[Freelance] Sister and Brother #1


Author : I’mYoonAulia

Title     : Sister and Brother #1

Cast     :  Choi Yoona, Choi Minho, Kim Kibum, Kim Krystal, Kwon Yuri, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Taeyon, Lee Taemin, Choi Sulli

Genre  : Romance – Friendship – Family

Rating : General

Length : Chaptered

Notes   : Hai-hai! Ini FF pertamaku, maaf kalau mengecewakan. Maaf juga kalau ngebosenin. Author masih harus belajar banyak dan juga masih miskin kata. Karena aku suka pairing YoonBum, jadi di FF ini aku ngebawa YoonBum couple ^^ ada Minstalnya juga, mian yang MinYul, ada HaeSica, mian yang YoonHae, ada KyuRi, mian yang SeoKyu :D mian juga, karena TaeLi gak banyak muncul. Aku milih pairing yang udah agak jarang ‘diparingin’. O ya, aku di sini milih Kibum karena aku kangen sama Kibum Oppa :’( udah deh, cerewet banget si author ini, cekidot…

~HAPPY READING~

 

“EOMMAAA!!” teriakan melengking dari seorang yeoja yang baru saja terbangun dari dunia fantasinya berhasil membuat seisi rumah bergetar hebat. #gilak, sekenceng apa ya suaranya nyampe seisi rumah bergetar hebat -,-

Seorang wanita dengan celemek yang masih melekat pada tubuh rampingnya terlihat berlari-lari di dalam rumahnya sendiri. “Astaga, gempa! Apa ini gempa? Tolong, ada gempa! TOLONG!!!” panik wanita itu dengan teriakan yang lebih melengking dari teriakan tadi. Dengan sigap, wanita itu mengambil alat pemadam kebakaran di ruangan sebelah dapur dan disemprotnya alat itu di ruangan yang sedang ia tempati. Tak menyadari apa yang telah ia lakukan, wanita itu terbatuk karena gas yang dikeluarkan oleh alat berbentuk tabung bewarna merah yang masih erat di pegangannya.

“EOMMAAA!!” lagi-lagi, terdengar suara teriakan dari rumah bak istana dengan gaya classic-modern, rumah yang mungkin sudah terkenal dengan ‘keberisikannya’ oleh para tetangga.

“Uhuk.. uhuk.. Arrgh, apa yang telah aku lakukan? Bukankah tadi itu suara Yoona? Kenapa bisa-bisanya aku mengira ada gempa? Dan kenapa pula aku membawa-bawa alat ini? Dasar bodoh!” wanita yang masih memakai celemek dan memegang alat pemadam kebakaran itu rupanya sudah menyadari keadaan yang sebenarnya. Alhasil, wanita itu hanya bisa bermonolog ria merutuki dirinya sendiri yang menurutnya bodoh.

“EOMMAAA!!” dan untuk ketiga kalinya, panggilan atau lebih tepatnya teriakan nama ‘eomma’ kembali memekikkan telinga. Teriakan yang sama dari orang yang sama.

“Aissh, dasar Yoona! NE, TUNGGU SEBENTAR!!” dengan kesal, wanita itu meletakkan kembali alat pemadam kebakarannya pada tempat semula. Sambil menutup kedua telinganya, wanita yang dipanggil ‘eomma’ itu berjalan terburu-buru menuju lantai dua yang terhubung dengan lantai satu melalui sebuah tangga marmer kelas atas bewarna keperakan. Setelah sampai di depan pintu kayu berwarna putih dengan ukiran-ukiran rumit bermotif bunga-bungaan yang menjulang tinggi, wanita itu berjalan mundur. Melupakan kodratnya sebagai seorang manusia, wanita itu mencondongkan badannya ke depan, menggerakkan kaki kanannya maju-mundur, sama seperti banteng yang akan berlari menyerang lawannya. Sebagai pelengkap, hidungnya mendengus mengeluarkan asap putih lewat kedua lubangnya. #tau maksudnya kan? Pokoknya kayak banteng yang mau nyerang gituu… 

