The Name I Love [ONESHOT]


Author: Nisaiueo/Aeeen

Casts: SNSD’s Yoona, SJ’s Kibum, slight of SJ’s Siwon and Kim Yoora (OC)

Rate: PG

Genre: AU, Romance (that’s why I put this to PG-rating)

Category: Oneshot

Disclaimer: None of the casts are mine except the OC, Kim Yoora. It’s Alternative Universe, NOT REAL!

Recommended Song: Onew’s The Name I Love, K.Will’s My Heart is Beating, G.NA’s I Miss You Already

a/n: Di sini anggap saja Kibum dan Yoona kelahiran 1990, dan hitung pakai umur internasional ^^ and I’m going to publish this to my own blog > http://fanficeater.wordpress.com ^^

NO PLAGIARISM, NO BASHING, AND NO SILENT READER!

minimal nge-like buat ninggalin jejak^^

***

Melihatmu pertama mengenalkan dirimu dengan nada yang ceria.

Melihatmu tertawa lepas dan menggenggam tanganku hangat.

Melihatmu tersenyum.

Melihatmu bahagia.

Itu hal yang membahagiakan hidupku sampai saat ini, Im Yoona. Kaulah wanita ketiga yang kucintai setelah umma dan Yoora –naui dongsaeng– sepanjang hidupku. Hanya kaulah yang membuatku mempertahankan hidup. Hanya dirimu..

Melihatmu dengannya, memang membuatku sakit.

Tapi setidaknya aku bisa melihatmu tersenyum dengannya.

***

Seoul, 2000

“Kibummie! Kkajja~!” Im Yoona menarik tangan kiri Kim Kibum, menarik pria kecil itu ke rumah pohon milik mereka.

“Kkajja!”

Kibum mengangguk dan mengikuti Yoona memanjat rumah pohon -tempat mereka menghabiskan waktu selama ini.

“Lihat!” Yoona menunjuk dinding rumah pohon yang terbuat dari kayu, “ini namaku,” Yoona mengelus ukiran namanya, “dan namamu,” lalu gadis kecil itu menyengir, “sahabat selamanya!”

Kibum kecil menyengir, “keurae?”

Yoona kecil mengangguk semangat, “Im Yoona, Kim Kibum,” Yoona mengulurkan jari kelingking kanannya, “sahabat selamanya. Otte?”

Kibum menyambut uluran kelingking Yoona dengan kelingking kirinya, “ne!”

***

Seoul, 2003

“Kibummie~ ppalli wa!” Yoona melempar bola basket pada Kibum.

“Yoona-ya, kau ini!” Kibum mengembalikan bola basket pada Yoona dan duduk menyandar di ring basket, “aku capek tahu.”

“Ah payah,” Yoona men-dribble bola basketnya.

Shoot!

Yoona berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring. Melihat Kibum benar-benar kecapekan dan wajahnya pucat, ia duduk di samping Kibum.

“Kau kenapa? Akhir-akhir ini kau cepat capek.”

“Jinjja?” Tanya Kibum, “akhir-akhir ini aku agak sedikit capek. Kau tahu? Tugas di SMP sangat melelahkan.”

“Aku tahu,” Yoona menyetujui perkataan Kibum dan bersandar di bahu Kibum, membuat pria berumur 13 tahun itu sedikit terkejut. Ini bukan pertama kalinya Yoona bersandar di bahunya, tapi entah kenapa kali ini jantungnya berdegup kencang, dan pipinya memerah.

“Naega micheonnabwa,” gumam Kibum.

“Kau bilang apa?” Tanya Yoona.

“Ah? Anniya~ amugeutdo anniya,” Kibum tersenyum, “ppalli main lagi! Aku akan mengalahkanmu!”

“Kkajja!” Yoona berdiri dan menyengir lebar.

***

Seoul, 2006

“Di saat kita bersama~ di waktu kita tertawa menangis merenung karena cinta~”

Jreng jreng jreng~ suara genjrengan gitar dan nyanyian kompak segerombolan pria dan wanita berumur 16 tahun meramaikan suasana malam di depan api unggun. Kelas 10 SMA Donghwan memang tengah mengadakan piknik ke daerah Busan. Kelas Yoona dan Kibum -kelas 10-1 belum tidur dan masih asyik di depan api unggun, bernyanyi ria.

“Kibummie,” Yoona menyandarkan kepalanya pada Kibum, “kemarin kau pingsan saat olahraga.. Ommonim bilang kau kecapekan.. Apa itu benar?”

Kibum yang tengah menenangkan jantungnya yang berdegup kencang menoleh, “mwo?”

“Tch, ya! Kalau aku bicara makanya dengar!” Yoona mendengus, “kemarin kau pingsan saat olahraga, ommonim bilang kau kecapekan. Apa itu benar?”

