Captured in His Heart. (chapter 6)


★  This story was made and copyrighted by R. No stealing or claiming as yours.

★  No silent reader. Any comments and critics will be very appreciated.

★  Any resemblance to another story or fanfiction is purely coincidental.

★  This story is 100% fictional.

★   Enjoy the story! ^^

Chapter 6: “Jangan takut, aku ada di sini.”

“Hyun-ah, kau kenapa? Kau sedang tidak nafsu makan? Atau ada sesuatu yang sedang kaupikirkan?” tanya Yonghwa cemas.

Keduanya sedang duduk berhadapan di sebuah restoran dan menyantap makan malam masing-masing. Namun Joohyun tampak sedang melamun memikirkan sesuatu dan seolah melupakan makanan yang ada di hadapannya.

Mendengar pertanyaan Yonghwa, Joohyun pun tersentak kaget dan tersenyum. “Eh? Bukan apa-apa, Yong oppa. Aku hanya teringat sesuatu,” jawabnya, sambil mulai menyendok makanannya lagi.

“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanya Yonghwa lagi.

“Tidak, sungguh,” Joohyun menggeleng dan tersenyum semakin lebar, berusaha meyakinkan Yonghwa. “Aku hanya merasa sedikit lelah sesudah pemotretan tadi siang. Kurasa aku harus beristirahat dulu selama seminggu dan lebih fokus belajar.”

Yonghwa tersedak karena mencoba menahan tawanya. “Kau ini. Kurasa hanya kau satu-satunya orang yang menjadikan belajar sebagai bentuk istirahat,” katanya geli. Ia sedang menyendok sesuap besar makanan dari piringnya ketika sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepalanya. “Ah! Aku ada ide. Bagaimana kalau kita pergi menonton film?”

Mata Joohyun melebar. “Film?”

“Bukankah kita sudah lama tidak menonton film bersama-sama? Kutraktir kau ke bioskop, bagaimana?” tanya Yonghwa. Wajahnya tampak bersemangat ketika mengutarakan ide itu. “Hmmmm, bagaimana kalau hari Jumat saja? Ada sesuatu yang harus kuurus selama dua hari ke depan.”

Joohyun berpikir sejenak, lalu mengangguk dan tersenyum. “Baiklah! Jumat kalau begitu,” jawabnya dengan nada riang.

Setelah itu, mereka berdua kembali terdiam dan sibuk dengan makanan masing-masing. Pikiran Joohyun pun kembali melayang pada hal yang sedari tadi mengganggunya, yaitu kejadian yang terjadi tadi siang di taman H. Ia teringat tangan Kyuhyun yang terluka dalam usahanya menyelamatkan Joohyun. Ia pun teringat sikapnya yang dingin pada pria itu. Perasaan bersalah kembali menderanya.

“Tidak seharusnya aku bersikap begitu padanya,” pikirnya menyesal. “Tapi aku juga tak mau melihat orang-orang terluka karena menolongku. Tidak lagi.”

***

Kyuhyun melangkahkan kakinya secara perlahan di trotoar jalanan kota Seoul yang ramai. Beberapa menit lalu, akhirnya ia dan Ahra mengakhiri makan malam mereka dan kini ia sedang berjalan pulang ke apartemennya. Matanya menerawang dan ia sama sekali tidak memperhatikan sekelilingnya. Pikirannya dipenuhi apa yang diceritakan kakaknya di restoran tadi. Bahkan sampai sekarang pun, suara Ahra masih terngiang di telinganya.

“Namanya Kim Jungmo, mahasiswa Departemen Musik Universitas C London. Dia seumuran denganku, karenanya kami berteman cukup baik,” Ahra memulai ceritanya. Kyuhyun diam saja tanpa mengucapkan apa-apa. Ia mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan kakaknya dengan penuh perhatian.

“Dia adalah seorang jenius gitar. Permainan gitarnya sungguh mengagumkan. Jungmo yang kukenal adalah seorang pria yang sangat baik dan penuh perhatian. Beberapa kali ia menolongku saat aku berada dalam kesulitan. Meskipun agak pendiam, tapi ia cukup populer di kalangan mahasiswa Korea di Universitas C.”

Ahra berhenti sejenak untuk menyesap minumannya, sebelum kembali melanjutkan, “Aku mengenal Joohyun dari Jungmo. Sepanjang ingatanku, dia adalah gadis yang sangat menyenangkan. Dia cantik, sangat cerdas, dan ramah. Dia adalah mahasiswi Departemen Komunikasi dan Jungmo pernah bercerita padaku bahwa anak itu selalu bercita-cita ingin menjadi seorang pembaca berita.”

“Selain mereka berdua, ada pula satu anak lagi, yaitu adik sepupu Jungmo, Yonghwa. Ketiganya tak terpisahkan, mereka sudah bersahabat sejak kecil. Tapi rupanya hubungan di antara Jungmo dan Joohyun berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar persahabatan. Walaupun memiliki perbedaan umur yang cukup jauh, mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi.”

Kyuhyun tetap tidak mengatakan apa-apa. Tetapi secara tidak bisa dijelaskan, dadanya terasa sedikit sesak mendengar kalimat terakhir Ahra. Ia mencoba mengacuhkannya dan kembali memusatkan perhatian pada cerita kakaknya.