Setelah cukup lelah dengan posisi tersebut, wanita itu mengerahkan seluruh tenaganya, lalu berlari menuju pintu dengan ukiran-ukiran indah tadi. Didobraknya pintu itu, lalu setelah 100% terbuka, dapat dilihat kamar mewah bernuansa biru-putih, dengan almari kayu putih di sebelah pojok kanan, meja rias putih di sebelahnya, lalu meja belajar di hadapan almari dan meja rias. Di tengahnya terdapat karpet besar impor bewarna biru bermotif awan-putih yang hampir memenuhi ruangan. Di atas karpet, terdapat king-size bed dengan ukiran-ukiran yang terlihat elegan. Bed cover biru tua polos menghiasinya. Di samping ranjang, ada sebuah sofa putih yang terlihat mahal dengan bantalan yang empuk dan serat yang halus. Di depan sofa, berdiri dengan gagah televisi 3D keluaran terbaru LG. Tak lupa, foto-foto berbingkai warna putih yang menghiasi dinding bercat biru muda. Foto yang menampilkan seorang yeoja cantik di berbagai umur, mulai dari bayi sampai umur sang yeoja saat ini. Nah, dari itu semua, hanya satu yang menjadi pusat perhatian si wanita yang telah sukses mendobrak pintu. Yaitu seorang yeoja dengan wajah kusut yang berdiri di samping ranjang, Choi Yoona. Ya, yeoja itulah yang mengguncangkan rumahnya sendiri karena teriakannya tadi.

“Ah, pintuku~ pintuku sayang, pintuku malang… YA! Eomma! Apa yang telah Eomma lakukan terhadap’nya’?” kesal karena pintunya dibuka dengan cara yang tidak wajar, wajah Yoona terlihat semakin kusut.

“Mianhae. Kedua tangan Eomma masih Eomma gunakan untuk menutup telinga. Kau tahu? Telinga Eomma masih mendengung-dengung karena suara jelekmu itu! Cepat tanggungjawab!!” benar saja. Sejak tadi, wanita yang dipanggil Eomma itu terus saja memegang kedua telinganya. Mendobrak pintu menggunakan kaki hanya karena tangannya sedang digunakan untuk menutup telinga? Huh, alasan yang sungguh tidak beralasan (?)

“YA! Eomma! Kenapa seperti anak kecil saja sih? Masa hanya karena itu? Ingatlah umur, Nyonya Choi! Jangan kekanak-kanakan begitu ah! Eomma memang tidak pernah berubah.” Dengan dahi mengkerut, bibir mengerucut, dan mata melotot, Yoona menasehati Eommanya. Atau lebih tepatnya memarahi dan sedikit membentak. Anehnya, dengan ekspresi kusut yang sedang marah itupun yeoja tersebut masih terlihat cantik. #astagaa, gak bisa ngebayangin wajah Yoona Eonni xD

“Huh, sudah-sudah. Kenapa jadi Eomma yang disalahin? Sekarang, kenapa kamu teriak-teriak manggil Eomma? Gak tanggungjawab, udah menyakiti telinga Eomma, malah marah-marah. Dasar, kamu itu anak siapa sih?” masih dengan tangan yang menutupi telinganya, wanita itu, atau yang disebut Nyonya Choi mengalihkan pembicaraannya, menanyakan apa tujuannya dipanggil. Yah, walaupun masih ada rasa kesal di setiap nada bicaranya karena anaknya itu tidak mau bertanggungjawab.

“Aissh, aku bukan anak Eomma. Aku anaknya Appa!!” gerutu Yoona kesal karena tidak dianggap anak oleh Eommanya.

“Ya, aku setuju! Appa yang melahirkanmu, jadi kamu anaknya Appa. Sekarang, kenapa kamu manggil Eomma?” tanya Nyonya Choi yang masih tetap tidak mau melepas tangan yang menutup telinganya.

“Hah? Jadi dari tadi Eomma berdiri di situ tidak mengerti apa yang jadi masalah? Astagaa, Eommaku sayang, Eommaku malang, lihatlah ini!” dengan sangat kesal, yeoja bermata indah itu membuka dengan kasar bed cover biru polosnya. Di situ, barulah Nyonya Choi sadar apa yang menjadi permasalahannya.

“Omoo. Minho~ah? Kenapa dia bisa berada di situ? Lalu, YA! Choi Yoona, mana mungkin Eomma tahu kalau masalahnya saja tertutup oleh bed cover!” akhirnya, setelah sekian lama, Nyonya Choi yang masih mengenakan celemek itu melepaskan kedua tangannya yang dari tadi menutup telinganya. Barulah sekarang terlihat berlian biru mewah yang ukurannya kecil menghiasi kedua telinganya. Dengan langkah terburu, Nyonya Choi menuju ke tempat yeoja berambut panjang dengan pakaian tidur bewarna pink yang menatap heran ke arah Eommanya. Setelah berada tepat di depan sang yeoja bernama Choi Yoona itu, Nyonya Choi melayangkan tangannya ke kepala Yoona, lalu menjitak kepala Yoona yang sedang berpikir ‘kenapa bisa-bisanya dia mempunyai seorang ibu yang tidak pantas disebut ibu’.

