My Lovely Dandyu!!! (Oneshoot)


Tittle     :  My Lovely Dandyu!!! (Oneshoot)
Author :  Greyriiez Michi *Shin Chaeri or Choi Soonri a.k.a MichiApple*
Cast     :  Lee Sungmin Super Junior, Sunny (Lee SoonKyu) Girls’ Generation..
Genre   :  Romance..

My Lovely Dandyu!!!

*Sunny PoV*

Mobil eomma berhenti tepat didepan kantor Chunji Radio. Aku turun dari mobil eommaku sambil tersenyum cerah setelah berpamitan dengan eommaku. Ya!! Everyday Sunnyday!! Aku bahagia sekali hari ini. Sama seperti hari-hariku sebelumnya. Tapi aku sangat menunggu hari ini. Tidak seperti eonnie dan dongsaeng-dongsaengku yang lainnya yang selalu menunggu hari Sabtu untuk bersantai dari semua rutinitas grup kami, aku malah dengan senang hati pergi bekerja. Setiap hari Sabtu aku punya jadwal rutin Radio ini.

Beberapa bulan lalu, aku mendapat tawaran menjadi seorang DJ disalah satu acara musik radio ini, awalnya aku tidak menginginkan pekerjaan ini, mengingat kegiatan grup kami, Girls’ Generation, sangatlah padat. Terlebih lagi karena kami sedang promosi album baru kami. Tapi, akhirnya aku tertarik dan mengambil pekerjaan ini. Walau waktu luangku disela padatnya jadwal show grup kami ini tersita, tapi aku sangat menyukai dan menikmati semua ini. Setiap detik, setiap tarikan napasku, aku bahagia. Menjadi DJ bersama patner kerjaku. Ya, aku beruntung menjadi asistennya.

Entah mengapa aku sangat menyukai rutinitasku yang satu ini, padahal aku selalu merasa bosan dengan apa yang kukerjakan. Tapi entahlah jika yang satu ini. Aku merasa telah menjadi makhluk tuhan yang paling bahagia lebih dari siapapun ketika saat weekend seperti ini tiba. Khususnya setiap hari Sabtu seperti hari ini.

Sabtu sore, jadwal acara musik di Chunji Radio. Aku selalu menunggu, menunggu hari ini datang. Hari yang selalu kutunggu disetiap minggunya.

Alasanku sungguh konyol, dan mungkin akan menjadi sangat konyol jika hal ini diketahui semua orang. Entahlah, yang jelas aku tak perduli. Yang aku tau, aku sangat menyukai ini, dan tak perduli semua orang berkata apa tentangku.

Tiba-tiba handphone yang kugenggam bergetar hebat, mengagetkanku dari lamunanku.

“Yeoboseyo?” sahutku setelah menatap layar handphoneku sambil tersenyum kecil.

“Paboo!!!” teriaknya keras. Segera ku jauhkan handphone dari telingaku.

“Oppa!!!! Wae?? Kenapa berteriak-teriak seperti itu? Telingaku jadi sakit!!!” omelku sambil menghela napas panjang.

Suara namja diseberang sana tertawa terbahak-bahak. “Kau lucu sekali, Soonkyu..”

Aku menghela napas lagi. “Aigoo, oppa. Jangan memanggil nama asliku. Kau tau aku tidak menyukainya kan?” ucapku lemas.

“Jinca?”

“Kau lupa?? Omo, oppa..” sahutku pendek. Kecewa.

“Paboo!! Tentu saja aku tidak lupa, dandyu.” Ujarnya lagi sambil tertawa. Aku cemberut lagi.

“Oppa! Kau mengejekku lagi!!”

“Wae? Aku suka mengejekmu. Kau lupa kita satu managemen, Sunny?” tanyanya. Aku langsung tersenyum. “Lalu kau lupa jahil adalah nama tengahku juga?” lanjutnya lagi.

“Akh, oppa. Kau jangan bercanda. Aku sedang tak ingin mendengar candaanmu garingmu itu, oppa.. kau ingin menyaingi kejahilan Kyuhyun oppa ya?”

“Hei, jangan seperti itu. Dia itu iblisnya jahil. Aku tak bisa menyainginya..” sahut namja itu sambil terkikik lagi. Aku jadi geli mendengarnya.

“Aisshh, oppa, kau memmbuang-buang waktuku sia-sia,” aku mengehela napas panjang.

