At Gas Station


WARNING…!!!!!!

TIDAK UNTUK SILENT READER…!!!!!

TITLE: AT GAS STATION

AUTHOR: Adizz a.k.a Kim Jing Su a.k.a Gladiz

RATING: Semua umur, bebas..

LENGTH: ONESHOT

GENRE : ROMANCE

CAST  : KRYSTAL JUNG F(X) & CHOI MINHO SHINee

OTHER CAST : KEY SHINee

Annyoeng berhubung ini FF pertamaku mianhe kalau ceritanya geje dan aneh banget! Berhubung author nggak mau banyak cincong, silakan langsung dibaca!

-KRYSTAL POV-

“Krystal…”

Aku yang tengah asyik dengan netbook ku menoleh ke asal suara.“Wae???” Sahutku malas.

“Kajja, temani aku beli kimbab!” Seru namja menyebalkan nan bawel yang entah kesialan atau keberuntungan ditakdirkan menjadi oppa ku.

“Anio.” Tolak ku tegas.

“Harus!” Kata Key Oppa bersikeras.

“Anio.” Aku tetap menolak.

“Ayolah, aku malas kalau pergi sendiri.”

“Wae?” Tanyaku.

“Nanti tidak ada yang pegangi kimbabnya.” Jawab Key Oppa santai.

Aku mencibir, “Kan bisa di gantung di stang motor, gagang kaca spion, atau apa gitu!”

“Nanti jatoh..!” Elak Key Oppa.

Aku menghela napas. Tidak mungkin aku dapat menang berdebat dengan Oppa ku yang satu ini. “Nde..nde.., tapi sebentar..”

“Ngapain?” Kata Key Oppa tidak sabaran.

“Turn Off netbook ku dulu!” Jawabku jengkel.

“Oh, arrasoe. Aku tunggu di depan.” Lalu Key Oppa melangkah keluar kamar.

Untuk kedua kalinya aku menghela napas, men-turn off netbook ku, dan mengambil jaket di lemari. Aku pun melangkah keluar kamar sambil mengenakan jaket hitamku untuk menyusul Key Oppa.

Tepat saat aku membuka pintu depan, terdengar suara klakson motor yang dibunyikan keras – keras. Aku mendengus dan berjalan cepat kearah Key Oppa yang sudah siap di atas pespa biru bututnya.

“Kajja..!” Seru Key Oppa.

Aku mengerucutkan bibirku dan naik ke atas motor di belakang Key Oppa. Satu menit kemudian aku dan Oppa sudah dalam perjalanan menuju toko kimbab langganan Key Oppa. Angin malam mengibarkan rambutku, malam ini malam berbintang.

Malam ini malam Minggu, rata – rata yoeja seusiaku biasanya sedang berkencan dengan namjachingunya, bukan menemani Oppanya yang cerewet membeli kimbab. Entah bagaimana,diriku merasa dongkol memikirkan hal itu.

Sepanjang perjalanan, Key Oppa berceloteh panjang, namun aku tidak menanggapi, dan Oppa sepertinya juga tidak peduli. Otakku berputar memikirkan sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya, ‘Mungkin aku harus mulai mencari namjachingu sekarang,’ pikirku. Sedetik kemudian, aku meledek diriku sendiri karena apa yang baru saja aku pikirkan. Aku tidak pernah tertarik pada seorang namja pun, bukan berarti aku tidak normal loh! Hanya saja memang belum ada namja yang mampu menarik hati ku. Walau sudah ada beberapa namja yang menyatakan cintanya padaku, aku menolak mereka semua. Kerena aku, memang tidak memiliki perasaan apapun pada mereka.

“Kau tunggu di sini saja, jagain motor kerenku ini, aku mau pesan kimbabnya dulu!” Kata Key Oppa.

Aku mencibir, “Motor keren? Ini pespa butut!” Kataku meremehkan.

“Terserah, pokoknya jagain!” Ujar Key Oppa dan melangkah masuk ke dalam toko kimbab.

