Dora Dress Episode 1 Part 3


author : choi-Rayray
Anyoooong~
Chingudeul, here u are~ Dora Dress Episode 1 Part 3 ^^
Oh iya chingu, sebelumnya, saia mau memberikan sdikit informasi berkaitan dengan tokoh… wkwkwk (sbenernya ngga penting2 bgt siii). Cuma mw bilang, kayaknya dalam fanfic Dora dress, akan ada penambahan tokoh, yaitu : Nicole-Kara, Taemin-Shinee, trus member suju yang laen yg blum dapet peran, mungkin sewaktu-waktu bakal muncul jugaaaa ^^Satu lagi nih, chingu… saia juga pengen bagi-bagi quote^^. Quote ini sii ngga sengaja saia temukan. Dan begitu saia baca, saia langsung ngefans ama ni quote^^. Coba deh, chingu baca:
One day you’ll ask me, which is more important? My life or yours? I’ll say mine. Then you’ll walk away, not knowing that you are my life…
(Suatu hari kau akan bertanya padaku, yang mana yang lebih penting? Kehidupanku atau kehidupanmu? Aku akan menjawab kehidupanku. Lalu kau pun akan pergi, tanpa mengetahui bahwa kaulah kehidupanku itu…)KYAAAA!!!! Eotteokhaji???? *Lebay deh, ray! Wkwkwk…

