The Words I Don’t Want to Hear [ PART 2 ]


The words I dont want to hear

 

Title                      : The Words I Don’t Want To Hear

Author                  : Fidhasoo

Main Cast              :  Tiffany Hwang ( SNSD )

Lee Donghae ( Super Junior )

Lee Eunhyuk ( Super Junior )

Other Cast             : SNSD

Super Junior

Genre                   : Romance , Friendship , Complicated .

Length                  : Series

Desclaimer            : This is just a PURE fiction story. I do not own Them. This is MY story and imagination. I shared this in some blog. Don’t ever try to copy my story!!

Copyrighted. ©fidhasoo 2011. All right reserved

Distribution of any kind of prohibited without the written consent of fidhasoo.

PART SEBELUMNYA :

|| PROLOG || PART 1 ||

PART 2

“ Looking at you , Just a smile

A smile immersed with shyness

Your eyes looked sad when you looked at me ”

- Super Junior “Y” –

 

Mencintai seseorang adalah anugerah terindah yang pernah kudapatkan. Terlebih lagi mencintai gadis yang begitu sempurna seperti dirinya. Tapi mengapa aku tak bisa memiliki cintaku?

-  Lee Donghae –

 

###

 

          “ehmm Hai.” Ucap Donghae ketika menyadari Tiffany menatapnya masih dengan tatapan yang sama seperti delapan bulan lalu. Waktu dimana mereka berpisah. Tangan kanan Donghae menggaruk lehernya yang sama sekali tidak gatal. Entah mengapa ia terlihat malu.

Sebelum memutuskan dirinya untuk pergi ke tempat latihan Eunhyuk dalam drama musikalnya , ia sudah tahu akan ada kemungkinan bertemu dengan Tiffany. Ternyata kemungkinan itu menjadi nyata. Matanya menatap Tiffany. Wajah Tiffany jauh terlihat lebih kurus di bandingkan terakhir kali melihatnya. Mata Tiffany juga terlihat merah. Ia tahu gadis yang ada di hadapannya tidak dalam keadaan sehat.

“Oh hai..” ujar Tiffany pelan sebelum melepaskan pandangannya dari wajah Donghae. Baru saja Tiffany ingin berjalan pergi , Eunhyuk datang dengan wajah yang tak kalah kaget dari Tiffany.

Donghae?Sedang apa kau disini?”tanya Eunhyuk tak menyembunyikan kekagetannya. Ia sedikit melirik ke arah Tiffany yang juga terlihat masih kaget akan kehadiran Donghae.

“Untuk melihatmu latihan dan menjemputmu. Kebetulan manager tak bisa menjemputmu karena mengantar Siwon pergi ke Taiwan.” Ujar Donghae senang. Cengiran terpampang jelas di wajahnya.

“Permisi. Aku pergi duluan.” Ujar Tiffany dengan wajah menunduk. Ini adalah kali pertamanya berhadapan langsung dengan Donghae seorang diri setelah hubungan mereka berakhir.Tentu tak terkecuali kejadian yang menyeramkan itu. Biasanya jikalau pun mereka bertemu secara tak sengaja , akan ditemani anggota Girls Generation atau Super Junior yang lain. Terlebih lagi mereka tadi sempat saling menyapa.

Kau pulang bersama kami , Miyoung~ah.” Ujar Donghae pelan sembari menarik tangan kiri Tiffany yang berada paling dekat dari jangkauannya. Tiffany tersentak. Dalam pikirannya saat itu , sadarkah Donghae bahwa hubungan mereka telah berakhir? Bukan hanya Tiffany yang tersentak kaget , tapi Eunhyuk juga terlihat sama kagetnya. Ia tak menyangka Donghae akan menarik tangan Tiffany. Walaupun ia tahu Donghae memang masih sangat menyayangi Tiffany. Oleh karena itu , Donghae selalu mengawasi perkembangan latihan Tiffany untuk drama musikalnya melalui Eunhyuk.

“Ah , managerku akan menjemputku. Jadi tidak usah.” Jawab Tiffany sembari berusaha melepaskan genggaman tangan Donghae. Sayangnya tenaga Donghae jauh lebih kuat dibandingkan Tiffany. Alhasil tangan Tiffany tetap di genggam oleh Donghae.

