Melted Down Her Heart [Chap.1]


Annyeong haseo….!! *bow*

He..he…^^ fra-fra-nimida…!!!

Ehem….setelah sekian lama malang melintang menjadi reader…akhirnya aq memutuskan untuk debut sebagai author dan terjun ke dunia perfanfictionan dengan mempublish fanfic-q.

Fanfic ini adalah ff pertama-q. jadi dimohon kebesaran jiwa…keluasan hati….dan pengertian reader skalian jika dirasa ff ini terlalu biasa….terlalu datar….terlalu serius….and terlalu kaku…!!!

He…he…he….the last..!! happy reading ^^

Melted Down Her Heart

Cast : Seohyun SNSD, Cn Blue’s Jungshin, Minhyuk, Jonghyun, Fx’s Krystal, Luna, and other…

Genre : Romance

Author : Fra-fra

Chapter 1 Part 1

Dunia terlihat lebih gelap dari yang bisa dibayangkan Seohyun, gadis itu sekarang tidak tahu dimana dia berada, yang jelas satu hal yang pasti dia tahu dirinya sedang bermimpi, tapi seperti yang biasanya terjadi dirinya tidak kuasa untuk segera pergi dari tempat gelap itu dan terbangun di tempat tidurnya yang kusam.

Terus berlari, sampai seluruh oksigen diparu-parunya terkuras habis, tapi jalan keluar itu…pintu tujuannya menuju alam sadarnya belum juga muncul. Jangan lagi…………jangan lagi………….kumohon jangan lagi…….!!! Jeritnya setengah putus asa ditengah jalan gelapnya yang tidak berujung.  Tapi tidak ada suara yang menjawab jeritannya………….hanya suaranya dan suara napasnya yang terengah-engah lah yang terdengar.

Ayo bangun Seohyun….bangun…………!!! jeritnya sambil berusaha menampar-nampar pipinya, tapi tidak ada rasa sakit yang terasa dipipinya…….hanya kehampaan yang ada….yang menandakan dirinya masih terperangkap dalam mimpi buruknya. Kumohon….kumohon………..!!! teriaknya ketika sebuah cahaya datang ditengah kegelapannya dan dengan sekejab membutakan matanya. Sebuah jeritan klakson terdengar, dan dirinya kembali terlempar……….masuk kedalam kejadian terburuk dalam hidupnya. Dirinya kembali berada didalam mobil bersama keluarganya…bersama ayah…ibu dan kakak perempuannya. Mereka semua menatap ke arahnya, sebuah senyum terkembang dibibir ketiganya…….!!!

Jangan menatapku…….!!! Lihat jalannya……….!!! Jeritnya tapi ketiga orang yang paling berharga dan dikasihinya itu seolah tidak mendengar jeritannya…..tidak menanggapi permintaan yang selalu dilakukannya setiap mimpi buruk itu menghampirinya.

Kami mencintaimu, Seohyun-ah……….!!! Ucap ketiganya, dan kemudian dirasanya seluruh dunia seolah berguncang…….suara tabrakan keras terdengar…….ban yang berdecit nyaring memekakkan telinga mengumandang……..dan kaca-kaca berhamburan ke arahnya. Seohyun tidak berusaha mengindar atau melindungi dirinya dari hujan benda-benda tajam itu, hanya menutup matanya pasrah…ketika dirasanya dirinya terlontar ke udara. Diiringi suara jeritan menyakitkan yang terdengar dari kerongkongannya.

Seohyun membuka matanya ketika kepalanya dengan telak menabrak bangku di depannya. Suara jeritan…dan seruan kelegaan membanjir masuk ke telinganya ketika matanya berusaha beradaptasi dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba memasuki matanya.

“pelan-pelan aja makanya bang……….!!!” Seru seorang ibu lantang yang duduk beberapa bangku dari Seohyun.

“iya bang, hampir aja kita semua pada celaka………..!!!” timpal penumpang lainnya setengah jengkel, menatap ke arah supir bus ugal-ugalan yang hampir saja menewaskan mereka semua.

“iya maaf pak………buk………tadi tiba-tiba aja ada motor yang nyalip……!!!” jawab si supir bus berusaha membela dirinya.