***
Aku berjalan lunglai menusuri koridor. Sungguh, tidak ada tujuan…
“Key… si brengsek itu! Dia satu satunya orang yang paling bertanggung jawab atas jidatku ini! Hajiman… KENAPA PULA SEKARANG AKU HARUS MENCARIMU, HEH????” gumamku frustasi. Anio. Tepatnya sekarang ini aku sudah benar-benar ‘gila’ karena anak satu ini!!!!
Kupandangi jalan koridor yang bercabang tiga di hadapanku. “Aish… bagaimana bisa aku mencarinya di gedung seluas ini????” dengusku sambil terjongkok. Jebal, Yesung sangsaenim benar-benar gila! Masa aku harus mengelilingi sekolah ini demi bocah itu?!!!
Perlahan kudengar derap langkah kaki yang mendekatiku. Kuangkat kepalaku yang menunduk ke lantai. Dua orang siswa laki-laki berlarian ke arahku dengan celingukan. Salah satu diantaranya berhenti tepat di hadapanku yang lagi jongkok geje, sementara yang lain tampak menerawang ke arah koiridor yang bercabang .
Kubaca label nama si cowok yang berdiri di depanku ini, tertulis di sana : Lee Donghae.
“Aish!!! Kemana sih perginya anak sialan itu?!” tukasnya ngos-ngosan. Seragamnya telah basah karena keringat, wajahnya pun sudah terlihat kayak ikan asin. Dan ‘mungkin’ si Donghae ini tidak sadar akan keberadaanku yang ‘jelas-jelas’ dari tadi berada di hadapannya, yang jelas si cowok-ikan-asin ini langsung shok minta ampun ketika melihatku yang sedang terjongkok frustasi sambil mendongak padanya dengan tampang bego. “Omona!!!” pekiknya, sampai-sampai temannya yang satu lagi ikut tersentak.
“Waeyo?” tanyaku polos.
“Hiya! Sejak kapan kau berdiri di sini? Aish! Mengagetkanku saja!”
“Hei dasar babo! Aku ini sedang jongkok tahu, bukan berdiri!” jawabku nyolot.
Donghae mengayunkan tangannya tak peduli “Ne… terserah kau sajalah..” desahnya kecapekan.
“Hyung-nim!” seru temannya yang satu lagi yang kemudian menghampiri Donghae. Nama Kim Kibum terukir di label nama cowok ini. “Sepertinya anak itu tidak kabur ke koridor itu…”
“Aish jinjja! Kalau begini bisa-bisa Big Hyung marah besar!” celotehnya. Tiba-tiba dia melirikku lagi “Hiya ddo! Selama kau jongkok di sini, apa kau melihat seorang anak yang melintas?”
Aku hanya menggeleng tak ikhlas. Haah, anak ini kenapa bisa-bisanya menanyakan ‘seseorang’ kepada orang yang juga sedang mencari ‘seseorang’?
“Begini, dia itu ciri-cirinya…” Donghae berpikir sejenak “Hidungnya mancung… matanya runcing ke samping… Aish! Kau sajalah yang menjelaskannya!” tukasnya bingung pada Kibum.
“Dia itu… kurus, jangkung… dan… ah! Tampangnya seperti amma-amma!”
“Gurae!” seru Donghae “Itu dia yang ingin aku katakan! Tampangnya seperti amma-amma!”
Otakku langsung berputar 360 derajat begitu mendengar penjelasan mereka berdua yang menurutku TERLALU BABO. “Biar kuulangi…” dengusku linglung “Kalian mencari seorang murid laki-laki yang bertampang seperti amma-amma?”
“Ne~” jawab mereka berdua dengan riang gembira. Ekspresi mereka membuat kepalaku serasa ingin meledak.
“Hiya!!!!!” bentakku, sehingga 2 bebek konyol di depanku ini terlonjak kaget “Dengar ya, aku ini sekarang juga sedang mencari ORAAANG!!! Dan kalian berdua malah mengatakan hal bodoh soal ‘anak laki-laki yng bertampang amma-amma’?!!! YANG BENAR SAJA!!!” pekikku. Gunung api dalam kepalaku meledak sudah.
Wajah Kibum langsung pucat “A… anio… kami serius… orang yang kami cari itu memang bertampang amma-am..”
“Hah sudahlah!” sergahku galak “Dengar ya, aku sekarang sedang kesal, jadi mendingan kalian cepat-cepat cari teman kalian itu, dan pergi dari sini, ARRASO?!” tukasku yang jadi tambah stress.
“Hyung…” bisik Kibum bergidik “Cewek satu ini sepertinya berbahaya… sudahlah, ayo kita cari anak itu bersama Amber dan Henry saja!”
“Ne… aku setuju” balas Donghae yang nyengir ketakutan. Baru saja 2 bebek ini akan melangkah pergi dari hadapanku, 2 bebek lain telah datang meramaikan suasana.
“Hyung!! Kami menemukannya! Dia berlari ke atas gedung itu!” teriak seorang cowok berwajah China sambil menunjuk gedung seberang di luar jendela.
“Mwo?! Aish! Ayo kita ke sana!!!!!” seru Donghae. Mereka berempat pun langsung berlarian kayak orang-orang purba.
Sedangkan aku masih di sini. Menatap punggung mereka berempat yang makin lama makin menjauh dari jarak pandangku. “Mwo?” gumamku tak percaya “Jadi ternyata memang ada ‘anak laki-laki bertampang amma-amma’? Aish jinjja!” desahku melongo. Namun tiba-tiba kurasakan kepalaku yang sedang panas ini seolah mendapat cahaya terang “Anak laki-laki bertampang amma-amma… Hmm…bertampang amma-amma…. Kalau tidak salah, aku kayaknya juga pernah melihat anak laki-laki bertampang amma-am…” mendadak seolah ada palu 1000 ton yang menghantam kepalaku “Omona! Key!” pekikku sambil kembali menatap para bebek yang telah berlalu itu “Hiya, kalian berempat! TUNGGU AKUUU!!!!!!!!”
***

