FF Say My Name [1Shoot/NC-21/S]


ini ff sebenarnya ff req dri onn ita (Kim Soonhee Jaejoongie) sekaligus ff NC saya yg pertama.. so~ saya minta komennya dng sangat ^^

Note : Cerita dibawah ini mengandung kegiatan dewasa yang hanya bisa dibaca oleh umur tertentu.

——————————

“Ah… kau nakal sekali oppa” ucap seorang wanita. Wajahnya tidak terlalu jelas karena tubuh Yunho yang besar mengalinginya. Mereka berdua tersenyum gembira dari balik jalan kecil menuju tikungan tangga darurat kantornya itu.

’Apa yang mereka lakukan? Kenapa begitu bahagia?’ gumam Soonhee  dalam hatinya. Ada perasaan terbakar dihatinya. Hubungannya dengan Yunho yang sudah beranjak tujuh bulan itu tak sebaik yang dipikirkannya. Soonhee berjalan lemah sepanjang koridor menuju toilet. Matanya sedikit berkaca karena pukulan tadi. Melihat kekasihnya yang dia percayai berselingkuh dengan wanita lain didepan matanya adalah hal yang sangat menyakitkan untuknya.

Sesampainya ditoilet, dia menangis hingga tersedak sambil terduduk di bangku toilet. ‘Apa yang harus kulakukan sekarang?’ pikirnya bingung sambil terus menangis. Jam kerja sudah mulai habis, pukul enam seharusnya dia sudah pulang dengan Yunho, tapi Soonhee terus terdiam didalam toilet seperti lari dari kenyataan yang dia lihat tadi. Dia merasa seperti kebingungan, dia terlalu menyukai Yunho, terlalu berat untuknya untuk memutuskan hubungannya. Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi, itu adalah telepon dari Yunho. Tapi Soonhee melepas baterai telepon genggamnya dan kembali termenung sambil mengusap air matanya. Dia tau, pasti Yunho hanya ingin mengajaknya pulang bersama, seperti yang biasa mereka lakukan sepulang bekerja.

Pukul tujuh. Sudah senja, namun Soonhee masih menangis di dalam toilet. Dia memberanikan diri untuk keluar toilet dan berjalan menuju meja kerjanya. Sepanjang lorong, lampu-lampu gedung sudah mulai padam. Dia melihat sekeliling tempat, tidak ada satupun yang masih dikantor. Ini adalah saat yang tepat untuk pulang, Soonhee terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya dan matanya yang membengkak akibat tangisannya tadi. Dia membereskan tas hitamnya di atas meja. Pandangannya sedikit berkaca lagi. Dilihatnya sebuah foto yang menempel didinding meja kerjanya. Fotonya bersama Yunho saat dipantai. Kali ini foto itu membuatnya lebih menangis. Tangisannya bahkan lebih keras. Soonhee terlalu lemah untuk semua itu, dia terlalu lugu untuk mempunyai kekasih seperti Yunho. Tangisannya terus saja menggema diruangan kantor yang luas itu.

“Omona, suara apa itu?“ ujar Jaejoong kaget dalam ruangannya. Dengan mengendap-endap dia keluar ruangan dan mencari sumber suara itu. Dilihatnya ruangan kantor diluar yang sudah agar redup itu. Tidak ada seorangpun disana. Jaejoong merasa aneh dan kembali ke dalam ruangannya. Tapi tepat sebelum dia membuka pintu, suara tangisan itu terdengar semakin keras, membuat Jaejoong membatalkan niatnya untuk masuk kedalam ruangannya. Ditelusurinya sekat-sekat yang ada diruangan luas itu. Dia terus berjalan dengan raut yang penasaran. Suara tangisan itu terdengar semakin mendekat dan jelas. Dilihatnya seorang wanita berambut panjang sedang tertunduk dimejanya sambil menangis. Jaejoong sedikit terkaget, dia melihat sesosok hantu wanita didepan matanya. Jaejoong sangat ketakutan, sambil menutup mata dia membaca doa-doa aneh. ’Sebentar~’ pikir jaejoong dalam hati. Dilihatnya kaki wanita itu, ’Tapi kakinya menyentuh lantai’ ujarnya dalam hati. Dia merasa aneh, ’Atau mungkin itu bukan hantu?’ pikirnya.

Dengan penuh keberanian dia mulai menyentuh pundak wanita itu dengan jari telunjuknya. Dengan cepat wanita itu tersadar dan menegakkan kepalanya. Dibalikkannya tubuhnya dan terpaku melihat sosok atasannya itu. Jaejoong kaget bukan main. Tapi tak lama dia menghela napas lega. Ternyata itu bukan hantu yang dipikirnya.

“Ya! Kim Soonhee! Kau menakutiku saja!” teriak Jaejoong sambil mengelus dadanya.

“Maaf pak“ ujar Soonhee sambil dengan cepat meraih sapu tangannya dan mengusap air matanya. Dia terlihat kaget dan kegok tak berani melihat kearah Jaejoong.

“Jangan panggil aku ‘Pak’ aku terlalu muda untuk panggilan itu. Panggil saja aku Jaejoong. Kau kenapa?” Tanya Jaejoong sambil mendekat.