“Jinca??” tanyanya. Ku dengar tawanya mulai mereda.

“Aissshhh, sudahlah. Oppa, untuk apa kau menelponku? Kau kangen denganku?” gurauku sambil tertawa kecil.

“Paboo!!! Untuk apa aku kangen denganmu, Sunny~ah!!” jeritnya sambil mengehela napas. Bisa kudengar helaan napasnya lewat telepon ini.

“Bukannya sebentar lagi kita akan berjumpa juga, oppa?”

“Yaaa!!! Dan kau asyik-asyikan berdiri didepan kantor sambil tersenyum aneh seperti itu!!”

“Mwo?”

“Lihat ke atas!” gumamnya.

Segera aku mendongakkan kepalaku keatas bangunan megah didepanku ini. Sebuah kepala namja berwajah manis menyembul sebagian keluar jendela. Matanya menatapku bersamaan dengan senyum yang melengkung indah dibibirnya. “Pendek!! Kau lihat aku??” teriaknya sambil melambai-lambaikan salah satu tangannya kearahku.

Aku menatapnya sebal. “Oppa!!! Jangan memanggilku seperti itu!!!!” aku berteriak keras. Aku keki sekali dia memanggilku pendek sambil berteriak seperti itu kearahku. Seperti meledekku saja.

“Hei, yeoja babo! Kau memang pendek, bodoh!” ujarnya sambil cengeesan.

Aku mendengus kesal lalu masuk kedalam studio, meninggalkan namja itu yang masih berteriak-teriak memanggil namaku.

Tuk! Sebuah gumpalan kertas dilembar tepat mengenai kepalaku saat aku barusaja membuka pintu ruangan studio.

“Wah, kau baru datang??” tanyanya sambil melemparkan senyum termanisnya.

“Yaaa!!! Apa kau tidak melihatnya??” jawabku sebal. Namja ini benar-benar deh kelewatan. Apa belum puas tadi dia mengerjaiku?

“Kau kenapa, pendek? Apa kau marah padaku??” tanyanya seraya mendekat kearahku.

Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku menghempaskan diriku disofa lembut didepannya. Ia hanya menggeleng sambil duduk disebelahku kemudian mengacak rambutku pelan.

Aku membuka mulut ingin memarahinya, tapi dia sudah lebih dulu menyodorkan segelas minuman kearahku.

“Minum ini,” ujarnya. Aku menatapnya sejenak sebelum mengambil gelas itu dari tangannya. “Ini kopi kesukaanmu, Sunny~ah.” lanjutnya. Aku mengambil kopi itu. Menatapnya ragu. Namja itu tersenyum. “Tenanglah, aku tak akan meracunimu, bodoh!!”

“Oppa!!”

“Minumlah, itu akan menghangatkan tubuhmu itu. bukannya diluar dingin, Sunny~ah?” aku mengangguk. “Cepatlah minum. Aku ingin kau menghabiskannya segera. Itu aku pesan special untukmu. Susunya hanya sedikit, aku tak memesannya terlalu banyak. Aku tak ingin melihatmu masuk rumah sakit lagi seperti dulu.”

Aku menghela napas. “Yaa! Itu dulu kau mengerjaiku juga kan oppa??” tanyaku. Dia tertawa lebar.

Aku menginjak kakinya lalu tersenyum melihatnya merintih kesakitan.

“Sunny, kau menginjak kakiku keras sekali. Baboya!! Apa yang kau lakukan!! Kalau aku cedera, akan aku laporkan kau keketua!!”

“Silahkan.” Ujarku sambil tersenyum puas kearahnya. Sekarang giliran dia merengut sebal. Aku hanya tertawa kecil melihatnya seperti itu. Aku menyeruput kopi pemberiannya. Pas. Sesuai dengan apa yang aku suka.

“Kau menyukainya?” bisiknya tepat ditelingaku. Aku segera menoleh kearahnya yang tanpa kusadari aku mencium pipinya karena wajahnya terlalu dekat dengan wajahku. “Omo, apa yang kau lakukan?? Kau menciumku?” jeritnya membuat sebagian kru didekat kami menatap kami dengan tatapan aneh.

Segera aku tutup mulutnya dengan tanganku. “Aniyo, oppa!! Mianhae…” aku segera menunduk dalam-dalam. Dia tak menjawab. Ku angkat wajahku kulihat wajahnya memerah. Aigoo, apa yang ada dipikirannya??

“Oppa??”