Kibum menganggukkan kepalanya, “keureom. Wae?”

“Anniya,” Yoona memeluk Kibum, “aku takut kau kenapa-kenapa…”

Kibum mengelus kepala Yoona, “aku baik-baik saja.. Nan jeongmal kwaenchanha.. No need to worry.”

***

Seoul, 2007

“Kibummie!!! Ya! Kim Kibummm!!” Yoona melambaikan tangannya.

Kibum yang baru keluar dari UKS menoleh dan mengernyitkan dahinya.

Yoona menyengir dan berlari menghampiri Kibum, “Kibummie! Ada sesuatu yang ingin kuceritakan padamu!!”

“Apa?”

“Aku akhirnya punya pacar!!!”

“Hah?”

Yoona mendengus, kemudian ia menyengir lagi, “aku! Punya pacar! Kau tahu kan? Choi Siwon, 11-3! Yang kutaksir ituuuu~”

Kibum memutar memorinya. Choi Siwon? Yang mana?

“Yang mana?”

“Yang tinggi ganteng anak basket itu lhoooo!!” Seru Yoona heboh, “kukira saat dia mengirim pesan dua minggu lalu dia hanya iseng, tak taunya tadi siang dia ke kelas dan memintaku untuk jadi pacaranya!! Haiyaaaa!! Kibummie aku sangat senang!!!”

“Oh.. Chukkhae. Haengbokkhae,” ucap Kibum datar membuat Yoona melengos.

“Kok kau lesu sih? Kau sakit?” Tanya Yoona memegang dahi Kibum, “ih kok kau pucat?”

“Hmmm…”

“Kibuuuum kau kenapa siih,” Yoona mengerucutkan bibirnya.

Kibum tersenyum, “hanya pusing sedikit. Haengbokkhae, akhirnya kau punya pacar.”

Yoona menyengir, “lalu kau kapan punya pacar? Aku tak mau melihatmu jomblo abadi, lho.”

Kibum tersenyum miris.

Aku akan menjadi jomblo abadi jika bukan kau jodohku, Im Yoona…

***

Seoul, 2008

“Kibummie, mian!!” Yoona menghampiri Kibum dengan tergesa-gesa. Dibetulkannya posisi syal, “mianhae, tadi Siwon memintaku menemaninya membeli kado untuk dongsaeng-nya.. Mianhae…”

Kibum tak bergeming.

“Kibummie, kwaenchanha? Wajahmu pucat.. Jinjja..”

“Hm…,” Kibum menanggapi malas.

“Kibummie~ jangan marah.. Jebal, maafkan aku ya ya?” Tanya Yoona, “jebaaal~”

“Hm.. Kau sudah membuatku nyaris mati kedinginan. Kau tak tahu berapa derajat cuaca hari ini, hah?”

“Mianhae…”

Kibum melengos. Ia jadi tidak mood untuk menyatakan perasaannya pada Yoona. Well, at least, Kibum takkan membawa perasaannya yang tak tersampaikan hingga akhir hidupnya. Ia ingin Yoona mengetahui perasaannya sejak 6 tahun lalu.

“Apa yang mau kau bicarakan by the way?”

“Tidak jadi!” Kibum berbalik, “lebih baik kau pulang, aku juga akan pulang. Cuacanya benar-benar dingin!”

“Ya! Ya! Kibummie!” Belum Yoona menyusul Kibum…

Bruk!

Kibum jatuh tepat lima meter di depan Yoona.

“Kibummie!!!”

***

Kibum oppa punya leukimia stadium akhir. Penyakitnya muncul sejak lima tahun lalu. Umma sudah mencoba membujuknya untuk pengobatan ke Amerika, tapi Kibum tidak mau. Ia ingin tetap di Korea, bersama onni. Begitulah yang dikatakan Kim Yoora, adik Kibum.

“Hiks.. Dasar bodoh,” Yoona menangis sambil mengelus punggung tangan Kibum, “neo jeongmal paborasseo!!!”

Kibum tersenyum dalam hatinya. Iya, aku memang bodoh telah mencintaimu.

***

Seoul, 2009

“Happy new year!” Yoona menyerahkan ijazah kelulusan Kibum, “kita sudah lulus SMA! Daebak, otte?”

Kibum mengangguk.

“Kibum-ah, aku akan meneruskan kuliahku di Kyunghee, sama dengan Siwon. Kau mau kuliah di mana?”

“Mm? Mungkin Dongguk? Atau ChungAng? Nan molla~”

Yoona mengelus tangan Kibum, “cepatlah sembuh. Aku rindu bermain basket denganmu..”

Kibum tersenyum, “keureom.”