Angin yang bertiup di atas gedung ini membuat seragamku melambai-lambai.
Mereka berempat telah berlari jauh di depanku. Tapi kalau tidak salah, si cowok bertampang china itu bilang kalau anak yang dicarinya itu berada di atas gedung ini. Gurae, dengan kata lain key pasti berada di sini!
“Jinjja! Kau ini benar-benar kayak simpanse!”
Mendadak kudengar suara Lee Donghae dari kejauhan… kutelusuri atap gedung yang cukup besar itu. Di sudut atap, berdiri mereka berempat, Donghae dan ketiga antek-anteknya… anio… mereka berlima! Walaupun aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, namun keempat cowok sotoy ini jelas sekali sedang mengelilingi seseorang…
“K… Key??” gumamku tak percaya melihat sosok Key yang terduduk dengan lebam biru menyelimuti wajahnya… Hidungnya berdarah… Bibirnya pecah…
“Kita panggil saja Big Hyung sekarang. Kayaknya si babo ini sudah sekarat” kekeh Kibum.
“Mwo?” rutuk Donghae. “Jangan dulu. Aku ingin memberi hadiah terakhir untuknya~” dia kemudian menggumpalkan tinjunya, melayangkannya… tepat ke wajah Key.
“Andwaeeeeeee!!!!” pekik seseorang. Itu adalah suara seorang cewek. Aku tahu. Aku bisa mendengarnya, dan bahkan merasakan teriakan itu keluar dari tenggorokanku sendiri~ Otakku berputar cepat sekali! Aku hanya bisa merasakan kakiku yang berlari menyambar tubuh Key, berusaha mendorongnya sehingga kami berdua jatuh ke atas lantai…
GEDUBRAK!
“Wae… waeyo?” Donghae terperangah memperhatikan tinjunnya yang hanya menghantam angin.
“Hyung! Cewek satu itu!” seru Kibum yang menunjukku dan Key yang telah terbaring.
“Key!!! KEY!!!!” panggilku kepada Key yang sama sekali tidak membuka kedua matanya lagi! Yang ada hanyalah darah segar yang mengalir keluar dari hidungnya… “Aigooo!! KEY!!!”
“Hiya ddo!” pekik cowok bertampang China yang ternyata bernama Henry “Cepat menyingkir dari sana!”
“Gurae!” timbal seorang lagi yang bernama Amber “Kalau tidak mau mendapat masalah. Lebih baik jangan ikut campur masalah kami, arraso?!”
“Mwo?” desahku. Tubuhku bergetar kuat ketika mendengar suara itu… suara para cowok sotoy ini… mereka… mereka telah melukai orang sampai begini, BISA-BISANYA MENYURUHKU MENYINGKIR?!!!
Kutatap lekat-lekat wajah mereka satu-persatu “Hiya! Kalian semua… apa benar-benar sudah merasa hebat, heh?”
Henry dan Amber kontan mengekeh, sementara Donghae dan Kibum hanya diam tak bergeming.
“Cih” decah Amber “Hiya Aegessi, apa kau tahu siapa kami?”
“Siapa pun kalian bukan urusanku!” sambarku “Hiya ddo!” kutancapkan telunjukku ke wajah Amber. Dia terdiam sama sekali. “Ddo!” lalu ke wajah Henry “Ddo!” kemudian ke wajah Donghae “Ddo!” dan terakhir ke wajah Kibum “Pengecut seperti kalian, apa benar-benar sudah merasa hebat, heh!!!”
“Aish! Jinjja!” tukas Henry marah sambil mencoba menyambarku. Namun Donghae dan Kibum segera menahannya dari dua sisi. “Wae?!” bentaknya “Hyung-nim! Apa kalian berdua mau diam saja melihat cewek ini meremehkan kita?!!!”
“Sshhht” desis Donghae dan Kibum bersamaan. “Sudahlah! Mendingan jangan cari gara-gara dengan cewek satu ini!”
“WAE?!” pekikku. Kedua tanganku telah mengepal kuat. Jinjja! Aku benar-benar MUAK melihat orang sok jago kayak mereka! “Mau menjotosku juga tidak masalah. Hanya saja..” kukibaskan tanganku ke leherku sendiri “Satu saja dari kalian menghajarku, kalian berempat akan tamat!”
Wajah Kibum langsung pucat pasi. Donghae tampak menelan air liurnya sendiri. Amber kontan membelai lehernya dengan ngeri, sementara Henry mundur beberapa langkah.