Wajahnya tetap memerah, makin memerah. Sesaat kemudian tawanya meledak. “Haahahahahaha, Sunny~ah, kau lucu sekali, babo!!! Hahahaha…”

Aku berdiri. “Aku tidak sengaja oppa, sungguh! Itu salahmu! Kau yang tiba-tiba mengagetkanku seperti itu kan?” omelku kearahnya.

Dia berdiri disampingku lalu menepuk kepalaku pelan. “Kalau kau ingin melakukannya, lakukan dengan benar,”

“Oppaa!!!” gerutuku sebal. Dia kembali tertawa.

Salah satu kru radio lewat sambil menatap kami. “Bersiaplah, DJ Soon, kita akan standby 5 menit lagi,” gumamnya. Aku mengangguk pelan. “Kamu juga bersiaplah Sungmin~shi.”

“Baik.” Sungmin oppa menundukkan kepalanya sampai kru radio itu pergi. Aku menatapnya aneh.

“Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu, Sunny?” tanyanya saat matanya menatap basah mataku yang tertuju kearahnya.

“Kau aneh, Sungmin oppa.” Gumamku. Dia menatapku dengan mata yang seolah berkata, apa-yang-aneh-dari-ku?

“Jinca??”

“Kau sangat sopan dan baik sekali pada kru itu, kenapa kepadaku tidak?” ocehku hanya dijawabnya dengan tangannya yang melayang diudara lalu mengancurkan tatanan rambutku.

“Karena kau berbeda, Soonkyu.” Gumamnya sambil menaruh tangannya kepundakku, mengajakku berjalan kearah ruang siaran.

“Aku? Maksudmu apa, oppa?”

Dia berhenti merangkulku lalu menatapku. Bisa kurasakan tatapannya seolah menembus kedalam mataku dan dengan sekejap langsung membuat detak jantungku berdetak lebih cepat. DEG. Jantungku kini benar-benar berdetak lebih cepat daripada biasanya. Omo,, ada apa denganku? Apa benar aku menyukainya? Oppa, maafkan aku menyukaimu…

“Karena kau itu…” sungmin mengantung jawabannya.

“Mwo?”

Sungmin tersenyum kecil. “Sudahlah,” gumamnya sambil meraih jemariku untuk digenggamnya. “Ayo!! Siaran pasti akan dimulai sebentar lagi.” Ujar sambil menarik tanganku tiba-tiba.

*Sungmin PoV*

Salah satu kru mengetuk jendela ruang siaran dan menunjuk kearah jam ditangannya. Segera aku melihat jam yang terpasang didinding didepan kami. Sudah tepat pukul 07.30. “Oke. Baiklah. Rasanya sudah waktunya kami untuk pamit. Terimakasih sudah mendengarkan kami malam hari ini. Saya Sungmin Super Junior dan rekan saya,” aku menatap kearah yeoja yang duduk tepat disebelahku, dia tersenyum.

“Dan saya, Sunny Girls’ Generation, asisten Sungmin oppa.” gumamnya penuh semangat.

“Kami, pamit. Fighting!!!” ucap kami bersamaan lalu segera diiringi suara tepuk tangan kru radio.

“Yaaa!!!!” gumam yeoja disebelahku ketika melepas earphonenya. “Akhirnya selesai juga!!” senyum menghiasi wajah polosnya. Aku tertawa, ingin rasanya aku mencubit pipinya yang chubby itu. Wajahnya sungguh menggemaskan.

“Oppa!!” panggilnya saat aku menatapnya. “Mengapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak ingin pulang?”

“Tidak.” Jawabku singkat.

Sunny menatapku sekejap, “Oppa? Kau aneh. Kau ingin bermalam disini?” aku mengangkat bahuku, dia lalu menggelengkan kepalanya. “Terserah saja deh.” Gumamnya sambil melangkah ke arah pintu.

Segera kutarik tangannya lalu segera ku raih tubuh kecil itu kedalam pelukanku.

“oo.. oppa?” tanyanya terbata-bata.

Aku tak menjawab. Aku sungguh ingin memeluknya. Dan kali ini aku tak bisa lagi menahan semua. Aku memeluknya, aku memeluknya, aku memeluknya!!!!

“Oppa?” panggilnya lagi.

Aku menarik daguku dari puncak kepalanya. Segera aku melepaskan pelukanku lalu menatap wajahnya. Tak kusangka wajahnya memerah.

“Oppa??”

