Dora Dress episode 1 part 2


author : choi-Rayray
Main casts : Seo hyun-snsd (DIA NGGAK OPLAS!), Kyuhyun-suju, Key-shinee,
Minho-shinee
Supporting casts : Sulli-f(x), Sooyoung-snsd, Onew-shinee, JongHyun-shinee,
Tukie-suju (miss him so much!), Victoria-f(x), Krystal-f(x), Luna-f(x),
Donghae-suju, Solbi
Figuran : Henry-suju, Kibum-suju, Amber f(x)
That’s all! Enjoy it… n_n
***
“Omona….” Hanya itu yang bisa kukatakan. Aku benar-benar terpaku. Berkali-kali kukedipkan mataku. Tapi tetap saja, pemandangan yang kulihat adalah sama.
Gerbang super besar berlapiskan logam kuning terbuka lebar di hadapanku. Di atasnya, terlukis tulisan dengan tinta emas WELCOME TO SOOMAN ACADEMY. Astaga! Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang! Jadi ini SM School?! Benar-benar… SEPERTI ISTANA RAPUNZEL!!!
Dengan mulutku yang ternganga lebar aku pun melangkah memasuki gerbang itu, menyebrangi lapangan yang luasnya 10 kali rumahku. Di sekelilingku hilir mudik murid-murid SM School. Sementara aku menatap mereka dengan takjub, beberapa dari mereka malah menatapku dengan aneh. Karena kostumku, tentu saja. Walaupun aku telah memakai seragam SM School, tapi rok seragam ini kupanjangkan. Bahkan aku masih memakai topi kerro-kerro yang sengaja kumiringkan.
“Kelas Buss-13? Aish, di mana pula itu?!” gumamku ketika kubaca papan pengumuman yang menyajikan daftar kelas-kelas untuk murid-murid baru. Dengan bingung aku pun melanjutkan perjalananku mengelilingi istana ini. Walaupun dari tadi aku telah berpapasan dengan beratus-ratus murid, tapi aku benar-benar enggan menanyai mereka. Tatapan mereka seakan ingin memakanku saja! Berada di sini rasanya seperti berada di planet lain~ T_T.
***
“K…Ke..kete…mu… ju…ga… akhir…nya….” Dengan ngos-ngosan plus mandi keringat, akhirnya kutemukan juga kelasku! Setelah sekitar 45 menit aku mengelilingi semua gedung super besar ini! Dengan riang gembira aku pun menerobos masuk pintu berlabel “Buss-13 itu”… sambil nyengir lebar, aku tahu, teman-temanku akan menyambutku dengan hangat~
BLETAK!!!
Bola kasti hijau itu tanpa permisi langsung menabrak jidatku. Dengan seketika aku jatuh terlentang, diringi teriakan ‘gembira’ dari anak-anak seisi kelas “YIPIIE!!! Bulleyes! Kau memang hebat, Key!!!”
Walaupun kepalaku serasa mau pecah, sorakan mereka masih bisa kudengar jelas. Mwo?!!! Bulleyes?? Mereka kira jidatku ini gawang, apa?! “Ya!!!” pekikku marah sambil bangkit dari posisiku semula. Benjol di kepalaku berdenyut-denyut. Kulihat mereka yang tadinya bersorak sambil bertepuk ria kontan terdiam menatapku. Mataku sibuk menyapu seisi kelas, mencari seseorang, seseorang dengan tongkat kasti di tangannya! yang telah melayangkan bola sialan itu!
Ha! Itu dia!
“Ya ddo!!!” teriakku sambil menunjuk seorang cowok yang berdiri di depan papan tulis dengan pose sok atlet, tentu saja, dengan tongkat kasti di tangannya “Kau ini kurang kerjaan ya?!”
Untuk beberapa detik dia, bahkan seisi kelas, terpaku menatapku. Namun kemudian tawa mereka meledak.
