Angel n Demon Part 1


Angel n Demon Part 1

Author : ChoiYongRa

Akhirnya part 1nya selesai jugaaa..
Kekekeke~~
Sesuai dengan request para reader yang udah mau susah – susah comment ini dia part 1 yang udach author janjiin
Mian banget kalau ceritanya geje n gag sesuai sama bayangan reader…
Yaudah author gag mau lama – lama ceramahnya…

Let’s Cekidot~~~

———————————————————————————————————-

~Di satu tempat di Dunia Atas~

Di pinggir danau duduklah Seorang pemuda yang sangat tampan. Kulitnya putih seputih hatinya yang bersih. Matanya berwarna hitam yang dapat meneduhkan setiap orang yang melihatnya. Rambutnya pirang panjang lurus sepinggang dan di ikat rapi

dengan menyisakan sedikit rambut masing – masing di dekat telinganya yang runcing dan panjang. ( bagi readers yang susah ngegambarinnya bisa ngebayangin bentuk telinganya Elf di Lord Of The Ring yang dimainkan oleh Orlando Bloom ). Di punggungnya terdapat dua pasang sayap besar yang terbentang indah berwarna putih bersih yang selalu dapat membawanya pergi kemanapun dengan terbang.
Sayangnya, tak ada binar keceriaan di matanya. Dia hanya duduk di pinggir danau dengan sorot mata penuh kesedihan. Hingga akhirnya malam pun datang dan menghampiri tempat itu. Pemuda itu pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya menuju tempat yang tidak diketahui.

———————————————————————————————————-

~Di Dunia Manusia~

“Huaaahhhhh….. Pagi yang ceraaahhh..” kata seorang gadis yang baru saja bangun itu. Sekarang jam menunjukan pukul 05.30. Rupanya gadis ini bangun cukup pagi untuk mengawali aktifitasnya di hari ini.

“selamat pagi umma” kata gadis itu pada foto ummanya yang terletak di meja kecil dekat tempat tidurnya.

Gadis itu kemudian turun dari tempat tidurnya kemudian beranjak menuju beranda

 

kamarnya. Di sana dia memandang langit yang sangat cerah di pagi hari ini. Kemudian dia pun memberikan senyuman terbaiknya kepada langit pagi.

Yoona POV

Bounce to you bounce to you
nae gaseumeun neol hyanghae jabil sudo
eobseol mankeum ddwigo itneungeol
break it down to down to you
nae gesumeun neol
neol gajji montandamyeon meomchul geuranda

Aku terbangun karena suara alarm yang kupasang di HPku. Kuraba – raba tempat terakhir aku menaruh HP yang sedang berbunyi keras itu dan mematikannya. Kemudian akupun menggeliat di tempat tidur.

“Huaaahhhhh….. Pagi yang ceraaahhh..” kataku untuk mengawali hari.

“selamat pagi umma” kataku pada foto umma yang sengaja kuletakkan di samping tempat tidurku.
Kemudian akupun berjalan kearah beranda dan memandang langit yang seakan tersenyum melihatku. Akupun tersenyum kearah langit seperti yang sudah ku lakukan selama 3 tahun ini. Selalu kusempatkan untuk memberikan senyuman terbaikku di pagi hari untuk ummaku yang telah meninggal 3 tahun lalu akibat penyakit kanker yang dideritanya. Aku tahu bahwa ummaku selalu melihatku yang tersenyum di setiap pagiku untuknya dan aku yakin umma juga selalu membalas senyumku ini. Senyum terbaikku yang selalu aku persembahkan untuk ummaku tercinta di setiap aku mengawali hari.

Kulihat jam dindingku 05.40. “Aaahh.. waktunya mandi” akupun beranjak dari beranda dan berjalan menuju kamar mandi. Selesai mandi dan memakai baju seragamku aku langsung turun ke bawah untuk sarapan. Kulihat appaku sudah di ruang makan dengan koran yang menutupi wajahnya.

“Selamat pagi appa”

“oh Yoona. Kamu sudah bangun?” kata appa sambil menaruh korannya.