“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya terlalu banyak makan pedas.“ Ucap Soonhee kikuk. Jaejoong melirik foto yang digenggam Soonhee. Foto itu membuatnya sedikit sadar.

“Bukan karena makanan pedas kan? Aku tidak bisa dibohongi. Apa yang kau pegang?“ tanya jaejoong.

“Bukan apa-apa.“ Jawab Soonhee sambil menyembunyikan foto itu.

“Apa yang terjadi dengan Yunho dan kau?“ jaejoong mulai terdengar seperti mengintrogasinya.

Soonhee hanya bisa terdiam sambil meremas foto itu. Dia mencoba menahan tangisnya. Tapi dia terlalu lelah dan tidak bisa menahan. Soonhee menangis kembali sambil menundukkan kepalanya. Dia menangis sangat sedih didepan Jaejoong. Terpampang wajah kaget Jaejoong melihat Soonhee menangis akibat pertanyaannya.

“Hei~ sudah jangan menangis~“ ucap Jaejoong. Tapi Soonhee terus menangis tanpa henti. Dalam hati Jaejoong terselip rasa kasihan, namun bukan itu yang sangat dia rasakan. Sejak Soonhee masuk ke perusahaan Ayahnya itu, dia mulai menyukai Soonhee. Soonhee cantik, bertubuh ramping, berambut panjang, dan tinggi. Sifatnya yang sedikit manja membuatnya makin menyukainya. Setiap hari Jaejoong dengan sengaja selalu memberinya tugas, hanya agar dia bisa melihat wajah Soonhee.

Jaejoong mulai resah mendengar tangisan Soonhee yang tidak bisa berhenti. Tiba-tiba Jaejoong bergerak cepat mendekati Soonhee yang terduduk dikursinya dan memeluknya. Dengan posisi Jaejoong yang masih berdiri dan Soonhee yang duduk, Jaejoong mendekap wajah Soonhee kearah perutnya. Dipeluknya Soonhee dengan lembut. ‘Mungkin ini bisa membuatnya diam’ pikir Jaejoong. Tapi semua diluar dugaannya, Soonhee menangis tambah kencang. Jaejoong terlalu kaget mendengarnya. ‘Ya tuhan, wanita apa ini? Dipeluk oleh seorang atasan yang tampan sepertiku, seharusnya dia merasa senang’ bingung Jaejoong dalam hati.

Jaejoong terlalu pusing mendengar tangisan Soonhee dikupingnya. Dengan perasaan berani, dia berlutut dan mencium Soonhee tiba-tiba. Soonhee membuka matanya karena terlalu kaget. Foto yang digenggamnya terjatuh karena tanggannya yang bergetar. Didorongnya tubuh Jaejoong dengan kuat. Ciuman itu pun terlepas paksa. Soonhee terlalu kaget dengan ciuman yang diberikan Jaejoong. Tapi Jaejoong tak bisa terkalahkan begitu saja. Dipegangnya wajah Soonhee dengan kedua tangannya erat. Soonhee tidak bisa bergerak. Dia merasa seperti ada sengatan listrik kuat ditubuhnya. Tangannya terlalu lemah untuk mendorong tubuh berotot Jaejoong. Soonhee terus bergerak menolak, tapi Jaejoong malah melingkarkan tangan besarnya dipinggang Soonhee yang membuat Soonhee kaget bukan main. Kali ini dia tidak bisa berkutik. Jaejoong memeluk Soonhee erat sambil terus menciumnya. Jaejoong menarik tubuh Soonhee yang masih terduduk dikursi, menggendongnya dan mendudukkannya diatas meja. Dengan posisi Soonhee yang duduk diatas meja dan Jaejoong yang berdiri sambil memeluk pinggangnya. Jaejoong terus mencium Soonhee tanpa henti. Tapi Soonhee terus menutup bibirnya ketakutan menolak bibir lembut Jaejoong yang menyentuhnya. Jaejoong mulai membuka bibirnya sambil melahap bibir Soonhee yang tertutup. Tapi terlalu sulit untuknya. Jaejoong meraih rahang Soonhee dan menariknya. Membuat Soonhee membuka mulutnya. Dengan cepat Jaejoong memasukkan lidahnya lembut dan menghisap bibir merah Soonhee. Jaejoong mulai bermain dengan lidahnya. Dia memasukkan lidahnya kerongga mulut Soonhee sambil mencari lidah Soonhee. Terlalu lama bermain sendiri, Soonhee terbawa suasana. Dibalasnya ciuman Jaejoong itu. Dihisapnya bibir bawah Jaejoong dengan buas. Mereka bermain-main dengan lidahnya. Jaejoong menghisap lidah Soonhee dengan penuh nafsu. Tangan Jaejoong tidak tinggal diam. Dirabanya perut rata Soonhee sambil mencari gundukkan besar. Tangan kanan Jaejoong meremas dada indah Soonhee dengan keras.