“Kemudian tibalah hari itu. Mereka bertiga – Jungmo, Joohyun, dan Yonghwa – memutuskan untuk pergi berlibur ke luar kota di akhir pekan. Namun Yonghwa mendadak sakit dan akhirnya hanya kedua orang itu yang pergi. Lalu …” Ahra berhenti sejenak, “terjadilah kecelakaan tragis itu. Jungmo menjadi korban tabrak lari dan tewas di lokasi kejadian. Satu-satunya saksi mata dalam kecelakaan itu adalah Joohyun tapi ia terlalu shock dan terpukul sehingga tidak bisa memberikan keterangan pada pihak kepolisian dengan jelas. Yang kudengar ia sempat menjadi bisu selama beberapa hari setelah kejadian itu. Ketika ia mulai pulih, ia pun memutuskan untuk pindah ke Seoul.”

Ahra kini terdiam sambil mengaduk-aduk minumannya. Kyuhyun tampak shock mendengar kisah tersebut. Ia terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya, “Lalu? Apa yang terjadi kemudian?”

“Entahlah,” Ahra menjawab sambil mengangkat bahunya. Wajahnya tampak sedih. “Kami sangat kehilangan Jungmo, tentu saja. Kecelakaan itu akhirnya hanya dibereskan sebagai kasus tabrak lari biasa. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu, kurasa hanya Joohyun yang tahu. Tapi seperti yang tadi kukatakan, ia tidak bisa menceritakan apa yang dilihatnya karena ia terlalu shock dan terpukul. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa ia kehilangan ingatannya dan melupakan apapun yang terjadi malam itu, tapi aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Yah, kalaupun memang dia kehilangan ingatannya, aku tidak menyalahkannya. Kejadian itu benar-benar mengerikan.”

Kyuhyun membelokkan langkahnya ke taman kecil yang ada di depan apartemennya. Ia lalu menghempaskan badannya di salah satu bangku taman dan termenung di sana, memikirkan kisah yang baru saja diceritakan kakaknya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Seo Joohyun memiliki masa lalu yang menyakitkan seperti itu. Hatinya kini dipenuhi rasa simpati terhadap gadis itu.

“Jangan lakukan itu lagi.”

Mendadak suara gadis itu kembali terngiang di telinganya. Kyuhyun menegakkan badannya. Suatu dugaan tiba-tiba muncul dalam pikirannya, ketika tatapan tajam Joohyun muncul lagi dalam benaknya. Tatapan tajam yang disusul dengan kalimat dingin, “Kau tidak mengerti. Kau tidak tahu bagaimana rasanya melihat seseorang terluka ketika berusaha menyelamatkanmu.”

“Astaga, jangan-jangan … mungkinkah?” Kyuhyun bergumam.

***

Malam itu, Joohyun bermimpi buruk. Ia mendengar suara teriakan, deru keras mesin mobil, melihat kilatan cahaya, dan akhirnya terbangun dengan napas tersengal-sengal. Keringat membasahi dahinya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Setelah beberapa menit, barulah ia menyadari bahwa ia berada di kamarnya dan apa yang dialaminya barusan hanyalah sebuah mimpi buruk. Ia mulai menangis tersedu dan membenamkan wajahnya pada lututnya. Tangan kirinya kembali menggenggam erat cincin yang tergantung di lehernya.

“Jungmo oppa,” bisiknya lirih. “Tidak bisakah aku melupakanmu?”

***

“Kenapa kau tiba-tiba mengajakku nonton film?” tanya Kyuhyun pada Victoria yang berdiri di sebelahnya. Wanita itu merangkul lengan Kyuhyun dengan sikap manja dan tersenyum lebar. “Karena aku ingin,” jawabnya riang. “Sudah hampir sebulan berlalu sejak terakhir kali kita menonton film berdua.”

“Film apa yang ingin kau tonton?” tanya Kyuhyun lagi. Matanya menyusuri poster-poster film yang terpajang di depan mereka.

Victoria tampak berpikir keras selama beberapa saat. “Ah, bagaimana kalau yang itu?” ia menunjuk salah satu poster film.

Kyuhyun mengerutkan kening. “Film itu? Bukankah itu film dengan genre drama romantis? Tidak mau! Aku pasti akan tertidur di tengah-tengah film. Bagaimana kalau film itu saja?” Ia menunjuk poster film lainnya, sebuah film 3D dengan genre science fiction.

Mendengarnya, Victoria langsung merengut kecewa. Sebelum ia sempat mengatakan apa-apa, Kyuhyun sudah melangkah maju ke loket dan memesan dua tiket untuk film yang ingin ditontonnya.

Beberapa meter di belakang pasangan itu, muncul pasangan lain yang baru saja melangkah memasuki bioskop. Ketika Kyuhyun dan Victoria berbalik, pasangan yang baru datang itu sudah berada tepat di hadapan mereka. Kyuhyun pun tersentak kaget ketika menyadari bahwa Seo Joohyun-lah yang sedang berdiri di depannya, bersama seorang pria yang tidak dikenalnya.

“Oh!” Victoria langsung mengenali gadis itu.

“Ah, selamat siang!” Joohyun langsung membungkuk dan tersenyum sopan pada Victoria. Ketika tatapannya beralih pada Kyuhyun, suasana canggung langsung menghampiri mereka. Keduanya hanya saling tersenyum sekilas tanpa berani beradu pandang satu sama lain. Pertemuan terakhir mereka di taman H beberapa hari lalu tiba-tiba kembali muncul dalam ingatan masing-masing, dan mereka tidak tahu harus bersikap bagaimana sekarang.