“hahaha.. ia lha Yoona sudah bangun. Kalau belum kan nggak mungkin Yoona ada di sini appa.”

“hehehe… Bisa aja kamu ini. Ya udah kamu cepat makan. Habis gitu kita berangkat.”

“ne appa”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Oh ya aku belum memperkenalkan diriku ya? Mian sebelumnya.

Annyeonghaseo, Im Yoona imnida. Sekarang aku duduk di kelas 2-A Neul Paran High School. Sekolah elite di tengah kota Seoul yang selalu aku idam – idamkan saat aku SMP. Untunglah aku dapat masuk sekolah favoritku bersama dengan sahabat – sahabatku.

“Hei Yoona!” sapa sahabatku, Seohyun, aku sudah berteman dengannya sejak kelas 3 SMP hingga sekarang. Anaknya cukup pendiam, tetapi banyak sekali anak laki – laki yang suka padanya. Dia juga sangat pintar dalam bermain piano yang membuatnya menang lomba piano tingkat Nasional yang diadakan di Seoul.

“Hai Seohyun.. Tumben kamu datang pagi? Ada angin apa nih?” kataku sedikit menggoda sahabatku yang pemalu ini.

“Aisshh.. Kau ini. Memangnya tidak boleh kalau aku datang pagi?”

“Hahahaha.. Ya!! Kau kan biasanya datang lebih siang dari ini. Apalagi si Sooyoung itu. Pasti selalu terlambat datang di hari senin seperti ini.”

“Ya!! Jangan samakan aku dengan Sooyoung!! Aku kan selalu datang lebih cepat daripada dia. Dia kan memang ratunya terlambat.”

Tiba – tiba..

“Awww!!!!” ada yang memukul kepala Seohyun dengan gulungan buku yang cukup tebal.

“Apa yang kau bicarakan dengan Yoona? Hahh?? Kau bilang aku suka telat? Buktinya aku sudah datang tuh.” Kata Sooyoung yang sudah ada dibelakang Seohyun dengan memasang wajah garang.

“Ya!! Sakit tahu!”

“ Sudahh.. Sudaahh.. Jangan bertengkar lagi. Tapi kok Sooyoung tumben sekali udah datang jam segini. Ini kan masing 15 menit sebelum bel masuk?” Kuakui. Sooyoung sahabatku ini memang suka telat. Tak hanya pada hari senin saja dia telat. Tapi hampir setiap hari dia telat masuk. Aku sudah berteman dengan Sooyoung dari kelas 3 SMP sama seperti Seohyun, jadi aku sudah hafal dengan perilaku ke 2 sahabatku ini.

“Ehh itu.. ituu…” kata Sooyoung gelagapan.

“Ahaaa!!! Pasti diantar sama Changmin ke sekolah yaa?? Makanya gak telatt.. hayoo ngakuu…” kata Seohyun berusaha memojokkan Sooyoung.

“Ahh.. Anii.. Aniyooo.. Aku hanya bangun lebih pagi saja kok.” Kata Sooyoung mencoba berkelit.

“Aisshh.. kau tak usah bohong deh. Mana mungkin kamu bisa bangun pagi kalau bukan karena akan diantar oleh Changmin.” ujar Seohyun semakin memojokkan Sooyoung.

“Aiisshh.. Kau ini! Kenapa jadi memojokkan aku sih?”

“Hahahaha… Sudahlah Sooyoung. Kau sudah ketahuan. Tak bisa mengelak lagi..” kataku ikut memojokkan Sooyoung. Aku tahu Sooyoung itu sangat pemalu dibalik sifatnya yang sangat tomboy dan cuek. Dia tak ingin orang lain tahu bahwa dia sebenarnya menyukai Changmin yang merupakan ketua OSIS di Seoul International High School.

“Aiisshh.. Terserah kalian lah!” kata Sooyoung pura – pura ngambek.

Ring Ding Dong… Ring Ding Dong…

Tak berapa lama kemudian Kim Songsaenim pun masuk kelas dan mengajarkan tentang Matematika yang selalu bisa membuatku tidur dengan sukses.

~Saat Istirahat~

“YOONAAAAAAAAA!!!” teriak Seorang namja dari luar kelasku.