“Wah wah…. Jadi kali ini kau yang jadi gawangnya?” ujar seorang cowok yang menatap jidatku dengan geli. Bisa kubaca label nama di seragamnya dengan jelas, bertuliskan “Onew”.
“Ini tidak lucu!” tukasku. Kutatap lagi cowok bertongkat kasti tadi, dia malah ikut-ikutan tertawa jahil. Kepalaku serasa mau meledak melihatnya! “Ddo!” pekikku sambil menunjuknya kembali “Kau ini banci atau apa?! Apa susahnya sih mengatakan maaf?!”
Semua murid langsung terdiam. Kupikir mereka akan tertawa lagi, tapi ternyata tidak.
Cowok bertongkat kasti itu menatapku lekat-lekat. Label namanya bertuliskan “Key”. Dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan, sampai seorang murid cowok berlabel nama “Jong Hyun” yang berdiri tak jauh darinya melangkah sok ke arahku “Lancang sekali kau berkata begitu!”
“Cukup!” tukas Key kepada JongHyun yang langkahnya langsung terhenti. Wow, hebat sekali! Jadi sepertinya si Key ini adalah ‘leader’ di kelas ini?
Key melangkah ke arahku mendahului Jong Hyun yang hanya berdiri terpaku. Anak-anak seisi kelas kontan menarik napas. “Heh, kau. Apa kau tahu siapa kami?!” tanyanya dengan sok cool. Gayanya ini mengingatkanku pada seseorang.
“Murid kelas Utara-3” jawabku simple.
“Jangan bercanda!” tukasnya “Maksudku, dia” dia menunjuk Onew “dia” lalu menunjuk JongHyun “dan aku” ujarnya sambil menunjuk dirinya sendiri “Apa kau tahu siapa kami?!”
“Mollayo” jawabku tak peduli. Aku memang tidak peduli siapapun mereka! Yang jelas mereka harus membayar jidatku yang benjol ini!
“Cih!” decahnya tak percaya “Kalau begitu perkenalkan, kami adalah berandalan paling kejam di sekolah ini!”
“Guraeyo?” desahku “Jadi kau pikir karena kalian adalah berandalan paling kejam, kalian tidak berkewajiban meminta maaf denganku, heh?!” tukasku sambil menunjuk-nunjuk mereka bertiga dengan galak.
Key makin menatapku tajam. Sepertinya dia tidak suka dengan responku. “Baiklah…” gumamnya kemudian. Tadinya kukira dia akan langsung meminta maaf. Tapi ternyata dengan gerakan secepat kilat, dia merampas topi kerro kerro dari kepalaku!
“Hei kembalikan!!!!” pekikku sambil mengejar Key yang berlarian mengelilingi kelas dengan tawa jahilnya. Seluruh murid bertepuk girang melihat aksi mendadaknya ini. Hampir saja aku berhasil merebut topiku dari tangan Key, namun dengan segera dia melemparkannya kepada Onew. Onew dengan bangga melambai-lambaikannya padaku. Kakiku yang telah kehabisan tenaga dari tadi pagi kupaksakan berlari mengejarnya sekuat aku bisa. Namun Onew tiba-tiba mengopor topiku ke tangan JongHyun.
“Kalian semua memang kurang kerjaan!!!!” pekikku marah. Habis sudah kesabaranku dengan seluruh anak autis ini! JongHyun yang memegang erat topiku mengopornya kepada para murid cewek yang cekikikan geje. Dan mereka… tak kusangka! Sama sekali tidak memahami perasaanku yang juga seorang wanita! Mereka malah mengopor topiku kepada Key! Dengan seluruh sisa tenagaku, aku pun berjuang untuk kembali mengejar Key yang berlarian lincah kayak simpanse, sampai kurasakan kakiku menubruk salah satu meja kelas. “ARGGHHH~!!!!” BRUK! Dan untuk kedua kalinya, di hari yang sama, tempat yang sama, aku jatuh terlentang, diiringi tawa brengsek mereka semua.