Aku tersenyum kecil lalu berjalan keluar melewatinya.

*Sunny PoV*

Hei!! Apa-apaan orang ini??? Seenaknya saja memelukku seperti tadi. Dia kira dia siapa??? Seenaknya saja memperlakukanku seperti itu!! Dia kira aku patung??? Andwe!!! Meski badanku kecil setidaknya aku sangat berbeda jauh dengan patung yang hanya diam. Jeongmal namja baboya!!!!

Aku memegang wajahku yang memanas. Pelukan Sungmin oppa benar-benar membuatku hampir pingsan. Aigoo…..

Pintu ruang siaran terbuka. Sungmin kembali masuk kedalam lalu menatapku tajam. “Kau masih mau tetap disitu?” ucapnya setengah berteriak.

Segera aku menutup telingaku. “Oppa babo!! Jangan berteriak seperti itu, aku hampir saja mati mendadak.”

“Baiklah, aku akan segera mematikan lampu.” ujarnya sambil menutup kembali pintu. Aku bersidekap sambil duduk kembali ditempat dudukku.

Tuk tuk tuk! Sungmin mengetuk jendela studio. “Kau masih mau disitu?” suaranya terhalang kaca, aku tak mendengarnya. Tapi aku tau apa yang diucapnya, aku sempat membaca gerakan bibirnya.

Aku menggeleng pelan. “Aku akan tetap disini sampai Sungmin oppa menjawab pertanyaanku!!!” teriakku keras sambil mengangkat kedua tanganku untuk menutup telingaku.

*Sungmin PoV*

“Aku akan tetap disini sampai Sungmin oppa menjawab pertanyaanku!!!!” Sunny berteriak kepadaku. Kulihat dia menutup telinganya.

Aku menggeleng. Dasar yeoja babo! Aku melirik jam dipergelangan tanganku. Sudah jam 08.00 malam. Pasti yeoja babo itu kelaparan. Ah, terserah deh. Bukan salahku. Aku tidak tanggung jawab.

“Oppa!!!!” teriak Sunny dari dalam. Aku mendengarnya lalu mengacuhkannya. Aku berlalu meninggalkannya didalam. Tapi baru beberapa langkah aku kembali keruangan.

Tanganku sudah menggenggam genggaman pintu, tapi aku tak jadi membukanya. Aku malah mematikan lampu ruang siaran sambil tersenyum jahil.

Claark. Aku mematikan lampu. Ruang siaran jadi gelap.

“Gyaaaaaaa!!!!!!!!” teriak Sunny ketakutan dari dalam. “Oppa!!!!!” jeritnya makin jadi. Sunny menjerit terus meneriakkan namaku.

Aku tersenyum puas mendengar jeritannya. Aku mengintip dari jendela luar ruang siaran. Mencari sosoknya. Kusapu seluruh ruangan mencari Sosok yeoja babo itu, tapi tak kutemukan dimana-mana. Ku perjelas pendengaranku, aku tak mendengar suara jeritannya lagi.

Aku bergegas menuju pintu ruang siaran. Tapi kutahan langkahku. Aku sungguh takut dia tiba-tiba pingsan didalam, tapi aku tak bisa menunjukan kepadanya jika aku khawatir kepadanya.

Aku meraih gagang pintu lalu melepaskannya lagi. Aku menggeleng pelan.

Bruuukkk!!! Wajahku terpukul tepat mengenai pintu ruang siaran yang terbuka. Sialnya seseorang menindik tubuhku. Dia terjatuh saat membuka pintu.

“Omo.. sakit…” ku buka mataku, ku lihat Sunny sedang berada tepat diatasku. Mata kami bertatatapan sejenak sebelum dia memutuskan menggeser tubuhnya disampingku.

Aku duduk disebelahnya. Kulihat matanya berkaca-kaca. Mungkin sebentar lagi dia akan menangis karena ulahku tadi. Aku mengigit bibir bawahku saat melihatnya. Aku rasa tak sewajarnya aku melakukan hal tadi.

“Mianhaeyo, Sunny~ah.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku saat airmatanya mulai menetes turun dipipinya. Segera kuhapus airmatanya itu.

“Oppa, kau membuatku takut!”

“Sudahlah aku kan sudah minta maap kepadamu, jadi jangan menatapku seolah aku yang bersalah, Soonkyu!” aku bersikeras.