“Huh, Oppa ini pikirannya cuma makan dan pespa butut ini aja! Bukannya bilang ke dongsaengnya biar hati – hati ditinggal sendirian malah disuruh jagain ini pespa!” Gerutuku.

Aku menunggu Key Oppa dengan tidak sabar sambil mengetuk – ngetukkan jariku pada stang motor. Mataku menjelajah, menatap keadaan di sekelilingku, tidak ada yang special, semuanya membosankan. Setelah hampir sepuluh menit menunggu, Key Oppa akhirnya keluar dari toko sambil menenteng plastik putih berisi kimbab. Key Oppa menghampiriku dan menyodorkan pelastik putih itu padaku. “Pegang!” Perintahnya.

Aku menerima pelastik itu dan menjaganya agar tidak terjatuh. Key Oppa naik ke atas motor dan menyalakannya, “Bensin!” Seru Key Oppa tiba – tiba.

Aku mengernyit, “Waeyo?” Tanyaku dari balik punggung Oppa.

“Bensin!” Seru Key Oppa lagi.

“Nde, bensinnya kenapa?” Tanyaku agak jengkel. Moodku benar – benar sedang tidak bagus saat ini.

“Bensinnya sekarat!” Kata Key Oppa panik.

“Ya, sudah sekalian diisi saja.” Saranku.

“Masalahnya aku tidak ada uang, sudah habis.” Ujar Key Oppa cemas lalu menoleh ke arahku, “Kau ada uang tidak?” Tanya Key Oppa.

Aku berdecak dan merogoh kantong jaketku, menarik keluar beberapa lembar uang dari dalamnya. “Ini cukup?” Tanyaku sambil menyodorkan uangku pada Key Oppa.

Key Oppa menghitung jumlah uang yang kuberikan dan mengangguk sambil tersenyum senang, “Nde, cukup.”

“Oppa harus ganti uang ku itu!” Kataku penuh selidik.

Key Oppa mencibir tanpa menjawab perkataanku lalu mulai mengemudikan pespa butut yang dikatakannya sebagai motor keren ke pom bensin terdekat. Antrian di pom bensin saat itu cukup panjang dan membuatku cukup kesal.

Sementara kami mengantri, aku kembali membiarkan mataku menjelajahi keadaan sekelilingku, dan mataku tiba – tiba terhenti pada kaca sepion sepeda motor yang ada di depan motor kami.

Di sana, terpantul sepasang mata hitam besar. Seluruh perhatianku tiba – tiba saja terpusat pada sepasang mata itu. Mata hitam besar yang tajam tapi menenangkan, yang balas menatap mataku. Aku mengagumi keindahan mata itu, kejernihannya.., membuatku seperti ada di dunia yang berbeda.

Perhatianku tiba – tiba buyar saat merasakan gerakan pada motor yang aku naiki, saat Key Oppa mengayunkan kakinya agar motor kami bergerak maju ke depan, aku memutar mataku, dan kembali mengarahkannya pada kaca spion motor yang ada di depan motor kami.

Kali ini kaca spion itu memantulkan sebuah wajah mungil, dengan hidung mancung, bibir pink tipis yang sangar menggoda, dan..,mata yang sama seperti yang sempat aku pandang tadi.

Wajahku memanas saat mendapati namja bermata indah dengan wajah tampan yang tidak di kenal yang jaraknya kurang dari satu meter di depanku balas memperhatikanku. Aku mengalihkan pandanganku ke punggung Key Oppa dan merundukkan diriku serendah mungkin hingga tertutupi oleh tubuh Key Oppa.

Entah kenapa aku merasakan diriku ingin tersenyum, mungkin bukan lagi merasakan, karena aku sadar bahwa sekarang aku tengah tersenyum lebar sekali. Aku menusuk – nusuk punggung Key Oppa dengan jari telunjuk.

Key Oppa menoleh, “Wae?” Tanyanya. Aku tidak menjawab, melainkan semakin tersenyum lebar.

“Wae?” Tanya Key Oppa lagi.

“Namja di depan..” Bisikku pelan.