“Aigooo~” erangku kesakitan. Kubuka kedua mataku perlahan. Para anak autis itu dengan wajah bingung mengelilingi tubuhku. Aish!!! Pengen nangis rasanya menerima kenyataan punya teman sekelas kayak mereka!!!! Kepalaku sakit sekali~.
“Hei….” Wajah Key yang menyebalkan tiba-tiba muncul di atas wajahku. Kulihat dia seolah mencoba membaca label nama di seragamku “SeoHyun-ah~…naegwaenchana?” kekehnya. Dan si brengsek itu, dia melambaikan topi kerro kerroku tepat di depan kepalaku. Ini membuatku kembali bangkit dan mencoba merampasnya. Lagi-lagi Key mendadak melayangkannya menuju JongHyun yang berusaha menangkapnya, namun topiku tak mendarat di sana.
Sebuah tangan lain menangkapnya yang melesat di atas wajah JongHyun. JongHyun kontan berbalik kaget. Dibelakangnya, berdiri seseorang…
Karena kepalaku sekarang ini berdenyut-denyut, jadi tadinya kupikir dia adalah malaikat~ Karena dia sangat tinggi, kakinya panjang dan ramping, hanya saja tak ada sayap. Dia… memegang bola basket di tangan kirinya, sementara topiku di tangan kanannya…
“I… itu Choi Minho?!” gumam para anak cewek yang seolah terhipnotis begitu menatapnya.
“Permainan kalian sangat tidak seru” ujarnya santai, dia maju beberapa langkah sambil tetap menggenggam erat topiku.
“Minho, ini sama sekali tidak ada hubungannya denganmu” tukas Key yang langsung menghadanganya “Berikan topi itu padaku, ppali!”
“Menggelikan sekali…” desahnya tanpa menatap wajah Key “Ternyata kalian masih saja seperti anak kecil!”. Bahunya yang bidang kemudian dengan sengaja menubruk tubuh Key yang menghadanganya.
Mataku yang kabur semakin lama semakin bisa menatapnya dengan jelas. Dia… omona! Berjalan ke arahku? Awalnya kusangka malaikat ini akan langsung membuang topi yang nyasar di tangannya itu, tapi… dia melangkah ke arahku… membungkuk di hadapanku yang terduduk kaku, dan dia… memakaikan topi itu di kepalaku dengan sangat lembut… Dia bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya diam menatap wajahku yang memerah~
“Choi Minho…” panggilku pelan ketika kubaca label namanya “Ka… kamsahamnida…”
Minho tersenyum tipis.
Omona~ tersenyum seperti ini saja wajahnya terlihat amat sempurna! Astaga, aku sungguh tak percaya ada orang sekeren dia… Tapi yang paling tidak aku mengerti, kenapa jantungku berdetak begini?
***
Hei Onnie-ah~ bagaimana hari pertamamu di sekolah itu? Hiya, Kau pasti banyak bertemu cowok keren, iya kan?!“Aish! Dasar anak kecil!” gumamku ketika membaca massage dari Sulli di cafetaria. Haaah, andaikan saja dia tahu betapa menderitanya aku hari ini!
Kupandangi seisi cafeteria mewah ini, para anak elit itu sibuk tertawa dan bercanda dengan kelompok mereka masing-masing sementara aku hanya terbengong bego sendiri di meja ini sambil meladeni massage dari seorang anak kecil yang rese. “Aish! Sincha!” desahku frustasi.
Kuraba kepalaku. Denyutnya sih sudah berkurang, tapi tetap saja! Sakit di hatiku belum hilang! Para anak kaya brengsek itu, memangnya mereka pikir mereka hebat apa?! Mungkin aku memang tidak cocok berada di sini~. buktinya saja, sekarang ini, walaupun jam istirahat telah tiba, tidak ada satu pun dari mereka yang ‘berinisiatif’ untuk menyapaku…
“Seo Hyun-ah~ anyong!” seru 2 orang murid cewek yang muncul di depanku tiba-tiba.