“Wahhh. Sepertinya namjachingumu manggil tuh.” Kata Seohyun padaku yang baru saja bangun karena terkaget – kaget ada orang yang memanggilku keras – keras.

“Kalian itu apaan sih?” kataku kesal karena mereka meledekku. “Henry itu cuma sahabatku sejak kecil.”

“Yoona!!” Henry kemudian masuk ke kelasku sambil berlari – lari kecil. “Kamu baru bangun tidur ya? Pasti habis pelajaran matematika.”

“WAAHH… Tebakan yang tepat sekali.” Kata Sooyoung sambil melirikku.

Yahh.. memang Henry adalah temanku sejak kecil. Dia adalah tetanggaku. Rumahnya ada tepat di seberang rumahku. Henry cukup sering pergi main ke rumahku. Orangnya periang dan mudah bergaul pada siapa saja. Mungkin gara – gara itulah dia sangat terkenal di kalangan yeoja di sekolahku. Banyak sekali teman – temanku yang menyukai Henry. Aku sangat senang bisa berteman dengannya, tapi tidak seperti yang di katakan Sooyoung. Aku tidak menyukai Henry sebagai Seorang namja. Aku hanya menyukainya sebatas teman kecil. Aku bahkan belum pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Sebenarnya aku sangat iri dengan Sooyoung dan Seohyun yang sudah pernah jatuh cinta. Bahkan sepertinya Sooyoung sudah pacaran dengan Changmin yang aku sendiri tak tahu bagaimana wujudnya. Sedangkan Seohyun pernah bercerita padaku saat kita SMP dulu, bahwa dia sempat menyukai ketua OSIS SMP kita. Mereka bahkan sempat berpacaran, tapi sayang sekali hubungan itu harus berakhir karena Seohyun mengetahui pacarnya yang selingkuh di belakangnya dengan sekretaris OSIS.

“Huhh.. Kapan ya aku bisa merasakan yang namanya jatuh cinta? Masa sampai seusia ini aku masih belum merasakannya?” gumamku dalam hati sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela.

End Yoona POV

Tanpa Yoona sadari ada seseorang yang sedang melihatnya dari atap gedung sebelah. Seseorang yang sama yang selalu memperhatikan Yoona setiap harinya. Seseorang juga yang selalu menjadi pelindungnya dan orang itu memiliki sepasang sayap putih yang sangat indah di pungungnya.

~ Di Dunia Atas~

“huaaahhh.. Capek banget hari ini. Banyak sekali gangguan di bumi. Kapan sih para Demon itu mau berhenti mengganggu manusia??” kata salah satu Angel berbadan gendut yang baru saja menyelesaikan tugasnya di dunia manusia.

“Fiuuhh~ Ia juga ya? Makin hari adaaa aja ide licik mereka itu. Sampai pusing aku mikirinnya.” sahut Angel yang lain.

“Hei sudahlah Mathew (Shindong), Aiden (Donghae). Mereka kan Demon. Udah pasti mereka gak akan pernah capek membuat kegelapan menyebar di dunia manusia.” Kata sang leader.

“Tapi hyung, apa hyung merasa kalau para demon itu sudah bertambah kuat?” kata Nathan (Ryeowook) pada sang leader yang baru saja duduk.

“hmm.. benar juga. Sepertinya mereka menjadi semakin kuat ya. Berarti bukan hanya perasaanku saja rupanya. Apakah kalian semua juga merasakannya?” Dennis (Leeteuk) sang leader pun membenarkan kata – kata Nathan tadi.

“nde hyung… Aku seperti merasakan kegelapan yang lebih pekat saat melawan Demon yang tadi. Padahal yang tadi kita lawan kan hanya demon biasa ya.” Joshua (Hangeng) ikut menimpali.

“menurutmu bagaimana Brian (Kibum)?” Mathew pun bertanya pada Brian yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan percakapan mereka.

“hmmm.. iya. Mereka bertambah kuat.” Kata Brian singkat.

Keheningan pun terjadi. Para anggota Silver Angels sedang sibuk dengan pikiran mereka masing – masing.