“Auww… Eomma, sakit!” rintih Yoona sambil mengelus kepalanya.

“Itu balasanmu karena membuat Eomma kesal. Dan, sekarang….. CHOI MINHO IREONNAAA!!!” dan untuk kesekian kalinya, terdengar teriakan melengking dari dalam rumah yang dominan terhadap warna coklat-putih. Dan untuk kedua kalinya, rumah itu bergetar lagi. Tak heran para tetangga mendengar keributan dari rumah ‘aneh tapi mewah’ tersebut karena itu semua sudah menjadi sarapan mereka setiap pagi di setiap hari.

(_ _”)>

“Eomma~ sakit~” rintih seorang namja dengan tampang melas dan dengan tangan yang mengelus pantatnya. #kyaaa, apaan nih ngelus pantat segala? Hahaha xD

“Sudah diam! Eomma tadi kan menendangmu tidak terlalu keras. Lagipula kau kan namja, masa cengeng begitu sih?” jawab seseorang yang dipanggil Eomma, yang sedang mengolesi selai pada roti tawar yang berada di tangan kirinya.

“Ya! Siapa bilang tidak terlalu keras? Eomma tahu? Eomma menendangku tanpa perasaan!” kata namja yang tangan kanannya sudah beralih dari mengelus pantat. Jari telunjuk tangan kanannya menunjuk ke arah Eommanya sendiri, dan menggerak-gerakannya seperti sedang mengancam, atau sedang menyumpahi seseorang.

“Siapa suruh kamu tidur di kamarku? Ingatlah umur! Kau sudah tidak pantas lagi tidur denganku. Kita ini sudah besar!” seorang yeoja yang sudah berdandan rapi yang entah datang darimana, langsung menyerobot roti berbalut selai strawberry yang ada di tangan Nyonya Choi. Yeoja yang ternyata adalah Choi Yoona, menarik salah satu kursi di ruang makan elegan yang didominasi warna emas, lalu duduk bergabung dengan Eommanya dan sang adik.

“ANDWEE!! Rotiku~” rengek sang namja yang langsung meletakkan kepalanya di atas meja lingkar ketika melihat roti di tangan Nyonya Choi direbut begitu saja oleh Yoona.

“Ya! Ini rotiku, tahu? Kau kan tidak suka selai strawberry!” jawab Yoona yang memakan rotinya sekali telan. #busset dah, sekali telan? Haha, Yoona Eonni kan shikshin?

“Yoona~ah, makannya pelan-pelan!” Nyonya Choi yang mengambil roti lagi memperingatkan Yoona ketika melihat cara Yoona yang makan sekali telan. “Tapi itu boleh juga..” lanjut Nyonya Choi yang langsung mempraktekkan apa yang baru dilihatnya. Ia juga memakan roti yang mulanya akan diolesi selai dengan sekali lahap.

“Ya! Apa yang Eomma lakukan? Kenapa rotiku juga Eomma makan? Arrgh, kalau begini lebih baik dari tadi aku membuat roti selai sendiri saja.” Namja yang meletakkan kepalanya di atas meja makan tadi semakin kesal melihat kedua amggota keluarganya yang aneh ini. Dia beranjak dari tempat duduknya, mengambil roti dan selai yang ada di depan sang Eomma, lalu kembali ke tempat duduknya. Dengan seksama, Yoona dan Nyonya Choi hanya bisa menatap heran sang namja sampai-sampai mereka tidak sadar kalau mulut mereka terbuka lebar. Mereka tidak memikirkan bagaimana jadinya jika ada lalat yang masuk ke dalam mulut mereka. Yang pasti, hanya satu pertanyaan yang sedang memenuhi pikiran mereka saat ini.

“CHOI MINHOOO!!!” hah, dan untuk berkali-kali, teriakan melengking terdengar kembali. Kali ini, suaranya lebih dahsyat karena mungkin ini adalah duet teriakan dari sang yeoja bernama Choi Yoona, dan Eommanya yang bernama Choi Tiffany.

“YA! Apa-apaan kalian! Sudah berapa kali kalian berteriak pagi ini? Dasar keluarga berisik!” namja yang dipanggil Choi Minho itu dengan spontan menutup kedua telinganya saat duet teriakan terjadi. Dan sekarang, gayanya sama persis seperti Nyonya Choi Tiffany yang tadi juga menutup telinga dengan kedua tangannya saat mendobrak pintu kamar Yoona.

“Seharusnya kami yang bertanya! Ada apa denganmu?” tanya Yoona yang masih menatap heran sang adik.