“Ssshh… aaahhh…“ desah Soonhee merasakan sentuhan Jaejoong yang tiba-tiba itu. Jaejoong tambah merasa terangsang mendengar desahan Soonhee itu. Dibukanya kancing demi kanci kemeja Soonhee sambil terus menghisap bibir Soonhee. Terlihat dua gundukan besar itu, diturunkannya bra Soonhee dan mengeluarkan payudara Soonhee tanpa melepas ikatan branya. Jaejoong mulai dengan kecupan-kecupan lembut mulai dari leher jenjang Soonhee dan turun ke dadanya. Dihisapnya puting Soonhee yang mulai mengeras. Jaejoong memilin dan sesekali menggigitnya dengan penuh gairah.

“aaahhh…. sakit… jangan digigit~ ssshh aaahhhh…” desah Soonhee menerima gigitan kecil Jaejoong yang ganas itu sambil menjambak rambut lembut Jaejoong. Jaejoong mulai menggila. Dirabanya paha Soonhee dengan tangan kuatnya dan mulai menuju selangkangan Soonhee. Tiba-tiba Jaejoong terfikir tempat sekarang dia bermain. Masih diruangan luas kantor. Siapa saja bisa tiba-tiba lewat dan melihat kegitannya itu.

Jaejoong berhenti sejenak dan menarik tangan Soonhee. Jaejoong berjalan cepat sambil menggandeng erat lengan Soonhee.

“Kita ingin kemana pak?” Tanya Soonhee polos.

“Sudah kubilang jangan panggil aku ‘Pak’~ kau ini~” jawab Jaejoong sedikit kesal.

Mereka sampai ke ruangan tak jauh dari tempat tadi. Dibawanya Soonhee ke ruangan Jaejoong. Ruangan kantor pribadi yang cukup luas dan tertutup.

Jaejoong menutup pintu dan menguncinya dengan tangan kirinya yang masih menggandeng Soonhee. Disingkirkannya semua kertas-kertas yang ada dimeja besarnya itu dengan cepat. Ketika meja bersih dari benda apapun, Jaejoong menarik tubuh Soonhee dan menaruhnya lagi diatas meja. Jaejoong membuka kemeja Soonhee dengan paksa dan melepas pengait bra Soonhee. Terlihat payudara Soonhee yang sudah mulai memerah akibat permainan Jaejoong tadi. Ditidurkannya Soonhee di atas meja, dan menindihnya. Jaejoong mulai meneruskan permainan yang tertunda tadi. Dihisapnya nipple Soonhee dengan lidah lembutnya sambil sesekali memilinnya.

“Aaaahhh…. ssshhh… aaughhh…“ Soonhee hanya bisa terus mendesah. Jaejoong mulai mencari sesuatu dari balik rok mini ketat Soonhee. Tangannya mulai menjalar keselangkangan Soonhee dan meremas kemaluan Soonhee.

“aahh…hhmmm…“ Soonhee mendesah puas sambil mendengakkan kepalanya. Merasa ada yang menghalingi, Jaejoong merobek rok Soonhee dengan paksa dan membuka celana dalam Soonhee. Soonhee kaget dan sedikit membangunkan tubuhnya.

“Kau mau apa?“ tanya Soonhee bingung.

“Tenang saja~“ jawab Jaejoong dan menenggelamkan wajahnya hilang dibalik selangkang Soonhee. Jaejoong menghisap kemaluan Soonhee dari luar. Dibukanya dengan dua jarinya dan menjilat-jilatnya yang membuat Soonhee menggeliat.

“Ouugghh… aaahhh… Jaejoong-ah… aahhh“ erang Soonhee menikmati kelembutan lidah  Jaejoong.

“Akhirnya kau memanggil namaku~” ujar Jaejoong disela-sela permainannya. Jaejoong terus memasukkan lidahnya semakin dalam hingga Soonhee merasakkan benda lembut tanpa tulang itu mengeruak masuk dan menyentuh diding vaginanya. Soonhee merasa nikmat dan menggoyangkan pinggangnya.

“Terus Jaejoong-ah… oughhh~” pinta Soonhee sambil mendesah. Jaejoong terus bermain dan menggigit-gigitnya dengan lembut yang membuat Soonhee makin panas.

“Jaejoong-ah… aku mau… ahh..ke..luar..hhmm” ucap Soonhee lemah. Cairan itu keluar dan membasahi mulut dan hidung Jaejoong. Dijilatnya seluruh cairan itu hingga bersih. Jaejoong melepaskan lidahnya dan kembali naik ke atas tubuh Soonhee. Diliahapnya lagi bibir tebal Soonhee dengan geraknya yang bergairah.

Soonhee mulai mencari benda besar Jaejoong. Dirabanya perut jaejoong dan menemukan gundukan itu. Di rabanya lembut terlebih dahulu.

“Hhhmm…“ desah kecil Jaejoong.

Lalu Soonhee meremasnya dengan kuat yang membuat Jaejoong sangat kaget dan mendesah keras.

“Aaaahhhh…~ oougghhh…“ Soonhee terus memijit junior Jaejoong yang masih terbungkus celana itu dengan keras. Jaejoong melepas ciumannya karena terlalu lemas dan terus mendesah.

Merasa hanya dipermainkan, Jaejoong bangkit dan turun dari meja. Dibukannya kancing celananya dan mengeluarkan juniornya yang sudah meregang. Soonhee  membuka matanya lebar melihat junior Jaejoong yang sangat besar dan panjang itu. Jaejoong mulai meraih paha Soonhee dan membukanya lebar.