Tap.. tap… tap…

Tiba – tiba terdengar langkah cepat dari luar ruangan tempat para Angel sedang beristirahat. Vincent (Sungmin) yang menyadari suara itu langsung berdiri dari posisi duduknya dan dengan cepat membuka pintu sebelum orang yang ada di luar ruangan mereka mengetuk pintu. Ruangan mereka yang ada di ujung koridor membuat Vincent yakin bahwa orang tersebut pasti ke ruangan istirahat mereka.

“Ah.. Annyeonghaseo.. Apakah ini benar ruangan Silver Angels berkumpul?” kata seseorang yang baru saja datang itu.

“Oh… Ne.. Ini memang ruangannya. Ada perlu apa?” kata Vincent dengan ramah.

“Hmm.. Aku hanya ingin memberitahu kalau Xiah hyung memanggil kalian ke ruangannya. Katanya ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan kalian.”

“Ne.. Kami akan segera ke sana.”

“Kalau begitu aku permisi dulu ya hyung. Annyeong.”

“Ne.. Annyeong.”

“Siapa itu, Vince?” tanya Aiden penasaran.

“Tadi Onew. Dia bilang Xiah memanggil kita ke ruangannya. Ada hal penting yang mau dibicarakan katanya.”

“Jinjja?? Kalau begitu tunggu apalagi? Ayo kita ke sana.” Ajak sang leader.

“Ne..” jawab para member dengan malas.

~Di Ruangan Xiah~

Para anggota Silver Angels telah sampai di ruangan Xiah. Selama perjalanan hanya keheningan yang tercipta di antara mereka. Masing – masing masih mempertanyakan hal apa yang akan dibicarakan oleh Xiah.

“Xiah, apa yang ingin kau bicarakan?” kata Dennis mengawali pembicaraan .

“Owh.. Kalian sudah datang toh? Kenapa tidak ada suaranya sih? Kalian terbang sampai ke sini?” kata Xiah bingung.

“Ne.. Kami terbang. Sudahlah. Sepertinya itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan sekarang. Sebenarnya kenapa kau memanggil kami kemari?” kata Joshua dengan tak sabaran.

“Owh.. Ok.. Ok.. Hmm… Begini… Apakah kalian merasa ada yang berubah dari para Demon?”

“Hah?? Berubah? Apa Demon itu bisa berubah jadi makanan?” kata Mathew dengan bingung dan memebuat sebuah jitakan mendarat mulus di kepalanya yang agak botak.

“Yak!! Kau ini! Apa tidak ada hal selain makanan yang ada di kepalamu itu?” Joshua menjitak Mathew dengan kesal.

“Aishh.. Hyung ini marah – marah mulu deh.. Nanti tambah kelihatan tua lhoo…” kata Mathew sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Mwo?? Yak!! Neo…” sahut Joshua tak habis pikir. Kenapa bisa ada Angel yang seperti Mathew itu yaaa…. (yang sabar iah oppa.. Author juga rada gemes kug ama dia.)

“sudah.. sudah.. kok malah jadi kalian yang berantem sih? Xiah jelaskan pada kami ada apa sebenarnya? Belakangan ini kami juga merasakan perbedaan para Demon. Entah mengapa mereka seperti bertambah kuat?” Dennis menengahi.

“Ne.. Aku juga merasa begitu hyung. Kenapa mereka bisa jadi bertambah kuat seperti itu?” Akhirnya Brian pun ikut bersuara.

“Hmm.. Ternyata kalian juga ikut merasakannya ya? Itu lah hal yang sekarang sedang membingungkanku. Mereka semakin bertambah kuat. Seperti ada hal yang menambah kekuatan mereka. Kalau itu anggota Death Devil, sudah tidak mengherankan apabila mereka bertambah kuat 100 tahun belakangan ini. Kita pun juga bertambah kuat setiap ada manusia yang kita tolong. Pengembalian cahaya kehidupan membuat kita juga bertambah kuat. Tapi yang ku perhatikan justru Demon biasa pun kekuatannya meningkat drastis.”

