasa agak hangat dan sedikit dingin akibat sup dan jus jeruk.

“Hhhmmm~” Jaejoong mengerang mencoba menolak. Semua itu terasa sangat mengejutkan baginya. Jaejoong yang merasa terlalu kaget. Tapi ada rasa nikmat yang menyelip dari perasaan kaget itu. Jaejoong seperti terhipnotis dengan gerakan bibir Yunho yang begitu membuatnya nikmat. Tubuh Jaejoong seperti tersuntikan obat bius yang membuat seluruh tubuhnya melemah. Saat ini Jaejoong hanya bisa pasrah menerima semua kenikmatan itu.

Yunho terus memainkan bibir tebalnya. Dimasukkannya lidah panjangnya kerongga mulut Jaejoong. Jaejoong yang tadinya hanya diam, saat ini hanya bisa membuka mulutnya saja. Yunho menjilat, menghisap, dan terus memainkan lidahnya dengan lidah Jaejoong. Air liur mereka membanjiri rahang mereka deras. Dengan tidak henti mulut Yunho beranjak keleher Jaejoong. Tangan Yunho menjambak lembut rambut belakang Jaejoong dan mengedahkan sedikit leher panjang Jaejoong yang mempermudah Yunho untuk bermain disitu.

“Hhhaakkhh~” Jaejoong tak dapat menolak desahannya keluar dari mulutnya. Suaranya sungguh indah dan dalam. Membuat Yunho merinding dan tambah bersemangat. Suara yang selama ini dibayangkan oleh Yunho, akirnya keluar karena perbuatannya.

Yunho membuka baju yang dikenakan Jaejoong, dihisapnya nipple Jaejoong yang mulai menegang. Yunho bermain dengan sangat ahli dalam menghisap nipple Jaejoong. Tanpa henti Yunho terus menhisapnya dalam-dalam sampai Jaejoong merasa seperti tersetrum listrik bertegangan tinggi.

“Aaakhhhh~ aahh… hhnnggg” Jaejoong menjambak rambutnya sendiri tak tahan.

Yunho yang tidak akan melawatkan keadaan emas ini mencari sesuatu untuk membuatnya tambah hebat. Diambilnya jus jeruk dingin yang ada dimeja. Dituangkannya semua isi jus itu sampai habis kesekujur tubuh Jaejoong yang tak terbungkus baju itu.

“Akkhh~ dingin~ aahhhh…” Jaejoong mengerang kedinginan. Yunho langsung melahap semua jus yang berceceran ditubuh Jaejoong itu. Dihisapnya hingga menimbulkan bunyi bercakan air liur yang bersatu dengan air jus masuk kedalam mulutnya.

“Hhhnngg…~” Jaejoong tak bisa melawan kenikmatan itu. Yunho menghisap jus jeruk yang ada dipusar Jaejoong dengan keras. Menjilatinya terus sampai Jaejoong mengerang hebat. Yunho yang merasa kurang nyaman bermain diruang makan itu mengankat tubuh Jaejoong, menariknya masuk kedalam kamar. Tanpa mengurangi nafsunya, Yunho kembali menindih tubuh Jaejoong yang lemah. Dihisapnya bibir Jaejoong dengan lahap. Selagi bermain dengan mulutnya, Yunho terus menggesekkan juniornya ke junior Jaejoong. Junior mereka saling bergesekkan keras, sehingga mereka berdua dapat merasakan betapa tegang dan kerasnya junior mereka.

“Hhhmmm…~“ Jaejoong yang merasa sedikit terangsang hanya bisa membuka kakinya lebar tanpa menolak. Yunho terus mendorong pinggulnya berusaha menggoda junior Jaejoong yang terasa seperti terus menusuk juniornya itu.

Lama kelaman Yunho tak sabar. Dibukanya kancing celana Jaejoong dan membuka semuanya. Jaejoong yang telanjang bulat itu membuat Yunho menatapnya penuh dan dalam. Dilihatnya betapa besar dan panjang junior Jaejoong yang selama ini dibayangkannya, saat ini benar-benar ada dihadapannya dan tanpa halangan.