Key Oppa memutar pandangannya pada namja yang ada di depan kami dan kembali menoleh ke arahku, “Wae? Ia chingu mu?”

Aku menggeleng pelan, masih dengan senyum lebar di wajahku.

Key Oppa mengernyit, “Lalu?” Tanyanya yang tampak bingung dengan tingkahku.

“Dia..,keren..” Jawabku pelan.

Key Oppa terdiam, menatapku tajam, dan mencibir, “Jangan mikir yang aneh – aneh!” Katanya sambil berpaling dariku.

Aku balas mencibir kesal dan kembali menegakkan tubuhku, memberanikan diri untuk menatap namja asing di depan. Namja itu mengendarai motor besar berwarna biru yang sangat keren. Namja itu tinggi, dengan rambut pendek hitam. Di punggungnya tersandang tas ransel cokelat, ia mengenakan jaket kulit hitam, kaos abu – abu yang serasi dengan celana jeans yang ia kenakan. Secara keseluruhan, style nya memang benar – benar sempurna.

Wajahku kembali memanas dan senyumku terasa akan mengembang lebar kalau seandainya saja aku tidak menggigit bibir bawahku untuk menahannya. Walau begitu, aku tetap memaksakan diriku untuk menatap namja itu dengan sembunyi – sembunyi, dan sepertinya namja itu juga tidak menyadarinya. Karena sedari tadi, pandangannya terpusat ke depan.

Dari kaca spion motornya, aku dapat melihat wajahnya yang cool dan berkharisma, jantungku mulai berdebar kencang. Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, ‘mungkinkah ini jatuh cinta pada pandangan pertama?’. Ingin sekali aku menepis perkataan itu dari pikiranku,tapi tidak bisa. Karena aku sendiripun tahu, bahwa memang itulah kenyataannya.

“Turun!” Terdengar perintah Key Oppa yang membuat lamunanku buyar.

Aku menurut dan turun dari motor, begitu juga dengan Key Oppa. Oppa menenuntun motornya agar bergerak maju. Namja tampan nan mempesona itu kini tengah mengawasi orang yang mengisi bahan bakar motornya dengan serius. Beberapa menit kemudian, namja itu menyerahkan beberapa uang pada pengisi bensin dan menaiki motornya, menggas motornya, dan bergerak menjauh.

Aku menatap kepergian namja itu dengan rasa kecewa dan penuh harap. Aku memejamkan mataku dan menghitung hingga tiga detik lalu membukanya kembali. Berharap namja itu menoleh ke belakang, ke arahku, dan mengurungkan niatnya untuk pergi, setelah itu mendekatiku, menyapaku.

Tapi tidak, tanpa menoleh ke belakang sedikitpun, namja itu bergerak cepat dan berbelok ketikungan, menghilang dari pandangan.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

Aku melajukan motorku secepat mungkin meninggalkan pom bensin itu. Bayang – bayang yoeja itu masih terasa segar dipikiranku. Rambut hitamnya yang panjang dan bergelombang, kulit putihnya yang mulus, wajahnya yang cantik dan bersih..

Aku mendesah mengutuki diriku atas kebodohanku sendiri. Apa yang aku pikirkan? Jelas – jelas yoeja itu sedang bersama seorang namja, mungkin itu namjachingunya, untuk apalagi aku memikirkannya? Mengharapkannya? Aku bahkan tidak tahu siapa yoeja itu, dan kemungkinan kami bertemu kembali hanyalah 10%.

Namun entah kenapa, sungguh sulit mengusir bayangan yoeja itu dari pikiranku. Wajah manisnya itu masih setia bertengger di kepalaku, padahal aku menatap wajahnya hanya dalam hitungan menit. Bagaimana bisa aku bisa begitu mengingatnya?  Aku kembali teringat dengan kejadian beberapa menit yang lalu, saat pandangan kami bertemu.

Seandainya saat itu ia sendiri, seandainya tidak ada namja yang berada di sampingnya, seandainya aku memiliki cukup keberanian untuk menyapanya, mengenalnya, ataupun menatap wajahnya untuk terakhir kalinya saat aku meninggalkan pom bensin tersebut.

