FF SAENGIL CHUKAE OPPA [PROLOGUE CHAPTER 1]


mian, sbelumnya FF ini udah pernah aku post di notes FB aku. Sama aja ko, cuma ada beberapa peran yang aku ganti.

TITLE = SAENGIL CHUKAE OPPA

Rating: PG13/straight
Length: 4 Chapter
Genre: ROMANCE/SAD ENDING
Author: Lee Joong Da “DheelfAKTF”

Cast :
Park Yoo Chun ‘DBSK’ as Himself
Lee Joong Da as Jung Hwang Ri
Choi Si Won ‘Super Junior’ as Himself

Another Cast :
ALL DBSK member
Lee Ji Yeon ‘CSJH’ as Himself

SIWON POV

31 Mei 2010

Hari ini aku benar-benar ketakutan. Sudah hampir dua jam aku berdiri di depan pintu putih itu. Menanti dokter melangkah keluar dan memberikanku kabar mengenai keadaannya. Kakiku sudah lemas, keringat dingin mengalir bergantian membasahi wajahku. Perlahan-lahan aku terduduk, lutut dan kedua tanganku bergetar. Aku hanya bisa terdiam sambil berkali-kali memerintahkan otakku untuk berhenti mengingatnya. Semua yang telah dokter katakan kepadaku.
Kemarin peri kecil ku itu masih tersenyum. Hingga pagi tadi tiba-tiba Jiyeon menelefonku, mengatakan bahwa Hwangri masuk rumah sakit.
Jung Hwang Ri, sahabatku, dan juga orang yang aku cintai. Aku tidak menyangka bahwa ada penyakit yang bersarang ditubuhnya. Dokter memberitahukan kepadaku bahwa ia terserang penyakit Creutzfeldt-Jakob. Entah penyakit apa itu, yang jelas penyakit itu merusak sistem kerja saraf otak. Kata dokter penyakit ini merupakan penyakit yang jarang ditemukan, dan parahnya belum ada obat untuk penyakit ini. Dan inilah yang sangat aku takutkan, kematian. Kata dokter semua kasus penyakit ini berakhir pada kematian.
Sebernarnya rumah sakit ini tidak dingin, akan tetapi entah kenapa, aku terus menerus merapatkan mantelku, aku ketakutan dan seperti ada sesuatu yang menyerang dan membekukanku.
Berkali-kali aku merutuki diriku sendiri. Aku sangat lalai, aku yang sudah di beri tanggung jawab oleh keluarga Jung untuk merawat Hwaring, tapi kenapa aku tidak tahu bahwa ia mengidap penyakit yang berbahaya.

Genap empat jam aku berada di sudut ruangan itu, memandang nanar dan penuh harap ke ruang operasi. Akhirnya seorang dokter keluar dari dalamnya. Aku segera menghampirinya.
“bagaimana dok?”
“setidaknya keadaan Hwangri lebih baik dari sebelumnya. Kami sudah berusaha sebisa mungkin. Seharusnya masih ada kesempatan untuk hidup kira-kira 2 atau 3 bulan lagi. Kami akan terus mengusahakan yang terbaik untuknya,” ucap dokter itu.
Meskipun sedikit, aku senang sekali mendengarnya, akhirnya aku bisa bernafas lega. 2 atau 3 bulan, setidaknya apa yang selalu Hwangri nanti-nantikan bisa ia laksanakan. 4 juni 2010 ulang tahun ke 24 kekasihnya, Yoochun. Sudah dari 2 bulan yang lalu ia membicarakan rencana pesta kejutan untuk Yoochun.

END SIWON POV

————————–

YOOCHUN POV

Entah apa yang terjadi, kenapa beberapa hari ini aku tidak fokus sedikitpun dengan pekerjaanku,  yang ada dipikiranku hanya Hwangri. Sedang apa dia sekarang?
“hei, yoochun, apa yang kau lakukan disana?” teriak seseorang dari kejauhan
“ah, maaf hyung.” Benar kan, sekali lagi aku ditegur oleh seniorku.
“hyung, kau memikirkan Hwangri?” Tanya Changmin.
“ha??” aku tidak menyangka Changmin akan bertanya seperti itu kepadaku, “ani, aku hanya sedang tidak enak badan,” lanjutku mengelak
“sudahlah hyung jangan mengelak. Dari tadi aku memperhatikanmu, bukannya bekerja kau justru memandangi foto Hwangri,” ucapnya
Telak, dia mengetahui apa yang aku lakukan. Aku sendiri menyadari kebodohanku ini. Entah mengapa mataku ini tidak dapat berpaling dari foto itu. Secepat kilat tangan kiriku meraih figura foto itu, tapi tanganku luput. Figura foto itu jatuh, kacanya pecah berserakan disampingku. Seperti ada sesuatu yang menjalar di dalam tubuhku saat aku melihat figura foto itu jatuh menghantam lantai. Darah ku mendesis sesaat dan rasanya sangat menyakitkan.“Yoochun-ah, apa yang kau lakukan? Cepat bereskan itu,” teriak seniorku lagi.
Ada apa ini? Kenapa rasanya sangat menyakitkan saat melihat fotonya hancur berantakan. Ini benar-benar semakin membuatku khawatir terhadap keadaannya.