Yonghwa tersenyum ramah pada Kyuhyun dan Victoria, lalu menatap Joohyun dengan pandangan bertanya, menunggu untuk diperkenalkan. Joohyun menangkap pandangan itu, lalu segera berkata, “Oh, Yonghwa oppa, ini seniorku di Universitas K, Cho Kyuhyun sunbaenim. Dan ini Song Victoria-ssi. Kyuhyun sunbaenim dan Victoria-ssi, ini Jung Yonghwa oppa.”

“Selamat siang,” Victoria langsung mengangguk sopan pada Yonghwa sambil tersenyum manis, sementara Kyuhyun hanya mengangguk singkat pada pria itu. Ia lalu mengalihkan tatapannya ke arah lain.

Yonghwa mulai menyadari adanya keanehan pada sikap canggung yang ditunjukkan oleh Joohyun dan pria bernama Kyuhyun itu. Karenanya ia langsung meletakkan tangannya dengan lembut di pinggang Joohyun dan tersenyum pada Kyuhyun serta Victoria sambil berkata, “Baiklah, kalau begitu kami duluan.”

Ketika pasangan itu berlalu, secara sembunyi-sembunyi Kyuhyun masih mengikuti keduanya dengan pandangan penuh ingin tahu. “Yonghwa? Apakah pria itu yang diceritakan Ahra noona?” gumamnya dengan suara sangat pelan sehingga Victoria tidak bisa mendengarnya. “Mereka kelihatan sangat akrab. Apakah mereka sekarang pacaran?”

Dan tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir pertanyaan tersebut dari kepalanya. Ia lalu mendengus kesal. “Apa yang ada di antara mereka kan bukan urusanku? Apa peduliku kalau mereka benar-benar pacaran? Dan ia tadi memanggilku apa? Sunbaenim? Sejak kapan ia memanggilku begitu? Apa karena ada pria itu lantas ia jadi bersikap begitu formal padaku?”

“Kyuhyun-ah, kau kenapa?” tanya Victoria. Ia menoleh, mengikuti arah pandangan Kyuhyun. Ketika menyadari bahwa Kyuhyun masih terus menatap Joohyun dan Yonghwa, ekspresi curiga sekaligus tidak senang langsung terlukis di wajahnya.

“Oh? Tidak, tidak apa-apa,” jawab Kyuhyun cepat. Ia segera mengalihkan tatapannya dari Joohyun dan Yonghwa, lalu menarik Victoria ke arah lain. “Ke mana kita sekarang? Kafetaria?”

***

“Hyun, kau tidak apa-apa?” tanya Yonghwa.

“Aku tidak apa-apa. Kenapa kau bertanya begitu?” Joohyun balas bertanya.

Yonghwa mengangkat bahunya. “Sikapmu berubah dingin sejak bertemu seniormu tadi dan pacarnya. Apa hubungan kalian tidak baik?”

“Tidak, bukan begitu,” jawab Joohyun cepat. Ia tampak salah tingkah dan bingung memikirkan apa yang akan dikatakannya kemudian. Setelah gagal menemukan penjelasan yang bisa ia berikan pada Yonghwa, ia lalu memutuskan untuk mengubah topik. “Ah, ngomong-ngomong aku ingin menonton film itu!” serunya sambil menunjuk salah satu poster film. Tangan satunya lalu segera merogoh-rogoh tas untuk mengambil dompet. Ketika itulah ia menyadari bahwa handphone-nya tidak ada di sana.

“Ada apa?” tanya Yonghwa, melihat ekspresi kebingungan di wajah Joohyun.

“Handphone-ku tidak ada,” jawab Joohyun. Ia lalu mencoba mengingat-ingat. “Ah! Sepertinya aku meninggalkannya di mobil. Bolehkah aku pinjam kunci mobilmu, oppa? Aku akan segera kembali.”

Yonghwa tampak ragu sejenak, tapi kemudian ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan kunci mobilnya. Ia menyerahkan kunci itu pada Joohyun sambil berkata, “Segeralah kembali. Kau masih ingat tempat parkir kita tadi kan?”

“Tentu saja. Aku akan segera kembali, oppa!” Joohyun berseru sambil bergegas pergi.

***

Kyuhyun mendecakkan lidahnya karena kesal. Ia baru saja meninggalkan Victoria di kafetaria dan kini berdiri di depan pintu toilet pria. Di pintu tersebut tergantung sebuah papan kuning bertuliskan “MAAF, TOILET SEDANG DIBERSIHKAN”.

“Kenapa mereka harus membersihkan toilet di jam seperti ini?” gumamnya kesal. “Tampaknya aku harus pergi ke toilet di lantai dasar.”

Ia lalu berjalan ke arah lift. Betapa terkejutnya ia saat mendapati Joohyun sedang berdiri di depan lift. Gadis itu pun tampak tak kalah terkejut ketika melihat Kyuhyun mendekat. Dengan sikap canggung, keduanya berdiri bersebelahan tanpa sanggup menatap satu sama lain atau mengatakan sesuatu.

“Kau … mau ke mana?” akhirnya Kyuhyun memulai pembicaraan, masih tetap menolak memandang Joohyun.

“Eh? Aku … ke mobil. Aku meninggalkan sesuatu di sana,” jawab Joohyun.

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Keduanya sama-sama berharap ada orang lain yang datang dan menunggu lift bersama mereka, tetapi ternyata tidak ada yang datang. Bioskop yang sedang mereka datangi terletak di puncak sebuah gedung perkantoran di Seoul, sehingga tidak begitu banyak orang yang datang ke sana di hari kerja.

“Minta maaf padanya, Joohyun!” suara di dalam kepala Joohyun berseru.

“Bodoh, ayo katakan sesuatu padanya! Sekarang!” Kyuhyun mengutuk dalam hati.