“Cih!” decahku tak percaya. Seperti yang kuduga, mereka berempat tidak lebih dari sekedar PENGECUT!
“Kenapa kalian?” ujar selantun suara. Kali ini bukan berasal dari tenggorokanku. Juga bukan dari keempat bebek di hadapanku. Apalagi dari simpanse yang sedang pingsan di sampingku ini.
Suara itu… seolah membuat waktu berhenti berputar…
Derap langkahnya seakan membuat seisi gedung ini ikut bergetar… aura seperti ini, rasanya tidak asing lagi bagiku~
Mereka berempat yang tadinya melongo menatapku, kini tersentak menoleh kepada sosok yang datang dari belakang punggung mereka “BIG HYUNG!” seru mereka. Dari kejauhan, kulihat seorang cowok jangkung dengan jaket drakula panjang yang melambai-lambai tertiup angin. Kacamata hitamnya… seolah membawaku kembali ke masa lalu… saat si brengsek ini menabrak pantat Sulli…
“DDO!!!!” pekikku tercekik.
Kyu yang telah turut berdiri di antara bebek-bebeknya, mengerling padaku dengan bingung. Perlahan dibukanya kacamata hitamnya. Untuk beberapa saat dia menelengkan kepala, mengerjap berkali-kali menatapku…. Dan saat itulah, tiba-tiba aku melihat segumpal bola api muncul di matanya, seiring dengan wajahnya yang memerah dan tubuhnya yang bergetar seakan ingin meledak. “Ka.. Kau… badut itu…”
“Hyu… Hyung-nim… kau kenal cewek ini?” Tanya Donghae bego.
Dengan sekejap Kyu mencengkram kedua bahuku. “Kau doraemon sialan!!! Sekarang kau tidak bisa lari kemana-mana lagi!!”
Aku tersentak kaget menatap wajah Kyu yang penuh kebencian “Hiya! Apa yang kau lakukan?!” bentakku mencoba melepaskan diri. Kedua tangannya seolah ingin meremuk badanku dan menggumpalkannya.
Kyu terus mencengkramku dengan kuat. Dia jadi kayak orang gila “Kau harus mengganti rugi atas mobilkuuu!!!”
“Hyung-nim!” sentak Henry “Ja… jadi badut yang telah menghantam mobilmu dengan batu bata itu… adalah cewek ini??”
“Kau ini kenapa sih?!!” bentakku lagi. Akhirnya aku berhasil melepaskan cengkraman tangannya “Hiya! Apa kau tidak ada kerjaan selain membuat masalah, heh?!! Setelah menabrak temanku, dan sekarang kau ingin membuat pingsan seseorang lagi???!!!” kuangkat wajah Key yang terbaring penuh lebam “Ini semua… ini semua pasti ulahmu, kan?!!!”
“Wa… wae??” desah Kyu menatap seluruh tubuh Key yang benar-benar babak belur…. “Ke…Key…”. Matanya yang tadinya menatapku ganas, kini terpaku lemah pada Key. “Hiya!” pekiknya pada empat bebek di belakanganya “Kalian.. apa yang telah kalian lakukan padanya?!”
“Hyung-nim, bu… bukannya kau yang menyuruh kami menghajarnya??” sergah Kibum.
“Babo!!!” pekik Kyu “Lalu apa aku pernah menyuruh kalian membuatnya sampai pingsan begini?!!”
“Ah… Gu…Gudae”
“Omo!” seru Amber “Kalau begini… bisa-bisa kita tertangkap lagi oleh Yunho sangsaenim…”
Kyu mendesah dalam-dalam. Kesabarannya benar-benar habis “Gurae!!!” tukasnya “Sekarang kalian telah membuat anak ini pingsan tanpa memikirkan akibatnya? Aish jinjja!!! Kalian ini memang tidak berguna!!” amuknya sambil menunjuk-nunjuk mereka berempat.
“Hiya! Hentikan!” seruku pada mereka berlima. Cih! Apa-apaan ini? Bisa-bisanya mereka mengadakan rapat geng di depanku! “Lupakan saja, mendingan sekarang kalian bantu aku membawa Key ke…”
Namun seolah tidak mendengar apa-apa, seolah di hadapan mereka sekarang ini tidak ada ‘siapapun’ yang pingsan, si ikan-asin-Lee Donghae mengoak “Aish! Sudahlah! Kalau begitu ayo kita kabur saja dari sini!”. Disambut anggukan antusias ketiga bebek yang lain, mereka pun menyeret Kyu pergi. Tentu saja, meninggalkanku, dengan seekor simpanse yang pingsan ini~.
***