“Aku akan menunggu bersamamu sampai managermu datang. Hyuk~ah kau bisa menyusul kedepan kan? Aku akan mengantarkan Tiffany dulu.” Setelah mengatakan itu Donghae menarik pelan Tiffany untuk ikut bersamanya. Membiarkan Eunhyuk sendirian.

###

          “Bagaimana kabarmu?” tanya Donghae ketika merka telah sampai pada lobby utama gedung latihan drama musikal “FAME”. Tangan kanannya menggenggam erat tangan Tiffany.

“Baik. Kau , oppa?” tanya Tiffany akhirnya setelah mengambil waktu cukup lama untuknya menjawab pertanyaan Donghae.

Tidak cukup baik.” Jawab Donghae pelan. Matanya menatap Tiffany dalam. Mengikuti gerak – gerik Tiffany yang sibuk mengetik dengan satu tangan di atas Handphone layar sentuhnya. Melihat Tiffany yang perlahan menghela napas.

“Kenapa?” tanya Donghae bingung. Tiffany menatap Donghae kaget. Ia tak menyangka Donghae akan menangkap helaan napasnya itu.

“Manager-ku tak bisa menjemput karena harus mengantar YoonA  ke pertemuan drama barunya.” Ujar Tiffany sembari menunduk. Senyum terulas di wajah Donghae ketika mendengar jawaban Tiffany. Ia masih mendapat kesempatan bersama dengan gadis yang dicintainya sedikit lebih lama.

“Kalau begitu kau bisa pulang bersamaku dan Eunhyuk.” Ujar Donghae santai sembari menyunggingkan senyum lebarnya. Memamerkan sederatan gigi putih yang terlihat indah. Tiffany hanya mampu membalas senyum itu dengan senyuman kecil.

Ia terkadang bingung terhadap Donghae. Semua yang dilakukan Donghae selalu diluar pemikirannya. Donghae masih bisa memperlakukan Tiffany seperti biasanya tanpa ada rasa canggung , di hari pertama mereka bertatap muka setelah putus. Dan Donghae masih mau mengantar Tiffany , yang notabene adalah mantan kekasih Donghae. Bahkan Donghae masih memegang erat tangan Tiffany , layaknya hubungan mereka belum bearkhir. Tiffany sangat tidak mengerti jalan pikiran Donghae.

###

          Eunhyuk membereskan barang – barangnya dengan segera. Ia lalu mengangkat tas olahraga yang dibawanya. Entah mengapa ada perasaan dalam dirinya yang mengatakan untuk segera menyusul Donghae dan Tiffany. Rasanya sedikit panas di dadanya.

Cemburu? Sempat terlintas dipikiran Eunhyuk ketika ia memasuki lift menuju lantai dasar gedung latihan tersebut. Ia tak mungkin cemburu pada Donghae bukan? Lagi pula untuk alasan apa ia cemburu kepada Donghae? Dengan sedikit kasar Eunhyuk menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Ia bingung.

Matanya menemukan sosok Donghae dan Tiffany yang tengah duduk di sofa lobby utama. Melihat keduanya yang terdiam , Eunhyuk sedikit merasa lega. Setidaknya tidak ada sesatu hal penting yang terjadi tanpa penglihatannya. Perlahan ia berjalan menghampiri Donghae dan Tiffany.

“Jadi kapan kita pulang?” tanya Eunhyuk ketika ia sudah berdiri tepat di hadapan dua manusia yang terdiam. Sekilas Eunhyuk dapat melihat Donghae masih memegang tangan Tiffany.

“Sebaiknya kita makan malam dahulu. Tiffany juga akan ikut bersama kita. Managernya tidak menjemputnya malam ini.” Ujar Donghae sembari berdiri. Akhirnya Tiffany melepaskan genggaman tangan Donghae. Mungkin ia menyadari sejak awal Eunhyuk tepat mengamati kedua tangan mereka.

“Baiklah. Terserah kalian.” Ujar Eunhyuk. Entah mengapa ia menjadi kehilangan semangat. Mungkin karena mengetahui ia harus menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan gadis –korban kejahilannya- itu . Atau mungkin karena mengetahui Donghae akan menghabiskan waktu lebih lama dengan gadis yang dicintainya? Entahlah . Ia sendiri tak tahu pasti apa yang sedang ia rasakan.