“Apakah sebaiknya aku turun lewat tangga saja? Tidak tidak, jika aku pergi sekarang menggunakan tangga, akan semakin terlihat jelas kalau aku menghindarinya.”

“Sial! Sudah terlambat untuk berbalik dan menggunakan tangga. Lagipula toilet satunya terletak di lantai dasar. Turun lewat tangga akan memakan waktu.”

“Sampai kapan kau mau bersikap dingin padanya, Seo Joohyun? Dia sudah menyelamatkan nyawamu kemarin!”

“Dia masih saja bersikap dingin. Apakah dia masih marah karena kejadian kemarin?”

“Ya Tuhan, apa yang harus kukatakan padanya?”

“Cho Kyuhyun, cepat katakan sesuatu!”

Sebelum mereka sempat membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, pintu lift di hadapan mereka tiba-tiba terbuka. Dengan canggung, keduanya melangkah memasuki lift dan menyadari bahwa mereka akan memasuki situasi yang lebih tidak menyenangkan dibanding sebelumnya.

Detik demi detik berlalu dengan sangat lambat bagi mereka. Pintu lift menutup perlahan, dan akhirnya lift itu mulai bergerak turun. Suasana hening yang canggung masih menyelimuti kedua orang itu. Joohyun lebih memilih untuk menunduk memperhatikan sepatunya sendiri, sementara Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada layar yang terletak di atas panel tombol dan menunjukkan keterangan lantai.

Tepat ketika mereka memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa pada satu sama lain, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Lantai lift berguncang hebat, dan kegelapan total langsung menyelimuti mereka.

“Apa?” Kyuhyun terkejut. “Mati listrik! Sial!”

Ia maju perlahan, mengarahkan tangannya menuju panel tombol dan merabanya. Ia tidak bisa melihat apapun karena kegelapan yang menyelimutinya sangat pekat. Akhirnya ia menemukan tombol yang dicarinya, lalu menekannya. Tidak terjadi apa-apa, dan tidak ada suara apapun yang keluar dari speaker. Ia menekan lagi tombol itu berkali-kali, tapi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya ia menyerah dan berbalik, mencoba mencari-cari sosok Joohyun di kegelapan. “Joohyun-ssi, kau baik-baik saja?”

Tidak ada jawaban. Kyuhyun menajamkan telinga. Ia bisa mendengar suara napas Joohyun, tapi ia tidak bisa melihat gadis itu. Ia pun berjalan maju dan tangannya menggapai-gapai, berusaha mencari Joohyun. Ketika ia sudah hampir mencapai dinding lift, kakinya menabrak sesuatu dan ia menunduk. Matanya tidak bisa melihat apa-apa, tapi ia dapat merasakan bahwa Joohyun ada di sana, sedang duduk di lantai lift. Mendadak ia merasa ketakutan.

“Joohyun-ssi, kau baik-baik saja?” ia berlutut di sisi Joohyun. Dengan lembut, tangannya memegang pundak Joohyun. Gadis itu duduk sambil memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya dalam-dalam pada lututnya. Napasnya mulai terasa berat dan badannya gemetar.

“Seo Joohyun, kau kenapa?” tanyanya cemas. Ia menyadari ada yang tidak beres.

“Aku … tak bisa bernapas,” Joohyun berbisik parau tanpa mengangkat wajahnya. “Aku tak bisa bernapas.”

Mendadak ia terbatuk dengan suara mengerikan lalu memeluk lututnya semakin erat. Badannya semakin gemetar. Ia merasa sangat ketakutan. Ia tidak merasa takut pada ruang sempit tapi sejak kecil ia memiliki ketakutan yang amat sangat terhadap kegelapan. Jungmo dan Yonghwa banyak membantunya dalam mengatasi ketakutannya tersebut, dan ia pun mulai terbiasa menghadapi kegelapan. Ia selalu pergi tidur dengan lampu dimatikan, meskipun ia masih menyalakan lampu tidur yang temaram. Tapi kegelapan kali ini benar-benar pekat dan menakutkan. Ia bahkan memiliki kesulitan untuk melihat tangannya sendiri. Sekujur tubuhnya terasa lemas. Karena merasa panik dan ketakutan, kini ia mulai merasa kesulitan dalam bernapas.

“Joohyun-ssi, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun semakin merasa cemas. Dipegangnya kedua pundak gadis itu. “Tenang saja, aku yakin sebentar lagi listrik akan segera menyala! Tenangkan dirimu, cobalah untuk bernapas.”

“Bagaimana kalau kita tidak bisa keluar dari sini?” Joohyun bertanya dengan suara parau dan bergetar. Ia kembali tersedak dan terbatuk, air mata mulai mengalir di pipinya. “Bagaimana kalau kita terus terkurung dalam kegelapan ini, Kyuhyun sunbae?”

“Hei, jangan bilang begitu!” kata Kyuhyun. Diguncangnya pundak Joohyun dengan lembut. “Tenang saja, kita akan segera keluar dari sini! Tenangkan dirimu.”

Joohyun tidak menyahut. Napas gadis itu mulai terdengar tersengal dan tiba-tiba ia menangis. Sekuat tenaga ia berusaha agar suara tangisannya tidak terdengar, tapi toh Kyuhyun tetap mendengarnya. Bahu gadis itu berguncang perlahan dan badannya semakin gemetar. Selama beberapa saat, pikiran Kyuhyun kosong. Detik berikutnya, tanpa sadar kedua tangannya langsung menarik Joohyun ke dalam pelukannya. Gadis itu terkejut tapi tak melawan. Ia masih berusaha bertarung dengan ketakutannya sendiri sehingga tidak benar-benar memahami apa yang sedang terjadi.