“yah udah yang penting pelan-pelan aja bang…..!!! ngak usah ngebut……..yang penting tuh selamet sampe tujuan……..!!!”

Seohyun memandang kedepan dengan hampa. Jadi dirinya tadi jatuh tertidur di bus tersebut, Seohyun mengusap matanya yang terasa basah karena air mata yang membanjir, tidak tidur dari dua hari yang lalu, membuat dirinya dengan mudahnya tertidur di bus tersebut dalam perjalanan pulang.

“agasshii..gwenchanayo……….!!” Ujar sebuah suara bernada khawatir terdengar dari sebelah kirinya.

Tapi menjawab ataupun menoleh ke arah suara tersebut pun tidak, Seohyun hanya membenamkan dirinya ke arah bantalan sandaran kursinya.

Sebuah seruan kaget terdengar bersamaan dengan ketika Seohyun mengalihkan tatapannya ke arah jendela di samping kanannya. “dahimu berdarah…!!!” ujar suara itu lagi, kini terdengar sangat prihatin.

Seohyun menyentuh dahinya, dan benar saja dengan seketika tangannya menyentuh cairan basah lengket berbau besi itu. Dengan gerakan perlahan diusapnya dahinya dengan pergelangan tangannya, meninggalkan noda berwarna merah pada pergelangan baju putihnya.

“sakitkah……….!!!” Ujar suara itu lagi berusaha menarik kembali perhatiannya.

Tapi Seohyun sama sekali tidak bergeming, dirinya sama sekali tidak tertarik untuk menganggapi perhatian seorang perempuan yang duduk disebelahnya itu. Baginya luka kecil didahinya itu tidaklah begitu menyakitkan……luka kecil didahinya itu tidaklah begitu sakit jika dibandingkan dengan luka yang terasa jauh didalam dadanya, ketika untuk kesekian kalinya dirinya ‘mati’.

Seohyun menutup matanya, berpura-pura tidur agar wanita di sebelahnya itu berhenti untuk mencampuri urusannya.

******

Seohyun tiba di apartemennya ketika matahari hampir tenggelam, dibukannya pintu berwarna coklat pudar kamarnya, dan kemudian menyelipkan badannya memasuki celah pintu yang hanya terbuka setengahnya saja itu. Seperti biasa hanya kegelapan dan kehampaan yang menyambutnya, hanya ada suara tetesan-tetesan air kerannya yang rusak yang terdengar. Dengan gerakan perlahan diraihnya stop kontak, sehingga ruangan tersebut mendadak terang. Apartemen itu berukuran 5 kali 8 meter, cukup luas untuk ditempati dirinya sendiri, diruangan itu hanya ada sebuah tempat tidur, meja, lemari berisi pakaian dan buku-buku sekolahnya, dan sebuah bingkai foto kecil keluarganya.

Diletakkannya tas selempangnya di atas meja, dan kemudian berjalan perlahan menuju kamar mandi kecil yang terletak disudut ruangan. Diraihya kerannya yang rusak tersebut, sehingga aliran airnya yang pada awalnya hanya berupa tetesan-tetesan mengucur deras. Dicipratkannya air tersebut ke arah mukanya, mencoba menghapus debu-debu yang seharian ini menghinggapi wajahnya. Seohyun sedikit berjengit kesakitan, ketika air tersebut mengenai luka baru yang didapatkannya dalam perjalanan pulangnya tadi. Dengan perlahan dirabanya dahinya. Sepertinya lukanya telah berhenti mengucurkan darah, tapi tetap saja luka tersebut tetap menimbulkan rasa nyeri padanya. Mungkin lebam…..!! batin Seohyun singkat sambil mempercepat kegiatan rutinnya itu.

Setelah mengganti bajunya dengan sebuah kaus panjang oversize, dan sebuah pants. Seohyun meraih sebuah buku dari dalam lemarinya, tidak masalah baginya buku apa tersebut, yang diperlukannya hanyalah sesuatu yang dapat membuat dirinya tetap sibuk. Mendudukkan dirinya didekat meja kecil reotnya, Seohyun membuka buku tebal yang sampulnya telah hilang itu. Tapi percuma…..buku tersebut telah dibacanya ratusan kali hingga Seohyun hapal nyaris seluruh kata-kata yang ada dalam buku tersebut. Menyerah untuk tetap membaca buku tersebut setelah beberapa jam, Seohyun memutuskan untuk meninggalkan buku tersebut. Pandangan matanya beralih kepada langit Seoul yang gelap. Tidak ada bintang-bintang maupun bulan yang terlihat di atas sana. Hanya ada kegelapan..kegelapan pekat yang melingkupi dunianya.

