[Freelance] I Want To Be Yours


Tittle: I Want To Be Yours
Author: Rhanya
Cast:  Kwon Yuri, Kim Ryeowook
Other Cast :  Kwon In Jung (OC)
Genre: Romance (Mungkin)
Type: Oneshoot
Rating: G
            Annyeong ini FF pertamaku, jadi mungkin ceritanya geje mungkin.. hehehe ^^ Mian ya awalnya sepertinya kecepetan .. tapi gak apa2 kan ?? dan aku berharap banyak yang suka sama FF ku ini.. *amiinnn .. oke langsung aja !
—Yuri PoV—
            “Iya, unnie, aku akan secepatnya pulang kok, lagian aku juga sudah mulai takut 2 minggu, di Mokpo..” Ucapku di telpon
“ Loh, emangnya kamu sendirian ?? chingu.mu dimana??” Terdengar suara di seberang telpon, yang tak lain adalah unnie ku sendiri.
“ Yah.. unnie, kau seperti pabo saja, mereka pasti sedang bersenang2 di bar bagi para namja.. sedangkan yang yeoja, huh pasti sedang bersama namjachingunya masing2” ucapku dengan nada tak senang.
“ hahaha.. makanya cepet2 cari namjachingu, kau ini umur 19 tahun belum punya.. apa kata dunia? Hahahah” Aku sangat sebal mendengar ucapan unnieku itu.
“UNNIE !!! mendingan aku baca novel dari pada harus bersama para namja yang menyebalkan”
“Yuri, jangan teriak seperti itu, jika namja yang bersamamu itu adalah namja yang kamu cintai, pasti terasa menyenangkan” Uh… sudah kutebak pasti jawabnya seperti itu.
“Sudah, unnie mau nyiapin makan siang buat appa dulu.. habis itu mau kencan hahaha.. selamat bersendiri ria..!!” Sambung Unnieku.
“UNNIEEEEE !!!” Teriakku, lalu terdengar suara “Bip” Itu berarti telepon telah di tutup.
Menurutku lebih baik menjomblo, tidak punya pikiran yang lain selain pelajaran. Huhhh.. kata-kata unnieku itu tadi, membuat aku menjadi iri saja, “KENCAN” ahh.. mengapa aku menjadi iri begini sih?? Tapi menurutku unnie adalah yeoja yang paling beruntung, ia mempunya namjachingu yang bernama Cho Kyuhyun, namja yang tampan,kaya,dan menjadi idola para yeoja di kampusnya.Sudahlah..aku malas membahas mereka lagi. Aku segera melanjutkan membaca novel kesukaanku, aku sendirian di kamar hotel ini, kawanku yang lain entah kemana, yang jelas mereka sedang menikmati liburan akhir semester ini, di Mokpo, aku tak seberapa tertarik untuk liburan di sini, selain karena aku sudah sering bolak-balik seoul-mokpo untuk mengunjungi makam eomma ku, yang meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan L juga karena aku pasti sendirian, tak ada yang menemaniku untuk berlibur di sini, bukannya aku di bully teman2 ku, tapi pasti mereka lebih asik dengan namjachingu nya.Mungkin ini aib ato apalah.. tapi kalian harus tau aku adalah satu2 nya yeoja di kelas yang belum punya namjachingu..
“Dari pada baca novel ini terus, gimana aku coba jalan2 aja ya? Cari hawa segar” pikirku, dan ku langsung mengambil jaket dan keluar kamar hotel.
            “Mengapa jalan ini sepi sekali ya??” Aku sekarang sedang sedang berjalan di sebuah daerah yang sepi, padahal ini baru pukul 7 malam, dan di sini banyak sekali rumah2. Aku terus berjalan melewati rumah2 yang mempunyai hiasan yang unik dan antik, malam semakin dingin, aku hanya ditemani lampu2 jalan yang agak redup. Aku mulai takut…
–Yuri PoV end—
—Author PoV—
            Yuri terus berjalan menelusuri jalan yang memang terus lurus tanpa belokan, tanpa ia sadari 2 namja bertubuh kekar, mengikutinya dari belakang, jarak mereka dengan Yuri hanya sekita 1 meter, dan semakin dekat..semakin dekat.. dan … “Happp !!” Seseorang diantara mereka berhasil membekap mulut Yuri, Yuri yang kaget segera meronta-ronta minta tolong,, tanpa mempedulikan Yuri yang meronta-ronta mereka langsung menggeret Yuri menuju sebuah lorong yang gelap. “Serahkan semua hartamu, nyawa adalah taruhanmu!!!” teriak seorang namja yang memiliki badan lebih besar dari yang satunya. Yuri hanya menggeleng sambil terus meronta2.. “Dasar yeoja sialan !!!” Ucap namja tersebut sambil mengepalkan tangannya , seperti bersiap2 ingin memukul Yuri, namun tiba-tiba “BUKKKK!!” seseorang telah memukul namja tersebut dengan kayu.