“Ada apa apanya? Aku kan masih tampan seperti biasa.” Tanpa memperdulikan tatapan sang kakak dan sang Eomma, namja, atau sebut saja Minho melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, yaitu mengolesi roti dengan selai.

“Ya! Kau itu aneh, tahu? Tiba-tiba kau menjadi rapi, entah itu kamar atau dirimu, lalu kau memakai handukku yang bewarna pink padahal kau anti pink, dan anehnya lagi, kau sering tersenyum sendirian. Oh iya, kau juga tiba-tiba tidur di kamarku, eh bukan, kalau yang itu sudah sering terjadi. Yang penting, kelakuanmu yang sekarang benar-benar aneh dan menjijikkan, tahu? Lihat itu! Apa kau tidak salah ambil? Kenapa yang kau ambil selai strawberryku, padahal selai coklatmu masih ada? Kau kan anti strawberry juga, huh?” cerocos Yoona meluapkan semua apa yang ia pikirkan terhadap dongsaeng satu-satunya itu. Dan dongsaeng satu-satunya itu hanya menanggapinya dengan… oh, bukan. Ia tidak menanggapinya sama sekali. Ia terus melanjutkan sarapannya. Setelah habis, namja tampan yang terlihat rapi itu langsung meminum susu strawberry yang ada di depan kakaknya tanpa permisi. Padahal, sudah jelas di depannya ada susu coklat satu gelas.

“Oke. Eomma, aku berangkat dulu.” Setelah ia menghabiskan satu gelas susu dalam satu teguk, Minho beranjak dari kursinya lalu menuju Eommanya. Dicium kedua pipi Eommanya, setelah itu, ia bergegas pergi, meninggalkan dua makhluk yang masih bengong dengan mulut terbuka dan mata melotot, seakan mengatakan ‘apa ini nyata?’

“Ah~ kau lihat Yoong? Anak Eomma semakin tampan saja. Jarang sekali dia mencium pipi Eomma. Eomma jadi terharu.. hiks… hiks…” setelah sadar namja yang sedari tadi diperhatikan sudah tidak ada, tiba-tiba kedua pipi Nyonya Choi merona merah dan ia menangis karena terharu akan sikap yang baru saja Minho lakukan.

“YA! Eomma, kenapa malah menangis? Tadi itu menjijikkan, tahu? Aku sungguh geli melihat tingkahnya.” Yoona yang tersadarkan oleh kata-kata Eommanya, langsung menatap jijik pipi Nyonya Choi.

“Kau belum merasakan jadi ibu sih. Sudah sana berangkat! Jangan khawatirkan dongsaengmu, perubahannya itu tidak negatif. Ah, aku harus menelepon Appa! Dia pasti senang sekali mendengar kabar membahagiakan ini. Minho mencium pipi Eommanya!! YEAH!!” dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya, dan dengan tangisan yang masih deras, juga dengan sesuatu cairan bening yang keluar dari lubang hidungnya, Nyonya Choi berlari seperti sedang lomba maraton menuju kamarnya, meninggalkan Yoona yang masih di ruang makan dan terbengong-bengong dengan pemikiran ‘hanya aku saja yang masih waras di rumah ini’. Setelah Nyonya Choi sudah tak terlihat lagi, Yoona mulai menyadari sesuatu saat ia mengalihkan pandangannya ke meja makan.

“KYAAA~ SUSU STRAWBERYKUUU!!!!! CHOI MINHOOOOO!!!!!” yah, sudah kukatakan ini berapa kali ya. Lagi, lagi, dan lagi, suara mengerikan itu terdengar kembali dari rumah bernomor 93 itu. Untuk beberapa saat, orang-orang yang berlalu lalang di depan rumah mistis itu berhenti dan menatap rumah tersebut dengan berbagai arti. Menatap marah karena berisik, menatap takut, menatap heran apa yang terjadi, menatap dengan pikiran yang mesum, dan ada juga yang terus menatap mengagumi betapa bagusnya rumah tersebut. Juga malah ada yang merekam teriakan tadi karena dinilai merdu, ada yang menangis saking takutnya, lalu ada juga yang sudah memakai peredam suara saat melewati rumah itu.

(_ _”)>

“Dasar keluarga aneh! Kenapa hanya aku sendiri yang waras di keluarga itu? Dongsaeng aneh, Eomma aneh, Appa… Emm, Appa itu bagaimana ya? Appa jarang di rumah dan giat bekerja. Tapi, tetap saja Appa juga aneh. Appa itu bermuka dua! Di depan umum saja sikapnya berwibawa sesuai dengan wajah dan bentuk tubuh Appa yang keren. Tapi… kalau sudah di rumah… tingkahnya… KEKANAK-KANAKAN, MANJA, TIDAK BISA SERIUS, TERKADANG BODOH, AGAK PIKUN, TIDAK DEWASA, POKOKNYA ANEH DAN MENJIJIKKAN!!!”