SooMan Healthy Central
Dari tadi, aku hanya bisa menatap palang nama itu bersama jantungku yang berdegup kencang. Key… apa dia tidak apa-apa?
Tak lama kemudian, pintu klinik itu terbuka.
“Ah… dokter!” seruku pada seorang dokter yang baru keluar. “Gudae… bagaimana keadaan temanku?”
Si dokter menyipitkan mata dari balik kacamatanya “Temanmu? Nuguyo?”
“Namanya Key…. Dia yang tadi pingsan dan kupapah ke si..”
“Ah!” sambarnya tiba-tiba, membuatku nyaris cegukan “Ne… pemuda yang babak belur itu?”
“Ne! bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja, kan???”
“Aigoo…” desahnya “Hiya, temanmu itu hanya babak belur saja! Tidak akan mati! Cih, lagipula semua murid sekolah ini begitu melihat tampangku yang keren ini juga pasti akan langsung sembuh, hahahaha!”.
Kulirik label nama di jaket putihnya : Dokter HanKyung.
“Huff, dasar dokter narcist!” gumamku miris. “Gureum… bolehkah aku menjenguknya?”
“Oh tentu saja!” ujarnya sambil tersenyum cemerlang “Aish, kebetulan hari ini aku ada jadwal kencan~” segera dia mendorongku memasuki klinik.
“Ah! Jak.. jakkaman! Bukan begitu maksudku… aku hanya ingin menjenguk dia sebentar saj..”
“Sshuuttt..” desisnya “Sudahlah Aegessi, anggap saja ini rumahmu sendiri, okey?” dia kemudian mengedipkan mata sebelum menghilang dari balik pintu klinik secepat kilat.
Wae?? Geez! Sulit dipercaya, sekolah ini dari murid sampai ke dokternya pun tidak ada yang beres~
Sayup-sayup kudengar helaan napas Key yang tertidur di ranjang klinik. Kuhampiri dia. Luka-lukanya telah diperban. Tapi tetap saja, dia hanya bisa terbaring kayak boneka… “Key… naegwaenchana?” panggilku lemah. Percuma. Dia hanya terus menutup mata… kutatap wajahnya sebentar, kenapa aku malah jadi kasihan melihat si simpanse ini?
Baru saja aku akan beranjak dari tempatku untuk kembali ke kelas, ketika kurasakan Key menarik tanganku, membuatku terduduk, tepat di sebelahnya~ “Jangan pergi dulu, SeoHyun-ah…” bisiknya.
“Key! Na.. naegwaenchana???”
Key membuka matanya, sama sekali tidak menghiraukan kecemasanku yang memuncak. Dia terus menatapku tajam “Aku mendengar semuanya”
“M… Mwo?”
“Ne… aku mendengar semuanya. Semua yang kau katakan pada mereka berlima” tangan Key masih menggenggam tanganku dengan erat.
“Ah.. gudae… aku hanya…”
“SeoHyun-ah” desahnya. Perlahan Key mendekatkan wajahnya kepadaku. Main dekat… dekat sekali, hingga aku bisa merasakan helaan napasnya…
“K… Key.. a.. apa yang kau lakukan?” ujarku salting sambil terus menjauhkan wajahku ke belakang. Key sama sekali tidak peduli. Dia tetap saja… mendekatkan wajahnya…makin dekat… sangat dekat… hingga hidung kami hanya berjarak sekitar 5 cm~
“SeoHyun-ah…” desahnya lagi padaku yang sudah mau mati menatap matanya yang ‘ero’~ “Kau ini… adalah orang paling babo yang pernah kutemui”.
“M…Mwo?!” gumamku sambil mengerjap berkali-kali dengan bego.
“Cih!” decahnya sambil kembali menjauh “Waeyo? Mukamu sudah merah begitu, apa kau kira aku akan berbuat yang tidak-tidak?”
“A… anio!!!”
Cih! Berpikir yang tidak-tidak? Jinjja! Siapa suruh kau menatapku dengan ero begitu???
“Hiya Key!” tukasku kepadanya yang telah kembali bersandar “Enak saja kau bilang aku babo! Apa kau tahu, aku yang mengangkutmu sampai kesini? Kau itu berat, tahu tidak?!”
“Aku tidak pernah memintamu kok” ujarnya datar.
“Mwo?”
“Kau menolongku begini, apa kau tahu akibatnya?” Key kembali menatapku.
Kutatap juga dia. Rasa kasihanku yang tadi hilang sama sekali… Melihatnya begini, mendengarnya berkata begini…
“Tidak peduli cowok ataupun cewek…” desahnya sambil menusukkan telunjuknya padaku “Kyuhyun dan gerombolannya itu… mereka akan menghabisimu”
“Dihabisi juga tidak apa-apa” sergahku tajam. Tangan Key yang melayang di depan mataku perlahan turun “Ddo… selama ini apa kau kira mereka berlima itu benar-benar hebat?”
Key hanya diam. Rahangnya yang menari seolah ingin mengatakan sesuatu.
“Key, apa kau tahu mereka itu tidak lebih dari segerombolan pengecut?”
Key terpana. Sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya “Cih! Hal babo apa lagi yang kau katakan ini, heh?” kekehnya “Hiya SeoHyun-ah, kau sendiri, apa kau kira kau ini benar-benar hebat? Apa kau kira kau cukup hebat sehingga bisa mengatakan mereka berlima itu pengecut?!!!!!”
“Yang babo itu kau!” sambarku “Apa kau kira orang yang menggencet orang lain itu hebat? Apa kau kira orang yang menindas itu hebat? Apa kau kira orang yang mengaku dirinya hebat itu sudah pasti hebat? Dan kau yang terbaring di sini karena takut dengan mereka… Key, kau itu lebih babo daripada seorang pengecut!”
Key terus diam. Sepintas kurasakan dia menatapku dengan kemarahan yang luar biasa. Namun perlahan dia tertunduk, menghela napasnya yang seolah sesak…
Hatiku jadi miris lagi melihatnya~ Aigoo, eotteokhaji? Apa kata-kataku sungguh keterlaluan????? “Ke.. key.. naegwaen…”
“Gwaenchanayo” potongnya “Sudahlah. Kurasa kau benar, SeoHyun-ah”
“Key…”
“Gomawoyo” bisiknya.
“Eh?”
Key tersenyum lebar “Gomawo. Karena telah menyelamatkanku”
Aku tidak tahu apa artinya ini… yang jelas, hatiku rasanya sungguh lega… melihat simpanse ini tersenyum begini….
“Kenapa kau?” ujarnya bingung melihatku yang terpana.
“Anio!” tukasku. Kuharap kali ini wajahku tidak memerah lagi!
“SeoHyun-ah”
“Ng?” sahutku, kali ini tanpa menatapnya.
“Mianhe… aku telah mengerjaimu tadi pagi… jeongmal mianhe…”
Aku hanya bisa terkekeh. Hello… kok bisa-bisanya makhluk satu ini berubah 180 derajat???? “Ne… arraso~” sahutku. Key tertawa. Mungkin menertawakan dirinya, atau mungkin menertawakan aku. Entahlah. Yang jelas melihat tampangnya begini, aku jadi ikut tertawa~
Dalam suasana begini, aku merasa adanya kehangatan~ bukan karena aku merasa telah menjadi pahlawan untuknya… Tetapi setidaknya, dalam satu hari yang kacau ini, aku bisa merasakan sesuatu yang manis… Seperti sekarang ini…
“SeoHyun-ah” panggil Key lagi “Bolehkah aku memanggilmu noona?”