***

Seoul, 2009 –keesokan harinya

Sowoneul marhaebwa~! I’m genie for you boy~

“Jakkaman, jagiya,” Yoona merogoh saku celana jeans-nya, mendapati handphone-nya berdering cukup keras.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo? Yoona onni, neo eodi?” terdengar suara adik Kibum, Kim Yoora.

Yoona mengernyitkan dahinya, “Yoora? Aku di restoran. Waeyo?”

“Onni, oppa kritis.”

Dreg!

Yoona menggigit bibir bawahnya, “aku akan ke sana.”

Begitu menekan tombol end, Yoona menatap pacarnya, Siwon, “jagiya.. Kibum kritis.”

***

Yoona berlari menuju ruang perawatan Kibum, tak peduli Siwon yang memanggilnya, menyuruhnya untuk tidak panik. Yoona membekap mulutnya begitu masuk ke kamar perawatan Kibum. Ia melihat adik Kibum, Yoora menangis bersama dengan umma Kibum.

“Maldo andwae!!!” teriak Yoona berlari memeluk tubuh Kibum yang tidak bernyawa di atas ranjang. Ia menatap dokter dengan tatapan memohon, “Uisa! Selamatkan sahabatku! Jebalyo, uisa.. Uisa-ya, selamatkan Kibum!!!”

Dokter menatap Yoona dengan tatapan memohon maaf. Yoora memeluk sahabay oppa-nya dengan rapuh, “onni.. oppa barusan pergi.. ia tidak bisa bertahan lama, onni…”

Yoona tidak peduli ucapan Yoora. Yoona mengguncangkan tubuh Kibum, “Kibummie! Ireona!!”

“Maaf agasshi, Kim Kibum tak dapat kami selamatkan…”

***

Seoul, 2009 –dua hari kemudian.

“Kibummie,” Yoona jatuh tepat di depan makam Kibum. Siwon dan Yoora membantunya berdiri, tapi Yoona tidak ingin. Ia mengelus nisan Kibum dengan perasaan sakit dan tersayat-sayat.

“Kau janji akan selalu jadi sahabatku…”

Siwon berjongkok di samping Yoona, “Yoona-ya.. biarkan Kibum tenang di sana… kau tidak bisa terus menangisinya begini…”

Yoona menyandarkan kepalanya di dada Siwon, “tapi.. Kibum…”

“Sssssh,” Siwon mengelus puncak kepala kekasihnya, “kkajja.. kita harus pergi.. sebentar lagi hujan akan turun..”

“Shirheo.. aku ingin di sini..,” pinta Yoona.

Siwon menatap Yoona, “jagi… kkajja…”

“Shirheo, Siwon-ah!” Yoona melepaskan dirinya dari dekapan Siwon, “aku ingin di sini!”

Siwon menoleh ke arah Yoora. Yoora menghela nafasnya. Dua manusia itu menatap Yoona miris.

***

Seoul, 2010 –setahun kemudian

Yoona melangkahkan kakinya menuju sebuah lapangan basket tak terurus. Di mana sepuluh tahun lalu, tempat ini adalah satu-satunya tempat yang ia kunjungi di saat ia sedih, di saat ia marah.

Yoona mengelus tiang ring basket, dan memutar flashback di pikirannya. Di saat ia bisa tertawa dengan Kibum. Ia menangis di depan Kibum. Waktunya ia habiskan hanya dengan Kibum di tempat ini.

Kaki Yoona mulai memanjat ranting pepohonan. Walaupun ia kini lebih tinggi dan tubuhnya tidak selincah dan seringan sepuluh tahun lalu, Yoona masih bisa masuk ke rumah pohon yang dulu ayahnya dan ayah Kibum buat untuk mereka berdua.

Yoona duduk di pinggir rumah pohon itu, melihat butir-butir air hujan yang berdiri di ujung atap rumah pohon. Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya ke sebuah dinding kayu. Dahinya mengernyit.

Im Yoona – Kim Kibum kekasih selamanya.

Yoona mendekat, menyentuh ukiran kayu itu dengan jarinya. Tidak, seingatnya ia menulis sahabat selamanya.

Pandangannya teralih pada pigura berisi fotonya dan Kibum. Ia menyadari ada sebuah kertas terselip di sana. Jemari Yoona meraih kertas itu.

Hai Yoona. Kuharap kau membaca surat ini –oke aku tahu aku bodoh aku tidak memberitahukanmu bahwa aku menyelipkan surat di sini. Uhm.. apa ya? Aku juga bingung mau bilang apa =_= haha

Aku diam-diam ke sini saat semua hal di rumah sakit itu membuatku muak. Aku bosan! Kugiring saja Yoora untuk mengantarkanku ke sini, dan kau percaya tidak? Aku masih bisa memanjat!

Oh ya.. uhm.. soal ukiran di dinding.. lihatlah.. atau kau sudah melihatnya? Hm.. itu aku yang ubah.. hehe… maaf ya… habisnya memang.. aku menyukaimu.