Seohyun menghela napas panjang. Waktu terasa berjalan sangat lambat baginya. Jam bekernya masih menunjukkan pukul 12 malam, masih beberapa jam lagi sebelum matahari pagi hari ini terbit.

Onnie hari ini aku akan masuk kuliah…….!!! Kau tahu Seoul University kan onnie….tempat kuliah amma dan appa, serta juga tempat yang menjadi tujuanmu untuk menuntut ilmu.

Aku menepati janjiku kepadamu kan, onnie..!!! aku  yang akan menggantikanmu untuk kuliah disana. Apa kau sekarang puas onnie…karena akhirnya cita-citamu itu terwujud……??? Jadi onnie maukah kau membawaku bersamamu ketika aku selesai menepati janjiku kepadamu…?? Maukah kau membawaku untuk selamanya tinggal bersamamu, amma dan juga appa…?? Kau tahu onnie dunia ini terasa sunyi dan hampa tanpa kalian….hanya gelap yang tinggal bersamaku.

******

Kring……..

Kring…..kring………….!!!!!

Seohyun membuka matanya dan dengan segera mematikan jam beker yang berbunyi nyaring dengan tangannya. Mengumpulkan kepingan jiwa-jiwanya yang melayang sejenak sebelum akhirnya gadis itu bangkit dari tempat tidurnya yang berderit nyaring setiap gadis itu bergerak.

Dengan cepat diliriknya jam beker biru karatan miliknya itu. Jam tujuh………!! Batinnya seraya berjalan menuju kamar mandi untuk memulai aktivitas rutinnya sebelum berangkat untuk kuliah.

Seohyun mematut dirinya dicermin, seorang gadis dengan wajah letih dan pandangan hampa balas menatapnya. Mata gadis itu terlihat merah karena kurang tidur dan juga ada lingkaran hitam dan kantung mata tebal di bawah matanya. Seohyun mendesah lemah, semakin hari disadarinya dirinya semakin kurus. Jam makannya yang tidak teratur dan juga karena banyaknya tenaga yang diperlukannya untuk melakukan berbagai pekerjaan sampingan membuat dirinya kehilangan beberapa kilogram dari berat badannya.

Terlihat juga olehnya daerah sebesar uang logam didahinya yang sekarang berwarna biru, menandakan ada darah yang membeku disana. Seohyun kembali memandangi gambaran menyedihkan dirinya yang menatapnya hampa itu. Kau tampak menyedihkan sekali Seohyun-ah…….!!!! Batinnya miris. Dan dalam sekejab Seohyun membalikkan badannya dan meraih tas selempangnya kemudian berjalan keluar dari ruangan apartemennya, memutuskan untuk mengisi perutnya yang bernyanyi protes dengan sebuah roti yang masih tersimpan didalam tasnya itu.

“selamat pagi…………..!!!” sebuah sapaan terdengar bersamaan dengan waktu Seohyun memutar kunci apartemennya.

Seorang wanita paruh baya dengan rambut hitam bergelombang seleher memandanginya sambil tersenyum ramah.

“pagi……!!!” Balas Seohyun pada wanita yang telah menjadi tetangganya selama kurang lebih 3 tahun itu. Wanita itu tidak layak untuk mendapatkan sambutan dingin dan tatapan cuek darinya. Selama ini wanita itulah yang telah menolongnya, mencarikan pekerjaan untuknya sebagai seorang pelayan di sebuah toko buku kecil didekat lingkungan tempat tinggal mereka, sekaligus juga orang yang bersedia untuk menampungnya selama beberapa hari ketika dirinya hidup tanpa tujuan dijalanan.