###

          “Jadi bagaimana latihan untuk drama musikal kalian?” tanya Donghae sembari memanggang beberapa lembar daging diatas wajan pemanggang. Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Donghae dan Eunhyuk yang malam itu memiliki selera makan yang berbeda , Tiffany memutuskan untuk melerai pertengkaran itu. Dia menyarankan untuk pergi ke restauran samgyupsal di dekat gedung latihan mereka.

Baik.” Jawab Eunhyuk dan Tiffany bersamaan. Menyadari hal itu membuat keduanya saling menatap kaget.

“Jangan mencoba mengikutiku , monyet.” Ujar Tiffany sembari menjulurkan lidahnya. Ia lalu mengambil sekaleng soda untuk diteguknya. Menghabiskan waktu lebih lama dengan Eunhyuk ternyata sangat menguras tenaga Tiffany.

“Kau yang mengikutiku , berisik.” Ujar Eunhyuk tak mau kalah. Ia lalu memotong satu lembar daging yang di panggang oleh Donghae. Melihat kejadian itu Donghae merasa sedikit iri. Sepertinya Eunhyuk dan Tiffany terlihat begitu dekat. Ia merasa cemburu.

Jadi kalian menjadi dekat sekarang?” gumam Donghae pelan sembari membalikkan satu lembar daging yang sudah mulai terlihat kecoklatan. Sayangnya gumaman Donghae cukup keras untuk Tiffany yang duduk dihadapannya. Mendengar gumaman itu Tiffany terbatuk.

“Apa? Kau pasti bercanda oppa. Aku dan Eunhyuk tidak dekat sama sekali.” Ujar Tiffany setelah ia berhasil menahan batuknya. Ucapan itu mendapatkan tatapan tajam dari Eunhyuk. Seketika Eunhyuk sadar. Ia dan Tiffany memang tidak dekat. Mereka suka bertengkar , jadi bagaimana mungkin bisa dibilang dekat?

Donghae akhirnya menyunggingkan senyum mendengar jawaban Tiffany. Mengapa ia harus cemeburu pada sahabatnya sendiri? Terlebih lagi Eunhyuk tahu seberapa besar cinta yang dimiliki Donghae untuk Tiffany.

Malam itu menjadi malam yang panjang bagi ketiganya. Tiffany harus mengakui bahwa Eunhyuk dan Donghae memang seperti saudara. Mereka sangat dekat. Terbukti malam itu , karena Tiffany melihat dengan mata kepalanya sendiri. Donghae dan Eunhyuk terlihat saling membantu satu sama lain. Walaupun terkadang mereka akan bertengkar dengan hal sepele.

Setidaknya malam itu juga menjadi penyemangat baru untuk Tiffany. Kerinduannya pada Donghae terbayar sudah. Ia bisa kembali memandangi Donghae yang menyetir disampingnya , karena Eunhyuk memutuskan untuk tidur di bangku penumpang pada perjalanan pulang. Ia bisa kembali melihat mata cokelat kesukaannya itu. Belum lagi melihat senyum manis , yang membuatnya ikut tersenyum. Ia bahagia.

###

          “Terima kasih untuk malam ini.” Ujar Tiffany sebelum turun dari mobil Donghae. Donghae menyunggingkan senyum lebarnya. Malam itu menjadi malam yang membahagiakan bagi Donghae. Melihat Tiffany kembali tersenyum adalah suatu kebahagian tersendiri untuknya.

“Sama – sama. Sudah malam cepatlah masuk. Beristirahat yang baik. Kau terlihat lelah sekali , Miyoung~ah.” Ujar Donghae masih dengan senyum terukir di wajahnya. Tiffany kembali menyunggingkan senyum kecilnya dan keluar dari mobil Donghae sembari berlari memasuki gedung apartement Girls Generation berada.

Eunhyuk yang sebenarnya hanya berpura tidur melihat kejadian itu dengan hati pilu. Ia masih tak mengerti dengan apa yang dirasakannya. Apa benar ucapan Son Ho Young ? Ia menyukai Tiffany? Tidak mungkin. Tiffany adalah gadis yang menjadi korban kejahilannya bukan menjadi gadis yang dicintainya. Lagipula ia juga tak mengerti apa itu cinta? Baginya cinta adalah sesuatu yang menguras perasaan , waktu dan tenaga.