Salah, aku mencintaimu.

Sejak kapan? Jantungku berdegup sejak 7 tahun lalu. Ya, aku mencintaimu sejak 7 tahun lalu. Jauh sebelum kau menemukan Choi Siwon.

Kau tahu? Sulit menyembunyikan rasa ini sementara kau bersama Siwon. Susah rasanya mencintai sahabat sendiri. Aku sangat menyesal telah mencintaimu, karena aku terus-terusan melihatmu, yang jelas telah mencintai orang lain.

Satu hal, aku tidak pernah menyesal menjadi sahabatmu.

Jalani hidupmu dengan baik, karena aku selalu mengawasimu dari surga ^^

Oh ya, ukiran di dinding itu, aku ingin menggantinya lagi tapi sulit, jadi yah…

Im Yoona – Kim Kibum sahabat selamanya.

“Bodoh,” gumam Yoona, “Kibum bodoh… apa kau tidak tahu kalau aku juga menyukaimu? Mencintaimu sebelum aku menemukan Siwon, hah?”

Yoona menunduk. Air matanya menetes dan mengalir deras.

***The End***

About these ads

75 thoughts on “The Name I Love [ONESHOT]

  1. Huuaaauauaaua.. sedihnya TT.TT
    kirain ntar akhirnya KibumYoona, tapi yah YoonaSiwon.
    no problem.
    lain kali jangan bikin Kibum mati ya chingu.. sedih nih.

  2. Akhirnya ada YoonBum yang lain yeee ~(‘o’~) tapi kenapa KiBum sama Yoona selalu nggak pernah berakhir bahagia? hiks :(( Author bikinin YoonBum yang happy ending doooong lain kali. Sedih aja kenapa KiBum pasti mati di ending -,- tapi overall ini keren ;D

  3. sedih…
    kenapa Yoona nggak sama Kibum
    malah sama Siwon..
    dan kenapa kibum di buat mati..

    kapan-kapan bikin cerita tentang Kibum dan Yoona..
    cinta mereka abadi..
    kkkk~~

  4. Aduh…. *nangis*
    berat deh bayanginnya..,
    ga tega sama kibum.,
    omg2 ini seiring kibum bakal nongol di 5jib kah, banyak fic yoonbum lagi ^^

  5. waaahh . .
    FF’nya bikin terharu, jdi netes nih air mata . .
    huuu YoonBum loveya . . sweet bnget . .
    daebak author ^.^

  6. keren , kata2nya bagus :)) nanya nih boleh izin repost di blogku gak aku kasih nama author + credit kok , ottae ? kalo gaboleh juga gwenchana :)

  7. Yang ini juga bagus… tapi.. huwaaaaaaa.. nae Kibum oppa knapa pergi… jgn tinggalin Yoona.. hehe #plak

    Bagus tor… sad ending gpp deh… yg penting YoonBum^^

    Yoona Kibum JJANG!!!

    Author juga JJANG.. hehe

  8. author, percaya ga, saya beneran nangis berlinang air mata (?) baca ff ini~ papi~ jangan pergi dong~ kalo papi pergi trus mami ama Siwon appa gom, ntar saya ga lahir dong ke dunia? T-T
    YoonBum couple is my lovely sweety couple~~~~ :D

  9. yah knpa jdi nya sad sh?
    ama kibo ja yoona nya.
    q mhon…
    biar jdi happy end gt.
    eh tp ini kyk film my heart ya?
    lpa dah nama pilem nya,udh lma bngd sh.
    bkin sequelnya,tp yoona ma kibo brsatu tp d bumi..

  10. Authot,tolong dong,bikin tentang alreky dari indonesia yang cinta banget sama yoona,tapi akhirnya berpisah karena akunya meninggal,tapi gak meninggal beneran ya,hehe,aku ini pengen banget ketemu yoona,tapi cukup dalam cerita aja,tolong ya,aku ini fanatic fans nya dia,and tolong kasih tau tanggal munculnya ceritanya,sorry,udah nyuruh2,kamsahamnida

  11. Duuuh,sedih nya,tapi,tolong bikinin tentang alreky dan yoona dong,soal nya aku cinta sama dia,tapi aku gak bisa ketemu dia,karena tempat ku terlalu jauh,please,and sorry terlalu banyak nyuruh2,kamsahamnida

  12. Waaah,keeren and sedig,tolong bikin lagi dong tentang yoona dan alreky,please aku fans berat dia,aku pengen ketemu,tapi gak punya uang buat ke korea ketemu dia,please aku tunggu ya hasilnya,kamsahamnida

  13. huaaaaa… hiks hiks.. aku nangis nih thor… #mewek T.T
    sedih.. ternyata sama2 suka…
    cinta tak tersampaikan *elahbahasanya –”
    nice ff… :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s