–Author PoV end—
—Ryeowook PoV—
“Huh… Akhirnya aku bisa juga menghirup udara segar,setelah berhari-hari sibuk kuliah”Ucapku seraya berjalan di daerah Mokpo yang.. sangat sepi !! aku melihat sekitar 5 meter aku melihat seorang yeoja berjalan sendiri,“Berani sekali yeoja itu” pikirku. Namun tak berapa lama aku melihat 2 orang namja keluar dari sebuah lorong, dan mengikuti yeoja itu, jarak diantara mereka sangatt dekat, dan semakin dekat.. hingga akhirnya 2 namja tersebut membekap yeoja tersebut, aku yang melihatnya tersentak kaget, “Apa yang akan kulakukan?” pikirku.. “ Ah !! Wookie Pabo !! tentu saja aku harus menolong yeoja itu,tapi.. bagaimana? Badan 2 namja tersebut lebih besar dari ku.. ah..” tanpa pikir panjang lagi, aku berlari mengikuti 2 namja yang membawa yeoja itu, ternyata mereka membawa dia ke sebuah lorong yang gelap. Tidak terlalu gelap juga, hanya ada 1 lampu yang sudah mulai redup. Aku melihat ada sebuah kayu di depan lorong tersebut, aku segera mengambilnya, aku sebenarnya juga takut, namun nyawa yeoja itu sedang terancam, aku melihat dengan jelas badan seorang namja,dan aku melihat yeoja itu meronta-ronta karena tidak mau hartanya diberikan kepada mereka. “1..2..3.. Bukkk” aku mengayunkan kayu yang kubawa tadi tepat di kepala namja kejam tersebut, tanpa perlu 2 kali aku memukulnya dia sudah jatuh pingsan, rupanya pukulanku tadi cukup keras, aku menatap namja yang sedang membekap mulut yeoja itu dengan sapu tangan, “Kau mau apa dengannya” ucapku dengan nada menantang.Seperti yang kuperkirakan, ternyata namja tersebut melepaskan tangannya dari yeoja tersebut, dan berlari tunggang langganga, rasanya aku ingin tertawa, badan doang yang besar, ternyata hanya berani pada yeoja. Setelah namja itu kabur, aku mendekati yeoja tersebut.
“kau tak apa agashi???” tanyaku
“kau siapa? Apakah kau mau menyakitiku lagi” tanyanya sambil menangis.
“Aniyo agasshi, aku orang baik-baik tak akan menyakitimu..” ucapku sambil mengulurkan tangan. Yeoja itu menyambut tanganku, dan aku segera membawanya keluar dari lorong tersebut.
“Gamsahamnida, agasshi, telah membantuku” ucapnya
“Ne, tapi apakah kau sudah tak apa-apa?” tanyaku
“Umm.. Aniyo, mulutku masih sakit” ucapnya sambil memegang mulutnya.
“Baiklah, aku akan mengobatimu” aku mengajaknya ke hotelku.
—Ryeowook PoV end—
—Yuri Pov—
“Uhh.. sakitt..” Rintihku saat namja yang menolongku tadi mengobati mulutku yang memar.
“Mian agasshi,memang ini sedikit sakit” jawabnya. Aku melihat wajahnya, tiba-tiba.. jantungku.. aduhh kenapa kok jantungku berdetak gak normal gini sih ?? karena merasa aku sudah mulai tidak normal, aku memalingkan wajahku.. “Apakah.. aku jatuh cinta?”pikirku.
“Agasshi,, bolehkah aku tau namamu?” tanyanya, aduhh jantungku kenapa lagi sih?? Aduhh tambah kenceng nih kayaknya..
“Nggg..ngg.. Kwon Yuri imnida,panggil saja Yuri, kalau kau sendiri siapa?” jawabku berusaha menghilangkan rasa gugupku.
“Kim Ryeowook imnida, panggil saja Wookie” Jawabnya sambil tersenyum.. manisss sekali senyumannya..membuat wajahnya semakin tampan.. ahh kalau begini aku bisa pingsan,,
“Ne..” ucapku sambil juga tersenyum, meskipun mulutku terasa sakit saat tersenyum.