Sunny mendorong wajah Sungmin menjauh. “Baboya!! Kau yang salah oppa!” jerit Sunny. “Masih nggak mau ngaku??” aku menggeleng sambil tersenyum jahil kearah Sunny. Sunny mendengus sebal. “Apa yang kau lakukan tadi? Kau ingin membuatku mati ketakutan? Ya, oppa!!”

“Tentu saja tidak!! Aku tak bisa ..” aku menggantungkan kalimatku. Sunny menatapku penuh tanya.

“Waeyo?” tanyanya ditengah tangisnya.

Aku menghela napas. Mungkin sudah saatnya aku jujur padannya. Ya, mungkin ini saatnya. “Dandyu,” panggilku. Dia langsung merengut sebal. “Sudahlah, jangan menatapku seperti itu. Berhentilah menangis, aku tak bisa melihatmu menangis.”

“Biarkan saja!!”

Aku memukul kepalanya dengan kertas yang ada ditanganku. “Babo, jeongmal baboya!! Aku tak ingin melihat airmata buayamu itu, Soonkyu~ah!!”

Sunny menghapus airmatanya. “Ahh, berhentilah mengejekku terus oppa, aku muak!!” Sunny berdiri. Secepat mungkin aku mengikutinya berdiri. “Aku mau pulang, oppa! Tolong jangan ganggu aku!” ujar Sunny cepat seraya melintas didepanku. Segera ku tahan tangannya. “Gwenchena, oppa? Aku benar-benar sangat lelah, aku ingin pulang,” gerutunya sambil mendengus sebal.

Aku melepaskan tangannya yang tak sengaja kugenggam tadi. Aneh, mengapa aku menggenggam tangannya?

Sunny melipat kedua tangannya didepan dadanya. “Nah, sekarang oppa diam? Ada apa?”

Aku tersenyum kikuk didepannya. Andwe!! Apa ini kenapa aku sangat serba salah saat mata mungil miliknya menatapku?? Apa yang terjadi kepadaku? Apa aku menyukainya? Benarkah?

“Oppa..” Sunny memanggilku. Aku menggigit bibirku. “Kalau oppa tidak ingin bicara, aku akan bertanya sesuatu kepada oppa,” ujarnya.

Aku menghela napas panjang. Untung saja dia cepat mengalihkan pertanyaannya. Kalo tidak, rahasia yang selama ini aku simpan hampir terbongkar. Hampir saja aku mengatakan kalau aku sudh terlalu lama menyimpan perasaan ini untuknya. Aigoo~

“Oppa!! Kau tidak mendengarku??” aku menatapnya lalu menggeleng pelan. Kulihat dia lagi-lagi mendengus sebal. “Aku cuma ingin bertanya padamu, oppa. Mengapa tadi didalam ruang siaran oppa memelukku tiba-tiba?”

Deg! Sial! Kenapa yeoja babo ini bertanya tentang itu lagi? Apa yang harusnya aku jawab?

“Akh, eng, aku… itu…”

“Oppa!!”

Aku tersentak. “Eng, itu..” aku menatap matanya yang bening. Tiba-tiba mata itu melengkung dengan indahnya. Sunny tersenyum! Manis!! Sungguh manis!!! Aku sungguh tak ingin melihatnya!! Aku ingin memeluknya! Ingin melindunginya dari siapapun! Mendekapnya erat. Sangat erat!

*Sunny PoV*

Aku lihat Sungmin oppa masih tergugu dengan kata-katanya. Lucu sekali melihatnya seperti itu. Apa yang ada didalam pikirannya? Kenapa wajahnya jadi memerah seperti itu? Lucu sekali wajahnya… Ingin rasanya aku tertawa lebar disini sekarang. Melihatnya saja sudah membuatku sangat senang. Walau dia mengerjaiku sampai membuat ketakutan setengah mati seperti tadi, tapi aku tau dia tak mungkin tega mengurungku lebih lama lagii. Andwe oppa!! Aku makin menyukaimu!! Tidakkah kau menyadarinya, oppa??

Aku tersenyum kearah oppa dengan senyuman termanis yang kupunya. Aku sungguh tak ingin membuatnya merasa bersalah. Ini semua salahku, tak seharusnya aku berdiam diri didalam sana, seperti tadi. Sungmin oppa tidak salah. Seharusnya aku tak perlu membentaknya.

Sungmin terpaku menatapku saat aku tersenyum kearahnya.