Aku tersentak menatap mereka berdua. Apa aku salah lihat, ya?? Mereka berdua… menghampiriku??? “Ne… anyong” balasku enggan.
“Boleh kami duduk di sini?” Tanya salah seorang yang berambut ikal panjang dengan tersenyum cemerlang.
“Eh???” ujarku bingung. Sincha! Apa aku ini salah dengar???
“Kashahamnida!” belum sempat aku mengangguk, mereka telah menyambar 2 kursi di hadapanku dan meletakkan makanan mereka dengan menu super mewah ke atas meja dengan semangat ‘45.
“Hiya SeoHyun-ah, apa kau masih ingat kami?” sambar salah seorang yang berambut lurus.
Aku masih bengong menatap mereka “A…Anio…” ujarku sambil menggeleng.
“Kalau begitu kenalkan!” seru mereka berdua tiba-tiba sehingga membuatku tersentak.
“Aku Krystal!”
“Aku Luna!”
“Kami adalah…. Murid paling cantik di SM School!!!!” seru mereka serentak sambil membuat pose ala kucing nyasar yang sok imut.
“Ah… gurae?” aku langsung speechless menatap dua mahkluk ini. Baiklah, jadi sepertinya semua anak di sekolah ini memang hobi ‘menamai’ diri sendiri. Baru saja tadi pagi aku bertemu si ‘berandalan paling kejam’, dan sekarang aku berhadapan dengan ‘si murid paling cantik’. Yang benar saja~
“SeoHyun-ah, kami ini adalah teman sekelasmu, masa kau tidak ingat?” rengek Krystal.
“A… guraeyo?” ujarku. Tiba-tiba aku jadi ingat sesuatu “Mianhe… kalian tahu sendiri kan, tadi pagi aku digencet habis-habisan di kelas itu!” tukasku, sekalian menyindir mereka berdua. Huh, rasakan!
Mereka berdua tampak gelagapan “Ah! Kalau begitu seharusnya kami yang minta maaf!” ujar Luna.
“Ne… Minhamnida SeoHyun-ah, kami harap kau maklum saja dengan tingkah Key, JongHyun, dan Onew itu. Mereka memang seperti anak kecil!” timbal Krystal.
“Hajiman SeoHyun-ah, asal kau tahu saja, kami tidak ikut-ikutan saat mereka mempermainkan topimu! Sungguh!”
“Haah. Sudahlah lupakan saja” decahku. Membahas hal itu hanya membuatku jadi semakin sakit hati.
“By the way~” ucap Krystal dengan sok inggris “Mengenai topi itu, sebenarnya kami ingin menanyakan sesuatu padamu…”
Mereka berdua tiba-tiba menatapku seakan aku ini spesies langka.
“SeoHyun-ah” panggil Luna “Apa kau….”
“PACARAN DENGAN CHOI MINHO?!” pekik mereka.
Seisi cafeteria yang tadinya sibuk dengan makanan mereka masing-masing kontan terlonjak dan menoleh kepadaku.
“A… anio!!!” pekikku salting. “Hei, kalian jangan sembarangan membuat skandal!” bisikku kemudian.
“Habis, kau sepertinya dekat sekali dengan dia…” rengek Luna.
“Ne… Hiya SeoHyun-ah, minho itu milik bersama…. Jadi kau harus berbagi dengan kami! Arraso?!” tukas Krystal.
“Ssshhhtttt…” desisku panik ketika menyadari seisi cafeteria telah menatapku tajam. “Gurae Arraso! Lagian aku kan sudah bilang, aku tidak pacaran dengan dia! Dia cuma berbaik hati saja mengambilkan topiku!”
“ Guraeyo?”
“Gurae!!!”