Kyuhyun kini memeluk erat Joohyun. Sebelah tangannya merangkul punggung gadis itu, dan tangannya yang lain berada di rambut Joohyun yang terasa lembut dan harum. Gadis itu membenamkan wajahnya di pundak Kyuhyun, menangis perlahan, tetapi napasnya mulai terdengar teratur. Tanpa bisa dijelaskan, pria yang kini sedang memeluknya itu telah berhasil membuatnya merasa lebih tenang dan aman.

“Tenanglah, Joohyun, tenangkan dirimu,” Kyuhyun berbisik lembut. Sebelah tangannya mengusap rambut Joohyun dengan perlahan. “Semuanya akan baik-baik saja, percayalah padaku. Sebentar lagi listrik akan kembali menyala dan kita akan keluar dari sini. Jangan takut, aku ada di sini.”

***

“Ke mana dia? Lama sekali,” Victoria bergumam kesal sambil melirik jam tangannya. Sudah hampir 15 menit berlalu sejak Kyuhyun meninggalkannya untuk pergi ke toilet dan hingga kini ia belum kembali juga. Listrik gedung itu mati 5 menit yang lalu dan ia masih duduk menunggu di kafetaria, ditemani segelas kopi dan cahaya matahari sore dari dinding kaca.

Akhirnya ia mendengus kesal, lalu bangkit dari tempatnya duduk dan melangkah keluar dari kafetaria. Ia berjalan menuju toilet dan menyadari bahwa toilet di lantai itu sedang tidak bisa digunakan. “Berarti ia pergi ke toilet lain di lantai bawah,” katanya pada dirinya sendiri. Matanya melebar ketakutan ketika ia menyadari sesuatu. “Jangan-jangan ia sedang terjebak di lift?”

Ia lalu bergegas berlari ke arah lift. Di depan lift, tampak seorang pria sedang berbicara dengan nada cemas sekaligus tidak sabar pada dua orang petugas keamanan, “Kenapa listriknya belum menyala juga? Temanku sedang terperangkap di dalam lift!”

“Maaf, Tuan, tapi pembangkit listrik gedung ini mendadak mengalami kerusakan. Saat ini para teknisi sedang berusaha memperbaikinya. Listrik akan menyala kurang lebih 10 menit lagi,” jawab salah satu petugas, berusaha menenangkan pria itu.

Pria itu mengacak-acak rambutnya dengan sikap frustasi, lalu kembali menatap pintu lift dengan cemas, berharap pintu itu tiba-tiba terbuka. Victoria pun mengenali pria itu sebagai pria yang tadi datang bersama Joohyun. Ia langsung menghampiri Yonghwa.

“Apakah Seo Joohyun ada di dalam lift?” tanyanya hati-hati.

Yonghwa menoleh. “Oh? Ya, ia tadi turun untuk mengambil handphone-nya yang tertinggal di mobil,” jawabnya cemas. “Kuharap saat ini ia ada di tempat parkir dan bukannya di dalam lift, tapi kurasa ia masih berada di dalam lift.”

“Kyuhyun juga sepertinya ada di dalam lift,” kata Victoria. “Berarti mereka berdua terjebak di lift?”

Yonghwa tampak tidak mendengarkan ucapan Victoria. Pikirannya sepenuhnya tertuju pada Joohyun. “Kuharap listriknya segera menyala,” katanya cemas. “Joohyun sangat takut akan gelap. Semoga ia baik-baik saja.”

***

Napas Joohyun kini sudah semakin teratur. Ia tidak lagi menangis, namun masih membenamkan wajahnya di pundak Kyuhyun, yang masih memeluknya erat sambil mengelus-elus bagian belakang kepalanya dengan lembut. Kesadarannya mulai pulih, dan secara perlahan ia menyadari keadaannya sekarang. Hidungnya menangkap aroma tubuh pria yang sedang memeluknya, aroma yang terasa segar dan harum karena bercampur dengan aroma parfum yang digunakan pria itu.

“Aneh sekali,” pikir Joohyun. “Aku terjebak di dalam sebuah lift gelap bersama seorang pria yang belum kukenal dengan baik, tapi kini aku merasa … tenang. Perasaan ini, hampir sama dengan yang kurasakan ketika Jungmo oppa menghiburku ketika kami terkunci dalam gudang yang gelap saat bermain petak umpet bertahun lalu.”

Mereka masih bertahan dalam posisi itu selama dua menit berikutnya. Ketika akhirnya ia merasa jauh lebih tenang dan berhenti menangis, Joohyun perlahan melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun sambil mengusap air matanya.

“Kyuhyun sunbae, aku sudah tidak apa-apa,” katanya lirih.

“Benarkah? Kau sudah tidak apa-apa?” Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan kini memicingkan matanya dalam gelap, berusaha melihat wajah Joohyun. Tangan kirinya masih memegang pundak Joohyun dan tangan kanannya kini bergerak perlahan, menghapus air mata di pipi Joohyun. Gadis itu tersentak kaget. Jantungnya langsung kembali berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena kegelapan di sekelilingnya. Ia bahkan merasa berterima kasih atas kegelapan tersebut, karena Kyuhyun takkan bisa melihat pipinya yang kini berubah warna menjadi merah.

“I-iya, sungguh aku sudah tidak apa-apa, Kyuhyun sunbae,” jawabnya sambil menghapus air matanya sendiri, agar Kyuhyun berhenti melakukannya. “Ki-kita akan segera keluar dari sini kan? Listriknya akan segera menyala lagi?”