“Apa yang ingin kau lakukan?!“ tanya Soonhee ketakutan. Ia terlalu takut bila benda besar itu memasuki kemaluannya yang sempit.

“Ini salahmu… kenapa kau memainkan juniorku tadi?“ jawab jaejoong. Belum sempat Soonhee menjawab, Jaejoong sudah menusukkan ujung juniornya ke vagina Soonhee.

“Aaahh… ssshhh… mmmhh..“ Soonhee bergemim.

“Kau sempit sekali Soonhee-ah… aaahh…~“ pekik Jaejoong sambil terus mencoba memasukkan junior besarnya. Didorongnya terus menerus hingga juniornya masuk perlahan-lahan sepenuhnya. Dengan posisi tubuh Jaejoong yang masih berdiri diujung meja dan Soonhee yang terbaring dimeja, Jaejoong meraih paha Soonhee dan menariknya semakin mendekat. Jaejoong menggerakkan pinggulnya cepat dan semakin dalam.

“Lebih cepat Jaejoong-ah… ouughh~ ssshhh..ahhh” pinta Soonhee lemas.

Jaejoong menggerakkan pinggulnya lebih cepat sehingga payudara Soonhee ikut bergerak dengan cepat mengikuti genjotannya. Dencitan meja terdengar keras karena saking cepatnya Jaejoong menusuk Soonhee.

“Jangan berhenti Jaejoong-ah… terus~ aahhh… teruuusss~” erang Soonhee terlalu menikmati layanan Jaejoong. Jaejoong makin bergairah dan menambah kecepatannya mendengar desahan Soonhee yang menggelitik telinganya itu.

“hhmmm… ssshhh.. ah aku… ingin keluar~ aaaahhh….” Soonhee orgasme untuk yang kedua kalinya. Cairan itu menyirami junior Jaejoong deras, tambah memudahkan Jaejoong untuk terus memasukkan juniornya dengan leluasa.

Jaejoong masih belum merasa puas. Hanya dia yang belum berorgasme. Jaejoong mencoba gaya lain. Ditariknya tubuh Soonhee dan membalikkan tubuhnya membelakangi Jaejoong. Soonhee turun dari meja, Jaejoong mengangkat kaki kanan Soonhee ke atas meja. Sehingga kakinya terbuka lebar dengan posisi badan sedikit membungkuk.

“Mau apa lagi kau sekarang?” tanya Soonhee. Tapi tetap saja dia menuruti setiap keinginan Jaejoong.

“Tenang saja~ aku akan memberimu yang lebih nikmat“ ujar Jaejoong licik. Jaejoong mulai membuka bokong Soonhee yang besar dengan kedua tangannya. Dimasukkannya jari telunjuknya dan mulai menggerakkan jari itu masuk dan keluar.

“oouuughhh… oough…” Soonhee mendesah. Dimasukkannya lagi jari tengahnya hingga lubang bokong Soonhee meregang dan terbuka lebar. Soonhee hanya bisa memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawanya menahan perih. Setelah lubang itu cukup terbuka lebar, Jaejoong memasukkan juniornya perlahan agar Soonhee tidak merasa sakit.

“Tenang… aku tidak akan menyakitimu~“ ujar Jaejoong mengecup pundak Soonhee lembut. Dengan tangannya yang menyetuh pundak Soonhee, Jaejoong sedikit mendorong punggung Soonhee untuk menungging dan berbaring dimeja.

“Aaahhh… sakit~ hhhmmm oughhhh…” erang Soonhee kesakitan. Jaejoong memasukkan seluruh juniornya dengan susah payah.

“Ini terlalu sempit~ aahhh…ssshhh…“ desah Jaejoong sambil terus mencoba memasuki lubang kecil itu. Didorongnya lebih kuat dan masuk seluruhnya. Jaejoong menggoyangkan pinggulnya dengan susah. Jaejoong merasakan lubang yang terlalu kecil itu seperti menjepit juniornya kencang seperti seutas karet besar yang kuat. Jaejoong makin menikmatinya.

“aasshhh… perih..~ Jaejoong-ah~ sakiiittt~ aaahh.. ah..ah..” Soonhee merasa lubangnya itu seperti terobek akibat benda besar milik Jaejoong itu.

“Tenang~ sebentar lagi Soonhee-ah… ooouugghhh~ hhmmm” Jaejoong hampir mendapatkan klimaks yang diinginkannya. Dia mempercepat dorongan pinggulnya hingga Soonhee mengeluarkan airmata karena kesakitan.

“Ouughhh aku ingin keluar …. Aaaahhh~ ssshh..” dengan cepat jaejoong melepaskan juniornya dan mengeluarkan spermanya diatas pinggul Soonhee. Cairan itu sangat banyak berwarna putih dan kental. Dibalurkannya cairan itu sehingga meninggalkan rasa lengket dan lembab disekujur tubuh Soonhee.

“oouughh…” Soonhee menghela nafas karena junior Jaejoong sudah keluar dari dirinya.

“Kau sangat sempit Soonhee-ah~ membuatku terlalu lelah” ujar Jaejoong sambil memeluk Soonhee.