“Entahlah. Sepertinya jumlah manusia yang hatinya kosong menjadi bertambah banyak belakangan ini.”

“Hhh.. Sepertinya kita harus mengambil tindakan. Begini saja. Ini tujuanku memanggil kalian sampai kesini. Aku ingin kalian turun ke Bumi dan melindungi manusia dari dekat. Kalian aku tugaskan untuk menyamar jadi manusia. Kita lihat apa yang dilakukan oleh para Demon licik itu.” Usul Xiah.

“Ahh.. Ara.. Ara.. Dengan begitu kita jadi lebih tahu keadaan di Bumi dan perkembangannya.” Dennis menyetujui.

“Nee.. Aku setuju dengan idemu. ” kata Aiden dengan semangat dan mata yang berbinar – binar.

“Ok!! Sudah diputuskan! Mulai besok kalian akan turun ke Bumi. Untuk segala keperluan kalian biar aku yang mengurusnya.” Ujar Xiah mantap.

Tanpa mereka sadari ada seSeorang yang merasa sangat gelisah dan takut. Takut untuk merasakan hal baru yang sudah dirasakannya sejak beberapa tahun yang lalu. Perasaan yang dia sendiri tak mengerti artinya.

—TBC—

Siapakah itu? Kenapa dia merasa takut?
Apakah ada hubungannya dengan misi para Angel kali ini?
Lalu bagaimanakah petualangan para Angel ini di dunia manusia?
Readers penasaran?
Tunggu part 2nya iaahh.. Comment sangat diperlukan!!!!
Author juga menerima saran n kritik kug..
Jd pliiizzzzzz bgt buat comment iaahhhh..
Gomawo udach mau baca ff gaje ini.. ^^


25 thoughts on “Angel n Demon Part 1

  1. Bagus thor.
    Masih agak bingung sama nama” lain member suju.
    Pasti kibum deh itu😄
    saran ya thor, di devil dorm ada komedi’a dikit dong. Jebaal

    Like

    1. baguskah?
      hmm.. siapa yaahh itu??
      kyknya ithuw aku dech yang ngeliatin Yoona unnie
      kekekeke~~
      msh bngung iahh??
      okeh ntar di part selanjutnya aku kasih keterangan lagi dech
      hmmm
      yah ntar di selipin dikit komedi kok
      tenang ajhaa..
      tp gag tau itu lucu apa ga
      maklum author gag bakat bkin comedy

      tp gomawo udah mau comment ^^

      Like

  2. Aku bsa nebak..pastilah kibum..hahaha,spa lagi coba ? (Sotoy)

    Kshnya yoona sm bgt kyak aku..mirip rip rip,2shbatnya,pnglman cintnya,semuanya..sayangnya ga ada kali malaikat yg merhatiin aku dr atap..hahaha :p

    Part 2 asapnya author,dan gomawo udh mau bagi2 karyanya.. :p

    Like

    1. hmm
      siapa yahh??
      kyknya justru aq dech yang ngeliatin Yoona unnie
      kekekeke~~
      kan aku punya sayap juga tapi gag kelihatan
      *kyk teukie dunkz aku

      iah ditunggu iah lnjutannya

      cheonmaneyo chingu^^
      tp q add fb chingu ku gag di approve” sich
      T_T

      Like

  3. ah stlah skian th q menunggu mu…
    Owh slah menunggu ff na.
    Sdah skian th lho q nunggu bru nongol skrng btang hdung na.(pdahl sndri na bru nongol)
    hm…
    Bgus dah pkok na.
    Muantap dah ah.
    Akhr thor nanggepin jga coment q wkt tu yg blng ntar d slipin nama na ya.
    Tp,q gak puas bca na.
    Pnjangn dunk thor tp gak pa dah bsa bkin pnasarn jga jdi na.
    D tnggu part slanjut na ya.

    Like

    1. hahaha
      lama y nunggunya?
      prasaan g slama ithuw dech

      iah q tanggepin jg soalnya kyknya byk yg bngung jg klo pke nama asingnya ank” suju
      secara anknya byk kannnn
      kekekekek~~

      iah brikutnya d tunggu iahhh
      ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s