“Baguslah kalau begitu~” desah mereka dengan riang gembira. Segera Luna berdeham “Hei perhatian!!!!” serunya pada seisi cafeteria “Kalian tenang sajaaa… Ternyata SeoHyun-ah tidak ada hubungan apa-apa dengan WOORI CHOI MINHO!!!!”
Mereka semua pun bertepuk gembira. Anak-anak yang tadinya menatapku tajam kini terlihat mendesah lega. Baiklah, aku sama sekali tidak mengerti, APA-APAAN INI??? Jadi dari tadi para alien ini mengira aku ada hubungan dengan idola mereka itu???
Gedubrak!
Kami bertiga terlonjak. Tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang menepuk meja kami dengan kuat. Sepasang tangan yang berkutek merah dan memiliki kuku-kuku yang mengkilap hasil meni-pedi.
“Hei kalian berdua, siapa yang menyuruh kalian duduk di sini?” ujarnya.
Aku menoleh ke arah si pemilik tangan itu. Kubaca label nama di seragamnya : Victoria.
Krystal dan Luna langsung bergidik ketakutan melihatnya.
“Victoria, mi… mi…mianhe…” bisik mereka sambil membungkuk.
“Memangnya kenapa kalau mereka duduk di sini?” tanyaku.
Bibirnya yang dilapisi lipstik merah super tebal tersenyum angkuh menatapku “Wow, coba lihat siapa ini? Hei, apa kepalamu masih sakit karena bola itu?” kekehnya.
Hei tunggu! Sepertinya aku ingat siapa cewek ini! Dia juga teman sekelasku! Dia ini cewek yang ikut-ikutan mempermainkan topiku!
“Hiya! Jangan kau kira hanya karena Minho-ssi menolongmu, lantas kau bisa besar kepala! Arraso?!” tukasnya. “Krystal, Luna, let’s go from here! Orang seperti kita tidak boleh bicara dengan orang asing!”
“Ne!” Dua bocah di depanku pun dengan terbirit-birit mengangkat nampan makanan mereka dan pergi mengekor Victoria.
“Mwo????” gumamku bingung melihat sosok mereka bertiga yang akhirnya mengambil meja di dekat pintu. Jauh dariku. Victoria mencuri pandang ke arahku dan lagi-lagi tersenyum angkuh. “Aish! Dasar mahkluk luar angkasa!” tukasku kesal sambil menusuk-nusuk makananku sendiri dan menyumpalnya banyak-banyak ke dalam mulutku. Apa-apaan sih mereka?! Memangnya mereka kira aku virus apa?! Cih! Lagian yang menghampiri duluan kan para cewek aneh itu! Bukan aku!
Kuputuskan untuk cepat-cepat menyelesaikan makan siangku saja. Sebelum ada lagi mahkluk aneh SM School yang mengganggu ketentraman hidupku!
“Um… mianhe, dongsaeng-ah, boleh aku duduk di sini?”
Suara yang amat lembut itu mengalun ke dalam telingaku.
“Anio!” tukasku dengan mulutku yang penuh makanan tanpa menoleh kepada sosok itu. Sumpah, aku benar-benar sudah capek meladeni anak-anak aneh ini!
Dia terdiam sesaat. “Um… hajiman, tidak ada lagi meja yang tersisa selain di sini. Aku sungguh tidak boleh duduk di sini ya?”
“:Aish! Kubilang tidak ya tidak!” tukasku sambil meliriknya dengan kesal. Hoek! Seluruh makananku seolah ingin muntah keluar saat aku menatap wajah ‘onnie’ ini. Dia… Aigoo… dia sangat cantik!
Tinggi semampai, rambut ikal sepinggang, plus senyuman ramah yang spektakuler. Omona! Dia ini manusia atau bidadari?! Matanya yang besar menatapku dengan sedih. Namun dia masih mencoba tersenyum, membuat kedua bola di pipinya tarangkat manis. “Ne guraeyo. Kalau begitu aku cari meja yang lain saja… mianhe, dongsaeng-ah”.