‘Dukk…’ =Pause=

Karena larut dalam ocehannya sendiri saat berjalan menuju Seoul University, yeoja berbaju kuning dengan rok selutut bewarna putih #kayak di CF S-Oil, sepatu flat kuning, tas selempang kuning, dan juga jepit rambut berwarna kuning, menjadikan ia terlihat seperti maniak kuning yang ternyata adalah Choi Yoona, tidak menyadari di mana ia berada, dan tidak memikirkan apakah tempat yang sekarang ini adalah tempat yang cocok untuknya berbicara sendiri atau tidak. Baru sadar kan, kalau Yoona, orang yang menganggap hanya dirinyalah yang waras di dalam keluarga yang melahirkannya, ternyata dia juga aneh. -.- Sudah banyak orang membicarakannya atau hanya diam tapi memikirkannya dengan pemikiran atau pembicaraan yang kira-kira seperti ini :

‘yeoja itu bicara dengan siapa?’, ‘dia bicara sendiri?’, ‘dia gila’, ‘tidak waras’, ‘yeoja aneh’, ‘sayang sekali ya, padahal dia cantik’, ‘apa dia bicara dengan hantu?’, ‘lihat apa yang ia pakai, maniak kuning! menjijikkan’, ‘bajunya kuno’, ‘astaga, yeoja itu cantik sekali’, ‘apa dia bidadari?’, ‘dia itu bidadari atau malaikat ya?’, ‘bodoh! sudah jelas kan? bidadari’, ‘ya, malaikat kan bukan yeoja’, ‘malaikat juga bukan namja’, ‘benar’, ‘kalau bidadari tidak mungkin’, ‘mungkin saja’, ‘KALIAN BODOH’

Yah, seperti itulah kira-kira (_ _”)

Karena entah jiwanya yang melayang kemana, ia jadi tidak tahu bahwa sudah berkali-kali ia menginjak kaki orang tanpa meminta maaf dan langsung pergi. #namanya juga gak sadar -,- mana tau minta maaf?

Dan sekarang, ia baru tersadar karena menabrak seseorang yang berjalan persis di depannya.

=Play= “Aduh…” rintih Yoona kesakitan sambil memegangi kening indahnya, karena kening indahnya itu baru saja menabrak punggung seseorang yang lebih tinggi darinya.

“Kekanak-kanakan, manja, tidak serius, bodoh, pikun, tidak dewasa, aneh, dan menjijikkan! Siapa itu, Noona?” ternyata, orang yang ditabrak oleh Yoona adalah seorang namja rupawan. Itu terlihat karena orang tersebut membalikkan badannya untuk melihat siapa yang telah menabraknya. Ia mengulangi kata-kata Yoona dengan jarinya yang senantiasa bertambah satu seiring jeda di setiap kata-katanya. Ya, kata-kata bersifat negatif yang ada di dalam naskah monolog Choi Yoona. Ia menirukan kata-kata Yoona dengan nada yang lebih tegas dan menakutkan, ditambah ekspresinya yang datar dan matanya yang menatap tajam, sehingga menimbulkan hawa-hawa mistis di sekitar namja tersebut. Hitungan jarinya berhenti di hitungan ke delapan. Seakan menanti penjelasan apa yang akan dilontarkan oleh Yoona karena sang namja merasa tersinggung, namja itu terus menatap tajam ke arah Choi Yoona, yeoja yang berdiri berhadapan tak jauh darinya.

‘Astagaa, keren sekali. Benar-benar keren!! Aku belum pernah menemukannya! Ya, aku benar-benar belum pernah menemukan seseorang yang bisa menirukan perkataanku yang sebanyak itu. Oh, aku saja sudah lupa sebagian dari yang kuucapkan tadi. Yang tadi kuucapkan tadi itu apa ya?’ bukannya menjawab pertanyaan dari sang namja, Yoona malah diam seribu bahasa. Matanya berbinar-binar menatap namja itu. Ia benar-benar takjub! Seakan bisa menerawang ke dalam tengkorak namja yang di depannya itu, ia meneliti setiap inci otaknya dengan penuh tanda tanya. ‘Apa otaknya terbuat dari bahan yang sama denganku? Apa ukuran otaknya sama denganku? Apa otaknya sama denganku? Ah, ani! Tidak mungkin otaknya sama denganku! Ya, benar-benar tidak mungkin! Ah, kau hebat sekali sih~’ masih dalam hati, Yoona benar-benar mengagumi namja yang dinilai cool oleh yeoja-yeoja yang melihatnya.