“Kau tinggal dimana, Yuri-sshi?” tanyanya, sambil meletakkan handuk yang digunakan untuk mengobati lukaku, di baskom.
“Aku tinggal di Seoul, sekarang aku dan kawan2ku sedang berlibur di sini” jawabku.
“Oh.. sama aku juga tinggal di Seoul, dan berlibur disini, namun aku tidak sepertimu agasshi, aku berlibur sendiri..” katanya sambil duduk di sampingku. Aku merasa jantungku gak beres lagi nih. “Ngomong-ngomong tadi kau bilang berlibur dengan kawanmu, tapi kenapa tadi kau sendirian ?” Tanyanya. Aku pun menceritakan semuanya, sepertinya dia adalah pendengar yang baik. “Oh.. jadi begitu?” katanya setelah aku menceritakan semuanya. “Ne,,” jawabku singkat.
“Umm.. Yuri-sshi , bolehkah aku meminta nomor hp mu? Sepertinya kita bisa saling bertukar cerita”  MWO !!! ahh.. mengapa aku jadi sesenang ini, saat ia meminta nomor hp ku, aku pun segera memberinya nomor hpku, begitupun juga sebaliknya.
“Umm.. Wookie-sshi, bolehkah aku pulang sekarang? Sepertinya sudah malam, aku takut kawan-kawanku pada khawatir” tanyanya
“Ne, baiklah.. aku akan mengantarkanmu, aku takut kejadian tadi terjadi padamu lagi” jawabnya
“Ne, baiklah”
—-Yuri PoV end—
2 BULAN KEMUDIAN
—Ryeowook PoV —
            “Yuri, ahh…. aku merindukannya” ucapku. Iya, sejak pertemuan 2 bulan yang lalu, aku sering sekali memikirkannya,wajahnya yang cantik dan mulus,kulitnya yang putih,matanya yang lebar untuk ukuran mata orang korea umumnya, sifatnya yang ceria,membuat aku berdebar-debar saat di sampingnya, sepertinya aku jatuh cinta. Aku sering sekali menelponnya begitu juga sebaliknya,, dan aku juga baru tau, kalau jarak umurnya 2 tahun lebih muda dariku, tak terlalu jauh memang. Aku merasakan bahwa Yuri juga merasakan hal yang sama denganku, hahaha kami saling menyukai ^^ Aku segera mengambil hpku dan segera menelpon Yuri.
“yeoboseyo, oppa? gwenchana?” Ucapnya.. iya dia sekarang mulai memanggilku oppa, dan aku memanggilnya Yu-ya, terdengar mesra memang ^^
“Aniyo, aku hanya merindukanmu..” jawabku
“Hahaha.. oppa, kita kan kemarin baru saja bertemu, masa kau secepat itu kangen padaku?” ujarnya. Entah mengapa aku ingin segera menyatakan perasaanku padanya.
“Oh ya Oppa, jangan lupa kau besok harus datang ke acara wisuda ku…!” sambungnya
“Ne, akan kupastikan aku datang..” jawabku.
“Oke.. oppa,  Bogoshippo…”
“Nado..” lalu aku meletakkan hp.ku di meja.  “Besok.. ah iya, aku akan memberinya suatu kejutan !!” Pikirku.
—Ryeowook PoV end—
KEESOKAN HARINYA
—-Yuri PoV—-
“Unnie, bisakah kau cepat sedikit???” Ucapku kesal
“Yahh.. kau ini, merias itu butuh ketelitian !!” Jawab unnie ku tak kalah kesal. Saat itu appa masuk.
“Wahh.. putri kecil appa, sekarang sudah dewasa, mau kuliah..” Kata appa, sambil memelukku.
“Yahh.. appa, masa aku harus kecil terus??” Ucap ku sambil memanyunkan bibir.
“Hahaha.. kau persis eomma mu, jika cemberut, selalu memanyunkan bibir..” lanjut appa.
“Appa, andai aja eomma masih ada, dia pasti senang melihat In Jung lulus..” ucap In Jung unnie, dan menangis.Appa yang melihat itu langsung berganti memeluk unnie, “Kau jangan berucap begitu In Jung, eomma di surga selalu melihat kita, dan appa yakin, sekarang pasti eomma senang melihat Yuri lulus.” Kata appa. Aku ikut meneteskan air mata “eomma..” ucapku lirih.