“Ya, tenang saja,” jawab Kyuhyun. Ia lalu duduk di sebelah Joohyun, bersandar pada dinding lift. Mereka berdua pun duduk dalam diam. Joohyun masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup lebih kencang dari biasanya, sementara Kyuhyun baru benar-benar menyadari apa yang baru saja dilakukannya pada gadis itu. Ia sama sekali tidak percaya bahwa ia baru saja memeluk Seo Joohyun. “Berani betul kau, Cho Kyuhyun,” pikirnya. “Dia akan semakin menganggapmu kurang ajar. Kau bahkan belum lama mengenalnya! Yah, tapi setidaknya dia berhenti menangis dan sudah merasa lebih tenang.”

Tiba-tiba ia menepuk lututnya sendiri sambil berseru “Astaga!”

Tangannya langsung merogoh kantong celananya dan mengeluarkan handphone-nya dari sana. Handphone itu tidak memperoleh sinyal karena mereka berdua berada di dalam lift, tapi ketika ia membuka flip handphone-nya, handphone itu menyala dalam gelap. Meskipun nyalanya tidak begitu terang, tapi setidaknya kini mereka bisa melihat dengan lebih jelas.

“Aku seharusnya menyalakan handphone ini sejak awal,” kata Kyuhyun sambil tertawa kecil, menertawakan kebodohannya. “Sepertinya kau memiliki ketakutan akan gelap? Ibuku pernah berkata bahwa sedikit cahaya akan sangat sangat membantu menenangkan orang-orang yang memiliki ketakutan akan gelap.”

Joohyun tertegun. Ingatannya kembali ke masa lalu, ketika ia masih berumur 7 tahun dan terkunci di gudang yang gelap bersama Jungmo. Joohyun kecil menangis tersedu karena ketakutan dan tidak bisa melihat apapun, sampai akhirnya Jungmo menekan sebuah tombol kecil di tepi jam tangannya. Jam tangan itu langsung mengeluarkan cahaya yang temaram dan tidak begitu terang, tapi cukup untuk membuatnya berhenti menangis dan bisa kembali bernapas dengan normal.

Ia kemudian tersenyum. Diam-diam, ditatapnya Kyuhyun yang duduk di sebelahnya. Meskipun hanya diterangi cahaya handphone, ia bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Merasa diperhatikan, pria itu lalu menoleh dan mendapati Joohyun sedang tersenyum sambil menatapnya. Dan tiba-tiba saja jantung Kyuhyun berdegup kencang. Gadis itu selalu terlihat cantik setiap kali tersenyum, bahkan dengan hidung memerah karena habis menangis sekalipun. Dan kini ia tersenyum sambil menatap Kyuhyun lurus-lurus.

“Terima kasih, Kyuhyun sunbae,” kata Joohyun, masih sambil tersenyum. Suaranya terdengar lembut, namun bersungguh-sungguh. “Kau sudah berulang kali menolongku. Seandainya kali ini kau tidak ada, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, terkurung sendirian di lift gelap ini. Sekali lagi, aku benar-benar berterima kasih padamu.”

Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Melihat Joohyun tersenyum padanya sambil mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan tulus, pikirannya benar-benar mendadak kosong. Ia hanya bisa menatap gadis itu sambil membuka mulutnya, ingin mengucapkan sesuatu sebagai jawaban atas ucapan terima kasih yang baru dilontarkan gadis itu, tapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar. Tepat setelahnya, tiba-tiba lift itu kembali dipenuhi cahaya, menandakan bahwa listrik telah kembali menyala.

Wajah Joohyun berubah cerah dan ia langsung berdiri. “Listriknya menyala!” ia berseru senang. “Benar katamu, Kyuhyun sunbae! Syukurlah!”

Kyuhyun masih terduduk sambil melongo. Ketika akhirnya ia berdiri dan lift itu kembali bergerak, ia masih belum mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menatap Joohyun yang sedang berdiri di sebelahnya dengan wajah lega karena listrik telah kembali menyala. Senyuman gadis itu, serta kalimat yang diucapkannya, masih belum meninggalkan benaknya. Secara perlahan ia meletakkan tangannya di dadanya sendiri, merasakan detak jantungnya yang masih berdegup kencang. Ekspresi bingung membayangi wajahnya.

“Kenapa begini? Jantungku selalu berdegup lebih kencang setiap kali aku bersama gadis ini,” pikirnya. “Apa yang terjadi padaku?”

Bersambung ke chapter berikutnya


49 thoughts on “Captured in His Heart. (chapter 6)

  1. akhirnya chapter 6 di-publish juga! ^^
    terima kasih banyak pada para reader yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini dengan sabar.

    author meminta maaf yang sebesar-besarnya karena chapter 6 lama di-publish karena dua hal. yang pertama karena sepertinya chapter 5 ga begitu diterima dgn baik dilihat dari jumlah komentar yang masuk. yang kedua karena aku emang bener-bener lagi sibuk banget bulan ini dan masih bakalan sibuk banget sampai bulan maret atau april. >_<
    penulisan chapter 6 juga agak berantakan karena aku nulisnya di sela-sela kesibukan, mohon maaf ya klo ada beberapa bagian yang aneh atau klise, contohnya scene lift. sejujurnya aku jarang banget dapet mood nulis dari kmaren, mungkin karena perhatianku kesita banget untuk hal lain, mianhae. *bows*

    anyway author juga mau bikin pengumuman penting.
    seperti yang tadi udah kubilang, aku lagi sibuk banget dan masih akan sibuk sampai sekitar maret atau april, jadi dengan sangat terpaksa cerita captured in his heart ini akan hiatus sementara waktu, ditambah lagi aku blom bisa mikir soal ide cerita chapter 7.
    semoga para reader sekalian bisa maklum dan masih mau bersabar menunggu, terima kasih. ^^