“Kau tidak marah, Sunny~ah?” tanyanya sambil terus menatapku.

Aku menggeleng pelan. “Sungmin oppa tidak salah, aku yang salah. Seharusnya aku yang,” aku melotot, belum sempat aku melanjutkan ucapanku, Sungmin oppa lagi-lagi sudah memelukku tiba-tiba. Tubuhnya yang lebih tinggi daripada tubuhku membuatku tenggelam dalam pelukannya. Wajahku terbenam didadanya. “Oo.. oppa??” suaraku bergetar hebat. Jantungku berdegup lebih cepat dari pada biasanya. “Sungmin oppa…” desisku sambil menoleh kearahnya.

Dia melepaskan pelukannya sambil tersenyum manis kearahku. “Gomawoyo, my Dandyu,”

Aku terdiam mendengar kata terakhirnya barusan. “Mwo? Oppa, gwenchena? Kau sakit?” Aku menatapnya khawatir. Sungmin oppa malah mengelus rambutku pelan sambil menggeleng pelan.

“Saranghaeyo, Lee Soonkyu~ah,”

Aku terkejut. Tubuhku tak kuat lagi menahan badanku. Aku terduduk lemas didepan Sungmin oppa.

“Sunny!!! Gwenchena???”

Airmataku melaju saat itu juga. Aku tak sanggup lagi menahan airmataku. Lagi-lagi aku menitikan airmata didepannya. “Sungmin oppa,” ujapku sambil menatapnya.

Tangannya tak henti menghapus airmataku. “Sudahlah, berhenti menangis, aku tak ingin melihatmu menangis seperti ini. Aku tak bisa menahan rasa bersalahku jika melihat yeoja yang kusayangi menangis seperti ini didepanku. Baboya!!! Berhentilah menangis. Kau membuatku takut, babo!!!”

Aku menghapus airmataku. “Oppa, yang tadi kau katakan itu… apa semua itu benar? Jinca? Tell me, oppa!!” kejarku sambil menarik-narik lengan bajunya. Aku tak percaya dengan kata-kata yang barusaja diucapnya. Aku bersumpah, aku benar-benar kaget bercampur senang. kata-kata itu bagai mukjijat bagiku. Ini kata yang selama ini aku tunggu-tunggu sampai kata ini keluar dari mulutnya, rasanya aku tak memiliki waktu untuk bernapas karena terlalu senang.

Sungmin mengangguk pelan sambil menggenggam jemariku. Rasa bahagia menjalar keseluruh tubuhku. Senyumku ikut mengambang dikedua sudut bibirku. Rasa cintaku berbalas!! Sungmin oppa ternyata juga memiliki perasaan yang sama denganku, lucky me…

Ingin rasanya aku berteriak kegirangan. Tapi suaraku tercekat ditenggorokan, tak bisa keluar. Aku membalas tatapan Sungmin oppa dengan ragu. Aku tak tahu harus berbuat apa saat wajah Sungmin oppa mendekat kearahku. Dadaku bergemuruh hebat. Bibirku bersentuhan dengan bibir Sungmin oppa. Andwe!!

Sungmin oppa mengecup bibirku, pelan. Sangat lembut. Anehnya aku tak melepaskan bibirku dari serangan bibirnya yang tiba-tiba menyerang bibirku. Mataku kembali memanas. Mataku berkaca-kaca.

Sungmin oppa menjauhkan bibirnya dari bibirku saat airmataku menitik tepat dipipinya. Ditatapnya aku sambil menaruh kedua tangannya kedua pipiku.

“Hey, kenapa kau menangis? Apa aku menyakitimu?”

Aku menggeleng sambil menunduk. Sungmin mengangkat wajahku lalu menghapus airmataku yang mengalir dengan tangannya.

“Katakan padaku. Aku akan membayar semua kesalahanku padamu. Mianhaeyo atas ciuman tadi, aku tak sengaja.”

Aku menggeleng.

Dia menatapku penuh arti. Tatapannya tak bisa kuartikan dengan cepat. Aku menghela napas sambil mencoba menatap matanya sambil berusaha mengatur detak jantungku yang berdetak semakin cepat ini. “Sungmin oppa,” panggilku.

“Yaa?”

Wajahku memanas. Sudah bisa kuduga kalau sekarang wajahku merah seperti kepiting rebus. Babo! Bukan wajah ini yang seharusnya aku perlihatkan kepada Sungmin oppa!!! Andwe!!