“Mau apa kau?!” Tanya Jaejoong kaget melihat tatapan Yunho yang penuh arti itu. Jaejoong merasa sedikit ketakutan dengan tatapan Yunho.

“Aku akan membuatmu melupakan gadis itu” ucap Yunho dan langsung meraih junior Jaejoong yang sudah berdiri tegak dan memasukkannya kedalam mulutnya.

“Aaahhh~ ugghh” Jaejoong berteriak nikmat merasakan bibir lembut Yunho melahap juniornya dan bercampur dengan air liur yang terasa sangat basah dijuniornya itu.

Yunho terus memainkan lidahnya mengulum ujung junior Jaejoong tanpa henti. Dengan sesekali menggigit dan meremas twinball Jaejoong, Yunho tanpa ampun terus mengocok junior Jaejoong dengan kencang.

“Aaakkhhh~ hhmm… aahh. Ahh.” Jaejoong meremas bantal yang ada dikepalanya kuat.

Yunho yang selalu tambah bersemangat setiap kali mendengar erangan Jaejoong itu, menambah kecepatan hisapannya. Seketika Jaejoong merasakan sensasi panas yang menjalar disekujur tubuhnya hingga membuatnya bergemetar.

“Aku ingin keluar Yunho-aakkhh~ aakkhhh~ ughh” Jaejoong mengeluarkan cairannya dengan hebat. Dengan cepat Yunho meminum semua cairan putih dan kental itu sampai bersih. Walaupun cairan itu sudah bersih, Yunho tak henti-hentinya terus menghisap junior Jaejoong. Yunho seperti tidak ingin melepaskan benda itu dari dirinya. Terlalu bersemangat untuk memiliki dan menguasai junior Jaejoong.

“aaahhh~ aahh… uugghhh…” Jaejoong yang merasa lemas setelah orgasme, kembali terangsang dengan hisapan dan kocokan Yunho yang tanpa henti itu.

Terlalu lama bermain dengan junior Jaejoong, junior Yunho seperti mulai mengamuk ingin keluar dari celana yang menyesakkan itu. Tanpa melepaskan hisapannya, Yunho membuka seluruh celana yang ia kenakan. Kondisi dimana mereka berdua telanjang bulat seperti ini, adalah kondisi yang sangat diangan-angankan Yunho selama ini.

Yunho mengangkat kaki Jaejoong keatas kedua paha kekarnya.

“Yunho-ah~” Jaejoong menatap Yunho dalam ketakutan. Tatapan yang selama ini Yunho inginkan akhirnya terjadi disaat-saat menakjubkan ini.

“Tenang saja~ aku tidak akan menyakitimu” ucap Yunho disamping telinga Jaejoong dan memeluknya lembut. Dibukanya lubang Jaejoong yang sangat sempit itu dengan kedua tangannya. Yunho meraih kedua sisi lubang itu dengan jari-jarinya.

“Aaakkkhhh~ aaahhhh!” Jaejoong mendesah kaget. Rasa perih yang ia rasakan seakan sedikit tertutup dengan sentuhan lembut Yunho. Merasa belum licin, Yunho menjilati lubang kecil itu dengan lidahnya.

“Hhhmmm…~” erang Jaejoong ketika merasakan benda lunak berlendir itu menghujam lubangnya. Yunho terus menarik jari-jarinya agar lubang itu fleksibel untuk dimasuki juniornya.

“Tahan sedikit Jaejoong-ah~ aku akan memuaskanmu” ucap Yunho lembut dan mulai memasukkan junior besarnya kedalam lubang kecil itu.

“Aaakkhhh~ ougghhh… Ahhhh~” desah Jaejoong yang merasakan lubang kecilnya itu seperti terobek dihempas benda besar yang lunak namun tegang itu. Karena terlalu sempit, junior Yunho yang baru masuk ujungnya saja itu berusaha memasukkannya lagi.