“mau berangkat kuliah, Seohyun-ssi……..???” Tanya wanita berusia 35 tahun itu sambil menurunkan belanjaannya di dekat kakinya. Walaupun Seohyun bukanlah orang yang suka bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, wanita itu tahu bahwa seohyun adalah anak yang baik, jiwa keibuannya merasa terenyuh bila mengingat kondisi gadis muda dihadapannya itu, dalam usia yang masih sangat belia sudah kehilangan keluarganya dan hidup sebatang kara.

Seohyun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan kemudian dengan langkah perlahan berjalan mendekati wanita paruh baya itu, menuju ke arah tangga yang terletak dibalik punggungnya.

“ah dahimu……..!!!” seru wanita itu terkejut, sambil mencengkram pergelangan tangan Seohyun, menghentikan langkah gadis itu.

Seohyun membalikkan badannya, menundukkan pandangannya sedikit ke arah wanita yang beberapa sentimeter lebih pendek darinya itu.

“dahimu biru, Seohyun-ssi…!!! Apakah kau terluka…….???” Tanya wanita itu sambil memandangi Seohyun khawatir.

“aku tidak apa-apa Hani Ahjumma…..!! terima kasih……..!!!” pamit seohyun sambil membungkukkan badannya berniat pergi dari sana.

“apanya yang tidak apa-apa…..!!!” bentak Hani Ahjumma sambil menatap seohyun dengan mata melotot tajam. “dahimu tampak lebam dan biru parah seperti itu……kau sebut tidak apa-apa…….!!!!”

Seohyun terpaku ditempat, pandangan khawatir dan seruan marah yang ditunjukkan wanita paruh baya dihadapannya itu, menginggatkan dirinya akan sosok ibunya sendiri.

“kau tunggu disini seohyun-ssi…..akan aku ambilkan obat untukmu……!!!!” perintah Hani Ahjumma sambil berbalik pergi dan masuk kedalam apartemennya.

Butuh beberapa menit untuk Seohyun untuk mengembalikan dirinya ke alam nyata, menghentikan dirinya untuk berhenti memikirkan tentang sosok ibunya yang telah meninggal. Ketika kakinya baru saja hendak berputar untuk meninggalkan tempat itu, suara Hani Ahjumma kembali terdengar. “kuperingatkan kepadamu Seohyun-ssi, jangan bergerak se-inci pun dari sana, atau kau nantinya akan menyesal….!!!” Ancam Hani Ahjumma.

Seohyun menghentikan gerakan kakinya, memutuskan untuk menuruti perintah Hani Ahjumma itu, bukan karena takut akan ancaman yang dilontarkan oleh wanita paruh baya itu, tapi lebih karena Seohyun tidak ingin mengecewakan wanita yang menginggatkannya kepada ibunya itu.

Hani ahjumma kembali beberapa menit kemudian sambil membawa sebuah kantung es digenggamannya. “ini taruh es ini di dahimu…..es baik untuk mengempiskan dan menghilangkan lebam…….!!!” Serunya sambil meraih salah satu tangan Seohyun dan meletakkan kantung es tersebut disana.

“aigoo……..bagaimana mungkin seorang yeoja seusiamu begitu ceroboh seperti ini……!!! Kau tahu wajah itu adalah hal yang berharga bagi seorang yeoja……jadi tidak seharusnya kau mengabaikan kondisi jidatmu yang terluka seperti itu……!!!” omelnya lagi, sambil mengeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti sambil menatap Seohyun.

Seohyun hanya terdiam membisu, tapi dengan perlahan diikutinya juga kemauan wanita dihadapannya itu untuk menaruh benda dingin ditangannya itu didahinya. Seohyun membuang napas lega, begitu hawa dingin terasa di dahinya, melingkupi kepalanya, menciptakan sebuah sensasi nyaman yang lembut.

“bagaimana….?? Terasa lebih baikkan…….!!!” Seru Hani ahjumma puas, begitu menyadari raut wajah lega yang untuk sejenak menghampiri wajah Seohyun.

“ndae…….kamsahamnida ahjumma………!!!” balas Seohyun sambil kembali membungkukkan badannya.