“Sunny~ah, gwenchena? Kau baik-baik saja kan?”

Aku mengangguk sambil kembali menunduk. “Itu… Itu tadi myFirst kiss, oppa,” gumamku pelan sambil mencuri pandang kearahnya.

Sungmin oppa menggaruk-garuk kepalanya, kemudian meringis kearahku lalu berkata, “Mianhaeyo, Sunny~ah,”

“Aniiyo, Oppa, aku sudah lama menyukaimu. Aku tak berani mengatakannya karena aku takut kau akan marah sekali padaku,” gumamku pelan.

Sungmin tersenyum lagi, meraih jemariku lalu membisikkan sesuatu tepat ditelingaku. “Jeongmal saranghaeyo, my dandyu. Saranghae Lee Soonkyu.” Bisiknya kecil dengan suaranya yang lembut.

Aku tersenyum kecil. Masih tak percaya dengan semua yang terjadi. Tapi genggaman tangannya yang hangat membuatku percaya padanya.

“Mau kah kau….” Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, aku segera mengangguk pasti. Sudah lama aku menyukainya, dan sekarang perasaanku berbalas. Aku tak ingin mengecewakannya karena kami memiliki perasaan yang sama.

Sungmin oppa tersenyum lebar lalu memelukku lagi. Aku membalas pelukannya tapi hanya beberapa detik saja, kemudian aku mendorong tubuhnya menjauh beberapa inchi dari tubuhku.

“Sudahlah, oppa. Aku sudah capek dipeluk olehmu berkali-kali hari ini,” gerutuku sambil menjulurkan lidah kearah Sungmin oppa.

Sungmin oppa menekan hidungku. “Dandyu, kau!!!” Aku tertawa. Sungmin oppa mengacak pelan rambutku. Lalu menadahkan tangannya kearahku. “Kajja!! Ayo pulang. Kau tak ingin orang-orang kru bawah mengunci kita disini kan?”

Aku mengangguk cepat. Tapi Sungmin oppa memencet hidungku lalu berlari lebih dulu keluar ruangan.

Aku mendengus sebal lalu segera berlari mengejarnya. “Oppa!!!!”

Sungmin berhenti berlari dan merangkul tubuhku erat. Didekatkannya bibirnya ditelingaku. “Aku tak akan meninggalkan orang yang aku sayang sendirian. Aku janji!” gumamnya kecil.

Aku mengangkat jemari kelingkingku lalu mendekatkannya didepan wajahnya.

“Waeyo?”

Aku mengerling sebentar. “Janji?” ucapku sambil memiringkan kepalaku. Sungmin mencium pipiku singkat lalu mengkaitkan kelingkingnya hingga kelingking kami bertautan.

“Janji!” ujarnya sambil tersenyum manis. Aku tersenyum malu menatapnya.

***TheEnd***

Nb :     Maap kalo ceritanya rada nggak nyambung ^_^’’

Tapi aku suka banget pairing Sunny & Sungmin~ *Double S Couple^^

SunSun Couple! Hwaiting!!

“My Lovely Dandyu!!!”

Cast : Sungmin with Sunny *Double S Couple*

Author : Greyriiez Michii (Shin Chaeri a.k.a Choi Soonri)


24 thoughts on “My Lovely Dandyu!!! (Oneshoot)

  1. haaaai… aQ reader bru nih…. *gk da yg naxa..*

    crita’a kreeen ko’….. aQ ska ma SunSun couple… mreka kya’ pacran bnran…… ^^

    smga ja mrka bnran pacaran suatu saat nanti…. pasti lucu tuh….

    aQ jga ska ma TaeTeuk, SeoKyu, HyoYuk, Sifanny, YoonBum,… pko’a Super Generation Couple deh..

    Like

  2. Ahh… Akuu gak tw hrs komen apa–‘
    kata2ku udh ada smw sih d seluruh komen ff ni… Lol
    .so sweet,, god job c:

    Like

  3. omonaaaaa *die
    Aaaaaa sunsun~
    Jarang ff sunsun hiks T.T

    Keyennn *sok imut

    Buat double S lagi wkwk

    Wah udah ciuman wkwk ahhh sini saya abadikan hahhaha #plak

    Like

  4. Ah, so sweet!
    S couple lucu, ya!
    Q senyum2 sendiri baca’a. Tu pasti sungmin oppa diajarin romantis2nya dari nampyeon q, kibum oppa! *ngarep amat*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s