Ia tahu pasti kejadian yang akan terjadi sebentar lagi. Bisa ditebak dalam waktu singkat Tiffany dan Donghae akan kembali bersama. Memikirkan hal itu membuat mood Eunhyuk seketika turun. Lebih baik ia mengistirahatkan tubuhnya yang terlampau digunakan diluar batas hari ini. Terlalu banyak gerakan yang dielajarinya hari ini . Belum lagi ia tadi sempat mengajari Tiffany beberapa gerakan. Badannya pegal bukan main.

###

          “Kau belum tidur Yuri~a?” tanya Tiffany ketika menemukan Yuri masih menonton TV di ruang kelauarga dorm Girls Generation. Yuri tak menjawabnya. Ia justru mengubah channel yang sedang dilihatnya beberapa kali.

“Kau baru pulang atau bagaimana?” tanya Tiffany lagi , karena merasa pertanyaan pertamanya tak ditanggapi oleh Yuri. Dengan kesal Yuri mematikan  TV tersebut. Ia memandang Tiffany dengan tatapan tak percaya.

“Sudah kubilang bukan Tiffany~ah menjauh dari lelaki berengsek itu.” Ujar Yuri akhirnya. Sayangnya nada yang digunakan Yuri sangat dingin membuat Tiffany kaget mendengarnya.

“Si-Siapa yang kau maksud ?”Tanya Tiffany berusaha menutupi wajah kagetnya. Tak mungkin Yuri mengetahui kejadian hari ini.

“Siapa lagi selain mantan kekasihmu itu?! Dia hanya akan menyakitimu.” Suara Yuri yang terdengar lebih seperti teriakan menganggetkan Tiffany. Tanpa menghitung waktu lama semua anggota Girls Generation kini telah berkumpul di ruang tengah. Mereka semua sama – sama kurang mengerti dengan apa terjadi.

“Ia hanya mengajakku makan malam. Lagipula Eunhyuk juga ada bersama kami.Kami tidak berdua saja Yuri~ah. Kau terlalu khawatir.” Ujar Tiffany pelan sebelum akhirnya memutuskan masuk ke dalam kamarnya. Yuri hanya mampu menghela napas melihat kelakuan sahabatnya itu.

Setidaknya kau bisa menolaknya sebelum ia kembali menyakitimu.” Bisik Yuri pelan sebelum kembali masuk ke dalam kamarnya. Anggota Girls Generation lainnya hanya dapat mampu melihat keadaan tanpa mengatakan sesuatu. Semua kejadian itu berjalan begitu cepat di hadapan mereka tanpa mampu mereka hentikan.

Yuri sangat menyayangi Tiffany. Ia menganggap Tiffany seperti saudara kandungnya sendiri. Ia tahu betapa sakitnya Tiffany ketika Donghae dengan mudahnya memutuskan hubungan mereka. Ingin rasanya ia memukul Donghae sampai ia tak berdaya. Bagaimana tidak? Seorang lelaki yang mengatakan mencintai gadis itu tapi tak mau berjuang mempertahankan hubungan mereka  hanya karena satu masalah ,yaitu karir. Apa karir begitu penting? Atau Karir lebih penting dibandingkan dengan cinta?

Sekali dengar pertengkaran hebat antara Tiffany dengan Yuri anggota Girls Generation yang lain mengerti apa yang terjadi. Mereka semua tahu siapa lelaki berengsek yang dimaksud Yuri. Seketika suasana menegang. Semua anggota Girls Generation memang menentang putusnya hubungan Tiffany dengan Donghae. Tapi setelah mengetahui alasan apa yang digunakan Donghae untuk putus dengan Tiffany , mereka justru bersyukur Tiffany putus dengan Donghae. Tiffany berhak mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dibandingkan Donghae.

###

          “Tiffany? Kau menangis?? Ada apa?” tanya Yuri ketika melihat Tiffany terduduk di sofa ruang tengah dorm Girls Generation. Kedua tangannya memeluk lutut. Wajahnya ia sengaja pendam di antara kedua lutunya yang tertekuk.

          Melihat hal itu Yuri termangu sesaat. Tiffany yang ia kenal tak pernah menangis. Kecuali jika ada masalah berat yang ia tak sanggup menanggungnya , seperti masalah keluarganya.

          “Yuri… a-aku.. putus.” Ujar Tiffany di tengah isak tangisnya. Mendengar jawaban Tiffany , Yuri segera berlari ke arah Tiffany. Ia tak menyangka hubungan Donghae dan Tiffany akan kembali berakhir. Ini sudah ke-tiga kalinya bagi Yuri menemukan Tiffany menangis karena Donghae.