Tapi tidak, semuanya sudah terlambat. Tidak ada gunanya lagi aku kembali ke pom bensin itu, yoeja itu pasti telah pergi. Untuk pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini pada seorang yoeja, dan aku menyia – nyiakannya. Sesuatu yang disebut orang – orang sebagai ‘cinta pada pandangan pertama’.

*****

“Kau sudah pulang?” Tanya Umma saat aku melangkah masuk ke dalam rumah melewati Umma yang tengah sibuk di dapur.

Aku menjawab pertayaan Umma yang sebenarnya tidak terlalu penting karena jelas aku sekarang telah berada di rumah,”Nde.” Jawabku singkat.

“Bagaimana hari pertamamu mengajar piano?” Tanya Umma sembari mengangkat piring – piring kotor ke washtaffel untuk di cuci,

Aku mengangkat bahu, “Cukup menarik.”

Umma tersenyum, “Akan lebih menarik lagi kalau kau benar – benar menghayatinya.”

Aku merebahkan diriku di sofa, “Bayarannya memang lumayan, dan aku memang belum terlalu terbiasa.”

Umma tertawa pelan, “Bersihkan dirimu lalu makan, setelah itu kau dapat beristirahat.” Ujar Umma. Aku menurut, bangkit dari dudukku menuju kamar, bergegas untuk mandi.

-KRYSTAL POV-

Sudah dua minggu sejak pertama kali aku bertemu dengan namja bermata indah dengan wajah tampan di pom bensin saat itu. Tapi bayangan wajahnya masih terukir jelas di pikiranku. Sejak hari itu, aku jadi rajin mengisi bensin pespa butut Key Oppa. Setiap tiga hari sekali aku pergi ke pom bensin yang sama, berharap bertemu dengan namja itu lagi, dengan tekad akan menegurnya dan mencoba mengenalnya kalau aku berhasil kembali bertemu dengan namja itu.

Tapi tidak pernah sekalipun aku bertemu dengan namja itu lagi. Padahal aku selalu memikirkan namja itu setiap hari, setiap malam. Dan malam ini, untuk pertama kalinya sejak hari itu, aku merasa sedih dan putus asa, bahwa aku tidak akan pernah bertemu dengan namja itu lagi. Sesuatu yang sebenarnya telah aku sadari sejak lama, namun tidak ingin aku akui.

Aku melangakah ke arah piano yang berada di sudut kamarku, menyibak penutup hitam yang menjaga piano itu agar bersih dari debu, menarik kursi pianonya keluar, dan duduk di sana. Aku meletakkan jemariku di atas tuts – tuts pianoku dan mulai memainkannya dengan luwes. Aku memejamkan mataku, mencoba menenangkan diri, menghayati permainan pianoku.

Hingga permainan pianoku selesai, aku membuka mata dan mendengar suara tepuk tangan di belakangku.Aku menoleh, mendapati Umma tengah tersenyum senang sambil bertepuk tangan. Sepertinya Umma telah sedari tadi masuk ke dalam kamarku tanpa aku sadari.

“Kau mempunyai bakat menjadi seorang pianist.” Kata Umma dengan nada bangga.

Aku tersenyum, “Mungkin.” Jawabku.

“Selama ini kau belajar dengan otodidak, mengapa tidak mencoba mengembangkannya dengan mengikuti private? Umma dengar ada tempat private piano dengan guru yang sangat bagus tidak jauh dari sini.” Ujar Umma.

Aku terdiam, memikirkan hal itu, “Molla, aku lebih nyaman belajar sendiri.”

“Jinca?” Tanya Umma dan mendudukan dirinya di pinggir tempat tidurku.

Aku memutar posisi duduk ku menghadap ke arah Umma, “Nde.”

“Kau tahu Melody Piano Lessons?” Tanya Umma. Aku berpikir sebentar dan mengangguk.