“Tahan lagi~ Jaejoong-ah~ hhhmmm” ucap Yunho sambil memeluk Jaejoong erat. Dihujamkannya lagi juniornya, kali ini dengan sedikit kuat dan tanpa ampun.

“Aaakkhhh~ hhhmmm“ Jaejoong menggigit bibir bawahnya kesakitan.

“Terlalu sempit~ aaakkhh~ hhmm…“ Yunho berusaha keras hingga berkeringat deras. Jaejoong melingkarkan kakinya diatas bokong Yunho berusaha menolongnya untuk terus masuk.

“Yaasshh~ aahhk… aahhh“ Yunho merasa juniornya terjepit diantara lubang kecil yang kencang menghimpitnya. Terasa terlalu nikmat untuk diibaratkan.

Setelah terus mendorong dan mencoba, akhirnya Yunho dapat menggerakkan juniornya dengan leluasa. Didorongnya pinggulnya yang berbidang terus menerus.

“Aaakkhh~ aahh ougghhh hhhmmm…“ Jaejoong dan Yunho tak henti-hentinya menikmati gerakan maut itu.

“Lebih kuat Yunho-ah~ hhmm…. ahh ahh…“ pinta Jaejoong lalu memeluk Yunho erat. Keringat mereka mengacur deras. Jaejoong seperti merasakan kepuasan yang ia cari selama ini. Sejenak ia seperti melupakan Yael yang terus menolaknya untuk bercinta. Yunho menutupi semua kesepiannya selama ini dengan cara yang sangat ia inginkan.

#

‘Ahh~ akhirnya’ dengan sekuat tenaga dan keberanian Yael membuka pintu apartemen dengan pelan. Ia tidak ingin Jaejoong mengetahui kedatangannya. Yael ingin membuat sedikit kejutan dengan oleh-oleh kimchi kesukaannya yang ia bawa. Dengan mengendap-endap Yael berjalan menuju dapur. Senyum indahnya terhapus seketika ketika ia melihat ceceran air jus jeruk berwarna orange yang terpapar diseluruh lantai dapur dan sepotong baju yang terbuang dilantai. ‘Jorok sekali dia itu!’ kesalnya dalam hati.

“Aakkhhh~ aahh… lebih cepat Yunho-ah~ aaahhhh!” suara erangan keras terdengar dari kamar Jaejoong. Yael merinding mendengar suara itu dan menengok kedalam pintu kamar yang terbuka sedikit. Saat itu juga jantung Yael seperti terhenti sejenak. Udara yang ada seperti terhisap benda besar yang mengambil semua oksigen diruangan itu. Dadanya terasa terhimpit tembok batu yang keras dan menhantam otaknya. Yael berusaha bernafas dan mengejapkan matanya, berusaha membangunkan dirinya sendiri bahwa ini bukanlah mimpi atau hayalan. Bibirnya terasa seperti tersiram lilin panas dan mengeras yang membuatnya kaku untuk berbicara. Yael yang tidak tahan melihat adegan itu berjalan keluar apartemen dengan kaki yang masih bergetar. Tatapannya hilang entah kemana. Yael terus mengeluarkan air mata tak henti-hentinya.

’Kenapa?’ Yael hanya bisa mempertanyakan perbuatan Jaejoong itu. Kecewa, kaget, sedih, dan semua perasaan buruk tercampur rata. Yael tidak bisa menolak atau melawan fakta yang ia lihat. Sekarang hanya penyesalan yang ia rasakan. Genggamannya membawa sekotak besar makanan penuh kimchi lobak itu melemah. Tangannya tak sanggup lagi membawa benda itu. Yael menuruni tangga apartemen dengan susah payah. Kakinya seperti menginjak ratusan paku yang tak terlihat dilantai. Yael terduduk lemah dipojok tikungan tangga. Direbahkannya kepalanya diatas kedua kakinya yang tertekuk dan menangis. Tangisan yang terdengar sangat sedih dan menyakitkan.

