7 Years Of Love Part 2


created by : Cho Aulia’ Kudo JoonbeElf

Aku sedang memikirkan bagaimana caranya menunjukkan perasaanku hingga tak tahu bahwa dia suda berada didepanku
“Annyeong Kyuhyun sshi. Mianhae, aku terlambat. Sudah lama??”tanyanya seraya duduk didepanku.
“Gwenchana. Aku juga baru datang kok”ucapku singkat. Aisshh… kenapa aku jadi canggung begini sih berhadapan dengannya.
“Kenapa belum pesan?”tanyanya
“Aku menunggumu”jawabku.
Dia tersenyum lalu memanggil pelayan dan memesan es krim favorit kami.
“Ermm.. Katanya ada yang mau dibicarakan?? Ada apa? Sepertinya serius sekali”sekarang dia memandangku dengan seksama, aku jadi makin panas dingin dibuatnya.
“Ne.. Tapi aku ragu apakah aku harus mengatakannya sekarang?”ucapku bimbang
“Wae?? Kenapa ragu bukankah biasanya kau selalu menceritakan semua masalahmu padaku??”dia mengerutkan keningnya, itu pertanda kalau dia sedang bingung atau frustasi.
“Hmm.. Tapi masalah ini tak seperti biasanya”ujarku
“Gwenchana?? Ada masalah lagi dengan trainee mu di SM? Mereka menuyuruhmu melakukan hal apa lagi??”dia bertanya tak sabar. Karena memang selama ini aku selalu menceritakan bagaimana keras dan sulitnya menjadi trainee di SM.
“Anio, bukan masalah itu”jawabku
“Lalu??”tanyanya. obrolan kami terputus karena ada pelayan yang mengantarkan pesanan kami.
Dia mulai menyendok es krimnya dengan gembira, sedang aku hanya memandangnya yang kini sedang tersenyum. Bagaimana ini, jika setelah aku mengutarakan perasaanku padanya dan dia tak dapat menerimanya. Apakah dia masih akan tersenyum manis untukku?? Ottokhe??
“Ayo ceritakan. Aku siap mendengarkanmu”ujarnya.
Ottokhe?? Ottokhe??
“Errmm… Saranghae.. Jeongmal saranghaeyo”ucapku nekat.
Kulihat dia terkejut dan matanya melotot menatapku, sedetik kemudian.
“Uhukk… Uhuuk..Uhhuukk”dia tersedak es krim. Dengan gugup aku menghampirinya dan menepuk-nepuk punggungnya. Setelah agak tenang aku memberinya air putih yang tadi dibawakan oleh pelayan.
“Mwo?? Apa yang kau katakan barusan??”dia memandangku lurus
“Saranghae.. Aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu. Be my girlfriend please”ucapku berlutut dihadapannya.
“Errmm. Na do saranghae Kyuhyun sshi”dia menjawab dengan malu..