Dia membungkuk sopan. Aigoo! Apa yang telah kulakukan???
“Aaaaa… tunggu Onnie-ah!” seruku. “Du… duduklah di sini..” ujarku, masih dengan mulut yang penuh makanan.
“Ah, gwaenchanayo… aku cari meja yang lain saja”
“Aniooo… duduklah di sini..” sergahku ngotot sambil menunjuk kursi yang kosong di depanku.
“Guraeyo?” tanyanya memastikan.
Aku mengangguk dengan semangat. Huuh… gara-gara emosi, aku jadi membuat orang lain jadi korban… padahal kan Onnie ini tidak salah apa-apa…
“Kashahamnida!” ujarnya riang dan segera meletakkan makanannya ke atas meja.
Wow… Sincha! Onnie ini memang sangat cantik! Wajahnya seperti boneka saja!
Untuk beberapa saat aku terbengong memandanginya sementara Onnie sibuk dengan piring makanannya yang penuh dengan sayuran.
“Dongsaeng-ah, jeongmal kashahamnida” ujarnya menatapku yang langsung mengalihkan pandangan dari wajahnya.
“Ah… anio… sebenarnya aku baru saja ingin meminta maaf padamu… mianhe, Onnie-ah, tadi itu aku sedang kesal…”
“Gwaenchana~” sambarnya, dua bola di pipinya kembali terlihat lagi. “Ohya, dongsaeng, siapa namamu?”
“A… Seo Joo hyun imida…”
“Seo Hyun? Hm… naega Choi Soo Young imida. Aku dari kelas Art-15” ucapnya ramah. “Hei, aku belum pernah melihatmu. Kau tidak berasal dari SM High?”
“..Ne…”
“Pantas saja..” kekehnya “Apa kau kesal karena tingkah laku anak-anak di sekolah ini?” SooYoung Onnie melambaikan garpunya, menunjuk berkeliling.
“Ne! Onnie, bagaimana kau bisa tahu??” ujarku terpana.
“Aku juga pernah merasakannya kok” desahnya “Saat pertama kali aku memasuki SM Junior High”.
“Mwo?!” sambarku. “Whoa onnie! Kalau begitu kau hebat sekali! Kau tahan berada di rumah sakit jiwa ini selama bertahun-tahun?!!”
Tawa onnie kontan meledak. Aku tidak tahu apanya yang lucu! Apa yang kukatakan ini sungguh bodoh? “Hiya onnie-ah~ kenapa kau malah tertawa?”
“Mi…mianhe..” kekehnya, mukanya sampai merah begitu. “Aigoo, kau ini lucu sekali SeoHyun-ah~”
“Habisnya..” sambarku sambil menikmati wajah tertawa SooYoung onnie yang cantik dengan iri “Semua orang di sini seperti orang gila!” tukasku. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. “Onnie, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”
“Ne~” sahutnya, masih sambil terkekeh.
“Seandainya saja… aku bilang kalau seorang cowok bernama Choi Minho baru saja menolongku tadi pagi, apa kau akan menerkamku?”
“Eh? Johsuhamnida?” Onnie tiba-tiba saja terhenti dari kekehannya.
“Ada seorang cowok di kelaskuuu…” desahku “Dan sepertinya dia sangat beken! Masa gara-gara dia menolongku saja, seisi sekolah ini seolah ingin langsung mencincangku hidup-hidup!” rutukku. “Namanya Choi Minho. Onnie, apa kau mengenalnya?”
Apa ini perasaanku saja? Tapi wajah onnie mendadak terpaku, tatapannya kosong.
“Onnie.. Onnie… apa kau baik-baik saja?!” panggilku cemas.
“Ah… ne…. ah, mianhamnida!” dia tersentak dan langsung mengambil segelas air di nampan makanannya dan meneguknya sambil terbatuk. Ada apa dengan Onnie?
Kuperhatikan wajahnya yang memucat “O…Onnie… naegwaenchana?”