          “Apa?? Lelaki berengsek itu memang ingin aku bunuh.” Ujar Yuri geram sembari memeluk Tiffany. Ia tak pernah melihat Tiffany selemah ini. Biasanya ketika Tiffany dan Donghae putus , Tiffany hanya akan menangis sesaat lalu tertawa berusaha tenang dengan masalahnya. Tapi kali ini berbeda. Tiffany terlihat sangat rapuh sekali.

          “Alasan apa lagi yang ia gunakan kali ini Fany~ah?” tanya Yuri lembut masih berusaha menenangkan tangis Tiffany. Saat ini memang hanya mereka berdua yang berada di dorm , dikarenakan anggota yang lain sedang mengambil cuti sesaat.

          “Sama seperti dulu. Karir.” Jawab Tiffany pelan. Air matanya kembali mengucur ketika mengingat dengan santainya Donghae mengatakan hubungan mereka harus berakhir. Tiffany merasa Donghae hanya menganggap hubungan mereka seperti mainan. Dengan begitu mudahnya ia mengakhiri hubungan mereka.

          Yuri tak membalas pernyataan Tiffany. Ia tahu saat ini yang dibutuhkan Tiffany adalah orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Alhasil Yuri mendengarkan cerita Tiffany. Bagaimana dengan mudahnya Donghae mengatakan kata putus . Bagaimana dengan entengnya Donghae mengatakan ia mencintai Tiffany tepat setelah mengakhiri hubungan mereka. Bagaimana dengan mudahnya Donghae mengatakan maaf.

          Mungkin jika Yuri yang berada di posisi Tiffany ia sudah menampar Donghae dengan keras. Mempermainkan perasaan seseorang itu sungguh menyakitkan. Terutama bagi perasaannya yang dimainkan. Sangat menyakitkan. Yuri mengerti perasaan itu.

          Oleh karena itu ia sangat mendukung keputusan Tiffany. Keputusan untuk tidak memberi Donghae kesempatan lagi. Ia sangat setuju akan keputusan itu.

###

          Yuri masih mengingat jelas kejadian delapan bulan lalu. Ketika ia menemukan Tiffany yang menangis dalam gelap. Menangisi hubungan cintanya yang kandas karena hal yang sama.

Oleh karena itu ketika ia melihat Tiffany turun dari mobil milik Donghae, ia memiliki perasaan takut. Takut Tiffany akan mengalami hal yang sama seperti delapan bulan lalu. Yuri tak mau melihat Tiffany , orang yang sudah ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri kembali merasakan sakit yang pedih. Ia tak mau hal itu terjadi.

Tetapi apa daya. Yuri tak berhak mencampuri urusan Tiffany. Ia hanya dapat melihat keputusan apa yang akan Tiffany keluarkan. Sembari berharap Tiffany mengeluarkan keputusan yang terbaik. Setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan.

###

          Pagi itu dorm Girls Generation terlihat sepi. Tiffany yang baru bangun sekitar pukul delapan , sedikit terlihat bingung. Biasanya dorm Girls Generation akan terdengar ramai dari pagi hingga malam. Dengan perasaan bersalah akan kejadian semalam ia berjalan menuju dapur , dan mendapati managernya sedang berbicara ditelepon.

Mengetahui jadwalnya hari ini kembali latihan untuk drama musikalnya , Tiffany segera menyantap sarapannya dengan cepat. Ia masih belum siap menghadapi anggota Girls Generation lainnya. Terlebih lagi semua membernya memang sangat sensitif mengenai masalah laki – laki , terutama Lee Donghae.

“Kau sudah selesai? Cepat. Kita harus segera pergi. Oh ya , wajah member yang lainnya terlihat kusut? Kalian sedang ada masalah?” tanya Managernya sembari menaruh telepon genggamnya ke dalam saku celananya.

“Tidak. Ayo cepat , oppa. Kita sudah terlambat.” Beruntungnya Manager Tiffany tidak bertanya lebih jauh. Saat ini bagi Tiffany masalahnya tidak perlu diketahui oleh semua orang. Ia yakin pasti nanti akan menceritakan secara keseluruhan kepada semua membernya. Sehingga kesalahpahaman yang sepertinya terjadi karena kejadian semalam akan selesai.