Mereka tertidur disofa panjang yang ada diruangan Jaejoong. Sofa itu cukup besar untuk menampung mereka berdua. Dengan hanya berselimutkan pelukan Jaejoong dan sehelai jas hitam milik jaejoong, mereka terlelap cepat karena terlalu lelah dengan permainan tadi.

Pagi harinya, Soonhee terbangun terlebih dahulu, ada rasa sedikit lelah dan rasa sakit dikemaluannya.

“Dimana ini?” gumamnya sambil mengedipkan matanya. Ditengoknya sekitarnya, dan sadar ada sesosok pria yang memeluknya dari belakang.

“Omo!” sentaknya melihat tubuhnya yang telanjang bulat dengan pria yang diliatnya adalah atasannya selama ini, Kim Jaejoong. Tiba-tiba dia teringat dengan perbuatan mereka semalam. Soonhee menggigit bibir bawahnya karena terlalu kaget dan takut. Dia mencoba memindahkan tangan dan kaki Jaejoong yang berotot dan menyingkirkannya dari tubuhnya dengan pelan-pelan.

“Jangan pergi Soonhee-ah~” ucap Jaejoong pelan dengan mata yang masih tertutup dan langsung mendekap tubuh Soonhee lagi. Soonhe kaget bukan main, dengan cepat dia kembali berpura-pura tidur dengan mata yang menutup kuat.

“Soonhee-ah~” suara Jaejoong terdengar sangat jelas dari balik kupingnya. ‘Dia itu mengigau atau tidak? Aneh sekali’ pikir Soonhee dalam hati dan membuka matanya bingung.

“Ya! Soonhee-ah!“ tiba-tiba Jaejoong bangun dan membalikkan tubuh Soonhee. Soonhee terkejut dan dengan cepat kembali menutup matanya dan berpura-pura masih tidur. Jaejoong melihatnya sepintas saat Soonhee mencoba menutup mata.

“Ya! Soonhee-ah~ jangan berpura-pura tidur kau~ cepat bangun” ucap Jaejoong sambil menggoyangkan tubuh Soonhee. Tapi Soonhee tetap mematung aneh.

“Baiklah~ aku akan membangunkanmu!” Jaejoong mencium bibir Soonhee tiba-tiba. Tapi Soonhee masih tidak mau membuka matanya. Soonhee kaget setengah mati. Dia terlalu takut untuk membuka matanya.

“hhhmm… jadi itu belum bisa membuka matamu~” ujar Jaejoong nakal dan kembali menciumnya dan memeras payudara Soonhee dengan kencang yang membuat Soonhee berteriak dan bangun.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” teriak Soonhee sambil mendorong dada Jaejoong menjauh.

“Akhirnya kau bangun juga. Ayolah aku ingin sarapan” dengan tatapan nakal Jaejoong meraih pinggang ramping Soonhee dan menciumi lehernya.

“Aish.. hentikan pak~” Soonhee mencoba mendorong Jaejoong dengan sekuat tenaga.

“Mwo? Kau memanggilku seperti itu lagi?” kaget Jaejoong menghentikan ciumannya.

“Baiklah~ kali ini aku akan membuatmu meneriakkan namaku lagi“ ucap Jaejoong dan kembali menciumi leher Soonhee dan menggaruknya pelan dengan giginya yang membuat Soonhee benar-benar merinding dan mendesah.

“Aaahhh…. uukkhh“ Jaejoong makin menggila dan menghampiri dua bulatan besar milik Soonhee dan memainkannya dengan lidahnya.

“Hhmmm…“ Soonhee mengerang keenakkan dan menjambak rambut Jaejoong. Sambil terus menghisapnya, Jaejoong menggerakkan jari kokohnya dan bergerak kebawah. Dimainkannya kemaluan Soonhee dengan jari-jarinya.

“Aahhh~ jangan… sshhh” Soonhee mencoba menolak tapi kenikmatan itu membuatnya lemah. Jaejoong mulai memasukkan satu jarinya dan menggerakkannya naik-turun, membuat Soonhee menggeliat di atas sofa seperti tergelitik. Jaejoong terus memasukkan jari-jarinya dan menggerakkannya semakin cepat.

“Ouugghh… Aaagghhh…” Soonhee mendesah semakin kencang.

“Ayo panggil namaku~” ujar Jaejoong disela-sela permainannya. Soonhee hanya bisa terdiam sambil menggigit bibirnya.

“Baiklah~ kali ini kau pasti memanggil namaku” Jaejoong bangkit dan membuka selangkangan Soonhee yang membuat juniornya yang tegang terlihat jelas didepan mata Soonhee. Kali ini Soonhee tidak bisa menolak. Dia ingat betul saat junior itu masuk kedalam vaginanya semalam, dan kenikmatan itu ingin dirasakannya lagi.

Jaejoong langsung memasukkan juniornya yang besar dan menggoyangkan pinggulnya dengan tempo cepat.

“Aaakkhhh…~” Soonhee tak bisa menahan teriakkannya. Mendengar Soonhee masih tidak meneriakkan namanya, Jaejoong menambah kecepatannya hingga payudara Soonhee dan sofa itu bergoyang.