“Noona? Gwenchana? Apa kau amnesia karena menabrakku?” tanya namja itu yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Yoona yang berbinar-binar, mengeluarkan cahaya. Masih tak ada jawaban, namja itu kesal sendiri.

“Ne, ne. Aku sadar diri kok, kalau aku ini tampan. Tolong jangan melihatku seperti itu! Kalau kau mau menyatakan perasaanmu padaku, aku sudah menolaknya sebelum itu terjadi. Terimakasih sebelumnya…” karena kesal menunggu penjelasan dan jawaban dari Yoona, namja itu melenggang pergi meninggalkan Yoona yang masih….. masih sama seperti tadi -.-

“Eh? Apa yang dia katakan??? YA! NAMJA GILA! OTAKMU ITU MEMANG SANGAT KEREN, TAPI AKU TIDAK SUKA PADAMU!!” ternyata, kesadaran Yoona sedikit demi sedikit kembali menjelang namja tadi mengucapkan kalimat-kalimat terakhirnya lalu beranjak pergi. Walaupun sudah agak jauh, namja rupawan tadi mendengar jelas teriakan Yoona yang melengking dan super kencang itu. Alhasil, dengan spontan namja itu menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, sama seperti yang Minho dan Nyonya Choi lakukan tadi pagi. Walau sudah ditutup, samar-samar namja itu mendengar teriakan Yoona, ‘Huh? Otakku? Kenapa bukan tampangku yang dia bilang keren? Kenapa malah otakku? Ah, biar sajalah. Paling-paling yeoja itu marah karena aku sudah menolaknya. Fufufu… aku ini memang namja hebat!’ batin sang namja membanggakan diri.

“Aissh. Apa dia gila? Mana bisa aku menyatakan perasaan padanya jika bertemu saja baru sekali. Pertemuan itupun juga sudah berkesan buruk bagiku. Mana mungkin aku menyukainya. Tapi aku benar-benar kagum pada otaknya. Hah~ mungkin jika aku disuruh memilih, aku akan memilih otaknya daripada dirinya yang kepedean seperti itu. Cih, kukira dia itu baik dengan otak yang luar biasa seperti itu. Ternyata, hanya otaknya saja yang baik.” Mulailah lagi monolog seorang Choi Yoona yang tidak mengenal tempat dimana dia sekarang. Alhasil, pemikiran aneh tentang orang yang melihatnya pun tak bisa terelakkan.

(_ _”)>

“KWON YURIII!! CHAGIYA~” memang dasar yeoja yang satu ini. Sebenarnya, apa ia tidak kasihan melihat pita suaranya yang terus-menerus ia gunakan secara maksimal untuk berteriak? Orang yang mendengar teriakannya saja masih menyempatkan seperempat bagian untuk mengasihani pita suara yeoja ini.

“YA! Choi Yoona! Pagi-pagi sudah berteriak. Jangan panggil aku chagiya! Itu menjijikkan, tahu?” sahut seseorang dari belakang kelas, yeoja yang tadi dipanggil dengan nama Kwon Yuri. Yeoja yang baru datang lalu berhenti di depan kelas dan berteriak, membuat gaduh suasana kelas, dan membuat seluruh teman sekelasnya menggelengkan kepala bebarengan karena sikapnya, yeoja yang mengenakan serba kuning itu ternyata Choi Yoona. #emangnya siapa lagi? :o

Senyumnya mengembang, memperlihatkan giginya yang rapi setelah mendengar suara dan menemukan sosok Yuri. Sayangnya, senyumnya itu terlalu lebar dan malah terkesan menakutkan bagi orang yang melihatnya. Masa bodoh dengan itu, Yoona buru-buru mencari bangku kosong di sekitar bangku Yuri. Setelah menemukannya, ia segera melesat ke bangku itu lalu meletakkan tasnya. Kebetulan sekali, bangku paling belakang-pojok-kanan itu tepat di samping bangku Yuri, sahabat.. ani! Kembarannya. Padahal, itu adalah bangku yang selalu ia tempati selama semester ini. -.-

“Penampilanmu cerah. Tubuh kurus, model rambut juga masih sama. Gigi putih dan masih ada sisa makanan yang terselip di antaranya. Ya, semua seperti biasa! Tapi, kenapa aku merasa ada yang berbeda denganmu hari ini? Tapi, apa ya?” tanya Yuri melihat Yoona dari bawah ke atas. Yuri tidak menyadari bahwa Yoona sedang mengumbar senyum selama itu. Bahkan, ia menganggap kalau Yoona sedang pamer gigi karena giginya indah (?)