****
            Aku sekarang berada di halaman sekolahku, aku menunggu Wookie oppa, dari tadi aku menelpon namun handphone nya tidak aktif.Akhirnya aku mengikuti acara wisuda tanpa kehadiran Wookie oppa.Sampai acara wisuda hampir selesai pun dia belum menampakkan dirinya juga.Rasanya aku ingin menangis, namun tiba-tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang. Pelukkan yang hangat.. sekali, dan orang itu membisikkan sesuatu padaku .. “Saranghae.. Yu-ya” aku tersentak kaget itu suara yang sangat familiar denganku, suara.. Wookie Oppa,Aku menoleh dan..
-CHU-
Ciuman lembut menyentuh bibirku.. Ciuman pertama ku.. ^^ *aku kok deg-deg.an ya?* sesaat kemudian ciuman itu dia lepaskan yang membuat aku kecewa.. aku tersadar ternyata banyak pasang mata yang menatapku dengan Wookie oppa, pipiku langsung menjadi merah.. MALU itu yang aku rasakan saat ini. “Saranghae.. Yu-ya” ucapnya lagi. Tak terasa aku menangis.. menangis bahagia, aku segera menjawab “Nado.. sa..rang..hae oppa” setelah aku mengatakan itu, terdengar tepuk tangan yang meriah dari teman2ku.. ahh.. aku tambah maluu… >.< , “Maukah kau menjadi yeojachingu ku ??” aku kaget.. jantungku gak henti-hentinya berdegup kencang. Entah siapa yang memulai duluan, semuanya berteriak “Terima..terima..” Wookie oppa yang mendengar itu tertawa sambil mengelus pipiku yang merah kayak tomat ini.. “Mau kan?” tanyanya lagi. Tanpa ragu lagi aku langsung menjawab “Ne.. oppa, aku mau !!” jawabku sambil memeluknya. Seketika juga tepuk tangan terdengar. “Cinta Pertamaku yang membahagiakan” pikirku.
—Yuri PoV end—
—Ryeowook PoV —
“Ne.. oppa, aku mau !!” jawabnya sambil memelukku. Seketika juga tepuk tangan terdengar.
“Yuri.. aku berjanji akan selalu menjagamu, selalu ada saat kau butuh, ku harap kau juga begitu..” Ucapku dalam hati.Lalu aku mengajak Yuri untuk pergi meninggalkan halaman sekolahnya. Saat di mobil. “Oppa, jadi tadi oppa gak datang saat acara wisuda ku untuk memberi kejutan padaku?? Oppa, kau hampir saja membuatku menangis, ku kira oppa lupa” Katanya.
“hahaha.. tapi kau suka kan??” tanyaku
“ANIYO !!!” Jawabnya. Aku sangat kaget,mengapa ia tidak suka??
“Waeyo??” Tanyaku
“Oppa, mengambil ciuman pertamaku, di depan umum pula, aku kan jadi malu !! >.<” jawabnya dengan nada polosnya, yang aku suka.
“Memang kenapa??” tanyaku bingung
“Rahasia, pokoknya ciuman tadi pertama dan terakhir !!” Ucapnya seraya berteriak. Aku kecewa dengan pernyataannya tadi.. “Ne..” Jawabku singkat, dengan nada kecewa.
“Mian oppa..” Katanya sambil memelukku.
“Kalau kau merasa bersalah.. kau seharusnya sekarang menciumku..” Kataku dengan nada genit.
“Kyaa.. OPPA !! sudah cepat jalan… !!!” Katanya sambil berteriak.
Aku hanya bisa tertawa mendengarnya.. ^^
–Ryeowook PoV end—
****
Eotte?? Aneh ya?? GeJe ya?? Ceritanya Biasa aja ya?? Yah maklum.. baru pertama kali buat.. ^^ Rencananya aku mau buat Sekuel nya nih.. nanti bakal ada cinta segitiga.. Tapi gak tau lagi.. nunggu tanggapan dari readers dulu.. Oke Gomawo udah mau baca FF.ku, aku masih butuh kritik dan saran dari readers..jadi jangan lupa RCL yahh ^^
About these ads

12 thoughts on “[Freelance] I Want To Be Yours

  1. Cinta segitiganya sama kyuhyun aja. Jd ada puncak masalah pas yuri berantem sama kakaknya. Gara2 kakaknya marah disangka yuri pengkhianat, pdhal emng dr dulu kyu suka yuri hehehehe…
    Ini sih emang pgnnya aku… :p

  2. bagusthor!! ^^
    Aku suka alurnya…
    Sequel ditunggu thor..
    Sequel nya jgn lama-lama ya dibuatnya,ditunggu lohh..
    Cinta segitiganya jgn kejam-kejam yah thor.. :D

    Keep Writing!! Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s