“N… ne…” jawabnya kaku. “SeoHyun-ah, aku tidak kenal dengan yang namanya Choi Minho” ujarnya sambil kembali tersenyum cemerlang, namun kali ini terasa janggal.
Baru kusadari ada yang aneh dengan SooYoung onnie. Walaupun tubuhnya tinggi, tapi dia sangat kurus. Bibirnya juga lebih pucat daripada orang biasa… apa dia sedang sakit?
***
Ring Ding Dong Ring Ding Dong Ring Digiding Digiding Ding Ding….
Dering bel sekolah yang berisik minta ampun itu telah berdentang. Yep, artinya jam istirahat telah berakhir.
Aku berjalan dengan lemas ke kelasku, kelas Business 13.
“Ops! Maaf! Aku sengaja!” kekeh Onew yang menubruk lengan kiriku di depan pintu kelas, JongHyun yang berlarian di belakangnya pun ikut cekikikan. Aigoo, kenapa sih bisa ada manusia semenyebalkan mereka!!!
Namun semua penatku seolah hilang… ketika aku menatap sosok itu…
Choi Minho duduk di bangkunya sambil membaca sejenis majalah olahraga. Kedua telinganya dibalut headphone. Kakinya yang panjang terlipat keren sementara bibirnya yang merah menari-nari menikmati lagu. OmaiGod! Ada apa ini?? Lagi-lagi jantungku meloncat-loncaaaaat! Eotteokhanayo???
Aku sama sekali tidak sadar sudah berapa detik atau bahkan menit berdiri di tempatku sekarang, memandangi si superstar SM School ini. Yang jelas tiba-tiba saja, tanpa interupsi terlebih dulu… aigooo! Matanya beralih menatapku! “Eotteoke? Eotteoke? Eotteokkeeee??” sorakku dalam hati.
“Seo Joo Hyun! Tenang! Sekarang tersenyumlah padanya! Ingat, cowok ini sudah menolongmu! Walaupun kau naksir padanya, jangan grogi dan malah membuang muka!!! Ayo tersenyum padanya!” hatiku mulai bergumam tak jelas.
“APA?! Tersenyum??? Aish shincha!!! Anio!!! Aku tidak beranii… lagipula, hei! Tunggu dulu! Siapa bilang aku naksir padanya!”
“Hei dasar babo! Memangnya kau pikir aku tidak tahu? Lihatlah, jantungmu ini dari tadi melompat-lompat dan hampir saja melejit ke tempatku!”
Choi Minho masih menatapku dan mulai mengerutkan keningnya. Aku pun mencoba untuk menarik kedua ujung bibirku~
“Minho-ssi!!!!!”
JDER! Sumpah! Sorakkan itu benar-benar membuat senyumku mendadak memble!
Entah dari alam gaib mana, 3 nenek sihir ini : Victoria, Luna, dan Krystal, tiba-tiba saja menjalar mengelilingi bangku Minho.
“Minho-ssi~ kenapa sih, kau tidak duduk di dekatku saja?” rengek Victoria. Diikuti anggukan babo Luna dan Krystal.
Aku merasa seolah jatuh dari langit. Kenapa tiba-tiba hatiku jadiku kesal melihat ulah mereka bertiga?! Jangan-jangan aku memang… “Aish! Molla!!!” pekikku dalam hati sambil menepuk-nepuk kepalaku sendiri, segera aku menuju bangkuku. “SeoHyun-ah! Molla! Kau tidak boleh naksir dengan Minho! Kau dengar itu? KAU TIDAK BOLEH NAKSIR DIA!”
“Baiklah anak-anak… sekarang kembali ke tempat duduk kalian masing-masing! Ppali!” seru seorang laki-laki berjas hitam yang memasuki kelas kami. Dia meletakkan beberapa buku Management tebal ke atas meja guru dan menyusunnya sementara murid lain berhamburan menuju bangku mereka masing-masing.
Laki-laki itu kemudian mengeluarkan sebuah spidol dan menuliskan sebuah kata di papan tulis : YESUNG. “Yesung imida” ujarnya sambil nyengir lebar, ini membuat wajahnya yang terkesan serius jadi terlihat konyol.
“Wae? Hiya! Kenapa kalian tertawa?!” tukasnya kepada para murid cewek yang tak tahan melihat ekspresi konyolnya. “Hiya! Kuperingatkan kepada kalian semua!” celotehnya sambil menatap seisi kelas “Kalian semua harus menghormatiku! Karena selain mengajar management, aku juga wali kelas kalian, arraso?!”
Beberapa murid tampak shok, apalagi JongHyun yang langsung mendesah sambil menjulurkan lidahnya.
“Kalau begitu apa ada pertanyaan?”
“Anio~”
“Baiklah. Kalau begitu, hei kau yang di sana…” ujarnya tajam. Tiba-tiba saja Yesung Sangsenim menunjukku.
Aku langsung celingak-celinguk menoleh ke belakang. Siapa tahu aku GR~
“Hiya! Kenapa kau malah menoleh ke belakang??? Aku ini sedang bicara padamu!”
“Ah…Ne! Sangsenim!” seruku sambil reflek bangkit dari bangkuku.
“Hiya! Siapa yang menyuruhmu memakai topi butut itu di dalam kelas, heh?” celetuknya sambil menunjuk-nunjuk kepalaku.
“Biarkan sajalah sangseninm~ Sepertinya dia sangat menyayangi topinya itu… bayangkan, dia bahkan rela mengorbankan kepalanya!” koak Onew, disambut ledakan tawa anak-anak yang lain.
“Geez!” geramku sambil kembali duduk dengan kesal.
“Aish sincha!” decah Yesung sangsenim bingung. “Baiklah, kalau begitu siapa yang tidak hadir hari ini?”
“Key belum masuk, Sangsenim…” Onew kembali mengoak “Hiya JongHyun! Mana dia? Bukankah dia tadi bersamamu di Cafetaria?” bisiknya kemudian kepada JongHyun.
“Ne.. tapi dia tadi langsung pergi entah kemana…”
Hooh… pantas saja dari tadi aku merasa ada yang ‘kurang’… rupanya memang benar, ‘pengacau’ satu itu belum hadir di sini…
“Key? Kemana pula perginya anak satu itu? Hiya ddo!” Yesung Sangsenim kembali menunjukku, kali ini tentu saja aku yakin yang dimaksudnya memang ‘aku’.
“N… Ne Sangsenim!”
“Sekarang juga kau cari Key dan bawa dia masuk ke kelas ini!”
“Mwo???” tanyaku shok, pendengaranku ini pasti sudah benar-benar terganggu!
“Sudahlah! Cepat cari simpanse satu itu dan bawa dia ke sini! Anggap saja ini sebagai hukuman untukmu karena telah memakai topi butut itu ke dalam kelas!”

leave your comment please^^


13 thoughts on “Dora Dress episode 1 part 2

  1. minho….?????
    enakx jd seo..oppa2 yg tak suka nksir dya semua..kmren kyu skrang minho… T.T

    o ya,seo 2 oplas lho..matanya..di sember2 d google jga ada brtanya..atau kalo gak liat aja mv nya into the new world sm oh / rdr..beda matanya…lbh lebar..

    Like

  2. Huahhh, kereenn.. Iya seohyun oplas loh, tp kan krna oplas itu peraturan dri manager SNSD..
    Semua anggotanya mmng harus oplas, pdhl sebelum oplas dia udh cantik😄

    Like

  3. Aigoo~
    Seo eonni dsini jd cool gitu yaaa #PLAK😄
    eh eh kok soo eonni dnger nama minho oppa kaya kaget gitu yaa?
    sebenarnya ada apaaa? (mollayo-_-) #plak xDD
    penasarannn !!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s