“Lihat ekspresiku, babo!” ucap Yoona tanpa menggerakkan bibirnya karena ia ingin mempertahankan senyum yang memperlihatkan gigi berkilaunya. ‘Benar-benar mengerikan’ batin teman-teman sekelas Yoona yang melihatnya tersenyum seperti itu.

“Aduh Yoong. Bilang donk dari tadi! Kau mau aku mengajarimu cara tersenyum yang baik kan? Hahaha… itu benar-benar hal yang mudah. Kenapa kau tidak bisa?” Yuri yang menuruti kata Yoona, yaitu melihat ekspresi Yoona, langsung mengerti apa yang Yoona maksud. Namun sayang, pengertian tentang apa yang ia maksud tidak sesuai dengan apa yang Yoona harapkan. Itu membuat Yoona berhenti tersenyum lalu beranjak duduk ke bangkunya. Sesaat, itu membuat yang lainnya lega karena tidak harus melihat senyum mengerikan milik Yoona saat mereka menghadap ke belakang.

“Ada apa, Yoong? Apa aku salah?” tanya Yuri melihat sikap Yoona yang tiba-tiba berubah.

“Jangan bicara padaku lagi! Kau bukan temanku!” jawab Yoona tanpa mengalihkan pandangannya. Ia terus memandang ke arah depan dengan mata melotot. Membuat kerisauan teman-temannya kembali saat mereka menghadap ke belakang dan mendapati Yoona yang sedang melotot.

“Kau memang bukan temanku. Kau itu kembaranku, kan?” Yuri yang polos dan lugu, masih tidak mengerti juga kenapa tiba-tiba Yoona marah padanya dan membuat tampang aegyo seperti itu. #haha, tampang melotot dibilang tampang aegyo? xD Yuri Eonni jangan polos-polos donk!

“Jangan marah ya, Yoo-chan!” panggil Yuri terhadap Yoona. Yuri memang pernah tinggal di Jepang selama tiga tahun. Dia kembali ke Korea saat dia lulus SMP. Dan saat SMA, pertama kali orang yang mengenalnya adalah Yoona. Yoona yang interaktif itu meminta dibuatkan nama Jepang oleh Yuri. Bukan meminta, tapi lebih tepatnya memaksa. Hanya iseng, Yuri memanggilnya ‘Yoo-chan’. Dan Yoona menyukai nama panggilan itu…

(_ _”)>

“CHO-I-YOO-NA!” masih membayangkan kembali suara Yuri yang memanggilnya dengan nama ‘Yoo-chan’, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Choi Yoona. Yoona sudah hafal betul siapa orang yang memanggilnya, karena hanya orang itulah yang memanggil namanya dengan pemenggalan yang jelas, nada yang aneh dan juga suara yang penuh dendam. Dengan ragu, Yoona mendongakkan kepalanya yang semula menunduk, untuk melihat atau lebih tepatnya membuktikan bahwa benar orang itulah yang memanggilnya.

“N..ne.. Kim-chan? Ah.. ani.. bukan itu maksudku… maksudku, Shin-chan? Ah itu juga bukan… err, Ma-chan? Aissh, ani… ani… maksudku itu-“ Yoona yang masih setengah sadar itu tergagap menjawab panggilan seseorang itu. Kegugupannya itu sontak membuat mahasiswa-mahasiswi di kelas jurusan Bahasa itu tertawa. Dan juga membuat seseorang yang sedang berdiri di depan kelas menatap tajam ke arah Yoona.

“Missis-Kim-Hee-Ra, Yoona~ssi.” Jawab seorang wanita yang sudah sedikit berkeriput seraya membenarkan kacamata bulatnya yang terlihat kebesaran, lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya yang berbalut kemeja putih dan blazer coklat.

“Ah, ne, Messes..” jawab Yoona dengan menganggukkan kepalanya berkali-kali dengan yakin, menunjukkan bahwa ia paham akan apa yang dikatakan oleh orang yang menyebut dirinya ‘Missis Kim HeeRa’.

“Missis, Yoona~ssi.” Mendengar ucapan Yoona yang salah, Mrs. Kim HeeRa membenarkannya dengan suara yang sangat dingin dan masih menatap tajam Yoona.

“Ah, ne, ne. Apapun itulah maksudku.. hehe..” karena sedari tadi Yoona memanggil songsaengnimnya dengan nama yang salah, akhirnya Yoona menyerah dan tidak berani menyebut namanya lagi karena takut salah (lagi).