Sejak saat itu hidupku terasa begitu indah karena ada orang yang selalu disisiku dan menguatkanku ketika aku sedang lemah. Ada orang yang selalu mengisi hari-hariku dengan ocehan-ocehan cerianya tentang segala hal. Awalnya hubungan kami baik-baik saja hingga satu tahun masa pacaraan kami, semua masih normal-normal saja. Sampai suatu saat dimana aku sudah mulai debut dengan SUPER JUNIOR. Aku disibukkan dengan segala persiapan debut hingga aku kurang memperhatikannya lagi.
Aku menyempatkan diri untuk selalu menelponnya meski sudah tak bisa datang lagi ke rumahnya, aku selalu mengatakan dan memberinya pengertian bahwa aku sedang sibuk. Dan sebagai yeojachingu yang pengertian dia selalu bilang tak apa, dan selalu bilang bahwa dia mendukung apapun yang aku lakukan. Meski aku tahu sebenarnya dia tak seperti itu, dia pasti kesepian sekarang. Bukannya aku tak mau memahami keadaannya, tapi kondisinya memang sangat tak mendukung. Jangankan untuk datang kerumahnya, untuk sekolah saja aku tak ada waktu.
Hingga akhirnya kubuat keputusan itu, keputusan yang sebenarnya juga sangat berat untukku. Tapi ini harus kulakukan karena kau tak mau menyakitinya lebih lama lagi. Malam itu kutelepon dia.
“Yoboseyo”suara cerianya terdengar.
“Yoboseyo jagiya”ucapku
“Kyuhyun sshi?? Gwenchana? Kau tak apa kan? Debutmu baik-baik saja kan??”dia langsung bertanya khawatir.
Hatiku ngilu mendengar perhatiannya padaku, bagaimana bisa aku menyakiti yeoja ini? Bagaimana bisa aku membiarkan dia menangis karnaku?? Tidak bisa. Aku tak bisa membiarkan ini semua terjadi.
“Gwenchana jagi, semua baik-baik saja. Semuanya lancar…”ucapku
“Lalu ada apa menelepon malam-malam begini??”
“Ermm… Aku hanya ingin berkata, bahwa sebaiknya hubungan kita cukup sampai disini saja!” aku kaget mendengar suaraku cukup mantap mengatakan itu.
Tak terdengar apapun diseberang sana, hening beberapa saat.
“Jagi..Eh, Hye rim sshi?? Gwenchana?? Kau tak apa??”kataku mulai cemas, bagaimanapun ini pasti sedikit sulit diterima
“Gwenchana. Wae? Kenapa tiba-tiba ingin putus? Ada yeoja lain yang lebih cantik dikantor?”suaranya terdengar sinis
“Anio. Aku hanya tak ingin kau menderita, karena sebentar lagi pasti hidupku sudah tak sama lagi seperti dulu. Aku tak bisa lagi berkeliaran dengan bebas, aku tak bisa lagi menemanimu makan es krim. Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan dirimu menungguku? Menungguku yang bahkan aku sendiri tak tahu kapan aku akan berhenti.. Aku mohon, bahagialah.. Bahagialah dengan caramu sendiri, tersenyumlah seperti dirimu. Jangan membuatku menangis ketika melihatmu tersenyum”ucapku panjang lebar, tak terasa ternyata air mata sudah mengalir deras dari kedua mataku.
Kudengar dia menghela napas panjang sebelum akhirnya bicara
“Baiklah… Baiklah jika memang itu yang kau inginkan. Tapi, perlu aku tegaskan bukankah kita tetap teman meski kita sudah bukan sepang kekasih??”suaranya sama sekali tak bergetar ketika mengucapkan itu. Ya, aku tahu.. Dia yeoja yang tegar..
“Gurae.. Chingu”jawabku singkat
“Nde.. Semoga kau bahagia.. Semoga SUPER JUNIOR sukses, dan tetaplah bersinar. Annyeong”dia mengucapkan kata terakhir lalu sambungan telepon diputus.
Aku tak percaya pada apa yang baru saja kulakukan, aku melepasnya. Melepas yeoja yang kucintai, demi kebahagiaannya. Kuhempaskan tubuhku ke ranjang dan kupaksakan mataku terpejam, karena besok pasti adalah hari yang sangat melelahkan.

Beberapa minggu sejak perpisahan kami aku baik-baik saja, bahkan merasa sangat baik karena debut kami berhasil dan diterima masyarakat Korea dengan baik. Kata orang perpisahan itu sesuatu yang menyakitkan tapi aku tak ada waktu untuk merasakannya, atau ini hanya usahaku untuk menghibur diri??
Beberapa bulan… Beberapa tahun.. Hingga saat menginjak 3 tahun perpisahan kami, aku mulai merasakan bahwa aku rindu dia. Baru kusadari sejak perpisahan itu, aku belum pernah lagi jatuh cinta dan ternyata aku belum benar-benar melupakannya. Meski sebenarnya terkadang aku melihatnya. Ya, aku melihatnya di kursi penonton ikut menonton kami, SUPER JUNIOR. Saat itu aku merasakan dadaku kembali berdebar, setiap aku memandangnya, aku merasa jatuh cinta lagi dengannya.
Dan sekarang, aku benar-benar merindukannya. Aku hanya berharap jika kau masih mencintaiku, aku mohon kembalilah padaku.. Akhirnya aku memutuskan untuk meneleponnya, mungkin saja nomornya belum ganti.
Deringan pertama tak diangkat, hingga deringan ke empat baru diangkat.
“Yoboseyo”sapanya
“Yoboseyo Hye rim sshi, ini aku Cho Kyuhyun”jawabku sedikit kaku
“Ne. Gwenchana Kyuhyun sshi??”tanyanya
“Ermm. Aku ingin mengajakmu bertemu di toko es krim favoritmu, apa kau ada waktu besok sore?”tanyaku ragu-ragu
“Aku selalu ada waktu, tapi aku tak yakin kalau kau bisa”dia berkata cukup pedas padaku, tapi aku maklum dengan sikapnya itu.
“Ne, aku ada waktu. Kita bertemu disana besok jam 3 sore”ujarku.
“Baiklah”… Lalu percakapan diputus.
Semoga ini belum terlambat untuk memperbaiki semuanya.

To be Continued….


2 thoughts on “7 Years Of Love Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s