“Maafkan aku Jaejoong-ah~” ucap Yael menghapus air matanya. ‘Aku mencintaimu~ sangat mencintaimu’ dalam hatinya Yael terus meneriakkan kata-kata itu. Keterlambatannya dan kebodohannya hanya bisa ia sesali setengah mati sekarang. Seandainya semua bisa terulang, ia akan berjanji akan menjaga hubungannya dengan Jaejoong. ’Kenapa aku bisa sebodoh ini?!’ Yael terus menangis tanpa henti dalam penyesalannya.

#

“Aakkkhhh~ aku ingin keluar Jaejoong-ah~ hhmmm” Yunho menghisap bibirnya ketika mendapatkan klimaks. Cairan itu mencuat keluar deras disela-sela lubang Jaejoong.

“Sekali lagi~ biarkan aku keluar sekali lagi Jaejoong-ah~ hhmmm…” pinta Yunho ingin merasakan kepuasan itu lagi. Jaejoong yang kelelahan itu hanya bisa terdiam dan menyerahkan semua kendali kepada Yunho.

Yunho bermain kembali dengan junior Jaejoong. Kali ini Yunho memulai dengan memakan twinball Jaejoong dengan sangat lahap. Disedot dan diemutnya dengan keras sambil terus mengocok junior Jaejoong.

“Aaakkhh~ aahhh… auugghh~ hhhnngg… hhaakkhhh~” Jaejoong mengerang tak kuat saat daerah sensitif twinballnya dihisap. Yunho terlihat menikmati erangan Jaejoong, seketika itu juga ia tau daerah pusat sensitive Jaejoong, yaitu twinballnya. Tak henti Yunho mempermainkan bola lunak itu.

“Aakkhh sudah Yunho-ah~ hentikan~ Ougghh” Jaejoong meminta keras karena tak tahan dengan permainan mulut Yunho yang hebat dan tanpa henti itu. Melihat Jaejoong yang sudah agak pucat, Yunho naik keatas tubuhnya dan menghisap nipple Jaejoong.

“Hhhmmm~” Yunho beranjak lagi, kali ini dia mengangkat tubuh Jaejoong dan membalikan tubuh mulus Jaejoong hingga membelakanginya. Ditariknya perut Jaejoong dari bawah hingga posisinya menunggingi Yunho. Yunho menyiapkan dirinya lagi. Dikocoknya juniornya sendiri untuk rangsangan.

“Hhhmm…~ aahh” erang Yunho dan mencapkan juniornya yang sudah tegang itu masuk kelubang Jaejoong. Lubang Jaejoong yang mulai menutup lagi itu dihantamnya dengan keras.

“Aaakkhhh~! Aakkhh~ Yunho-ah~ aahhh…” Jaejoong mendesah kaget. Ia berteriak menegahkan kepalanya saat mendapatkan tusukan itu. Ditengoknya Yunho yang sedang asik menggoyangkan pinggulnya.

“Aahhh… hhnngg~” Yunho menikmati lubang sempit itu. Juniornya terlalu menikmati terhimpit disitu.

“Ahh.. lebih cepat Yunho-ah~ aakkhh…“ pinta Jaejoong dan bersiap-siap memegang kayu pada kasur. Yunho yang mendengar permintaan Jaejoong itu dengan cepat menggerakan juniornya keluar masuk. Gerakan itu sangat cepat sehingga terdengar hentakan kayu dan tembok apartemen yang terhantam bersamaan dengan hantaman junior Yunho.

“Aaakhh~ ahhh… ahhh.. uhh…“ Jaejoong dan Yunho mengerang keras. Seolah-olah kenikmatan itu mereka rasakan bersama. Yunho tak henti-henti menghentakan pinggul kuatnya itu.

“Aakkhhh~“ Jaejoong hanya bisa terus mengerang dan merebahkan kepalanya yang sudah lelah diatas bantal. Yunho terlalu hebat untuk dihentikan. Jaejoong mencari-cari tangan Yunho dan menaruhnya dijuniornya yang terabaikan. Yunho yang tau Jaejoong ingin Yunho memainkan juniornya. Sambil terus mengocok junior Jaejoong, Yunho terus mengenjotkan pinggulnya.