###

          Kali ini Tiffany sampai tepat waktu ke tempat latihan untuk drama musikalnya. Dengan ramah ia menyapa semua pemain serta staff yang terlibat dalam drama musikalnya itu. Tak lupa ia memamerkan eye-smile kebanggaannya.

Mata Tiffany menangkap Eunhyuk yang datang terlambat. Tiffany menanti ejekan apa lagi yang akan Eunhyuk keluarkan ketika melihat Tiffany. Sayangnya Eunhyuk hanya berjalan melewati Tiffany dan menyapa Jungmo yang berdiri tak jauh dari tempat Tiffany.

Tiffany mengerutkan keningnya. Eunhyuk yang ia lihat saat ini berbeda dengan Eunhyuk yang bersamanya semalam. Semalam Eunhyuk begitu bersemangat menjelek – jelekkan Tiffany di depan Donghae. Sedangkan hari ini , Eunhyuk justru menganggap Tiffany tidak ada.

###

          “Ya!! Kau kenapa?” tanya Tiffany jengah ketika sudah berkali – kali Eunhyuk tak mengubris ucapan Tiffany. Saat ini para pemeran utama dalam drama musikal FAME tengah berkumpul untuk menentukan menu makan siang mereka. Sejak awal ketika Tiffany mengusulkan sesuatu Eunhyuk selalu menghiraukannya.

Eunhyuk tak menjawab ucapan Tiffany ia justru menatap Lina CSJH yang duduk disampingnya.Melihat hal itu Tiffany tambah jengkel. Dengan sekali gerakan ia berdiri.

“Baiklah sepertinya lebih baik aku tak ikut makan siang bersama  kalian. Aku akan makan sendiri.” Ujar Tiffany kesal sembari melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu ruang latihan. Mengetahui lagi – lagi Tiffany dan Eunhyuk bertengkar , pemeran utama yang lain hannya dapat menghela napas. Sedangkan Eunhyuk hanya mampu melihat kepergian Tiffany tanpa melakukan sesuatu.

Mood Tiffany saat itu benar – benar jatuh. Setelah ia mengalami salah paham dengan semua membernya  semalam , sekarang ia harus bertengkar dengan Eunhyuk. Ia tahu bertengkar dengan Eunhyuk adalah hal yang biasa , tapi hari ini berbeda. Eunhyuk lebih terlihat marah pada Tiffany , sehingga ia mengaggap seolah – olah Tiffany tak ada. Itu justru membuat Tiffany menjadi lebih kesal.

“Hai…” Tiffany mendongakkan kepala ketika ia mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Donghae tengah berdiri di hadapannya dengan senyum malu terlukis di wajahnya. Seketika Tiffany menyunggingkan senyumnya.

“Hai..” jawab Tiffany. Kaki Donghae telihat bergerak pelan tak karuan. Seperti ada sesuatu yang ingin ia katakan tapi takut untu mengatakannya. Tiffany menangkap hal itu.

“Uhmm.. Aku ingin bicara denganmu.” Ujar Donghae pelan masih dengan senyum yang terpampang jelas di wajahnya. Senyum Tiffany makin mengembang. Saat ini ia sangat membutuhkan lawan bicara. Tak peduli siapa pun , ia sangat membutuhkan lawan bicara. Sehingga tanpa pikir panjang ia segera menyanggupi permintaan Donghae itu.

 

Copyrighted. ©fidhasoo 2011. All right reserved

Here they are the second part. So , What do you think???

AYOOO COMMENT hehhee

ehhhmmm kebeteulan aku juga masih dalam masa pembuatan part 3 udah sektiar 75 % lah dari keseluruhan part 3. Jadi mungkin updatenya agak sedikit lama dibanding part – part  yang lain. Doain aja ya cepet kelar part 3 -nya.

Kalo dari maunya author sih FF ini berakhir di part ke-5 sama seperti FF The Truth Behind The Rality , soalnya alur ceritanya kebetulan udah dirancang sampai ending dan diperkirakan selesai di part ke-5. Tapi ada KEMUNGKINGAN kalo tiba – tiba ada ide muncul yang membuat FF ini jadi lebih panjang. Jadi tunggu aja yaaaa.