END YOOCHUN POV

————————

*malam hari*

SIWON POV

Hwangri masih terbaring tak berdaya di tempat tidur rumah sakit. Matanya terpejam dan wajahnya masih pucat, sama persis seperti sebelum operasi. Di tubuhnya menempel berbagai macam selang yang membantunya untuk tetap hidup. Dokter mengatakan kondisinya sudah baik, hanya menunggu dia sadar.
Perlahan aku menghampirinya, duduk disampingnya dan menggenggam tangannya.
Aku yakin dia pasti akan pulih. Aku diam sejenak, kemudian tanpa kuperintah air mata perlahan turun membasahi pipiku. Setiap kali aku teringat bahwa aku akan kehilangan dirinya aku selalu merasakan rasa ketakutan yang begitu meluap-luap.
“kenapa kau tidak mengatakan ini semua kepadaku????” ucapku sambil membelai rambutnya, “taukah kau aku sangat mengkhawatirkanmu????” lanjutku
Aku benar-benar lelah, ku telungkupkan kepalaku, masih dengan menggenggam erat tangannya aku tertidur pulas disampingnya.

————————–

1 Juni 2010

Aku terbangun karena ada seseorang yang membelai rambutku. Hwangri sudah sadar, ia tersenyum ceria saat aku membuka kelopak mataku.
“kau tidur nyenyak? Maaf sekali lagi aku merepotkanmu,” ucapnya
Ia tersenyum amat ceria, seperti sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Aku senang karena Hwangri masih sama seperti Hwangri dulu yang aku kenal.
“kau sudah baikan?” tanyaku
“ya, aku sudah tidak merasakan rasa sakit lagi.”
Orang ini memang aneh. Dia merasakan sakit tetapi tidak pernah memberi tahuku. Dia selalu memendamnya sendiri. Tiba-tiba Hwangri tertawa-tawa sendiri.
“hei, kau ini kenapa? Karena operasi itu kau jadi gila ya?”
“ani, oppa,” ucapnya sambil melemparkan bantal kearahku. “enak saja. Aku hanya sedang berfikir mengenai rencana kejutan pesta ulang tahun untuk Yoochun oppa,” lanjutnya.
Sebenarnya aku tidak begitu senang membahas ini. Dia selalu saja memikirkan orang lain. Kenapa ia tetap besikeras melakukannya? padahalkan penyakit yang ia derita sangat parah. Ya, aku akui, aku tidak suka membahas masalah ini karena aku cemburu kepada Yoochun. Kenapa selalu dia? padahal disaat Hwangri kesakitan seperti ini dia tidak ada disampingnya. Justru akulah yang menjaganya.
“oppa, hei, kau mendengarkan aku tidak?” tanya Hwangri
Aku mengangguk sambil berpura-pura memasang wajah antusias. “apa yang akan kau lakukan?”
Hwangri menceritakan semua yang sudah ia rencanakan. Aku benar-benar tidak setuju dengan rencananya itu.
“jangan, kau tidak boleh meninggalkan rumah sakit. Kau ini belum pulih.” ucapku menolaknya.
Wajah Hwangri serta merta langsung berubah muram. “ani, oppa aku hanya sebentar, aku berjanji akan berhati-hati. Aku yakin aku pasti bisa.” ucapan itu keluar dari bibirnya dengan nada memohonnya yang khas.
Aku tak tega menolaknya. Aku hanya ingin dia bahagia. Akhirnya dengan berat hati aku menyetujui rencana itu. “baiklah tapi kau harus tepati janjimu.”
Hwangri mengangguk mantap dan tiba-tiba ia memelukku. Masih sambil tersenyum lebar ia membisikan sesuatu “oppa, terimakasih. Kau harus membantu rencana terakhirku ini.”
Terserah kau Hwangri. Aku hanya ingin melihat kau tersenyum, aku tidak mau jika kepedihan yang tergambar di wajahmu. Biarkan aku yang merasakan kepedihan ini. Sendiri.

END SIWON POV

———————————-

*TBC ke  STORY [CHAPTER 2 part 1]*

# referensi : Penyakit <a href=”http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Creutzfeldt-Jakob“> Creutzfeldt-Jakob </a>

Makasih banya kalo udah terima FF ini.
Buat readers tolong di komen ya. Karene komen kalian sangat membangun.
Jeongmal gomawo ^^~


6 thoughts on “FF SAENGIL CHUKAE OPPA [PROLOGUE CHAPTER 1]

  1. mwo..bru tau penyakit i2..namanya jga asing..searching dlu y ni authornya..keke

    Cpt y lanjtannya,ga sbar pengen tw penykitnya kyak apa..gmna trsiksanya hwangri..keke *reader jahat*

    Like

  2. wow…
    Kget bgt yg maen dbsk jg
    Jrg2 ff skrg ad dbskx…
    Srg2 bkin ff yg ad dbskx iah….
    Q kgen brt nie ama mrekaaa….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s