    Like

  2. Oh, akhirnya Kyu udah tau kejadian yg menimpa Seo, trus bikin Kyu makin penasaran ama Seo…
    Kok pas ketemunya suasananya ga enak bgt.
    Akhirnya ada juga Seo-Kyu moment biarpun terjebak d lift!hehehe…
    gpp-lah klise dikit, tp kn bs nyiptain moment bwt b2-an,aq tetep suka.hehehe

    Gomawo author masi sempat bikin ne ff d tngah kesibukan…^^
    kutunggu part slanjutnya lho!

    Like

    1. makasiih. ^^
      doain aja semoga kesibukanku ini cepat selesai, jadi bisa liburan dan fokus nulis fanfic hehe amiiin.

      iya pas ketemu lagi di bioskop suasananya ga enak, soalnya pertemuan terakhir mereka di taman H (ada di chapter 5) kan agak ga enak tuh suasananya, jadi mereka masih ngerasa canggung deh.

      Like

  3. akhirnya publish lagi………. jongmal haengbokhada……………..
    gumawo chingu ya…… suka banget ama cerita seokyu yg ini..^_^

    Like

    1. iya, seohyun menghindari yonghwa dan keluarganya karena merasa bersalah. kenapa dia merasa bersalah? hmmm tunggu aja chapter-chapter berikutnya hehe. ^^

      Like

  4. ommoooooooooooooooooooooo~
    BAGUSSSS BANGEETTT KOQ..WAHHH PADAHAL BERHARAP CHAP 7 GAK LAMA-LAMA,,,, SEMANGAT AUTHOR!! HWAITING.. SEMOGA CAHP SELANJUTNYA D PUBLISH SECEPATNYA….*mendadak capslock jebol

    Like

  5. Ya, ampuun aku ngbayangin wkt Seo natap kyuhyun yg di dalam lift itu yg hanya diiringi sinar temaram (?)

    Ish, entahlah aku ngga suka bayangin tokoh cewek yg jd ‘noona’nya kyu😦 ngbayanginnya asa kumaha gitu~~

    Part 7 boleh lama tp jangan terlalu lama /plakplak😛 soalnya ini yang namanya Carrie Cho―selalu membutuhkan asupan taeteukyuseo😛

    Ah, iya..jangan2 si jungmo ketabrak gara2 nyelamatin seo lagi == /seo eonni lupakan jungmo, dan ‘lihat’ kyuhyun~~

    Like

    1. haha maksudnya victoria?
      bayangin aja noona yang full of aegyeo dan manja, trus agak egois. aku berusaha menggambarkan dia seperti itu dalam fanfic ini. ^^
      hoho tenang aja, makin lama seohyun bakalan makin “ngeliat” kyuhyun kok.

      Like

      1. 😄
        ya maksudnya Vic .___. habisnya aku rada kurang sreg kalau Kyuhyun di pairingin sama yang lain /plakplakplakplakplakplak .___. /egois
        aku dilema berat sama ff ini–disisi lain mau SeoKyu tapi disisi yang paling lain (?) aku mau Yongseo .__.v

        Like

  6. Scene y sweet
    Aq sukaaa
    ><
    Wlopn singkat,tp feel ny dpt bgt
    K bongkar juga masa lalu seo,,
    Mdh2n mkin bnyk seokyu moment d chap slnjt ny..
    Mw hiatus yaa?
    Yaaaah,pdhl lage asik2 ny ni
    Tp gpp deh,ttep d tnggu ko thor
    Fighting chingu!
    ^^

    Like

  7. bagusss bangett chinguuu fanficnya,, kerennn,,

    ngebayangin kyu ma seo kejebak di lift,,seruu dehh,,hihihihi
    kyu nya gimanaaaaa gituuuuu,,waaaaaa

    btw itu victoria ngeselin banget ya,, manja2 gt sama kyu,,ckckck -_-”

    yahh next part nya masih lama ya chingu,, gpp deh,, hwaiting,,hehee^^

    Like

  8. bagus keren.. romantis banget pling suka scenes pas kejebak di lift ahhhh so sweet… coba mati lampunya lama… trus soehyun masih pelukan ma kyuhyun… enaknya…hehe

    gak papa author klo chapter 7nya lma… bsa dimaklumi soalnya aku juga sibuk ma try out try out yang numpuk… jdi jarang bca FF juga hehehehe (jadi curhat)

    Like

  9. Scene pas mereka terjebak di lift, unyuuu banget!!! >_<
    Jadi senyum2 sendiri ngebayanginnya~^^ Can't wait to see the next chapter!! Lanjut lagi ya, chingu! Jgn lama2 kalo bisa~^^ hehe
    Author fighting!! Seokyu jjang!!