“Umma dengar ada guru baru yang sangat berbakat mengajar di sana. Ibu sudah menyaksikan permainannya kemarin bersama teman Umma. Benar – benar bagus, seorang namja masih sangat muda dan tampan.” Goda Umma.

Aku tersenyum geli, “Jinca? Jadi Umma mau mendaftarkan ku untuk mengikuti les disana?” Tanyaku.

Umma mengangguk, “Nde. Bagaimana menurutmu?”

Aku kembali berpikir dan memutuskan bahwa aku tidak akan benar – benar merasa nyaman mengikuti les. Tapi sedetik kemudian aku teringat bahwa Melody Piano Lessons berada tepat di depan pom bensin dimana ia bertemu dengan namja bermata indah itu. Dan apabila ia mengikuti les disana, maka akan lebih mudah baginya untuk..

“Nde, aku tidak keberatan.” Jawabku dengan mata berbinar.

Umma menatapku heran namun senang, “Arrasoe, kalau begitu kita akan mendaftar besok.” Umma bangkit dari duduknya dan menepuk pundakku.

Aku mengangguk sambil menatap Umma yang melangkah keluar kamar.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

“Kau akan kedatangan murid baru.” Ujar Sunggie Sunbae saat aku baru sampai di Melody Piano Lessons tempatku mengajar.

“Namanya Krysal Jung, 16 tahun, aku sempat melihat permainan pianonya, bagus sekali. Menurut ibunya ia belajar secara otodidak dan ingin mengembangkannya dengan belajar dari orang yang lebih ahli.” Sunggie Sunbae mengabarkan.

Aku mengangguk, “Kapan ia datang?” Tanyaku.

“Siang ini, sekitar jam 2.” Jawab Sunggie Sunbae.

“Siang ini?” Aku mengernyit. “Aku tidak bisa, ada keperluan. Bukankah sebelumnya aku sudah beitahukan pada sunbae?” Tanyaku.

Sunggie Sunbae terdiam, mencoba mengingat – ngingat, dan beberapa saat kemudian menepuk jidadnya. “Aigo, aku lupa!” Serunya.

Aku terkekeh, “Aku tidak bisa membatalkan keperluanku ini, karena keperluanku ini adalah mengikuti testing di sekolah.”

“Aigo, padahal Mrs.Jung, hanya ingin putrinya di ajari olehmu.”

“Kau bisa mengatakan padanya bahwa aku sedang sibuk hari ini, dan menggantinya pada hari lain kan?” Aku mencoba memberikan solusi.

“Oh, tidak semudah itu. Krystal Jung tidak bisa asal mengganti jadwalnya, ia sudah memperingatkan padaku tentang hal ini.” Sunggie Sunbae tampak frustasi dan membuatku merasa tidak enak.

Seperti dapat membaca pikiranku, Sunggie Sunbae berkata, “Anio, Minho. Kau harus tetap mengikuti testing di sekolahmu, itu lebih penting dari ini.”

“Jadi bagaimana denganmu?” Tanyaku.

“Aku akan memberinya guru sementara.” Jawab Sunggie Sunbae.

-END MINHO POV-

-KRYSTAL POV-

Ini hari pertamanya mengikuti les piano di Melody, dan segalanya berjalan dengan sangat membosankan. Guru yang Mr.Sunggie dan Umma katakan berbakat terasa seperti perkataan belaka.

Guru yang mengajarnya tadi adalah seorang ahjussi yang sudah agak beruban dengan wajah yang selalu cemberut. Selain itu, ia juga merasa bahwa ia dapat memainkan piano lebih baik dari guru piano yang mengajarinya hari ini.

Mr. Sunggie memang telah mengatakan padanya bahwa guru yang seharusnya mengajarnya mempunyai urusan yang sangat penting dan tidak dapat ditinggalkan.Walau Mr. Sunggie telah meminta maaf, tetap saja ia merasa kesal dan berpikir untuk tidak mengikuti les ini lagi atau membolos di setiap jam saat ia seharusnya mengikuiti les tersebut.

Aku melangkah keluar dari gedung Melody Piano Lessons, untuk menghampiri Key Oppa yang seharusnya telah menjemputku, namun nyatanya tidak. Walau aku sudah keluar dari gedung, aku tidak dapat melihat Key Oppa dimana pun. Aku menggerutu kesal, ada banyak kemungkinan mengapa Key Oppa terlambat dan aku sungguh malas untuk memikirkan alasan – alasan Oppaku itu.

Di saat bersamaan tiba – tiba saja hujan turun, awalanya hanya gerimis – gerimis kecil namun makin lama menjadi semakin besar. Aku berteduh di teras gedung Melody Piano Lessons, sambil menengadah menatap air hujan yang jatuh ke bumi, memercik di tanah, mengotori sepatuku. Pandanganku menerawang memikirkan namja bermata indahku.

Sudah lima belas menit aku menunggu Key Oppa, namun ia tak kunjung datang, padahal hujan semakin deras. Aku merogoh – rogoh tas sandangku untuk mengambil hp agar dapat menghubungi Key Oppa, namun aku tidak dapat menemukannya, hal itu cukup membuatku panik. Aku mengeluarkan setengah dari barang – barang yang ada di tasku dan memasukkanya kembali. Namun tak kunjung menemukannya.

Aku memutar otakku, mencoba mengingat – ngingat kapan dan dimana terakhir kali aku menggunakan hpku. Ingatan tiba – tiba menyergap otakku. Aku teringat bahwa aku mencatat nomor dari guru piano sementaranya yang payah itu di hpku, dan tidak menaruhnya kembali di tas, melainkan di meja ruangan tempat aku mengikuti pelajaran.

Dengan terburu – buru, aku kembali memasuki gedung Melody Piano Lessons, menyusuri lorong – lorong dengan ruangan – ruangan di kanan kirinya, menuju tempatku meninggalkan hp ku.

-END KRYSTAL POV-

-MINHO POV-

Ternyata testing hari ini berjalan lebih cepat dari yang aku duga. Hanya dalam waktu satu setengah jam, aku sudah berada di perjalanan kembali menuju Melody Piano Lessons untuk mengajar piano kembali. Aku tahu bahwa tidak akan sempat mengajar murid baruku, namun murid – murid lama masih menunggu.

Sebelum kembali ke tempat kerja, aku menuju ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar motornya. Setiap kalia aku menuju ke pom bensin yang berada tepat di depan Melody Piano Lessons, aku merasakan jantungku berdenyut nyeri. Pom bensin ini mengingatkanku pada yoeja yang membayangiku sejak pertama kali aku bertemu dengannya hingga sekarang.

Aku masih tidak dapat melupakannya, ia selalu membayangi diriku, dan harapanku untuk kembali bertemu dengannya tidak pernah pudar. Suatu saat nanti, aku yakin akan kembali bertemu dengan pujaan hatiku itu.

Hari telah mendung saat aku selesai mengisi bahan bakar menuju Melody Piano Lessons. Aku memasuki tempat kerjaku itu melalui pintu belakang agar dapat mampir sebentar untuk menemui  Sunggie Sunbae yang ruangannya berada di bagian paling belakang gedung.

Namun saat aku mengetuk pintu ruangan Sunggie Sunbae, ruangan itu kosong, dan menurut laporan yang aku terima, Sunggie Sunbae sedang makan siang bersama rekannya di sebuah restoran.

Karena tidak ada yang dapat aku lakukan dan waktu mengajar masih satu jam lagi, aku memutuskan untuk melatih permainan pianoku hingga Sunggie Sunbae kembali. Aku duduk di hadapan piano yang ada di ruangan tempat biasa aku mengajar murid – muridku itu dan mulai menekan tuts – tutsnya, merangkai sebuha nada.

-END MINHO POV-

-KRISTAL POV-

Aku hendak masuk ke dalam ruangan tempatku meninggalkan hpku tepat saat mendengar dentingan suara piano. Aku pun mengurungkan niatku, dari balik pintu yang sedikit terbuka, aku mendengarkan permainan piano dari seseorang yang tidak ku kenal.

Nada – nada yang dihasilkan oleh permainannya terdengar sangat indah, sehingga aku sendiri menikmati permanian piano itu dengan sangat senang hingga lagunya selesai. Aku mengintip ke dalam ruangan dan mendapati seorang namja tengah berkutat dengan piano yang ada di hadapannya. Seorang namja berpostur tubuh tinggi dengan rambut hitam pendek, dan terasa sangat familiaer di mataku.

Aku dapat merasakan jantungku berlonjak gembira memikirkan siapa namja itu. Tapi aku tidak bisa yakin dan belum bisa percaya apabila belum melihat wajah namja itu,melihat matanya yang indah.

Aku melangkah masuk ke dalam ruangan perlahan, menghampiri namja itu. Ia sama sekali tidak menyadari ke hadiranku hingga aku memutuskan untuk menyapanya.

“Annyoeng..” Seruku dengan sedikit bergetar.

Namja itu menghentikan permainan pianonya, membalik tubuhnya menatap ke arahku. Dan disaat yang bersamaan, aku dapat merasakan diriku seakan melayang ke angkasa saat bertemu dengan namjaku, namja bermata indahku.

-KRYSTAL POV END-

-MINHO POV-

“Annyoeng..” Terdengar sapaan seorang yoeja.

Aku membalik tubuhku untuk melihat wajah orang yang mengatakannya, berpikir bahwa mungkin itu adalah salah satu muridku. Tapi tidak, bukan. Itu bukan muridku. Ia adalah yoejaku. Yoeja yang selama ini membayangi diriku.

Ia menatapku dengan tidak percaya sekaligus senang, sepertiku. Aku mendekatinya, tidak mampu dan tidak dapat menemukan kata – kata yang pantas untuk aku katakan. Aku menatap lurus ke matanya, ia balas menatapku dan aku merasakan aliran hangat mengalir di darahku.

Aku membelai rambut yoeja itu lembut, ia tidak menepis tanganku atau menyingkir menjauh. Ia hanya menatap mataku, tanpa ku sadari senyum merekah di bibirku dan tanpa ku sadari pula aku menarik yoeja itu ke dalam pelukanku, seakan mengerti, ia membalas pelukanku hangat. Ia, yoejaku, yoeja yang selalu membayangiku, cinta pandangan pertamaku…

 

-THE END-

Gantung ya ceritanya??? Emang sengaja!!!

Kekekekkekeke…

Btw, gomawo udah baca, dan jangan lupa comment ya!

 



12 thoughts on “At Gas Station

  1. romantisss tapi iya ngegantung. waduh minho asal meluk aja hahaha.
    uda lama nggak baca ff krystal minho . hhuhu miss couple

    Like

    1. Hahahaha..,iya memang udah bnyk yg bilang gantung, jdi dah nggk kget lgi, kekeke…
      Gomawo dah baca n comment y, chingu..

      Like

  2. hueeeeeeeeeeee,
    kereeeeeeeeeeen………😄

    cocok nih pairingan, jarang nemu juga soalnya FF pairing ini….
    ceritanya so sweeeet banget chinguu… ^^

    iya ya ?
    minho opp langsung meluk aja sih ? lha kalo ternyata krystal nggak seneng sama dia juga gmn coba ? #kalo ceritanya gituu..

    but at all, dae to the bak !! ^^

    Like

  3. kasian si krystal punya oppa kayak key..pasti hidupnya sengsaraaa..
    #plaaakkk

    bagus2 ceritanya..ff pertama aja udah bgus gini, apalagi selanjutnya..hehe
    jujur, pertama aku kira minho itu teller pom bensinnya lho..haha..tapi kok ga pantes ya namja sekeren minho jd teller pom bensin..hehe, eh ternyata emang salah :p

    cintga bs tmbh dmna aja,d pom bensin pun bis #geleng2..
    bikin after storynya dong biar puaaaass..hehe :p
    share more yua, ff pertama yg bagus😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s