“Ouughhh ahhh..ahh..” Sonnhee terus mendesah sambil memegang pinggir sofa karena saking cepatnya gerakkan Jaejoong. Jaejoong masih belum mendengar namanya disebut. Jaejoong tambah mendorong masuk juniornya seutuhnya dan mengerakkannya semakin cepat. Dibukanya selangkang Soonhee semakin lebar agar memudahkannya bergerak. Tangan Jaejoong meraih kedua bola Soonhee yang sejak tadi bergoyang seperti terkocok. Diremasnya dengan kuat kedua benda besar itu dan terus mengenjot dengan sangat cepat. Soonhee terlihat tidak tahan.

“Aaakkhhh~!! Jaejoong-ah~!! Aku ingin keluar…~ aaughhh…” teriak Soonhee dan mengeluarkan cairan itu. Sejak semalam, sudah tiga kali dia orgasme karena perlakuan Jaejoong yang brutal. Cairan itu membasahi junior Jaejoong dan sofa.

“Akhirnya kau memanggil namaku juga~” ucap Jaejoong.

“Kali ini aku ingin sarapan” dilenyapkannya wajahnya dari pandangan Soonhee dan mulai menjilati cairan itu.

“hhhmmm…” Soonhee mendesah nikmat merasakkan lidah lembut Jaejoong bermain disana.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu mengehentikan permainan mereka. Soonhee terkaget dan dengan cepat menutupi tubuhnya dengan jas hitam milik Jaejoong. Jaejoong berhenti dan menegakkan kepalanya.

“Siapa?” teriak Jaejoong.

“Aku harus membersihkan tempat anda Pak~” teriak seorang office-boy dari luar pintu.

“Sebentar!” ujar jaejoong kesal.

“Aish~ mengganggu saja dia itu!” Jaejoong bangun dari sofa dan memakai pakaiannya, begitu juga Soonhee.

“Tunggu~ kau tidak ingin keluar dengan rokmu itu kan?” Jaejoong menunjuk rok Soonhee yang dirobeknya semalam.

“Aish~” erang Soonhee kesal.

“Tutupi pakai ini~” Jaejoong melingkarkan jas hitam miliknya dan mengikatnya dipinggang Soonghee hingga menutupi sobekkan itu.

“Ayo kita sarapan~” ajak Jaejoong menggandeng Soonhee menuju pintu.

“Mwo? Sarapan lagi?!” sentak Soonhee kaget. Padahal barusan dia memberinya sarapan, tapi dia ingin melakukannya lagi.

“Bukan sarapan seperti tadi~ kali ini sarapan makanan. Kau ini~” ucap Jaejoong sambil tersenyum melihat tingkah Soonhee yang menggemaskan.

Mereka berdua keluar dari ruangan itu sambil bergandengan tangan. Seketika Jaejoong dan Soonhee terbelangak melihat segerombolan karyawan berkerubung didepan pintu kantor Jaejoong. Melihat Jaejoong dan Soonhee membuka pintu itu, mereka lari terbirit-birit ketempatnya masing-masing.

“Sepertinya mereka mendengar teriakkanmu tadi” bisik Jaejoong nakal sambil tersenyum kecil menahan tawa.

“Kau pikir itu lucu? Hancur sudah riwayatku!” balas Soonhee kesal.

Dari kejauhan Yunho melihat adegan yang membuatnya panas itu. Dengan tatapan kesal dia meremas foto yang hancur teremas semalam dan membuangnya.

Jaejoong dan Soonhee memasuki lift dengan tangan yang masih bergandengan. Betapa terkejutnya Soonhee melihat Yunho ikut masuk ke dalam lift. Dengan cepat Soonhee melepaskan genggaman Jaejoong dan menunduk takut. Hanya ada mereka bertiga didalam lift itu. Suasana begitu aneh dan menegangkan.

“Kemana kau kemarin? Aku menelefonmu dan tidak kau angkat. Kenapa kau tidak pulang kerumah semalam? Aku kerumahmu dan mereka bilang kau tidak ada dirumah.“ Tanya Yunho sedikit sinis sambil melirik Jaejoong yang menampang wajah santai.

“Aku…. aku semalam…hhmm“ jawab Soonhee bingung.

“Dia bersamaku semalam. Ada masalah? Bukankah kau juga bersama wanita lain juga kemarin?“ Jaejoong memotong jawaban Soonhee dan membalikkan tubuhnya menatap Yunho tajam.

“Mwo?! Apa maksudmu?” Tanya Yunho terdengar sedikit marah dan memencet tombol stop pada lift. Lift tiba-tiba berhenti sejenak.

“Cih~ berpura-pura tidak tau. Kau tidak tau kan Soonhee menangisimu semalam?! Dasar kau!“ Jaejoong memukul wajah Yunho, dan Yunho membalas pukulan itu. Soonhee hanya bisa melihat ketakutan. Jaejoong terus memukul Yunho hingga dia terkapar dilantai lift dan mengeluarkan darah. Melihat itu, Soonhee tidak tahan.

“Hentikan!!“ teriaknya dan mencoba melindungi Yunho dari pukulan Jaejoong. Jaejoong menghentikan amarahnya dan melihat Soonhee yang hampir menangis sambil memeluk Yunho.