COMMENT YA PARA PEMBACA TERCINTAKUUUUU :D

NB: maaf kalo ada typo di part ini , aku belum sempet ngedit secara rinci :)

About these ads

Tagged: , , , , , ,

28 thoughts on “The Words I Don’t Want to Hear [ PART 2 ]

  1. niftahhh December 27, 2011 at 9:16 PM Reply

    Akhirnyaa muncul juga ini ff °\(^▿^)/°
    Seru bgt thor ceritanya
    Eunhyuk cemburu tuh sama si fany hehehehe kalo bisa endingnya hyukfany ya thor *maksa* hehehhe
    Daebak author (´▽`)ง

  2. sonelf December 27, 2011 at 9:21 PM Reply

    yg pertamakah diriku???hehehe..
    Bgus thor cerita’y..gag gmpang ketebak akhiran’y ma cpa Unyuk kah taw Hae oppa,,
    Cpa ja cocok lah..hehehe, wlpun aq HaeFany shipper,,
    Lanjut chingu,, jgan lma” ea..
    Kumohon.. #berlutut..
    Hehehehe….

  3. anchovygirl96 December 27, 2011 at 9:28 PM Reply

    wuooohh salut updatenya cepet ^o^
    eciyeeee unyuk jeles ciyeeeee XD
    eh tapi suer ini peran si donge disini…yaowloh gampang amat keknya bilang putus yaaa terus mulai deketin fany lagi -__-
    oke lah ini si donge emang masih cinta tapi kan….tuh yuri aja ampe nyebut lelaki brengsek huwahahah
    kereeeenn ngaepnya hyukfany, tapi ntar donge gimanaaaa? :( kesian juga kan tapu hyukfany kan jarang huwaaaaaa galau (?)
    ditunggu part selanjutnya ^^

  4. Thirty December 27, 2011 at 9:47 PM Reply

    HaePpa mau ngomong apa tuh. Yuri itu memang sahabat tebaik deh. Yul-Ny the best lah…

  5. Ocha December 28, 2011 at 6:29 AM Reply

    Lanjut Thorr !!!! Daebak banget !
    Si eunhyuk udh mulai ada perasaan tuh sama Tiffany :D
    Makin seru Ceritanyaaa
    Part 3 ny jangan lama lama ya thor hehehe :D

  6. eunhaelf December 28, 2011 at 6:48 AM Reply

    Hahaha triangle love eunhaefany!
    Ckckk~ gmna y next.a? Haefany kah? Atw Hyukfany? Tp ntar law haefany blikan mmber snsd bklan mrah gk y?? Kkk~ seru di tgu kelanjutanna chingu :D

  7. fanyfanytiffanylover December 28, 2011 at 8:59 AM Reply

    Serrruu abiiiss!!
    Akhirnya haefany or hyuk fany terserah lah..yg pntg ada fany eonni,lahh…
    Sbnrnya aku tuh Keyfany shipper tpi berubung disini gak ada key oppa booleeh lah..#nah loh!
    Yaudah deh Ɣªηƍ penting daebak deh bwt author!!

  8. 황 민린 (@seohyunna) December 28, 2011 at 9:00 AM Reply

    huoooo..
    daebaak thoor!!
    kasian banget si tiffany
    eunhyuk juga kasian ya T_T
    Haeppa jahat banget sih

    lanjut thoor!
    jangan kelamaan ya~

  9. haesicataeteuk December 28, 2011 at 9:17 AM Reply

    akhirnya…tiffany bisa bertemu lgi sma hae..
    tpi kok s eunhyuk jdi suka juga sma fany??
    trus knp si eunhyuk gk nanggepin terus fany ngomong??
    nah itu,itu..hae mau blang apa ya sma fany??
    penasaran..lanjut ya author..^^

  10. jung December 28, 2011 at 10:19 AM Reply

    yesss finally update ._.
    sepertinya aq mencium tanda2 cinta segitiga nih hhahahaha~ eunhyuk jadi suka fany kah itu?

  11. syalalabla December 28, 2011 at 11:28 AM Reply

    waduh chingu sumpah bikin penasaran ..
    setuju deh sama member yuri.
    tiffany unnie sama eunhyuk oppa aja :)
    entah kenapa gara-gara baca ff ini aku jadi suka hyukfany daripada haefany :D

  12. Priskila December 28, 2011 at 11:45 AM Reply

    aiaaahh,,, keren banget part ini
    eunhyuk itu emang dah cemburu. sampe gk mau bicara sama Fanny gara” semalam. aeee..
    donghae ingin nembak Fany lagi ya? ahh.. donghae playboy
    semoga aja fanny dapat yang terbaik deh..