“Ouuhhhgg~ aahh ahhh… akkhh!“ Jaejoong orgasme lagi. Cairan itu membanjiri kasurnya dan tangan Yunho yang sedang mengocoknya itu.

“Aakkhhh~ hhnngg… hhmm!“ Yunho mengikuti langkah Jaejoong dan ikut mengeluarkan cairan itu lagi. Kali ini Yunho baru benar-benar merasa lelah. Dikeluarkannya juniornya yang sudah memerah karena terlalu kuat menggesek. Yunho membaringkan kepalanya diatas punggung Jaejoong yang masih membelakanginya. Keringat mereka bersatu sambil terengah-engah.

“Aahh… ahh” desah Yunho lelah dan membaringkan tubuhnya. Yunho memeluk tubuh Jaejoong yang sedikit berkeringat itu dengan erat. Dikecupnya kening Jaejoong dan mencium rambut lembutnya.

“Lupakan gadis itu. Sekarang kau miliku. Selamanya“ ucap Yunho dan memeluknya tambah erat. Jaejoong yang seperti bermimpi hebat itu merasakan keheningan yang selama ini ia rasakan sudah pudar begitu saja akibat kejadian tadi. Permainan Yunho yang terlalu hebat mengambil hatinya itu telah membutakan Jaejoong akan Yael. ‘Mungkin ini yang terbaik untukku dan Yael’ pikir Jaejoong dalam hati dan memejamkan matanya untuk tidur karena lelah.

-End-

 


94 thoughts on “FF ORANGE JUICE [1S.S+Y.NC-21]

  1. Anyeong,,,
    q reader baru nih,,
    emmm,, q kasih *** ya!!
    Udah hot sich, cuma masih kurang hot aja,,
    (pdhl q aja ga’ pernah buat NC tp selalu baca NC)
    Hehehe
    bisa di lanjutin gak ni ff??
    Lanjutin tentang hubunganya yunjae n’ nsibnya yael,,
    Gomawo,,

    Like

  2. ***
    Yah ,,
    ksian yaelna ,,,
    yunho jgn rbut jjoong dri yael dunz ,,
    jht bgd cie ,,,
    chingu ,,,
    di lnjut lg iiah ffna mdh2an jjong ma yael blkan lg ,,
    amienn ,,,

    Like

  3. Ak kasih ***,udh hot sich tp brasa msh kurang!
    yael nyh patah hati habis dy trlalu lama buat nentuin perasaan nya ama jj,
    jd aj jj ama yunho.

    Like

  4. *** (buat straight nya)
    huwaaaaa ada umma sama appa ^^ ,,, kalian ngapain eh???
    mian ya chingu aq ga baca bagian umma appa. aq emang ga suka yaoi/yuri. cuma suka baca kalu umma appa mesra2an dan marahan. lucuuuuu yoongie & boojae 😀
    yeah yeah q pilih umma sama appa dong (walopun yaoi) hehehe
    yunjae jjang!!! *ummaaaa ntar telpon appa ya,,, mau diajakin kerja sosial di jepang ^^ *

    Like

  5. *** ak kasih segitu aja kali ya… udah cukup hot sih tp msh agak kurang gtu… ak ga prnh bikin nc, tp klo bc nc sih sering… *buka aib sendiri*
    bru skrng ak bc ff yg ada nc yaoi plus straightny…

    Like

  6. kalo yang straightnya ***, kalo YunJae.. *****!!!!! HUAA pairing tiada mati, Umma sama Appa ini kalo dibikin FF mah hot mulu, U,U
    Keren thor, bikin 2 cerita NC di gabungin gini seru juga, walaupun aku nahan nahan buat ngeclose tab gara2 gakuat .__.
    di tinggu karyamu selanjutnya thor!

    Like

  7. ** bwt yael n jeje..
    Abiz.a c.yael ga mw ma jeje..

    **** hot..hot.. Yunjae mantap.. Aplgi paksaan yunppa yg mluluhkn hti jae smpe mw gtuan..

    Tp ksian ma yael..
    Msa dy ptah hti di atas kbhagian yunjae??