“Jangan pukul dia lagi! Itu tidak akan menyelesaikan masalah“ ujar Soonhee sambil berdiri.

“Aku…. aku sebenarnya melihatmu dengan wanita itu bercumbu berdua kemarin. Aku terlalu sakit hati! Aku percaya padamu Yunho~ tapi kenapa kau seperti itu?! Dan soal semalam itu… Aku semalam sebenarnya benar-benar bersamanya. Tapi itu semua bermula karena kecelakaan. Dan sekarang kita impas. Tidak ada lagi hubungan kita. Aku mohon kau mengerti.“ Soonhee mengeluarkan semua isi otaknya sambil menangis. Jaejoong memencet tombol lift dan pintu lift terbuka.

Beberapa orang yang menunggu lift terlihat terkejut melihat Yunho yang terkapar dilantai lift dengan luka diwajahnya yang diiringi dengan Jaejoong yang menggandeng tangan Soonhee. Dari belakang, Yunho hanya bisa melihat mereka berdua berjalan dan meninggalkannya dengan tatapan sinis.

“Sudahlah~ jangan menangis lagi~ kali ini kita berbelanja pakaian untuk mengganti rok mu itu dan sarapan~“ ucap Jaejoong sambil menghapus air mata Soonhee dan mengecup keningnya. Semua orang dilantai itu melihat adegan mesra itu sambil berbisik-bisik heboh.

“Baik pak~“ jawab Soonhee.

“Mwo?! Kau panggil aku apa?!” tanya Jaejoong kaget dengan wajah yang sedikit kesal.

“Maksudku, baiklah Jaejoong-ah~“ jawab Soonhee menahan tawa.

“Aish~ kau ini. Kalau kau memanggilku seperti itu lagi, aku akan membuatmu memanggil namaku lagi ditempat ini, sekarang juga!“ ucap Jaejoong kesal dengan wajahnya yang lucu.

“Apa?!“ Soonhee kaget bukan main.

-Di lain tempat-

“Yagghh~! Sudah ku duga semalam Soonhee dan atasan ku bermain! Kau tau? Office-boy yang membersihkan kantornya sangat kaget karena ruangan itu sangat berantakan dan sofanya basah!” celetuk seorang wanita kepada teman-temannya yang membuat seisi ruangan heboh.

“Ya! Cepat bayar! Mana uangmu! Ayo cepat!” Changmin meminta uang semua karyawan yang ada di ruang itu dengan paksa.

“Aish~ masa menonton adegan perkelahian saja harus bayar?” elak beberapa pria dan wanita membuka dompetnya masing-masing.

“Ya! Kaset rekaman lift ini sangatlah penting! Ini bisa membunuh karirku sebagai penjaga kamera lift kalau sampai ketauan. Aish~”

-Tamat-

 

About these ads

140 thoughts on “FF Say My Name [1Shoot/NC-21/S]

    • @icefishy snowverse : ini req onn saya. kan dy cewek… gak mungkin saya bkin yaoi. bsa dihajar saya ;-;a
      @ch4bi_hyerin : yunhonya bandel bgt.. dy blm tau, ceweknya lbh bandel. LOL

    • @icefishy snowverse : ini req onn saya. kan dy cewek… gak mungkin saya bkin yaoi. bsa dihajar saya ;-;a

      @ch4bi_hyerin : yunhonya bandel bgt.. dy blm tau, ceweknya lbh bandel. LOL

    • @Nimas Ayu | Kim Hyun Rin : atasannya aj yg lenjeh. jd ikut2an dah tuh soonhee. hayuk aj klo diserang bos kya jeje. spa aj jg mao

      @minkijaeteuk : ya yg ahli mah sang author. klo jejenya mah kpan2 minta dites aj. x aj lbh ahli dri di ff ni. LMAO

  1. ckckck aigo chingu hot n keren
    wow jae ma sohee maenx brapa jm tu, brapa ronde ckckck
    tpi dasar sie jongie walau maenx tdi mlm tpi pagix lngsung menusuk(?) waktu namax g dipanggil
    jae dpt darimana tu cara hehehe

  2. @anggra : jae mah maen brapa jem jg tak msalah. ksian soonhee nya ntar kcapean. LOL

    @kordo : bukan pnjual vcd. tp cuman nyetelin adegan yg kerekam pas yunho n jeje berantem dilift. LOL

    @lusiani : emang dy manteb. mkanya mpe soonhee aj mutusin yunho. wedew. bkn mintain duit, cuman pajak nonton doang. kkkkk

  3. Aiiguu.. Jeje,. Kuad bgt,.
    Cckckck..
    Mau akh pnya bos kya jj..
    Tiap hari aq pnggil pak, biar dpt bonus truz dri.a
    >o<
    ..

  4. wahahah XD si JJ PD amat >> “‘Ya tuhan, wanita apa ini? Dipeluk oleh seorang atasan yang tampan sepertiku, seharusnya dia merasa senang”

  5. aw aw berawal dari sebuah kecelakaan rupanya o_o
    heee? Changmin jadi penjaga kamera lift?? *ngakak banting changmin xD*
    itu karyawan2 kantornya rumpi banget deh –‘

  6. Wuooo~ HOT buangeet..!! Semua org berpikiran ini yaoi, aku jg awalnya mikir yaoi, ternyata enggak! Fiuuuh..baguslah.. Abis aku agak jijik yg gitu2an klo sesama cowo! Klo gini kan wajar, namany org hany berhubungan klo saling suka.