    Like

  10. DAEBAK. .😀
    keren SeoKyu nya.

    Owh, trnyata JungMo meninggal karena kecelakaan?
    YongHwa thu suka SeoHyun ya critax disini?
    Kalo iah, kn pas kclakaan trjd YH g ada ya.
    Apa YH yg nabrak lari JungMo ? Biar dptin SeoHyun?
    Hohoho saya ngasal #khayalan tingkat tinggi😄

    Like

    1. huahahahaha sadis euy! eh tapi jujur aku sempet kepikiran pengen bikin ceritanya jadi kaya’ gitu loh, tapi abis gitu aku mikir kok ya kaya’ sinetron indonesia banget hahaha.
      hmmm tapi berhubung aku blom nentuin ending-nya kaya’ gimana, everything is possible. *evil smirk*

      Like

  11. terima kasih atas comments-nya, para reader yang baik. ^^
    sekali lagi mohon maaf karena ga bisa reply satu-satu. syukur deh klo banyak yang suka scene lift, walaupun aku pribadi nganggepnya agak terlalu klise dan unyu hahaha maklum lagi keabisan ide waktu nulisnya.

    apa yang sebenernya terjadi dua tahun lalu?
    kapan seohyun mulai suka ma kyuhyun?
    ending-nya seohyun bakalan ma kyuhyun atau yonghwa?
    tunggu aja yaa. ^^

    PS: nitip doain dong biar kesibukanku (baca: skripsi) cepet kelar dengan sukses dan lancar, jadi bisa ngelanjutin lagi nulis fanfic ini, amiiin. thanks! ^^

    Like

  12. DAE to the BAK !!!!
    Baguuuuuuuuuussssssss bangeeeeeeeetttttt……
    ❤ Seokyu momentnya…😄
    Feelnya dapet banget, unn…

    Kereennn !! #udah nggak bisa berkata-kata lagi saking terharunya baca FF ini *lebay mode on, hehe ^^

    Aku nungguin terus loooooo, unn

    Semangat lanjutin yaaaaaaa !!!

    akhirnya jadi seokyu kan ???

    Like

  13. crt nya bgs kok author..
    bikin penasaran bgt malah..
    aku harap seokyu akan happy ending dlm crt ini..
    author, ditunggu ya update slanjutnya..
    aku seneng bgt kalo ada crt ttg seokyu, soalna aku shipper berat mereka..
    gomawooooo…

    Like

  14. akhirnya chap 6 keluar juga .. haha

    makin seru aja niih .

    crita seokyu yg ini bnar2 tidak terduga . haha
    kjadian’na sangat kebetulan . haha

    daebak deh !

    Like

  15. asiikk asikk uda keluar juga nie part,,😀
    suka banget pas bagian SeoKyu kejebak di lift ituuu,, uwooooo moga jadinya SeoKyu deehhh,,
    yong ama vic aja,, XDD
    part 7nya jangan lama-lama yaaa biar ga jamuran [?] semoga bisa rilis sebelum UN dehhh bair ga galau
    wkwkwkwkwk #plaaakk

    Like

    1. yong ama vic? haha itu kaya’nya ga mungkin deh. klo pun yonghwa ga jadi ma seohyun, aku ga akan masangin dia ma victoria. ^^
      huhu maaf banget, kaya’nya chapter 7-nya bakalan agak lama. yang sabar aja ya, maaf bangeett. >_<

      Like

  16. nyoong…gw reader baru,,, dan fans berat pairing seokyu…walopun sekarang di wgm seo dipasangin sama cowo lain tapi seokyu tetep the best gwt gw

    ayolah..bikin seo jatuh cinta sama kyu dan melukapan yong..hahaha
    ditunggu next partnya

    Like

  17. hehehe ^^ akhirnya… *ada pelukan,,, uwwww* seneng deh bacanya. sukaaaaaa banget scene lift nya *bahagia* gpp kalu besok2 kejadiannya kebetulan semua, atau dianggap klise hahahaha yang penting mereka dekat dan saling memikirkan🙂
    chingu fighting !! cepet selesai ya skripsinya,,

    Like

    1. *ada yang melintas di otakku*
      berhubung dari awal ffnya sudah bernuansa, aq mikir gimana kalu seokyu jangan banyak skinship, termasuk jangan kisu #bletakk ^^
      kisunya ntar aja kalau menikah #plakkk ini siapa sih yang nulis ff, banyak maunya
      haha kaya chingu mau bikin adegan menikah saja #bikin aja gimana, chingu?
      kalu ngga, ada scene melamar, dong ^^ #please…. kyu melamar seo loh maksudnya

      Like

      1. haa akhirnya kamu komen jugaa! *peluk nilam*
        eh? kenapa ga boleh ada skinship? hihii tapi aku emang bakalan ngikutin karakter aslinya seohyun yang agak pemalu sih. cuma klo yang soal kiss scene … hmmm ga janji yaa hehehehe. ^^
        doain aja skripsiku cepet kelar jadi bisa cepet nulis chapter 7 dan selanjutnya.

        Like

      2. aw,, chingu kangen aq?? hehehe #plakk *hug hug*
        hehe,, kenapa jangan skinship? biar sesuai syariat ::LOL:: #sok2an
        engga ding. ya biar skinshipnya nanti saja kalau sudah menikah. mmmm, biar seo tu beneran cuma buat kyu, ga ada yang sentuh2 dia selain suaminya *kyu* abaikan chingu. apa2an aku ini.

        Like

  18. admin… bunuh gue!!!!
    kenapa FF Lo ini semakin baguss? huaaaaaaaaaaaaaa.. gue sampe senyum” sendiri loh bayangin kejadian seokyu dalam lift hahha.
    cihuyyy romantiss abis😀
    Lanjut aahhhh

    Like

  19. kyaaa😄
    eonni hebat nulis ff seokyunya,,,, ^^
    ceritanya bagus, aku suka,,,
    aku sampe senyum-senyum sendiri bacanya,,,
    eonni daebak !!!
    seokyu jjang !!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s