“yah sudah……ppali…….berangkatlah sana…….!! Hari ini hari pertamamu masuk kuliah kan……..?? aku tidak ingin karena diriku kau jadi terlambat…….ppali…….!!!” seru Hani ahjumma sambil mengibas-ibaskan tangannya agar Seohyun segera melanjutkan perjalanannya.

“ndae………anneyong haseo…..!!” pamit Seohyun lalu membalikkan badannya dan berjalan menjauh.

*****

Seoul University adalah universitas terbesar dan terlengkap di Korea. Universitas ini memiliki 10 buah gedung untuk masing-masing jurusannya dan luas universitas ini kira-kira lebih dari empat hektar. Hanya seseorang yang memiliki otak jenius ataupun orang dengan latar belakang golongan atas yang bisa bersekolah di tempat ini. Sekolah ini juga telah diakui oleh UNESSCO sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Karena itulah butuh otak yang pintar, latar belakang yang mumpuni dan juga sedikit keberuntungan untuk masuk ke sekolah ini.

Seohyun melangkahkan kakinya melewati gerbang kampus yang menjulang tinggi. Ada sekitar 2 orang sekuriti yang berjaga di pos masuk gerbang. Menyerahkan benda mungil berbentuk persegi panjang dengan tebal sekitar 1 cm kita baru bisa melewati gerbang tersebut. Singkat kata kalau tidak punya kartu pass masuk universitas, siapa pun kita tidak bakalan bisa lewat!!

Jajaran mobil-mobil mewah berbagai merk terlihat didepannya. Dan mahasiswa-mahasiswi dengan pakaian fancy dan bermerk turun dari mobil tersebut. Seohyun menghembuskan napas panjang. “Onnie…sekolah seperti inikah tempat yang ingin kau masuki….???”

Tinn…..tiiinnnn…….!!!

Sebuah seruan panjang klakson terdengar dari belakang bahu Seohyun. Membalikkan badannya sedikit untuk melihat sebuah mobil sport kuning yang baru saja mengklaksonnya Seohyun melangkah minggir. Tanpa ba bi bu mobil kuning itu segera tancap gas begitu Seohyun bergerak ke pinggirnya, membuat Seohyun nyaris tersungkur, karena nyaris terserempet.

Pandangan mata Seohyun mengikuti mobil sport kuning itu, yang dengan luwesnya meliuk-liuk di antara mobil-mobil lainnya. Terdengar suara ban-ban yang berdecit tiba-tiba karena direm mendadak demi menghindari si mobil kuning yang menerobos tiba-tiba. “gila……!!!” seru Seohyun begitu melihat aksi nekat si mobil kuning.

Berjalan santai Seohyun memasuki hamparan gedung administrasi, mencari papan pengumuman yang memuat dimana kelasnya berada. Beberapa mahasisiwa tahun pertama terlihat memadati papan pengumuman itu. Menunggu beberapa menit sampai jumlah mahasiswa yang mengerubuti papan pengumuman tersebut berkurang, Seohyun mulai mendekati papan tersebut, dan mencari namanya disana. kelas 1.1….!!! batinnya begitu menemukan namanya disana.

Buuukkkkk……..!!!!

Tepat ketika Seohyun membalikkan badannya, seseorang dengan telak menabrak bahunnya.

“kalau jalan lihat-lihat dong…!!!” seru sebuah suara sopran terdengar. Seohyun mengangkat pandangannya untuk melihat dua orang gadis yang berdiri dihadapannya. Salah satu dari mereka memegangi bahunya yang kayaknya bertabrakan dengan bahu miliknya.

“yah….!!! Punya mata nggak sih…..!!!” seru cewek itu makin kesal.

Seohyun mengerak-gerakkan bahu kirinya yang juga terasa sakit. Kemudian berjalan melewati gadis yang menatapnya dengan raut jengkel tanpa berkata sepatah katapun.

“yah……..yah………….yah…….!!!” seru Krystal jengkel pada gadis yang baru saja ngeloyor pergi dengan cueknya dari hadapannya. “hei kau kembali………!!!” serunya lagi, tapi gadis itu seolah-olah tidak mendengar seruannya, terus saja berjalan pergi.

“hei kau………kalau kita bertemu lagi……..!!! tidak akan kubiarkan kau lepas dengan mudah……..!!!” ancam Krystal lagi sambil memandang punggung gadis yang berlalu itu dengan jengkel.