    Good Job author.. i like it.
    ASAP yaa

  13. fannylovers December 28, 2011 at 12:52 PM Reply

    waaah tuh kn c kunyuk hyung jd pny rasa, andwaaaeeee…

    ini hnya bwt haefany, ga ad eunfany atw hyukfany yg ad hyohyuk ajaaaah…

    ayo hae hyung trus brjuang drpd nti gw tikung nie c fany-aa..

    ditunggu next partny chingu jgn lma” y..

  14. nori December 28, 2011 at 1:00 PM Reply

    ternyata alasan donghae putus ma tiff gara2 karir. .
    alasan yg terlalu mengada-ada. .
    eunhyuk cemburu. .
    berarti eunhyuk suka dong ma tiff?
    wah saingan ma donghae. .

  15. zallstarself December 28, 2011 at 1:11 PM Reply

    huaaaaaa…………nice story unn. love this <3

  16. an.wook December 28, 2011 at 1:13 PM Reply

    waaah! Chingu daebak!
    Tiffany harus sama donghae lagi yaaaa u,u
    soalnya pasti ada suatu yg disembunyiin dari member lain kaan. Ayo dong chingu tiffani sama donghae yaa

  17. Park Sun Hee December 28, 2011 at 1:57 PM Reply

    lanjuuut yaaa thor jangan lama lama ehehehe

  18. YunJaeShipper December 28, 2011 at 4:13 PM Reply

    Annyeong saya reader baru ^^
    Bagus banget ini ceritanya chingu, lanjut!
    Semoga terakhirnya hyukfany~~ kekeke
    Updatenya jangan lama lama ya ;)

  19. jey December 28, 2011 at 7:39 PM Reply

    Pokonya harus jadi sama eunhyuk! Titik! (Maksa) hahahahaha aku jd sebel sama hae ah -_- tp ga papa sih hyuk nya di buat sakit hati dulu pokonya hyuk rapuh deh aku suka kalo gituuuuu /evilnyamuncul hahahahaha lanjutkan!!

  20. chacha December 28, 2011 at 7:40 PM Reply

    lanjut lanjut, lanjut lanjut *narinarigaje*
    huaaaah ini FF pokoknya the best lah ampe bingung mau coment apa, hehe

  21. byeol_iamvipelf December 29, 2011 at 7:32 AM Reply

    Part 3 jangan lama-lama yaaaa please
    Seru banget, jadi penasaran, jadinya hyuk cemburu sama fany apa sebel krn donghae dan fany yang plin plan putus nyambung, atau mau ngelindungin sahabat terbaiknya Donghae biar ga sedih lagi
    Aduuuuh penasaran

  22. Carrie Cho December 29, 2011 at 8:17 PM Reply

    hyukjae udah mulai ada benih-benih perasaan sama ppany. eaeaea
    hahaha.
    kok aneh sih, seharusnya hmm seengaknya ppany lega dong ‘musuhan’ tapi hyukjae ga bales, kan dia bisa menang. hehehe /paan sih.
    ayoo part 3nya kkk

    kekna kalau artis selalu yeh alasan utamana karier ckckck

  23. [...] || PROLOG || PART 1 || PART 2 || [...]

  24. tantri0417 December 30, 2011 at 6:47 AM Reply

    Lanjut dong, ceritanya bagus..
    Bikin penasaraaann..

  25. tantri0417 December 30, 2011 at 6:48 AM Reply

    Lanjuuutt..
    Critanya bgus, jd penasaran nunggu lanjutannyaa..

  26. KwonYura December 30, 2011 at 9:06 PM Reply

    huaaaa kok berasa pendek ya dipart ini? ahahhahahhaa :D
    lanjut lanjut! ya! ikan! kenapa kau selalu muncul tiap waktu? tak puaskah kau menyakiti hati tiffa? ckck jangan sampe kau melukai tiffany lagi ya? Aku (Kwon Yuri) *hah? ngaku-ngaku -__-v* pasti akan membunuh mu ahhahahahhahaha :D

  27. Kin♥ January 2, 2012 at 7:21 AM Reply

    Yuri baik banget huaaa jadi kangen sahabat #abaikan
    Donghae jangan muncul donk bete nih abis fany disakitin hueee T,T

  28. Reen February 27, 2013 at 6:20 PM Reply

    Bener” good bgt jdi terinsipirasi bkn ff :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,660 other followers

%d bloggers like this: