[Freelance] The Name Of Love #1


 

Author : Han Soo Kyo / Magdalena
Title : The Name Of LOVE (Part 1)
Genre : Romance
Rating : General
Leght : Chapter
Cast : Kim Ryeowook, Choi Siwon, Kim Taeyeon
Dislaimer   : This story is mine! And the cast is all of my idol ^^
Note        : Don’t be Plagiator!
Hai! Anyeong! Kali ini saya bawa FF asli made by Me! Hehehe. Kalau biasanya saya bikin yang comedy, kali ini pengen nyoba bikin yang romance. Sekali-kali gitu nuangin isi fikiran, mumpung dapet feel sama ide mendadak, hehehe. Buat main castnya saya pake abang imut Wookie, gatau kenapa akhir-akhir ini lagi demen ama abang yang satu ini, hehe. Dan begitu dapet ide saya langsung berfikiran kalau Wookie’lah yang harus jadi main castnya! Selain karena saya lagi suka banget sama abang koki yang imut nya nampol ini, karakter disini juga pas banget buat Wookieppa! Menderita-menderita gimana gitu, hehehe *pisss._.v* Tapi tetep dong ada Woonienya juga! Hehehe. Ceritanya sedih looohh makanya diikutin sampe chapter final ya. Bocoran sinopsisnya dikasih tau di chapter selanjutnya biar bikin penasaran aja gitu… wkwkwkw. First chapter nya pendek, mian ya, habisnya pengen ngasih feel dulu. Dan sekali lagi mau bikin yang baca penasaran! Hahaha. Oke jangan banyak bacot! Cekcekidooot!
Happy Reading..
*ost. Kim Ryeowook_Smile Again
Cinta..
Satu kata yang sulit tuk dimengerti..
Datang tanpa diketahui..
Menancapkan berjuta rasa tak terduga..
Sangat menyenangkan..
Sekaligus begitu menyakitkan..
 
Author POV
“Hey kembalikan boneka ku! Hiks.. Hiks..” Seorang anak perempuan berumur 5 tahun menangis tersedu-sedu sambil berlari mengejar seseoarang yang mengambil bonekanya.
“Kau mau ini? Kejar aku kalau kau bisa!” Seseorang itu melambai-lambaikan boneka beruang milik anak perempuan itu, berlari semakin jauh dan sesekali menengok ke belakang melihat anak perempuan itu.
“Lihat kau, nanti ku adukan pada Eomma ku! Hiks.. Hiks..” Kini gadis kecil itu tak lagi berlari, dia berjongkok memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya, masih seperti tadi menangis tersedu-sedu.
“Hahaha dasar kau anak cengeng!” Anak laki-laki itu pun berhenti berlari, kini dia berjalan mendekati anak perempuan yang sedari tadi dibuatnya menangis. “Hey, kau tak apa-apa?” Sekarang ada sebuah tangan kecil yang memegang bahu gadis kecil itu, tersadar ada yang menyentuhnya, gadis kecil itupun menoleh, ia melihat seorang anak laki-laki berambut coklat melihatnya dengan iba, tatapannya lembut sekali seketika gadis itu sedikit tenang melihat wajah anak lelaki yang kini tersenyum padanya itu. Sungguh senyum yang indah sekali.. batin gadis kecil itu.
“Boneka ku diambil dia.” Kini gadis kecil itu berdiri, menunjuk anak laki-laki yang mengambil bonekanya. “Hey, bisakah kau kembalikan boneka itu?” Si anak berambut coklat itu mendekati anak lelaki itu, dia sedikit gugup karena anak itu jauh lebih tinggi darinya.
“Siapa kau?” Anak itu menaikan satu alis nya, alis yang lumayan tebal, kini dia berjalan semakin mendekati kedua anak di depannya. Kontan si anak berambut coklat dan gadis kecil itupun mundur beberapa langkah karena takut pada anak beralis tebal itu, walaupun tubuhnya jauh lebih tinggi daripada kedua anak itu tapi mereka seumuran, terlihat dari wajah anak beralis tebal itu yang juga masih terlihat berusia 5 tahun.
“Cepat kembalikan! Itukan bukan milikmu!” Setelah mengumpulkan keberaniannya anak berambut coklat itu mendekati anak beralis tebal itu dan berusaha mengambil boneka itu. Lagi-lagi anak itu menaikan sebelah alisnya, dia sama sekali tak menggubris permintaan anak itu.
“Wooni-yaa! Kau kemana saja? Eomma mencarimu dari tadi. Ayo, kita akan segera berangkat.” Seorang Ahjuma muda mendekati ketiga anak itu, dan berjongkok menyamakan tingginya dengan mereka. “Wah, kau cepat sekali mendapat teman Wooni, teman mu sungguh lucu-lucu sekali. Ayo, sekarang ucapkan salam sebelum pergi pada teman-temanmu.” Ahjuma itu tersenyum manis sekali, dia melihat gadis kecil dan anak berambut coklat itu bergantian. Sungguh anak-anak yang manis.. batinnya.
“Baik Eomma, ini boneka mu, gomawo sudah meminjamkan. Aku pulang dulu.” Anak beralis tebal itu mengembalikan boneka beruang itu pada pemiliknya, lalu sedikit membungkukkan badannya.
“Baiklah anak-anak manis, kami pulang dulu ya, gomawo sudah bermain dengan anakku. Kajja Wooni, paman dan bibi mu sudah menunggu.” Anak dan Ibu itupun pergi meninggalkan kedua anak kecil itu, mereka berdua masih menatap kedua orang yang baru pergi dari hadapan mereka.Bingung, ya itu yang mereka fikirkan, anak beralis tebal itu tiba-tiba meminta maaf dan mengembalikan boneka itu, berpura-pura bahwa mereka habis bermain bersama, membohongi ibunya dari tindakan nakalnya tadi, mengambil boneka seseorang dan membuat seseorang itu menangis pula. Sungguh scenario luar biasa yang dibuat anak umur 5 tahun.
“Kau tidak sedih lagi kan? Dia sudah mengembalikan boneka mu.” Anak berambut coklat itu tersenyum lagi, bahkan kali ini lebih manis dari yang tadi.
“Ne, gomawo sudah menolong ku. Siapa namamu? Aku Taeyeon, Kim Taeyeon” Gadis itu menjulurkan tangannya, tersenyum tak kalah manisnya.
“Ne, gwenchana, aku Kim Ryeowook.” Mereka berdua berjabat tangan. “Kenapa boneka mu bisa diambil anak itu?” Tanya si anak berambut coklat itu.
“Aku sedang bermain di taman tadi, tiba-tiba dia datang dan mengambil boneka ku.” Jelas gadis kecil itu.
“Oh, mungkin anak itu menyukai boneka mu. Kau mau pulang? Aku mau pulang ke rumah ku, Eomma ku pasti mencari ku.”
“Aku lupa jalan pulang, aku baru pindah ke sini.” Gadis kecil itu menundukan kepalanya, butiran air mata kembali mengalir di kedua pipi tembamnya.
“Hey jangan menangis, aku akan mengantar mu. Kita ini tetangga, tadi aku melihat ada yang sedang pindahan di dekat rumah ku, pasti itu keluarga mu kan?”
“Mwo? Benarkah kau tau jalan pulang? Aku senang sekali! Aku kira aku tersesat tadi! Ayo kita pulang tetangga baru.” Senyum gadis kecil itu kembali mencuat, kini dia menggenggam tangan anak bernama Kim Ryeowook itu. Mereka berdua berjalan dengan senyuman yang sangat ceria, kembali ke rumah mereka masing-masing.
Mereka berdua tumbuh bersama menghabiskan waktu dengan bahagia. Hidup sebagai sahabat yang saling melengkapi satu sama lain. Tersenyum bersama dan bersedih bersama.
Tapi tak ada yang pernah mengira apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya.
Akankah mereka tetap menjadi sahabat seperti selama ini? Ataukah akan ada jalan kehidupan  lain yang menuntut kisah baru dalam kehidupan mereka? Entahlah… Tapi seseorang dari mereka mempunyai sesuatu.  Sesuatu yang disimpan dari saat pertama kali mereka bertemu..
Yaitu.. Cinta..
Author POV End
 
…Dokhan sarange gaseumeul doryeonaen
neoui nunmuldeuri nae simjangeul taewonae
biteulgeorimyeo nal jabeun du sone
ganyeorin geu ddeollimeul itji mothae
Smile again- eodum sogeseodo seonmyeonghan
munsincheoreom namgyeojin neoui seulpeun geurimja
naega jiwojulge-…
 
-TBC-
Oke Firstnya ini dulu yaa, tunggu chapter ke-2 ok? Dijamin labih waw hehehe. Thx for read^^

 

About these ads

5 thoughts on “[Freelance] The Name Of Love #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s