    Author, jgn lupa bqin ff yunjae or straigh jeje lg..
    Dtunggu loh,
    ^^

    Like

  8. ** bwt yael jj
    cz yael ga mw ma jj

    **** hot bgt.. Yunjae mantap.. Aplgi paksaan yunppa yg mluluhkn hti jj smpe mw b’gtuan,

    Tp ksian ma yael,
    Msa dy ptah hti di atas kbhagian yunjae?

    Like

  9. ** bwt yael jj
    cz yael ga mw ma jj

    **** hot bgt.. Yunjae mantap.. Aplgi paksaan yunppa yg mluluhkn hti jj smpe mw b’gtuan,

    Tp ksian ma yael,
    Msa dy ptah hti di atas kbhagian yunjae.

    Like

  10. *Kalo jaejoong ma yael aku ngak suka!!!! Ngak hot diamata aku.. Aku ngak hot baca straight
    *****kalo yunjae… Mantap lah!!!!!! hooooooooooottttt dah..
    Yunjae number 1 always atuh lah :p
    Endingnya juga mantap soal’e yunjae :p

    Like

  11. *** uuuhh.. ffnya menjijikan ya.. Bwt authornya, maaf.. Aku bukannya bermaksud nyinggung gmna. Tpi klo homo yg gitu2an aku serasa jijik. Blh lah kalau cewe n cowo, itu kan wajar.. Jaejoong jg aneh! Mau2 lg d gituin.. Balikan ama yael aja knp sih?!

    Like

    1. hoi neng..jangan bashing di epep orang! Gak suka yunjae malah di baca! Teu baleg! Suka! Suka author dong! Kalau dia emang fujoshi bukan masalah km! Pake kata jijik lagi! Lagian..yunjae itu pasangan paling real yg pernah ada tau!

      Like

    2. Yaelah mak, namanya jg ff YunJae ya pstinya Yaoi .. slma ada Yunho di smping Jaejoong, gk ada yg nmanya straight .. klo gk ska ya gk usah di baca kelees .. stu lagi, jgn prnah blg YunJae itu mnjijikan .. bkal hbis lu di tangan YunJae Shipper .. blum tau kan keganasan mreka?
      so? mau cri aman? gk usah sok pngen bca klo gk ska ^^ …

      Like

  12. **** hot banget… tadi kirain straight.. semua, ternyata ada yunjae nya juga.. aku kurang suka sih yaoi.. aku baru sekali ini nich baca ff yaoi nc.. sebelumnya ga pernah.. wkwkwkwk
    tp disini akhirnya jeje milih uno, trus si yael jadi ditinggalin dech, padahal tadinya yael pengen baikan ama jaejoong.. td tuh kirain jejenya juga tau kalo si yael dateng, trnyata ga tau, dan si yael langsung pulang..
    ffnya bener2 bagus.. sip sip sip.. aku suka bgt

    Like

  13. ** buat strightnya
    **** buat yaoinya. Kyaaaaa gila ! Baru kali ini baca ff yaoi+straight digabung. Itu umma sama appa kalo NCan mah HOT PISAN euy !!
    Tepar aku baca FF ini HOT B G T 😀

    Like

    1. kalo qm normal, q luar biasa normal donk? Sukanya kan cowok2 (double)
      iya kan? Cwek normal sukanya cowok, apalagi cowok2, luar biasa normal brarti
      *senyumseribujari*

      Like

  14. Kalau buat yang straight, *
    Kalau buat YunJae, ****

    Hahaha~
    Maaf ya..habisnya, aku ga suka straight sih..aku juga bacanya di cepet-cepetin pas yang straight itu..
    Kalau yaoi, aku suka banget hahaha~

    Like

  15. ***** aaaaaaaaaa…….
    nfa ending.y kayak gtu chingu??
    nafa jaejoong nya gag bisa nolakk…
    nafa harus end???
    thor…lanjutin,,,trus ganti ending.y ,,,wkwkwk..*maksa..
    ayolah chingu,,,,,