“huuh…dasar cewek sialan…..!!!” gerutunya lagi. “ yah……Park Luna…!!! Apa kau tahu siapa gadis tadi…….??” Tanya Krystal sambil menatap cewek dengan rambut sepunggung itu garang.

“entahlah….aku baru kali ini melihatnya…..!!!” jawab Luna sambil memegang dagunya. “ tapi sepertinya gadis itu bukan berasal dari golongan kita…….!!!” Lanjut Luna lagi.

“apa maksudmu…??” Tanya Krystal sambil menatap temannya itu penasaran.

“hem….pakaiannya….terlalu biasa dan sederhana……!!!” jelas Luna sambil berusaha mengingat-ngigat bentuk dan warna t-shirt serta jeans yang dikenakan Seohyun tadi.

“oh……..jadi hanya rakyat jelata……!!! Berani sekali dia bersikap begitu denganku……belum tahu dia siapa itu Jung Kristal…….!!!” Seru Krystal sambil menatap lorong tempat lenyapnya gadis tak tahu diri yang menabraknya tadi.

Seohyun dengan perlahan memasuki sebuah kelas dengan label 1.1 di atasnya. Beberapa orang mahasiswa terlihat didalamnya, saling berbisik dan bercengkrama dengan akrab. Tanpa berusaha menarik perhatian mereka semua, Seohyun berjalan dengan tenang menuju sebuah bangku kosong yang terletak di pojok ruangan, sebuah bangku yang memungkinkannya untuk menyendiri, menghindari diri dari maraknya dunia.

BRAKKK…….

BRUUUKkkkk……

Bunyi pintu yang terbanting dengan kuat terdengar di penjuru kelas bersamaan dengan saat Seohyun memasangkan earphone ke kedua telinganya.

Tiga orang namja berjalan beriringan memasuki, pintu ruangan yang terbuka lebar.

“kyaa…..itu Minhyuk…Jungshin…dan jonghyun………!!!! Beruntung sekali kita bisa sekelas dengan mereka…!!!” bisik beberapa orang yeoja diruangan itu heboh.

Ketiga orang namja itu hanya melenggang santai, mengabaikan suara-suara yang berdengung di sekitar mereka. Hanya lewat tatapan mata, ketiganya memutuskan untuk duduk di barisan tengah…sebisa mungkin menjauhi tatapan para yeoja yang memandangi mereka dengan tatapan lapar.

“jam berapa masuk….??” Tanya Jungshin, begitu mendudukkan dirinya dibangkunya.

“sebentar lagi….!!” Jawab Jonghyun singkat setelah untuk beberapa saat melirik jam dipergelangan tangannya.

“yah…minhyuk-ah……kenapa kau berdiri diam saja disana…….???” Tanya Jonghyun, begitu menyadari bahwa namja yang berada di sebelah kanannya itu, masih berdiri terpaku.

“oh…ah….ndae……!!!” jawab Minhyuk, sambil tersenyum gugup, kemudian mendudukkan dirinya disebelah Jonghyun.

Minhyuk memejamkan matanya, berusaha menghilangkan bayangan yang saat ini memenuhi kepalanya. Tapi percuma bayangan itu….orang itu tetap ada disana. Membuang napasnya berat, akhirnya Minhyuk menolehkan kepalanya ke arah belakang bahunya, seketika itu juga para yeoja yang  telah berkumpul dibelakangnya menjerit senang, beberapa di antaranya melambaikan tangannya sambil memanggil namanya. Tapi bukan para yeoja genit itu yang menarik perhatiannya, bukan para yeoja itu yang membuatnya membalikkan badannya. Tapi seorang gadis dengan earphone terpasang ditelinganya itulah yang menarik perhatiannya. Pembawaan dirinya yang cuek, dan seolah tidak peduli dengan lingkungannya itulah yang membuatnya menatap gadis itu sekarang. Tanpa sadar Minhyuk memperhatikan gadis itu dengan seksama. Rambut gadis itu di ikat tinggi, mata gadis itu terpejam, dan tangan kanannya menopang dagunya, agar gadis itu tidak jatuh. Minhyuk mengerutkan keningnya, apa gadis itu tidur……??? Batinnya.