  7. jae, aku udah manggil2 nama kamu dari sebelum masehi kok kamu ga beraksi2 juga sih?!

    be te we, ini authornya orang mana ya? ada ngalingin sama lenjeh segala. wkwkwkkkk

  8. aduh baca.a ampek ngos2an segala lagi berapa rounde mas jaejoong tadi itu mulai pikiran.a yadong geh

  9. Wow…. hot bgt…. nc-an dkantor ama atasan??? ganteng lg atasannya, rasanya gmana tuh???? /plakkk

    bneran nc ptama nh??? keren…

  10. :D waow…. super hot..
    giiilaa… jj nepsong dah.. hahai.. br melek dah ngjAkin main lg..
    hihihi.. yg dluar pd ambl untg lg..
    ckckckck.. kgak nygka di akhr bang changmin bkAL Ambl keuntungan gt.. kkk
    nice ff thor.. :)

  11. Tu si jaejoong gila kali yee! n tu org nafsu amet! Tp, nafsu.a kbangetn! Mlakukn sprti gt mpe 2x nan,, ckckck ==’

  12. mantep…jeje oppa nakal..
    Dbuat squelnya chingu bkal lbh seru liat knakalan jeje yg laen..aduh2 atian yunpa ..sapa suruh selingkuh..

  13. annyeong , ak reader baruu , yoohee imnida :D *bow*
    mnjelajah google ktmu ff ini . ehehe .
    ak pkir bkal jdi ff yaoi , tnyata bkan . ekekeke .
    jae appa main nyosor ajah nih , untung cwena ga marah dan ttep milih dia . tpi bguuslah , jdi plajaran buat yunho buat jngan slingkuuh ! *plak*
    jae appa rada narsis nih dsini . ekekek .
    alur crtana bgus , author ! (y)

  14. hallloooo… aq baru kali ini baca FF disini…
    ni pertama kalinya aku baca klo JJ NCan sm cewek, biasanya kan selalu sm pasangannya Yun…
    ..

  15. Woa…woa…woa

    aku baca dua kali, tapi pertama baca aku nggak komen, nah skrang wktunya komen. nah mending sama jae ajah daripada sama yunho, hehehehehe

  16. Aduh oppahku, oppah Jaejong, kasihan kau sllu jd sasaran yadong, nasib nasib…
    Panggil nm aj pke ‘maksa’ sgla. Makanya, jgn ‘main’ d kantor, bs jd omongan smua org kntor.

  17. Pingback: His Finger [One Shot | Yaoi] | SM Town Fanfiction

  18. waahh hot bgt :) . bsar bgt cnta sonhee sma yunho , smpai2 gak b’rni m’mrhi y :(
    Kreeenn :)
    annyeonghaseo , aku reader bru :)
    Bangapta :D # bow

  19. Daebakkk…critanya bgus bgt,ga kbyang deh kalo ngelakuin hal gituan dikantor,apalagi di atas meja kerja,hahaha…Buat author yg bkin ne crita,2 jempol buat kamu.. ^.^

  20. aku br nemu blog ini. Sbgai reader yg baik en u/ mnghindari cap silent reader, aku meninggalkan jejak …

    Ff ini bagus, bhs.y enak.. Pas akhir lucu, trnyta changmin politik uang dgn rekaman lift itu .. Ckck

  21. Kya …. Jaejong …. Liar bangetttttttt ….. Hot lg …..
    Tp aq suka …… Rasain tuh yunho terkapar di Dlm lift … Wkwkwkwkw hebat jaejong ….. Astaga dasar karyawan sableng …. Masa bos di buat taruhan ….
    Hehe soohee … Chukaee

  22. Cerita nya yadong ß⌣ªª⌣и̲̮̣̥̅̊ƍêt ! Thor ada part 2,3,4,5 nya ƍĪ thor biar lebih serruu … Gitu tp bikin yg lebih yadong lagi Чα”̮ thor. [н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]

  23. Yaps dikira yaoi tepi ternyata bukan *horeeee*
    yak bang yunho itulah pembalasannya :D: duh cangmin oppa jadi penjaga cctv wkwkwkwk ga kebayang deh pake seragamnya kan tinggi
    keep daebak :D

  24. Yaw jaejoong oppa~ :D
    Keren ceritanya,,tpi mungkin butuh sequel,, :P
    Kirain yg dijual Changmin video apa’an,,eh ternyata… :D

  25. Annyeong, aku reader baru disini *bow*

    Aku pengen ini lanjut thorrrrr, bikin full ncnya lgi gk pk di protect ya ^^ tp tenang aja, aku dh 20 y.o kok ^^
    Hot thor, hot .. bikin lagi dong heheh *ketauanyadong

  26. Aku kira yunjae, kok changmin jadi tukang lift sih??? Kenapa nggak dijadiin satpam aja thor? Biar mampus sekalian si changmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s