    Like

  16. **** ceritax hot bgt. Kasian ma yiel tp slh jg sih krna nyuekin oppa jj. Klo bs bikin lanjutanx y… author hwaiting ^^

    Like

  17. ****
    YunJae.. Oh YunJae..
    Bbrp kali bc ff nc yunjae, tp yg pegang kndali slalu yunho.
    Jarang dan hmpir ga ad yg Jaejoong. Pdhl seru jg tuh kLo umma yg pegang kndali, haha

    Like

  18. Mian ****, td’a mau ***** tp adegan’a berulang thor, jd ya gitu2 lg deh. Tp hot kok hot bgt. Cuma kasian Yael, author jahat nih..

    Like

  19. *** bwt yael jaejoongnya dan ***** bwt yunjae nya. sumpah,, hot abis !!!! hot hot hot abis dah,, ayo Yunho genjot terus. mwahaha XD tapi yael nya kasian 😦 salah dy sndiri sih ga bls cinta jaejoong -______-

    Like

  20. Unn… Nc yunjae emang paling top! Kalau yg cewe ma jae, eww…gak banget! Jangan2 jae lebih cantik dari tuh cewe! Yang jelas authornya daebbak! Kapan2 bikin yunjae lg ya thorrr… Straightnya gak usah ^^

    Like

  21. *******

    ceritanya bgus bgd thor ,, feel nya dapet ,, trus NC nya juga ok ..
    Ending nya aja gak bsa aku tebak ,, bikin sequel dong thor .. Kasian yeal nya ..

    Like

  22. **** klo menurut aku adegan nc-an yunjaenya hot banget..aku yunjae shipper jd senang krn endingnya jd yunjae..
    Tp agak kasian jga dgn sih yael..terlambat sih dy nyadarin klo dy cinta ama jaema yg akhirnya keburu direbut yun appa

    Like

  23. *****

    5 stars bukan buat ncnya, tapi buat plotnya!suer ceritanya bagus, feelnya dapet, ceritanya masuk akal.. jaejoongnya biseks ya ‘_’)
    keep writing thor!
    cuma di awal awal cerita, diksinya masih ada yg perlu diperbaikin lagi ^_^

    Like

    1. yaelah mbak, kalo ngehargain ya gak usah blg jijik donk
      sama aja permisi tapi ngeludahin.
      Orang yaoi juga punya perasaan kali

      Like

  24. annyeong aku reader baru^^ gia imnida… aku suka konfliknya dan aku suka nc ny yunjae… gpapa dech ttg yael justru itu yg aku harapkan. yunho berhasil merebut jae.. i like this ff^ 😀

    Like

  25. *** untuk semuanya

    jadi jaejoong tidk jdi sma yael,melainkan sma yunho,,gitu????

    kalau iya,kasihan yael ._. ._. ‘~’ ‘~’

    Like

  26. hyaaaaa suka sama cerita yg rumit begini. udah yael sama aku aja *apaini* rada geli karena aku gasuka yaoi. tapi aku suka ff ini. keep writing deh buat authornya 🙂

    Like

  27. ***** buat konflik sma critanya yg rumit dan bkin nagih 😀

    **** yael-jong bkin aq bergidik “Geli” hahaa …
    Ng bayangin rasanya di siram pke orange juice,, hmm errrgh~ 😀
    Tpi maaf bwt yg ‘Yaoi’ aq gak baca (Gak berani) so lngsung turun kebawah buat comment.. DAEBAAKK deh AUTHOR 🙂

    Like

  28. *** Ini ff yaoi thor?! Astagaaa!!!! Awalnya aku gakepikiran ini ff yaoi.tapiii–_–
    Yaudah deh pokoknya tetap daebak

    Like

  29. ****,, wow…
    Kerenn … Hehehe hot jg.. Tp ngmg” knp g sm yael aja?…
    Ak baru pertama baca ff NC tp yang ada adegan sesama’ny…. Jd agak mrinding…
    Tp tetep keren kok thorr… Daebakk deh…
    Ditunggu yahh karya slanjut’ny.. Apalagii kisah jae-yael

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s