“…….minhyuk-ah…apa kau mendengarku….!!!” Seru Jonghyun kesal, karena dari tadi dia berbicara, Minhyuk sama sekali tidak merespon.

“Minhyuk-ahhh……??” panggilnya kali ini lebih keras, sambil menarik lengan Minhyuk.

“yah…Jonghyun-ah ada apa..??” Tanya Minhyuk sedikit kesal.

“harusnya aku yang bertanya ada apa….!!! Dari tadi aku berbicara kepadamu, kau sama sekali tidak menjawab…..!!! yah…memangnya dari tadi apa sih yang kau perhatikan….!!!” Jawab Jonghyun kesal.

Minhyuk menyeringai kecil, sambil mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. “annyi……memangnya apa tadi yang kau tanyakan….???”

“aisshhh…….sudahlah, lupakan saja…….!!!” Tukas Jonghyun sambil mengayunkan tangannya, dan kemudian mengalihkan pandangannya dari Minhyuk.

Minhyuk hanya tertawa kecil melihat raut kesal Jonghyun, kemudian sekali lagi di alihkannya pandangannya ke arah gadis dengan earphone itu. Sebelum akhirnya sesosok pria berumur sekitar 40-an memasuki kelas mereka, dan mengambil alih tatapannya dari memandangi gadis yang duduk di pojokan belakang itu.

******

He…he..he..^^ gmana reader…?? Baguskah…???

Oh yah…cast utamanya disni belum muncul semua, mungkin bakalan di chapter selanjutnya. So…baca and ikutin terus yah….!!!

Ditunggu commentnya……n no plagiat please..!!!


21 thoughts on “Melted Down Her Heart [Chap.1]

  1. wuahhh, dari sekian banyak ff yg q bca, baru ini yg nampilin pasangan seohyun-minhyukkk~~

    magnae power. ehehe~
    errr, chingu, ngepost part selanjutny jgn lama2 yaaa~~
    =DD

    Like

    1. minhyuk-seohyun..???
      he..he..he…*garuk kepala*
      chingu..!! main cast cowoknya bukan minhyuk…!!!
      err…….!! sebenarnya mungkin nie ff bakalan jadi long chapter, disini main cast cowonya tuh kyuhyun, yonghwa…!!! tapi keduanya bakalan muncul di chapter selanjutnya.!!
      and khusus buat kyuhyun, bakalan masih lama banget munculnya..
      so…buat yang ngarepin seohyun-minhyuk…!! he…aq minta maaf^^

      Like

      1. bukan minhyuk y chingu? Salah dund tebakannya..*towel2 lantai

        ahaha, sama kyuhyun jd bagus.
        chinguuu jgn lama2 yaaa ngepost part selanjutny. hhe.

        Like

    1. he…buat seohyuk ama jongseo..?? hmm…
      and chingu..!! mungkin bakalan ada Yongseo di ff ini…tapi juga ada seokyu..!! soalnya yang kebayang dipikiran aq baru 2 couple ini..!! he…^^
      tapi baca terus yah…!! gomawo

      Like

  2. waduh…setelah aq lihat, kayaknya banyak letak gambarnya yg berubah dari posisi semula..!!
    buat reader skalian mohon maaf..atas ketidaknyamanan ini…
    ps : gambarnya diabaikan saja

    Like

  3. omaygaaaaaaawww trnyata ada seokyu!!! tmbah bkin smngat gw bwat bc ni ff…. gumawo chingu ya…… wktu bc castnya tak krain ada pairing jonghyun ama seohyun… g tw knapa gw mkir sampe sono…

    keep writing yahh..^__^

    Like

    1. he..he.. thanks…!!
      yah semoga author masih punya daya imajinasi dan pikiran yang sehat ditengah ujian yang menghadang saat ini…*halah…*
      ikutin terus dan jangan lupa comment yah ^^

      Like

  4. Annyeong chingu,, baru baca sekarang,, gr2 baca part 4 ada seokyuny ^^
    waktu ini dipost aq g baca sampe selesai, habisnya ada indikasi bukan seokyu, jd ogah2an bacanya, mian..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s