“Apa kau punya telinga, Yoona~ssi? Apa kau mendengarkan penjelasanku?” Mrs. Kim HeeRa, masih dengan tangan yang terlipat, berjalan ke arah bangku Yoona yang berada di belakang-pojok-kanan.

“Tentu saja aku punya telinga, Messes. Eh, Misses. Ani, Missis. Tapi, aku lupa dimana aku menaruh telinga itu.” Terkadang, hati seseorang tidak sejalan dengan tindakannya. Dan hal itu terjadi pada Yoona saat ini. Yoona yang sudah memantapkan hati agar tidak menyebut nama yang dianggapnya ‘terkutuk’ itu lagi, tidak sadar malah mengucapkannya. Namun, beruntung ia masih bisa membenarkannya kembali. Tapi, bukan Yoona namanya jika bisa fokus tidak hanya pada satu hal saja. Karena terlalu fokus membenarkan nama ‘terkutuk’ itu, Yoona menjadi ngelantur dan mengucapkan hal yang membuat Mrs. Kim HeeRa menghentikan langkahnya menuju bangku Yoona. ‘Babo! Apa yang baru saja aku katakan? Aissh, sadarlah, Yoona! SADAR!’.

“Yoona~ssi? Tolong, KELUAR!” sungguh mengerikan Mrs. Kim HeeRa jika sudah naik darah. Mata melotot sudah menjadi ciri khasnya, nada tinggi tandanya, artikulasi penegasannya. Walaupun mahasiswa-mahasiswi sudah terbiasa dengan semua itu, namun inilah yang paling mengerikan. Ah, bukan. Maksudnya, Mrs. Kim HeeRa paling mengerikan di saat ia sedang berhadapan dengan seorang yeoja bernama Choi Yoona.

“Aissh, selalu saja berakhir begini..” gumam Yoona pelan seraya berdiri dari tempat duduknya, lalu memandang kesal songsaengnim yang terkenal sadis itu. Setelah puas Yoona dan Mrs. Kim HeeRa bertatapan dengan tatapan yang hanya dimengerti oleh mereka berdua, Yoona mengambil tasnya dengan kasar lalu berjalan cepat keluar kelas. Saat melewati Mrs. Kim HeeRa, Yoona mendengus seakan mengungkapkan ‘aku membencimu’.

(_ _”)>

Tak ada tujuan, Yoona berjalan gontai menelusuri koridor-koridor Seoul University yang lumayan sepi karena sekarang adalah jam kuliah. Saat berjalan di koridor di dekat gedung teater, Yoona melihat seseorang mengenakan kemeja panjang bewarna merah yang dimasukkan ke dalam celana jeans Levi’s, dengan ikat pinggang berlogo, tas selempang hitam dan juga kacamata hitam yang sedari tadi ia pegang dengan tangan kanannya. Senyum yang tak pernah hilang saat ia berjalan melewati kelas demi kelas, dan cara berjalannya yang seolah-olah sedang berada di catwalk, membuat Yoona muak. ‘Tebar Pesona’, itulah kata yang ada di pikiran Yoona saat melihat orang tersebut.

=TBC/?=

 

Kyaaaa, gimana ff-nya? B) kalo jelek bilang aja. Part ini emang ngebosenin, soalnya tokohnya belum keluar semua. Oh iya, kalo GAK ADA RESPON, FF GAK DILANJUTIN :P makanya, COMMENT pleasee :’( komen dan saran akan sangat membantu dalam pembuatan ff-ku. Akhir kata, gomawo :3

About these ads

17 thoughts on “[Freelance] Sister and Brother #1

  1. Lanjutttt..
    Penasaran ma cast2 lain’x karakter’x jdi gmn..

    Keluarha choi berisik bgt tapi gokillll.. Gila parahhh yoong’x..

    Nice ff

  2. Kyaaa akhr’y ada ff yoonbum lagi \^0^/
    lnjt lnjt seru bgt ni family’y
    tu siapa yg yoona tabrak??kibum kah?
    lalu nmja satu lg itu
    ayo thor jgn bkin sya pnsrn lnjt’y yg cpt
    fighting!!

  3. lanjutt !! akhirnyaa ada yoonbum dan kyuri, keke.. :D
    couple favorit setelah haesica.. lanjutt chinguu… :)
    jgn lama-lama..

  4. Baguuusss thoorr .. Ngakak aku bacanya pas adegan Messes2an itu sm Ma-chan .. Wakakakakakak!!!!!!!

    Wah,siapa sih yang tebar pesona ? Krystal kah ?
    Trus kalo yang ditabrak Yoona aku tau , Kibum kan ??
    Otaknya Kibum kan keren .. Ciuii

    Jangan lama2 updatenya chingu .. Penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s