***
Leave your comment please^^


20 thoughts on “Dora Dress Episode 1 Part 3

  1. tukang komen dateeeeeng !!
    *ketawa2 gaje, hahahahaha ..*
    lanjuuut lanjuuuut, pnasaran.. Jalan critanya msh blum bisa ketebak nehh.. Hehehehe ..

    Like

    1. aigoo… kashahamnida~
      hahah, terharu bgt dah ada yg baca ff aq d antara smua ff yg ‘bejibun’ ini~ buakakakak..

      Like

  2. kyaaa~
    SEOKEY Jjang!!

    ak sk bgt ma nie ff..
    dan kyk.a walo nnt akhir.a jd seokyu..
    bkal tetep dukung seokey~!!

    lanjutan.a jangan lama” y chingu..
    penasaran…

    Like

  3. Aigoo… kashahamnida~
    gak nyangka ada juga yg baca ff aq d antara ff-ff yg ‘bejibun’ d blog ini^^ buakakakak… gomawo~

    Like

  4. huaaa…gokil2 ni ff..penokohanx bda bgt sm karakter aslix..keke..mlai2 seo yg bejingkrakan..smp..hahaha..msa kyu d panggil big hyung..?jlas2 dya i2 magnae..kekeke

    Stlh dliat2,hahaha,emg bner key mkax kya amma2..ah andwae,ahjumma2…kekeke

    Like

    1. hahahah…
      iya, si kyu jadi ‘big hyung’ di sini…^^
      buakakak… baru nyadar ya tampang si key emang kaya ahjumma xD

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s